Jungkat

Samsung Galaxy A37 5G Dibenci Netizen? Saya akan Coba Sendiri! ๐Ÿ”ฅ (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Jadi saya beli HP seharga Rp6 juta. Bukan flagship, bukan HP gaming. Ini cuma sebuah midrange. Dan saat beli handphone ini, saya ada di kondisi 100% dalam kesadaran penuh dan saya tahu apa ekspektasi saya terhadap sebuah di harga Rp juta. Sebentar ya. Muda sekali nih guanya. Saya beli smartphone dari sebuah brand yang sudah puluhan tahun ada di industri smartphone. Jadi kalau ada sebuah smartphone midrange 6 juta yang sangat worth itat direkomendasikan buat dibeli harusnya brand inilah yang jadi top of mind dari para konsumen. Waktu saya coba check out HP ini, ekspektasi saya simpel. Saya enggak minta kamera flagship, enggak minta performa monster. Saya tuh cuma minta di harga R juta lebih tolong kasih saya sesuatu yang terasa sepadan. Atau netizen sekarang bilang worth it. Sesuatu yang bikin saya ngerasa upgrade-nya itu kerasa gitu. Sesuatu yang kalau teman saya nanya itu HP apa, saya bisa jawab dengan bangga. Dan karena ini Samsung harusnya bisa kan? Tapi setelah saya pakai HP ini, saya harus bilang apa? Kesan pertama waktu saya pegang HP ini tipis dan itu bagus. Tapi kemudian saya pegang lebih lama dan saya sadar pertama frame-nya plastik. Di harga R juta lebih di tahun 2026 frame-nya masih plastik. Oke, saya coba enggak terlalu fokus ke situ ya. Saya nyalain layarnya dan mulai pakai. Terus saya menyadari satu hal lagi. Baselnya enggak simetris. Bagian dagu bagian bawah layar lebih tebal dari bagian yang lain. Sesuatu yang harusnya udah beres di harga segini. Ini bukan hal yang bikin HP ini pada akhirnya enggak bisa dipakai, tapi detail kayak gini tuh harusnya enggak kita temuin di M range yang harganya Rp juta ini. Itu aja sih paling. Terus soal performa ExYos 1480 SOC yang nota ininya rilis 2 tahun lalu. Belum tua dan masih sangat layak dipakai tentunya. Dia juga bukan SOC yang jelek. Di pemakaian sehari-hari, Galaxy A37 itu smooth. Buka aplikasi, scroll TikTok, reels, nontonin YouTube, main game sebentar, terus multitasking. Saya enggak ngerasa ada masalah. Tapi waktu saya mulai cari tahu lebih dalam, saya nemuin sesuatu yang bikin saya mikir. Galaxy A55 sekarang harganya lebih murah dengan SOC yang sama. Terus Galaxy A56 juga harganya mirip atau bahkan lebih murah di beberapa e-commerce. Tapi SOC-nya lebih kencang. Jadi saya beli HP terbaru dengan SOC 2 tahun lalu di harga yang lebih mahal dari HP tahun lalu yang secara spesifikasi lebih baik. Logika macam apa ini? Terus soal kamera, sekali lagi parameternya adalah midrange R jutaan. Kalian tentu punya ekspektasi juga kan? Kamera utama 50 megapel-nya oke. Saya enggak akan bohong. Di siang hari hasilnya lumayan bagus, detailnya solid, warnanya punchy khas Samsung yang banyak orang suka. O-nya kerasa banget pas kita ngambil foto secara handheld. Tapi terus saya coba lensa ultrawide-nya 8 megap di 2026 di HP 6 juta lebih. Hasilnya agak soft, low light, ultrawide-nya juga enggak begitu bagus. Untuk makro 5 megapel-nya saya enggak akan komen deh karena jujur siapa yang mau pakai lensa makro. Kalaupun ada paling beberapa orang aja yang mungkin emang suka atau hobi ambil foto makro. Kamera depannya bisa merekam video 4K. Iya, dia bisa. Kualitasnya bagus menurut saya ya dibandingkan Android lain di kelas midrange. Tapi memang untuk harga Rp6 juta kamera depannya enggak punya autofokus. Jadi kalau kalian dekatin tangan ya enggak fokus. Intinya walaupun bisa 4K tapi tetap dia tidak autofokus. Kalau kamera belakangnya ya sama bisa 4K juga cuman yang belakang itu autofokus. Sekali lagi untuk kualitas perekaman video kalau ngomongin soal smartphone midrange menurut saya ada dua brand, tiga, tiga brand yang empat sekarang. Empat brand yang menurut saya kualitas videonya bagus. Maksudnya untuk sebuah midrange ya. Pertama Samsung tentunya HP-HP Samsung midrange itu bagus-bagus. Kedua ada Mitr Oppo. Oppo bagus, Reno seri V, Vivo juga bagus. Yang terakhir yang menurut saya bagus adalah Realme karena sejak seri 16 itu kamera belakangnya videonya jauh lebih bagus dibandingkan eh versi sebelumnya. kayaknya sejak versi 16 karena mereka kembali ke pangkuan ibu Oppo. Jadi kayaknya Realme bisa pakai e sumber daya resource dari Oppo. Makanya kameranya sangat mirip dengan kualitasnya Oppo. Tapi kembali ke handphone ini, kualitas perekamen video di belakangnya tidak mengecewakan. Jadi overall kalau memang kalian pengin beli handphone midrange tapi pengin punya kemampuan merekam video yang oke, menurut saya HP Samsung terutama CA itu enggak pernah salah lah. Silakan dibeli. Keluhan saya di awal emang berasa kayak orang yang enggak bersyukur. Memang khawatir nanti ada yang bilang ke saya, "Emangnya lu bisa bikin HP kayak gini?" Kalau ada saya bingung jawabnya. Maaf ya. makan mulu. Tapi saya harus fair karena HP ini tuh enggak 100%ya keluhan doang ya. Karena ada beberapa hal yang bikin saya pada akhirnya tetap betah pakai Samsung Galaxy A37. Maksudnya ternyata masih punya hal yang masih bisa dibanggakan lah. Dan saya yakin hal-hal ini juga masih sulit ditemukan di midrange yang lain walaupun harganya mirip-mirip. Pertama layarnya. Super AMOLED Samsung itu beneran salah satu yang terbaik di smartphone. Silakan bantah saya soal ini. Warna, kontras, ketajaman. Kalau kalian menganggap layar jadi salah satu pertimbangan dalam membeli smartphone, HP-HP Samsung itu enggak pernah salah ya. Dan ini sesuatu yang brand lain di harga yang sama susah buat nandingin. Walaupun dosa masa lalu Samsung soal light saber, garis hijau di layar masih sering diungkit sama netizen. Dan saya enggak bisa pura-pura itu enggak pernah terjadi ya. Kedua, software One UI 8.5 di Android 16 dengan jaminan 6 tahun update OS dan 6 tahun security patch. Kalian masih menganggap itu enggak penting? Coba deh perbanyak referensi lagi. Serius. Di Universe Android yang update support-nya suka gaib, kadang beli HP terus enggak pernah dapat update lagi. Samsung itu kerasa mahal. Samsung AI-nya juga masih paling matang di kelas midrange. Circle to search, tools buat foto, fitur produktivitas, itu tuh semua bukan sekedar gimmik ya. Ketiga, branding, brand awareness. Dan ini saya bilang bukan sebagai pujian, tapi sebagai fakta. Banyak orang beli Samsung karena Samsung nama itu masih punya kepercayaan, masih punya trust, terutama buat konsumen yang enggak mau nyari ribet sampai harus nonton review dulu, terus baca komen-komen netizen. Kalau kalian beli HP ini buat orang tua atau keluarga yang pengin HP yang tanda kutip aman dan nyaman, Samsung Galaxy A37 adalah pilihan yang sangat masuk akal menurut saya. Tapi kalau kalian adalah orang yang riset sebelum beli, saya rasa kalian akan nemu pilihan yang lebih menarik di harga yang sama. Keempat, baterainya yang cuma 5000 mAh dengan fast charging 45 watt. Ini salah satu bagian yang saya enggak punya banyak komplain ya. Makanya saya bilang ini jadi salah satu kelebihannya. Seharian penuh dengan pemakaian normal, saya bisa bilang baterai 5000 mAh-nya itu awet. Enggak pernah sekalipun saya ngerasa baterai habis di tengah hari. Kebayang enggak kalau dia pakai silikon karbon? Akan setipis apa HP ini? Jadi menurut saya baterai di HP ini oke dan konsisten. Salah satu bukti Samsung berhasil bikin hardware mereka optimal sama One UI atau sama software mereka. Oke, sekarang saya mau jujur ya. Samsung Galaxy A37 bukan HP jelek. Dia cuma HP yang menurut saya atau menurut keyakinan saya harganya sulit diterima netizen yang budiman ya. Kalau saya harus berkesimpulan, frame plastik di harga R juta lebih pakai SOS yang 2 tahun lalu dan ada saudara kandungnya sendiri yang lebih murah dengan performa yang lebih kencang, terus masih pakai ultrawide 8 megapel di 2026. Itu juga perlu dipertanyakan. Plus desainnya enggak berubah cukup signifikan. Enggak sesignifikan kenaikan harganya. Yang bisa dijual di HP ini cuma tiga hal. Layarnya yang memang bagus, software support yang panjang, dan nama Samsung itu sendiri. Untuk sebagian orang, tiga hal itu cukup dan saya respect untuk itu. Kelihatan cuma tiga hal sepele, tapi percayalah enggak semua brand bisa ngelakuinnya. Tapi untuk saya mengeluarkan harga atau uang R juta lebih, saya pribadi berharap bisa dapat lebih dari ini gitu. Tapi mungkin ada andil kesalahan saya juga karena mungkin saya menilai HP ini hanya berdasarkan ekspektasi aja, tapi saya mengabaikan spesifikasi. Tapi it is what it is. Anjay. Gimana menurut kalian? Kalau menurut saya sih kuenya enak. Kue pisang ini enak. Buat yang mau nyobain kue pisang ini, saya enggak tahu namanya apa, tapi yang pasti enak banget. di Cibur ada namanya Healing Bakery. Kalian kalau ada sekitar sini bisa coba. Terima kasih sudah mau dengerin suratan saya. Sudah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Samsung Galaxy A37 5G

Samsung Galaxy A37 5G hadir sebagai smartphone yang dirancang untuk mendukung aktivitas harian dengan kombinasi kamera, performa, dan daya tahan baterai dalam satu perangkat. Perangkat ini membawa pendekatan yang seimbang untuk berbagai kebutuhan pengguna modern. Samsung menghadirkan pengalaman yang praktis tanpa mengorbankan fitur penting.Perangkat ini mengusung konsep "Galaxy AI, Nightography...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.