Jungkat

Samsung Galaxy S26 FE Setelah 7 Hari (YouTube Video)

  • 23/09/2026

Ini adalah Samsung Galaxy S26 FE. Secara SRP emang punya kenaikan harga yang lumayan, tapi good news-nya secara harga pasar, peningkatan harganya enggak jauh dibandingin dengan generasi sebelumnya yaitu S25 Fi. Pertanyaannya, worth to buy enggak? Worth to look enggak? Layak enggak dipertimbangkan? Setelah 7 hari pakai? Yuk kita jawab. Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. barengan sama Novo. Pertama kali pegang Samsung Galaxy S26 FE itu emang bisa gua bilang rasanya kok beda dengan megang seperti S26 Plus, S26 biasa atau mungkin bahkan S26 ultra. Setelah ditilik-tilik lagi, perbedaannya bukan bobot tapi memang feel megang di tangannya di bagian frame ya, Bapak, Ibu sekalian. bagian frame-nya dia ini punya finishing yang masih matte, tapi emang kelihatan metal dengan warna yang berbeda dibandingin dengan S26 series yang lain. Ini memberikan feel yang berbeda pas lagi megang S26 series tanpa FA dengan S26 FA. masih dimaafkan karena secara bobot dan juga secara dimensi sebenarnya dia masih oke. Bobotnya masih bermain di 193 gr dan secara dimensinya juga masih sama-sama nyaman dengan layar depan yang sama seperti Samsung Galaxy S26 Plus yaitu 6,7 inci dan ini menjadi salah satu faktor kekuatan sebenarnya kenapa Samsung Galaxy S26 EV itu worth to look. Kita paham kalau beberapa orang bilang mendingan beli S26 yang biasa, enggak sih fake. Karena kan secara capacity, kemampuan udah full flagship, bukan flagship entry kayak S26 FE. Iya, kalau kalian hanya ngejar yang namanya performa performa performa. Masalahnya kebanyakan orang Indonesia itu senang ya sama layar yang besar dan layar di bawah 6,7 inci itu ah diklasifikasikan sebagai layar yang cukup kecil sebenarnya untuk kebanyakan orang di Indo. Hence layar 6,7 inci ini di Samsung Galaxy S2MF masih digemari. Panelnya udah menggunakan dynamic AMOLED 2X. Jadi secara warna udah oke. Secara suara speakernya juga udah lumayan. Walaupun memang secara resolusi masih bermain di FHD Plus. Tapi balik lagi orang Indonesia itu cukup layar yang besar. Untuk kualitas layar sendiri, streaming YouTube main di 480 pun juga mereka tidak berkeberatan. Yang penting ukuran layarnya itu besar, unik ya. [tertawa] Ngomongin soal layarnya sendiri, selain masalah coloring-nya tadi, gua sempat coba main game Call of Duty Mobile dan juga MLBB. Seperti biasa di CODM gua sempat main tanpa menggunakan anti gores sama sekali. And it feels really, really nice. Enak e dipakai main, snappy, dan juga secara performa bisa gua klasifikasikan ini stabil. Gua enggak ngerasain adanya frame drop dan segala macam. Bisa enggak gua konfirmasi menggunakan data? Bisa. Pas gua coba cek menggunakan aplikasi pengukur frame by frame dan ya bisa dibilang emang cukup stabil. Walaupun ada sih drop-dropnya sedikit-sedikit gitu ya. Jadi bukan yang paling smooth secara garis grafik permainannya tapi di gameplay ini bisa dibilang enggak berasa. Atau juga average-nya kita bisa ngelihat dia ini masih di atas 117 FPS sekalipun. Jadi ya udah enggak apa-apa. kalau lo doyan main Mobile Legends. Nah, ini yang emang jadi catatan ya. Karena si Mobile Legends ini di Samsung Galaxy S26 FE terakhir gua coba itu masih mentok di 90 FPS aja. Rata-rata FPSnya si tinggi di atas 85 FPS. Tapi ya catatannya itu dia berharap bisa bermain mentok sampai 120 fps. Apakah ini terjadi karena S26 FE menggunakan Exyos 2500? Jawabannya adalah iya dan tidak. Kita harus paham ya bahwa Exyos 2500 itu adalah e chipset flagship. Jadi untuk bisa bermain sampai dengan 120 FPS seharusnya tidaklah menjadi masalah. Namun untuk urusan terbukanya satu buah aplikasi game itu punya frame rate yang tinggi, harus ada kerja sama antara brand dengan si developer itu sendiri untuk ngasih tahu, "Gua punya ee handphone ini, dia udah bisa begini, tolong dibukain." Nah, diskusi ini biasanya memakan sedikit waktu, tidak serta-merta semua game langsung kebuka untuk FPS tertingginya. Nah, masih ngomongin soal performa Samsung Galaxy S26 FE ini pas gua coba pakai editing ini masih aman-aman aja lancarlah gua enggak mengalami kendala eh mau itu scrubbing, mau itu play, mau itu pakai file yang emang direkam dari S26 FE, mau yang direkam dari handphone lain enggak ada masalah. File 4K60 juga lanjut-lanjut aja. Export ke 2K juga masih cepat. Untuk hari-hari gua enggak ada hickup, enggak ada kendala apa-apa sama sekali. benchmarking. Nah, ini belum kita omongin. Benchmarking-nya juga ada peningkatan 11% emang benar lebih tinggi mulai dari Antutu-ya, terus juga geek bench-nya, Open CL, Vulcan. Catatan yang paling menarik sebenarnya malah ada di 3D Mark. Dia bisa sampai 87,5% ya. Dan ini angka yang bagus banget terlebih keluar dari Exyos ya 2.500. kita kalau ngelihat beberapa device yang gua pakai yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 deh. Performa paling bagusnya itu untuk TD Mark gua dapetin di ZFt 8. Dia punya stabilitas 81,5%. Di S26 Ultra tingkat stabilisasinya bermain di angka berapa ya 54%. Jadi bisa dibilang emang secara cooling systemnya terus juga performanya Samsung Galaxy S26 EV ini ya enggak kaleng-kaleng. Secara baterai pun juga dia ditopang dengan eh nahan daya baterai yang surprisingly really really good. Dari 100% sampai ke 1% gua bisa punya screen on time itu 7 jam 1 menit ya atau 7 jam lah ya kita sebutnya ya dengan total standby time tadi itu totalnya ada di satu harian which is good. Dari start daya 74% ke 1%. Nah, ini memang e standby time-nya tidak sampai 1 hari tapi datanya bagus ya. Dia bisa standby sampai dengan total 18 jam. Screen on time-nya 4 jam 44 menit. Dan ini kondisi gua lebih banyak menggunakan sinyal di posisi GSM. Nge-charge-nya memang di topang 45 watt aja, tapi enggak apa-apa karena within 1 jam 2 menit gua bisa ngisi daya full dari 1 ke 100%. Entah gimana ceritanya, cuman dari sisi baterai dia oke, dari sisi performa juga jatuhnya si Samsung Galaxy S26 EV ini udah cakep. Belum lagi kalau misalkan emang power-nya S26 EV ini adalah entry atau gerbang buat kalian yang pengin masuk ke full ekosistem Galaxy AI. Gua paham mungkin kalau kita ngomongin Galaxy AI banyak yang enggak tertarik butar me out. Di era 2026 ini banyak perusahaan-perusahaan handphone yang memang udah enggak bisa main gede-gedean spek dengan harga murah. It's out of the picture. Sekarang mereka eh bisa memberikan specs yang decent dari sisi performa, tapi bisa gedein baterai dengan harga yang masih lumayan ok lah jatuhnya. Dan Samsung game-nya enggak di situ. Samsung game-nya di software. Bukan masalah stabilitas dari One UI aja, tapi sekarang mereka ngasih apa ya, Galaxy AI. satu buah fitur AI yang bisa dipakai percampuran antara oncloud dan juga on device. Dan jujur kebanyakan aplikasi aplikasi AI yang ada di handphone selain Samsung dan juga mungkin iPhone mostly itu on cloud. Jadi kalau emang pengen full masuk ke ekosistem AI yang lebih aman bisa mencoba menggunakan si Galaxy AI. Satu hal yang menarik buat gua di sini adalah aplikasi My Fan Cam. Benar, my fan Cam ini udah ada di Samsung Galaxy Zfold 8 dan benar ini mungkin keterkaitannya lebih ke area software. Tapi yang jadi highlight gua adalah jalannya di Samsung Galaxy S26 FE dia cepat untuk tracking dan juga menyelesaikan fungsi fitur My fan Cam tadi. Balik lagi Action 2500 ini sepertinya memang dioptimize sedemikian rupa menariknya untuk bisa berjalan dengan maksimal di S26 FE. Kita belum bahas apa lagi sih? Oh, kamera. Oke, kamera yuk kita obrolin. Jujur mungkin ini yang bagian paling tidak banyak gua tes selama 7 hari terakhir. Karena dari sisi kamera Samsung Galaxy S26 FE emang ya versi FE aja. Pertanyaannya adalah gimana kalau kita coba pakai foto-foto. Bisa dibilang ini Samsung banget lah. Tidak true to live tapi bisa dibilang ini yang paling natural dibandingkan dengan handphone-handphone Android flagship kebanyakan. Dan untuk penggunaan telnya sendiri gua akuin dia bukan yang paling powerful, bukan yang paling gimana-gimana, tapi ya it works kalau mau kita push up to 10 zoom itu adalah zoom paling jauh yang masih nyaman untuk gua gunakan di Samsung Galaxy S26 FE ini. Nah, kalau buat perekaman video dia ini bisa sampai 4K 60 fps. Tapi emang mentoknya itu ee di main cameranya. Begitu mau pakai yang si ultra wide angle, dia mentok di 4K 30 fps saja. Bahkan si 30S, si 60 fps ini mentoknya itu buat pakai ultra wide angle hanya di HD. Sesuatu yang kayaknya ini emang dibikin sama Samsung karena untuk membedakan ya antara varian yang emang apa namanya? antara varian yang emang FA dengan yang non F. Dan ini dari tadi silakan dilihat suaranya sambil dipakai jalan kurang lebih seperti ini. Dan seperti biasa karena Samsung dalam kondisi merekam bisa pindah-pindah kamera kamera belakang, kamera depan. Matahari lagi kinclong banget. Silakan dilihat muka gua seperti apa. Kalau begini sih oke ya. Cuman kalau begini nih coba dinilai aja gimana. Sementara yang ini e hasil video ultra wide angle sambil pakai jalan 4K tapi ya mentok di 30 fps. Dalam kondisi ini bisa bolak-balik tapi asumsi gue untuk kamera depannya juga tetap menggunakan eh 4K 30 fps ya. Seperti ini hasilnya. Kita balikin kamera belakang. Enaknya kalau di 4K 30 FPS kita tetap masih bisa pindah-pindah. Pakai kamera utama. Terus sekarang pakai kamera tele. Nah, ini kamera telenya kalau sambil dibawa jalan-jalan. Dari layar sih bukan yang stabil banget, ada jiter-jiternya. Tapi sebenarnya masih lumayan oke lah ya. Tapi ya enggak tahu e lo aja deh yang nilai gimana. Karena gue bisa menilai ini saat ini cuman dari layar handphone aja. Here we go. Yuk, kita bahas lagi tentang handphone yang satu ini. Nah, kalau kita balik ke pertanyaan di awal, Samsung Galaxy S26 F ini jadinya worth it apa enggak? Jawaban gua simpel. Iya. Karena gini, kita harus sadar ya, di tahun 2026 ini banyak banget handphone-handphone yang jatuhnya adalah mid range, tapi rilis di harga 13 14 R juta dan harganya Samsung Galaxy S26 F itu udah di bawah itu sekarang harga pasarnya. Yang kedua itu adalah secara strata penempatan S26 FE. Dia ini bukan midrange, dia ini adalah flagship. Jadi, Samsung tuh ngebuka ruang buat kalian yang pengen ngerasain handphone yang punya full flatch Galaxy AI, punya Dex gitu ya. Namun memang hadir dengan beberapa chopping off dibandingkan dengan S26 series-nya yang lain bisa nih di Samsung Galaxy S26 FE. Memang ada perbedaan harga yang enggak jauh dibandingin dengan S26 biasa. Sekitar R,5 juta sampai R juta perbedaannya gitu ya. Tapi S26 itu hadir dengan layar lebih kecil dibandingkan dengan Samsung Galaxy S26 FE. Kalau pengin ke S26 Plus, perbedaan harganya lumayan gitu jatuhnya ya R jutaan. Jadi there we go. Makanya gua bilang e Samsung Galaxy S26 FV ini as much as I wan to say ini mungkin bukan handphone yang tepat. Faktanya adalah secara Samsung doing really well dengan S26 FE. Jadi ya worth to buy menurut gue. Menurut kalian gimana? Tulis di kolom komentar. Yuk kita diskusi buat sekarang Taufik no bunuh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Samsung Galaxy S26+

Kamera utama 50MP dan chipset Exynos 2600 membuat Samsung Galaxy S26+ tangguh di segala sisi. Multitasking berat serta rekam video 8K amat mulus.

Samsung Galaxy S26

Paduan chip Exynos 2600 serta RAM 12GB di Samsung Galaxy S26 sukses memastikan bodi ringkasnya siap melibas semua komputasi berat tanpa hambatan.

Samsung Galaxy S26 FE

Temukan spesifikasi dan harga Samsung Galaxy S26 FE. Manfaatkan keunggulan Galaxy AI, My FanCam, dan kamera pro-grade untuk bikin setiap momen FEnomenal.