Samsung Galaxy Z Fold7 Setelah 6 Bulan (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Honeymoon face Hari-hari indah. Barengan sama handphone yang satu ini masuk dalam kategori sudah lewat. I mari kita bahas luar dalamnya Samsung Galaxy Zfold 7 setelah 6 bulan. Nobotch barengan sama Nobotch Review dan ya 6 bulan udah cocok lah ya untuk kita nge-judge lebih lanjut handphone yang satu ini. Samsung Galaxy ZFold 7. Apakah satu buah handphone yang hanya nice toch? and try atau emang handphone yang worthy untuk dijadikan daily driver. Pertama kita omongin masalah harga deh. Patut banget emang harga satu buah handphone jadi pertimbangan gitu ya. Karena pas rilis Samsung Galaxy ZFold 7 harganya cukup amazing. Market price-nya sekarang ini udah jauh-jauh lebih menarik. Mulai dari R2 jutaan untuk yang varian 256, 24 jutaan untuk yang varian 512 dan R7 jutaan untuk yang varian 1 TB. Benar. enggak ada yang varian 2 terapi mengingat warna handphone-nya enggak orange juga jadi enggak apa-apa, belum ada yang varian 2 ter. Nah, dengan harga yang sebenarnya udah semakin make sense, kalau misalnya Anda nih masuk dalam kategori pengin coba-coba pakai foldable, sebenarnya Samsung Galaxy Zfold 7 itu masuk dalam kategori handphone yang pas lah kalau baru pengen ngejajal foldable. But however, karena udah lewat 6 bulan lagi-lagi saya udah bisa berani ngasih verdict atau ngasih judgement apakah handphone ini oke atau enggak untuk dipakai hari-hari. Satu hal yang ngebikin saya bolak-balik menggunakan handphone ini adalah masalah dimensi. Samsung Galaxy ZF 7 ini merubah cara saya menggunakan foldable. Dulu di Samsung Galaxy ZFold 6 saya masuk dalam kategori sering menggunakan layar dalamnya atau main screen-nya. Sekarang di Samsung Galaxy Zfold 7, saya justru cukup sering menggunakan layar depannya aja atau cover screen untuk WA ataupun juga multimedia. Dan main screen-nya atau layar dalam ini kecenderungannya saya pakai malah hanya untuk browsing, baca-baca atau brainstorming content dengan Gemini. Posisi Samsung Galaxy Jold 7 dengan layar terbuka 45 derajat ini adalah posisi favorit saya untuk nonton. kualitas gambar oke, kualitas suara ya berharap lebih sebenarnya. Tapi mungkin catatan utamanya adalah kondisi hingat kondisi handphone seperti ini, 6 bulan kemudian hingch-nya ini masih masuk dalam kategori seret. Jadi, perubahan desain hch yang ada di Samsung Galaxy ZF 7 ini patut kita apresiasi ya karena tidak hanya merubah dimensi handphone jadi lebih tipis, tapi juga didesain jadi lebih kuat. Kalaupun ada satu hal yang sedikit mengganjal di saya dalam menggunakan Samsung Galaxy Z Fol 7 selama 6 bulan terakhir ini adalah saya mengalami kendala dengan chat ngeletek itu di bagian pinggir kiri atas layar dan juga di dekat tombol power. Enggak ngerti juga ini terjadi apakah karena saya pakai holder handphone atau mungkin emang kena kunci atau apa. Tapi ya kondisi handphone saya saat ini ya begini. Untungnya karena Samsung Galaxy ZF 7 saya ini tercover sama Z Premiere Service. Jadi ya nanti tinggal diklaim aja menjelang mau ganti bisa punya unit yang lebih mulus lah jatuhnya gitu kan. Dan ini emang adalah salah satu contoh di mana ee yang PO awal-awal itu punya keuntungan ya. Salah satu yang paling sering ditanyain itu adalah masalah baterai. Gimana fix kalau di Samsung Galaxy Zfold 7? Karena dibandingin dengan foldable lainnya ini termasuk yang baterainya paling imut. Work around-nya adalah saya menggunakan resep dari David Gadgetin. Saya aktifin yang namanya power saving mode-nya. Baterai 80% itu cukup banget untuk dipakai seharian bahkan lebih. Benar. Mungkin ada satu atau dua hal yang jadi terlimitasi karena mengaktifkan si power saving mode. Tapi saya tidak masalah. Notifikasi seperti WA kadang itu telat masuk. Tapi again saya tidak bermasalah dengan hal-hal yang seperti ini. Karena daya tahan baterai menjadi hal yang lebih saya prioritaskan. Dari sesi performanya sendiri. Untuk tipical daily usage saya dengan mengaktifkan power saving mode. Saya sih enggak ada masalah. Sosial mediaan, browsing, nonton, e typing, WA-an semua masih aman. Bahkan pas editing pun juga sebenarnya masih tidak terlalu masalah. Untuk playback, swiping, itu semuanya masih aman. Bahkan untuk rendering pun kalau si power saving mode-nya ini sendiri masih nyala enggak terlalu masalah. Karena saya biasanya rendering-nya pun juga ke 1080 pun juga kalau kita bandingin rendering dengan kondisi power saving-nya mati, total waktu rendernya pun juga enggak jauh-jauh banget. Masih mirip-miriplah. Yang jadi catatan untuk masalah performa mungkin adalah dulu kan kita masukin footage tuh masuk-masukin aja mau dari kamera, mau dari handphone lain atau mungkin dari ZFT 7 sampai somehow kalau sekarang itu ada waktu compressing yang diperlukan. Tapi kayaknya ini emang terkait dengan masalah capc-nya tersendiri instead of masalah dari si Samsung Galaxy Default 7-nya. Catatan berikutnya untuk performa mungkin adalah masalah multitasking ya. Kalau sekarang kan kita multi Windows itu seperti ini ya. Ada satu Windows yang besar dan juga ada dua Windows yang kecil lah bisa kita pindah-pindah mau di sebelah kiri atau di sebelah kanan. Harapannya memang ee fungsi multiwinds seperti yang di Samsung Galaxy Tab S11 series yang udah pakai OneUI8 bisa dibawa ke sini gitu ya. Bisa hadir dengan tiga tab sekaligus. kayaknya bakal lebih lucu nih. Tapi ya udah untuk sekarang kita berharap dulu aja. Semoga update-annya bergulir untuk yang itu. Kalau ada satu hal yang harus dibahas dari masalah penggunaan Samsung Galaxy Zfold 7 yang merubah penggunaan saya hari-hari selain masalah form factornya itu adalah masalah integrasi Gemini atau Galaxy AI di handphone ini. Ini penting dibahas karena setiap kali kita membeli Samsung Galaxy Zult 7 itu disertai pula dengan langganan Google AI Pro selama 6 bulan. Jadi kita bisa mengekplore penggunaan Gemini untuk bisa lebih maksimal di handphone ini. Belum pula untuk Samsung Galaxy Zfold 7 integrasi penggunaan Gemini itu jadi lebih seess bikin pengalamannya beda dengan handphone lain terkait dengan si multitest tadi gitu. Tinggal swipe-swipe aja pindah-pindah untuk hasil riset atau mungkin hasil temuan itu ke notes dan segala macamnya. Jadi lebih oke. Contoh penggunaan game ini deh untuk pekerjaan hari-hari saya. Kita mulai mungkin dari yang paling simpel yaitu brainstorm script. Belakangan ini saya lagi sering banget emang diskusi sama Gemini untuk mendapatkan point of view dan juga urutan review atau urutan pembahasan yang berbeda di setiap videonya dibandingkan dengan yang biasa saya lakuin. Nah, untuk mencari info barang yang saya cari ini juga mudah banget dengan fitur CTS. Mungkin ini hal yang rasa-rasanya ngadi-ngadi gitu ya. Tapi begitu saya coba pakai OS yang lain, tidak hadirnya CTS atau Circle to Search dan juga Gemini Live ini jadi berasa kayak, "Oh, iya ya, sedemikian sering saya pakai fitur yang satu itu." Nah, belakangan hal yang lagi sering saya optimize dengan Gemini ini adalah membantu persiapan anak saya yang mau ujian. Bentar lagi akhir semester. Nah, inilah saat-saat di mana Gemini membantu saya sangat-sangat optimal. Fitur yang saya pakai di Gemini namanya adalah kanvas. Dan ini simpel banget. Saya tinggal upload aja bahan materi presentasi yang disiapin sama gurunya. Terus minta Gemini untuk membuatkan soal dari materi yang udah saya upload. Nantinya ada tombol yang bisa kita klik dan akan keluarlah soal-soal yang jatuhnya adalah pilihan ganda. Setiap kali jawabannya salah atau benar, kita tetap akan mendapatkan penjelasan dari materi yang ditanyakan. Bisa juga kalau misalnya kita pengin anak belajar teori gitu ya, enggak melulu kita kasih soal. Untuk Gebini kanvas kita minta dibuatkan mind map itu hadir di sini. Contoh misalnya kita minta Gemini untuk bikin mindmap soal adaptasi binatang anak kelas 5 SD. Tinggal ketik aja prompt-nya dan nantinya Gemini akan menggenerate mindmap simpel dan juga interaktif. Jadi si anak itu belajar bisa lebih gampang. Kalau misalnya anak kita ternyata tipikalnya lebih gampang belajar menggunakan gambar, ya ini juga bisa. Kita tinggal masukin aja data-data yang diperlukan. Habis itu minta Gemini untuk membuat satu buah infografis. Tapi memang catatannya adalah datanya semakin lengkap, infografisnya akan semakin oke. Jadi ya bisa dibilang Samsung Galaxy Zfold 7X Gemini untuk saya itu push the bounderies karena untuk masalah kerja dan juga membantu anak-anak belajar itu jadi bisa lebih mudah lagi. Ngerti? Mungkin di handphone lain juga ada. Tapi enaknya lagi-lagi diingatin dengan Samsung Galaxy Z4, setiap pembelian HP ini itu udah termasuk Google AI Pro selama 6 bulan. Jadi, ibarat kata nih pengin celup-celup nyoba-nyoba kerja atau mungkin mengoptimize hidup dengan AI ya bisa diawali dengan handphone ini. Dan good thingnya AI di Samsung Galaxy Z4 itu kita sudah tahu hadirnya enggak cuma lewat game ini tapi juga Galaxy AI. Beberapa fitur utama lah kalau misalnya creator yang sering pakai tentu enggak jauh-jauh dari AI Eraser, terus juga voice AI Eraser, apalagi em circle to search tentu tadi masuk dalam paketannya Google juga gitu ya. dan enggak ketinggalan, kalau saya pribadi itu adalah AI summary ataupun juga AI text yang ada di handphone ini. Yang menyenangkan sebenarnya adalah beberapa fitur AI ini jatuhnya integrated dengan app yang ada di handphone ini dengan aplikasi bawaannya Samsung kayak misalnya AI Eraser dengan Galery gitu ya. Jadi enggak harus download-download lagi atau ngebuka aplikasi third party. So ya it is nice karena tidak perlu token-token tambahan. Nah, tentu sebagai orang yang sering bikin konten kamera jadi pertimbangan ya di Samsung Galaxy Jol 7. Alhamdulillahnya untuk main kameranya udah punya sensor 200 megapel ini. Samalah seperti S25H dan juga seperti S25 Ultra. Jadi untuk dynamic range tentu udah aman. Untuk mode-mode foto dan juga filter-filternya ini juga ngebantu kita jadi kerja lebih enak gitu ya. Dan untuk perekaman video. Nah, ini menjadi catatan utama di Samsung Galaxy ZF 7. Dengan form factor yang seperti ini, bisa dibilang saya seringki ngambil video dengan konsep handphone-nya seperti ini aja gitu. Dia berdiri begini aja, enggak repot-repot gitu ya, enggak perlu pakai tripod. Kemudian saya tinggal ngerekam di mode 4K 60 fps pakai ultra wide angle. berbagai macam shot itu bisa saya dapetin dan fungsi dari kamera depan sendiri pun akhirnya bisa saya minimalisir karena untuk selfie pun sekalian gitu ya bisa langsung menggunakan si main kameranya aja. Untuk Rick yang saya pakai sendiri konsepnya simpel banget hanya menggunakan tap holder dan juga mic holy land max udah selesai tinggal langsung bisa kerja bahkan untuk bikin talking head seperti ini. Benar di kiri kanan mungkin masih ada foldable lain dengan hardware yang bisa dibilang punya spesifikasi lebih tinggi. Tapi untuk masalah optimalisasi antara hardware dan juga software Samsung Galaxy Z Fult 7 rasa-rasanya enggak perlu diragukan lagi. Jadi walaupun Hone Face sudah lewat, foldable lain juga udah banyak yang keluar dan bahkan flagship candy bar juga sekarang bergelimpangan pada akhirnya tetap e untuk daily usage masih mengandalkan Samsung Galaxy JF 7. Alasannya simpel, yaitu masalah reliability. Jadi reliable untuk dipakai hari-hari. Dan itu eh opini terakhir saya untuk Samsung Galaxy ZF 7 setelah 6 bulan. Gimana? Setuju apa enggak? Atau mungkin ada hal-hal yang pengin disampaikan? Tulis di kolom komentar. Buat sekarang tafur diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















