Jungkat

Samsung Harus Waspada !! Hp Midrange ini Kelewat NIAT !! (YouTube Video)

  • 15/05/2025

Oke, jadi ini adalah Motorola H60 Fusion. Jadi, setelah kemarin memasukkan Motorola G45 5G yang penjualannya itu hampir 10.000 unit, Motorola kayaknya ketagihan ngemasukin smartphone ke Indonesia. Dan yang sekarang secara desain itu punya Fagship, terus punya sertifikasi double IP rating 6869. Baterainya gede, layarnya bisa sampai 4.500 nit dan resolusinya 1,5K dengan pi OLED 10 bit watt curve touch screen. Kamera juga pakai kamera mahal di kelas harganya dengan resolusi 50 megap dan dia juga punya AI yang enggak numpang sama AI yang lain. Jadi punya AI sendiri. [Musik] Tapi harganya udah masuk ke ranah midrange yang lumayan R jutaan. Apakah di seri ini bakalan tetap laris kayak di seri Moto G45 5G kemarin? Kita coba bahas dulu dari unique selling point yang paling beda dari kompetitornya, [Tepuk tangan] AI. Yap. Jadi, si Motorola ini punya AI-nya sendiri enggak numpang sama Gemini atau enggak numpang sama chat GPT. Walaupun Gemini masih ada ya dengan semua fitur EI-nya mulai dari circle to search, terus magic eraser, photo editor, dan semua AI yang biasanya ada di Gemini itu ada. Tapi selain itu Motorola juga ngasih fitur AI bikinan dia sendiri. Kalau kita slide dari bawah akan ada AI sendiri yang ada banyak pilihan fitur ya. Ada summarize, notifikasi. Jadi notif apapun yang masuk yang belum kita baca bakal ada di sini. Jadi enaknya bangun tidur malas baca banyak WA dan email tinggal di summer aja. Pas lagi meeting tinggal slide lagi aja terus pilih yang pay attention. Dia bakalan catatin bahan meeting dari recording menjadi transkript yang bisa auto kita simpan, bisa kita summeres juga untuk bahan meetingnya. orangnya lupaan kayak saya tinggal pakai remember this. EAI-nya bakal nyimpan foto SS dan juga notes yang berbasis teks buat kita pakai nanti. Terus juga ada magic canvas yang kerjaannya berhubungan dengan gambar. Jadi bisa generatis image cuma dari teks dengan berbagai style yang disediain. Dan ini semua punya Motorola ya jadi enggak numpang. Serban di bagian bawah ini enggak cuma buat EA ya, kita juga bisa nyari hampir semua. Mau apps settingan sampai langsung shortcut search buat Google juga ada. Sakti banget sih search belanja ini. Enggak cuma buat cari yang di dalam HP, tapi yang ada di luar HP juga. OS-nya nih yang bikin senyum-senyum sendiri karena cuma stok Android terus free bloodware. Enggak ada bloodware, cuma ada aplikasi bawaan Vision Plus. Itu pun karena kalau kita beli Motorola ini kita bakalan dapat free membership Vision Plus selama 1 tahun. Lumayan tuh kalian bisa lihat timnas sampai 1 tahun. Karena kan timnas bisa lihat di Vision Plus karena stok Android-nya ini jadi buka tutup aplikasi satset. Animasinya juga simpel. Kalau kita close apps kayak ada icon yang mantul gitu, lucu. Dan action centernya juga punya togle yang terpisah rapi. Pilihan action centernya juga banyak banget yang nantilah ya kita bahas karena kita bahas yang menarik aja lah karena terlalu banyak. Slide dari kiri munculnya notif. Tampilan notifnya itu clean dibikin dengan toggle yang berbeda juga jadi mudah buat dibaca. Buat yang suka OS stok Android, simpel tanpa bloodware, cepat, cocok banget sih. Kalau misalkan kalian suka custom apps juga bisa pakai software mutonya. Jadi bisa kita personalize juga. Buat software update memang enggak sepanjang kompetitornya yang ada sampai 6 tahun untuk kelas bitrin Motorol tuh ngasih software update-nya 3 tahun dan 4 tahun untuk security update. Tapi sebenarnya 3 tahun ya juga masih lumayan. Motorola H60 Fusion ini punya desain yang gimana ya bilangnya ya, dewasa tapi enggak ngebosenin. Jadi ada aura elegan tapi enggak lebai. Layarnya melengkung di sisi kanan dan kirinya. Warnanya juga cakep. Ada pilihan warna yang disebut dengan Pain and validated. yang kita bahas ini yang blue. Teksturnya itu mirip-mirip sama G45 5G kemarin. Jadi ada finishing vagan leader yang pas dipegang kerasanya beda. Jadi ngasih kesan tekstur yang enggak licin dan jelas enggak gampang nempel sama fingerprint. Bobotnya di kisaran 180 gr dengan tebal 8 mm. Gak yang tipis memang, tapi malah lebih enak digenggam dengan satu tangan. Enggak terlalu tajam gitu di telapak. Bagian depan dia udah terproteksi sama Corning Gorilla Glass 7i yang kalau kegesek kunci atau benda-benda tajam di tas masih aman. Proteksinya juga udah double IP rating 6869 yang artinya dia bisa diajak renang dan tahan banting sampai ketinggian 1,2 m. Uh, masih aman. Masih aman. Terus dia juga tahan suhu ekstrem sampai -20 derajat celcius dan panas sampai 60 derajat celcius. Jadi panasnya digibain sama kompetitornya. Motorola masih bisa tahan 60 derajat celcius. Layarnya pas pertama kali saya coba ini belum saya tes pakai Kalman udah kelihatan kalau ini layar yang mahal karena detailnya cakep. Hitamnya ini hitem yang pekat karena emang dia pakai bukan sembarang AMOLED ya. Ini Violet dengan resolusinya 1,5K super XD yang artinya gambar yang ditampilin itu tajam. Detail sekecil rambut pun bakal kelihatan. Jadi kalau mau stalking Instagram-nya mantan atau gebetan sampai pori-pori atau komedonya kayak saya ini bisa kelihatan. Layarnya juga ada klaim kalau udah tersertifikasi sama pinton validated color and skin tone. Jadi warnanya ini udah sesuai sama standar Panton yang udah dipakai di seluruh dunia. Bahkan skin tone juga diapprove sama panton. Jadi muka itu pas difoto enggak bakal orange atau kemerahan kayak kita habis makan seblak level 10 gitu. Untuk layar color akurasinya pas kita tes dia ada tiga mode. Jadi ada Vivit. natural dan radian. Wah, ini sih gokil ya untuk di Vivit itu sRGB-nya tembus di 141% dengan P3-nya di 100%. Natural sRGB di 106%, P3-nya 84,6%. Kalau misalkan radian sRGB-nya di 130% dengan P3 100%. Jadi kalau kalian pengen warnanya yang lebih cakep, saran saya sih pakai yang mode radian. Buat scrolling juga nyaman. Ibaratnya nih kayak jalan tol yang baru diresmiin 1 hari. Mulus. Karena refresh rate-nya 120 Hz dengan touch sampling rate-nya yang bisa digeber sampai 300 Hz pas mode gaming. Jadi setiap sentuhan, setiap swap itu punya respon yang kencang. Motorola juga claim dia ada fitur Smart Water Touch 3.0 yang udah kita buktiin ya. Jadi pas kena air akurasi sentuhannya masih akurat. Jadi enggak ada alasan lagi kalau pas main Mobile Legends tangan berkeringat masih kena savits. Itu berarti alasan sih. Performa outdoor-nya juga gokil. Pick brightness-nya diklaim bisa sampai 4.500 nit. Yang pas kita coba di luar ruangan buat buka maps dengan matahari yang lumayan terik, aman-aman aja. Layar yang udah painted validated ini juga diimbangi dengan kamera yang cukup populer di kelas midrange. Dia pakai sensor Sony dengan Litua 700C resolusi 50 megap. OS-nya ada dan foto-foto di sini jadi lebih menyenangkan. Blurnya itu kredus, bukaan lensanya gede di 1.8. Terus ada kamera ultrawide 13 megapel yang POV-nya 120 derajat cukup lebar dan yang gokil ultrawide-nya ini udah ada autofokus. Selain dua lensa ini juga ada lensa 3inone light sensor yang terdiri dari ambient light sensor, RGB sensor, dan juga flicker sensor yang ngebantu HP ini buat dapetin warna kulit yang akurat. Jadi ngurangi efek flicker di lampu dan bikin warna lebih fiber. Buat selfie dan video call, di bagian depan ada kamera dengan resolusi 32 megapel dan hasilnya cukup oke. Warna kulit masih enggak terlalu soft. Masih ada detailnya walaupun kalau buat foto backl dynamic range-nya enggak seluas kamera belakang. Tapi ini wajar sih ya di kelas midangge. Jadi kalau kita buat foto di siang hari dengan cahaya melimpah, hasilnya itu tajam, detailnya dapat. Warna agak sedikit vibrant berkat RGB sensornya tadi lebih gonjleng dikit dibanding warna aslinya. Tapi ini soal tuningan grading sih. Kebanyakan HP Android midrange mencoba membuat warnanya jadi lebih stand out. Kalau buat langsung upload di sosem cakep, enggak usah diedit-edit lagi. Kalau saya pribadi sih masih suka ya sama karakter warnanya karena enggak terlalu over. Foto malamnya juga lumayan walaupun agak kurang bisa menangkap cahaya tapi masih bisa diandalkan untuk kelas harganya. Beberapa noise masih muncul tapi detail masih bisa cukup terjaga dengan baik. Dynamic range juga masih cakep. Warnanya juga gak yang langsung pudar. Paling pas pakai ultraw sih terlihat ada perbedaan dengan main kamera. Tapi sekali lagi buat HP midrin ini wajar. Fitur-fitur kameranya juga berjibun. Jadi kalau kita buka aplikasi kameranya di bagian atas itu ada yang namanya menu foto enhancements yang bisa moles hasil foto secara otomatis. Mode putripnya juga ada berbagai pilihan fokal enggak cuma satu aja. Auto smell capter juga ada. dan editing AI juga banyak mulai dari eraser, enhancements, unblur, dan banyak lagi di Magic Studio Editornya. Buat urusan video, semua kameranya bisa rekam di 4K 30 fps. Kualitasnya pun lumayan lah ya buat daily vlogging. Sayangnya memang belum bisa sampai 60 fps. Kalau mau 60 fps ya min, kameranya aja sih. Itu bisa dinaikin di 60 fps tapi resolusinya harus turun ke 1080p. 1080p 60 fps. Nah, ini kalau misalkan kamera belakang seharusnya kayak gini tadi ya dynamic ris-nya ya. Cuman kalau kamera depan dia damic ris-nya kurang luas. Mantap sih stabilnya ya. Coba kalau misalkan kita tes untuk auto fokusnya. Jadi dari sini kita pindah ke sini. Wih, masih cakep, Guys. Masih mulus. Exposur-nya juga lumayan tuh. Jadi ketika perpindahan fokusnya transisinya masih acceptable. Terus kalau kita gunakan untuk rotary shot misal dari sini set ke sini we. Terus kalau untuk detail kira-kira seperti ini detailnya bokehnya juga masih cakep. Coba kalau misalkan dari angle ini. Wah, coba kita zoom lagi ya. Dia bisa mentoknya di berapa. Ah, segini kira-kira dan detail daunnya teksturnya padahal terterpa angin tapi masih bisa fokus. Nah, sekarang kita bahas performanya. Memang dia enggak bisa dibilang HP R jutaan yang paling kencang di kelasnya, tapi udah lebih dari cukup dengan MediaTek Dimensity 7400 yang ditemani sama RAM 12 GB yang bisa di-bost sampai 24 GB buat storage di 256 GB. Yah, sayangnya cuma 256 GB ya. Tapi tenang aja karena masih bisa pakai micr SD. Enggak kayak kebanyakan bit range yang hampir semuanya ya sekarang ya ngilangin slot micr SD. Motorola masih ada jadi bisa kita tambah lagi. Untuk performa tentunya hampir Rp700.000. In game juga ada moto game time yang lumayan lengkap. Kita bisa lihat monitoring, ganti mode kayak laptop gaming dan pengaturan yang memang dikhususkan untuk gaming. Untuk Mobile Legends dia dapat settingannya di grafik super dengan frame rate super juga. Jadi untuk F CPS dia dapat di 89, maksimumnya bisa 90 dan kalau kalian lihat chartge-nya enggak pernah turun di bawah 60 fps. PUBG juga aman walaupun belum kebuka settingan mentok karena mungkin belum kenal ya PUBG sama HP baru ini. Tapi kalau kita lihat chart-nya ini sebenarnya dia masih lurus-lurus aja stabil di 60-an FPS dengan drop minimal itu di 50 fps. Konektivitas juga aman untuk NFC dia ada. Terus sensor-sensor juga lengkap. Aman aja. Untuk baterai dia kapasitasnya 5.500 mAh. Yang secara daya tahan baterai menurut saya masih lumayan lah dengan Gensin Impact selama 30 menit berkurang 15%. PUBG 30 menit berkurang 9%. Mobile Legends 30 menit berkurangnya cuman 6%. Wering wave sama kayak Gensin berkurangnya 15%. Terus untuk charging-nya kita dapat yang 68 watt yang kalau ngecas 0 ke 100% itu cuma butuh waktu sekitar 59 menit. Fitur lain kayak audio udah stereo yang udah support sama Dolby Atmos yang kualitasnya ya ukil lah, enggak yang imersif banget tapi juga enggak yang cempreng-cempreng banget. Terus ada MotoGester atau Moto Trx khas Motorola yang udah jadi favorit banyak orang termasuk saya juga karena saya bisa sulap tuh gokil. kepakai banget sih, apalagi kalau pas mati lampu. Terus kita juga bisa double tap di bagian belakang HP buat buka aplikasi yang sering dipakai atau tinggal ditwist-twist aja kalau misalkan mau buka kamera. Terus juga ada fitur sidebar yang ngasih akses cepat ke aplikasi-aplikasi favorit kita dalam bentuk jendela kecil yang pop up. Dan yang saya suka Moto AI dan Moto Gestur ini kayak upaya gimana Motorola jadi pembeda di antara stok Android lainnya. Smart connect di Motorola G45 5G yang kemarin tetap ada, tapi di sini jauh lebih canggih dan lebih lengkap. Di Motorola 860 Fusion ini bisa connect dengan beberapa device, ada PC, tablet, gokil ya. Padahal pas review si Motorola G45 5G saya ada bilang, "Nah, sekarang dia bisa dipakai." Dan yang saya suka enggak harus pakai tablet dari Motorola. Jadi tabletnya tinggal download Smart Connect aja dan beres bisa terkoneksi. dengan seamless. Mirip-mirip kayak di PC connection. Jadi bisa screen sharing, bisa extend monitor, bisa digerakin pakai keyboard PC atau keyboard tablet. Jadi webcam juga bisa. Transfer file semudah drag and drop aja. Nah, dengan fitur yang seabrek tadi si Motorola 860 Fusion ini dibantrol dengan harga R5 jutaan, tepatnya di Rp5.299.000 kalau kalian beli di tanggal 23 Mei karena harga normalnya itu di Rp5.699.000. Di kelas harganya memang kalau kita mau cari kekurangannya ya performanya ini bukan yang paling kencang kayak brand sebelah di class mid range yang jualan utamanya itu performance atau kayak brand sebelah juga yang menjualnya itu nama besar dan juga software. Nah, si Motorola ini lebih allrounder. Walaupun kalau ngomongin performance ya sebenarnya seperti yang kalian lihat tadi, performance-nya itu udah cukup dan kayaknya juga bakalan jarang deh orang nge-game pakai HP ini kayaknya bakalan dipakai buat kerja dengan fitur-fitur seabrek dan smart connect-nya tadi. Terus kekurunan lain kayak videonya memang belum 4K 60 fps. Mentoknya di 30 fps. USB type C-nya walaupun udah waterproof kabelnya, tapi portnya masih versi 2.0. Wireless charging juga masih absen di sini. Tapi kalau kita ngomongin kelebihannya, behnya super cakep dengan resolusi Super XD. Bodinya enteng tapi punya build quality, military standar, dan double up rating plus baterainya juga badak. Main kameranya cakep dengan sensor populer dari Sony dan bonus fitur software-nya. Beh, ini sih yang paling mantap ya, mulai dari gester terus tricks itu kayak menyenangkan banget untuk dipakai dan slot micro SD-nya juga masih ada. Overall, Motorola X60 Fusion ini diposisikan sebagai penawaran yang menurut saya kuat di segmen menengah yang persaingannya sekarang itu gila persaingan midrange itu ketat banget. Fokusnya ada di allrounder fitur-fitur premium kayak layar, durability, pengisian cepat, dan software yang bersih. Daripada cuma unggul di satu aspek kayak performance yang kencang doang, tapi ya udah lainnya itu kayak di tradeof. Kalau biasanya saya bilang price to performance, tapi kalau untuk Motorola di class mid range ini saya berani bilang ini value for money. Karena kalau kalian carinya hampir semua sektor di Motorola ini ada termasuk software kamera. Pah lengkap. Dan menurut saya sih ini bakalan jadi kayak Motorola Geor5 5G juga kemarin bakalan laris juga sih. Ini prediksi saya tapi ya. Tapi entlah. Tapi menurut kalian gimana? Apakah bakal laris juga? Coba tulis di kolom komentar. Saya dikedi and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.