Samsung Galaxy Ring - Masuk Indonesia? (YouTube Video)
Pengen dapet data aktivitas harian, tapi nggak mau pake smartwatch? Pake ini, Samsung Galaxy Ring. Ini bukan video review ya, karena saya pake cincin ini, cuma selama kurang lebih 24 jam. Jadi ya ini adalah pemakaian saya selama 24 jam, dan apa aja yang saya dapet selama pemakaian yang cukup singkat ini. Ekspektasi saya dia tuh akan punya feel persis kayak cincin. Ternyata nggak, dia itu lebih ringan. Sekilas jadi kayak cincin mainan rasanya. Cuman ini tuh bukan hal yang buruk ya sebenernya. Material Galaxy Ring ini pake titanium alloy. Selain ringan, dia juga kuat. Karena ringan, jadi lebih nyaman dipakai daripada cincin biasa. Nah data apa aja yang bisa ditrack selama sehari pakai, data ini yang saya dapet. Pertama ada energy score. Ini tuh semacam assessment menggunakan AI untuk menilai kondisi tubuh kita. Apakah cukup istirahat, cukup olahraga, dan lain-lain. Disini sobat bisa lihat ya kalau energy score saya ini kurang bagus. Bisa kita lihat lebih detail lagi apa yang harus saya perbaiki. Katanya harus lebih banyak istirahat. Disuruh yoga biar nggak tegang-tegang amat. Nah ini nih faktor-faktor penentu dari energy score. Ada sleep time, konsistensi, dan disini kelihatan ya, kalau sleeping HR dan HRV saya itu jelek. Ini tuh heart rate dan heart rate variation. Nunjukin kalau saya harus lebih memperhatikan tubuh saya. Kemudian kamu juga dapet data heart rate ketika tidur. Data tracking aktivitas juga dapet ya. Kemarin saya jalan 8 ribu langkah. Data kalori juga ada. Kalau kamu olahraga, dia tuh sistemnya auto tracking. Nggak kayak smartwatch yang bisa milih dulu mau olahraga apa. Jadi langsung aja cus olahraga. Tapi dia nggak ada GPS. Kalau mau ada tracking posisi, kudu bawa HP pas lagi olahraga. Ada fitur tambahan lain yang menurut saya keren banget. Jadi ring ini support fungsi gesture. Bisa dipakai buat matiin alarm dan juga buat ambil gambar. Mau ambil foto atau video, tinggal cubit 2 kali aja. Ini kepake banget kalau kamu pakai flip ataupun fold. Taruh aja HP-nya di meja, terus cubit 2 kali deh. Langsung rekam dia. Ini saya pakai di kelingking bukan karena sengaja ya. Sejujurnya agak susah gesture cubit ini pakai kelingking. Tapi karena sampel produknya adanya yang ukuran 8, masuknya ke kelingking saya doang. Untuk ketahanan baterainya, Samsung klaim bisa sampai 7 hari. Untuk saat ini aja, saya udah pakai cincin ini tuh 1,5 hari. Dan kapasitas baterainya saat ini lagi di 79%. Sekitar 15% sehari. Kapasitas baterainya bervariasi tergantung ukuran cincin. Makin gede ukurannya, makin besar juga kapasitas baterainya. Sistem pengecasannya mirip kayak TWS ya. Ada case buat naruh cincinnya. Di case ini ada port USB Type-C di bagian belakang. Case-nya sendiri ada baterai dengan ukuran 361 mAh. Cukup buat ngecas cincinnya berkali- kali tanpa harus colok ke USB-C. Sayangnya Galaxy Ring ini belum akan datang ke Indonesia. Nanya ke Samsung Singapura juga mereka belum akan kebagian juga. Jadi ya mungkin yang udah kepengen ditambah lagi ya sabarnya ya. Walau tentu sehari pakai itu tuh nggak cukup buat menyimpulkan sesuatu. Saya sendiri sih pasti akan beli cincin ini. Dimanapun kamu berada, akan ku cari kau Galaxy Ring.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















