Jungkat

Samsung S26 Ultra Mengecewakan?! Review Setelah 3 Minggu Pemakaian (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Hai semuanya, belut Reza dan langsung aja kita mulai. Ini dia Samsung Galaxy S26 Ultra flagship Samsung terbaru produk yang akan jadi andalan Samsung di tahun 2026. Jadi, apakah ini bakal bisa bersaing terus sepanjang tahun atau malah tenggelam sama kompetitor? Oke, jadi di seri terbaru ini sebenarnya ceritanya tuh mirip sama tahun lalu. Ekspektasi orang-orang itu udah setinggi-tingginya sama Samsung. Saya yang emang suka juga sama produk Samsung. Tentu adalah salah satu yang berharap banget Samsung tuh ketrigger sama kompetitor Android lain. Soalnya gimana enggak ya? Kita lihat sepanjang 2025 kemarin, kompetitor Android ugal-ugalan banget nyari spotlight. Ada yang punya spek segila-gilaan, kamera makin keren ya, ada extender lensa, pokoknya keren-keren lah pokoknya tahun lalu. Tapi ternyata pada akhirnya saya harus kembali dibuat ingat bahwa ini adalah Samsung. Samsung yang selama ini bisa dibilang bodo amatan banget sama saingan dari China sana. Mau di sana ada apa, bodo amat. Dan jadilah Estetic Ultra ini. Apakah produknya jelek? Sama sekali enggak. ini masih smartphone yang bagus dan saya yakin buat banyakan orang pasti masih akan menjadi smartphone impian mereka. Cuma kalau buat yang udah sempat ngarepnya ketinggian jadinya agak gregetan sama yang satu ini. Oke, kita mulai dari desainer aja deh ya. Perlahan T pasti kita bisa melihat bahwa aura serin Node-nya Samsung itu mulai memudar. Emang masih tetap kelihatan agak ngotak ya, masih ada Sen juga di pojokan. Tapi sudutnya itu sudah kelihatan makin melengkung ya. Kalau dibandingin sama Galaxy S35 Ultra ini kelihatan banget pas lagi enggak pakai casic. Tapi itu suka enggak suka menurut saya udah balik ke preferensi masing-masing ya. Tiap orang pastinya beda-beda. Nah, kalau kita ngomongin soal warna ini cakep-cakep. Tahun ini saya pakai sekarang adalah yang cobalt violet ya. Enggak terlalu kelihatan ungu sebenarnya tapi ini adalah hero color mereka untuk tahun ini. Tapi yang lain itu saya suka adalah yang silver shadow itu cakep banget aslinya. Nah, by the way dari penamaan warna-warna Samsung tadi mungkin sebagian udah notis sesuatu kalau tidak ada lagi kata titanium kayak versi-versi sebelumnya. Kan kalau dulu ada titanium apa, titanium apa gitu ya. Nah, karena sekarang Samsung udah enggak pakai titanium lagi di body smartphone mereka dan kembali menggunakan aluminium. Kayak siapa coba? Tebak. Kalau menurut saya sih sebenarnya perubahan dari titanium ke aluminium itu bukan sesuatu yang gimana banget sih ya. emang kayak kelihatan kurang keren gitu di atas kertas kayak titanium kok jadi aluminium lagi gitu. Tapi ya ini adalah sesuatu yang sebenarnya bakal gampang banget untuk dilupain selama build quality HP-nya masih berasa oke seperti si S26 Ultra ini, orang enggak akan masalah karena toh mayas nanti bakalan dipakaiin casing juga. Terus kalau dari segi sertifikasi, nah ini juga enggak ada yang berubah. Masih tetap dengan IP68 ya, IP68 masih tetap cukup banget kok untuk pemakaian harian banyakan orang. Karena yang penting kan kuat. Kalau kena air, ketumpahan, kehujanan, kebanjiran dikit-dikit masih oke. Samsung seperti yang tadi saya bilang, bodo amat sama HP dari China yang udah pakai IP69 ada yang K, ada yang Pro ya. Tahan air panas direbus, lain-lain mereka enggak peduli ya. Selama HP-nya masih dirasa cukup dan iPhone terbaru masih pakai IP68 juga Samsung tidak berubah. Jadi intinya dari segi desain yang berubah itu hanya materialnya dan sedikit dari bentuknya. Next, kita lanjut ke soal layar. Nah, ini seperti yang udah banyak di konten sosial media itu adalah si fitur privacy display. Ini ala-ala screen protector anti spy tapi build in ke layar. Berguna atau enggaknya, gimik atau enggaknya, ini udah masuk ke ranensi. Balik lagi sama kayak orang memutuskan untuk pakai screen protecttor bening biasa atau yang seri privacy biar enggak diintip sama orang lain. Kalau menurut saya yang lebih penting di sini adalah bagaimana Samsung melakukan inovasi untuk layar untuk menjadi beda dan berguna. Nah, yang menarik dari fitur privacy display Samsung itu adalah ini bisa diaktifkan secara otomatis pada kondisi yang kita mau gitu. Jadi, dia gak harus selalu nyala. Contoh, ini bisa diaktifkan hanya saat kita misalnya ya buka aplikasi mbanking doang. Jadi kayak kita lagi di tempat ramai perlu transfer atau apa ya, fitur ini bisa mempersempit celah orang buat ngintip. Entah ngintip pin kita atau ngintip saldo yang enggak seberapa itu gitu ya. Enggak cuma soal bisa per aplikasinya doang, tapi ini juga bahkan bisa menyamarkan hanya notifikasi pop up kecil kayak gini. Ini menurut saya sih keren ya, karena bisa sesifik itu untuk ya enggak diintip gitu. Keren banget. Saya juga secara gak sengaja ngerasain benefit lain dari fitur si privacy display, yaitu ketika kita pakai HP di tempat gelap biar orang di kiri kanan kita gak terlalu silau sama layar handphone. Ini saya rasain manfaatnya kayak misalnya pas kemarin di pesawat pulang unpack itu kan hampir 14 jam ya di pesawat. Terbang selama itu pasti kan ada momen ketika lampu kabin bakal dimatiin jadi gelap tapi enggak mau tidur. Saya pasti pengin nonton di HP. Nah, privasy display ini ngebantu banget supaya orang ya di sebelah-sebelah kita itu satu enggak bisa ngelihat kita lagi nonton apa. Yang kedua mereka juga enggak silau, enggak keganggu misalnya kayak ada adegan yang strobing yang klap-klip putih segala macam itu kan biasa ganggu. Nah, ini jadi meminimalisir. Paling satu catatan yang menurut saya orang perlu tahu banget adalah si setting maksimum. Nah, ini ada tombol ya yang bikin maksimal susah dilihatnya tapi ada efek sampingnya yaitu bikin layar jadi tidak kelihatan tajam. Jadi kayak berkabut lah sebenarnya. Plus ini benar-benar harus dilihat lurus HP-nya. Kalau kita pakai HP yang miring sedikit aja itu udah langsung enggak fokus yang mana mungkin buat sebagian orang jadinya mengganggu. Jadi ya untuk tahu batas toleransi nyamannya seberapa, suka atau tidak sukanya emang menurut saya sih harus cobain sendiri tapi saya suka dengan fitur ini. Menurut saya bagus dan keren sekali. Nah, masih soal layar ini juga sempat beradar kabar di awal bahwa Samsung tuh katanya bakal pakai panel 10 bit untuk pertama kalinya. Tapi ternyata setelah launching tidak demikian ya. Jadi Galaxy S26 Ultra ini masih pakai panel 8 bit 8 bit tapi dengan fitur FRC yang gunanya mensimulasikan tampilan 10 bit. Jadi layarnya tuh enggak natif 10 bit. Jelek balik lagi sama sekali enggak. Saya yakin untuk user casual enggak kelihatan blas. Bedanya kita pakai nonton, pakai main game, sosial media tetap manjain mata lahirnya. Tapi kalau kita mempertimbangkan fitur video barunya Samsung yang bahkan sudah bisa lock APV gitu ya, kayak sayang banget hasil perekaman yang kita lihat di layar tuh jadi enggak 100% merepresentasikan apa yang sudah kita rekam karena layarnya enggak capable. Untuk itu, kalau kita ngomongin visual sebenarnya simulasi 10 bitnya Samsung itu udah oke ya. Contoh, kita cobain nonton video 10 bit di S25 Ultra. Ini kan enggak ada fitur simulasi 10 bitnya ya. Di kondisi warna yang cukup kompleks, kita bisa melihat ada gradasi warna yang enggak rapi, ada yang pecah-pecah gitu. Nah, di Galaxy S26 Ultra mayoritas ini enggak kelihatan ya. Jadi bisa dilihat tapi mungkin harus pixel peeping banget yang mana hal tersebut tidak akan dilakukan oleh user biasa ya. Kayak misalnya HP-nya dipakai orang tua, om tante kalian pakai Galaxy S36 Ultra itu enggak bakal merhatiin hal segitunya. Sedikit kurang puas emang enggak ada 10 bit natif gitu di layar. Tapi selama layarnya bagus ya, sementara ini menurut saya enggak apa-apa ya. Semoga tahun terakhir ya dan tahun depan udah diganti native 10 bit untuk layarnya. Lanjut lagi sekarang ke soal specs. Hal utama udah pasti adalah chipset baru Snapdragon A8 Gen 54 Galaxy Udah pasti kencang karena emang chipset terbaiknya Snapdragon saat ini untuk sebuah smartphone. RAM-nya untuk unit saya ini adalah 12 gig, storage-nya 512 gig. Sedangkan kalau kalian beli yang 1 TB itu RAM-nya gede sendiri di 16 gig. Untuk soal performa kencang saya yakin sudah pastilah ya. Dipakai macam-macam pun enak banget ya. Bukan kejutan untuk Snapdragon kencang kayak gini. Kalau buat saya sih yang penting udah enak buat ngedit video di CapCut sama lancar buat main game dengan FPS tinggi yang konsisten. Itu adalah dua poin yang nyata dalam pemakaian saya. Nah, di sini Samsung punya juga vaper chamber yang sedikit lebih besar dan sedikit banyak memang ngebantu untuk bikin HP-nya lebih adem pada pemakaian yang intensif kayak lagi gaming tadi. Nah, yang lebih seru sebenarnya adalah di bagian baterainya nih. Di sini Samsung masih kekeh banget pakai 5.000 mAh dan belum kelihatan pengin ganti ke silikon karbon kayak kompetitor lain. Dari segi kapasitas pasti emang kelihatan kayak ketinggalan zaman sekali gitu. Masih menggunakan 5000 mAh. Sudah berapa tahun Samsung pakai 5000 mAh di S series mereka ini ya. Tapi ternyata berkat segala tuningan, optimasi, mereka bisa bikin 5000 mAh DS6 Ultra ini jadi bagus. Saya coba testing di aplikasi PC Mark ini supaya lebih objektif aja. Dan hasilnya kita bandingkan sama S25 Ultra yang sama-sama 5000 mAh lebih awet S26 Ultra padahal kapasitasnya sama. Jadi emang beda dioptimasi kayak dari chipset dan segala macam. Habis itu saya coba bandingin juga dengan Vivo X300 Pro yang baterainya lebih besar dan kita bisa lihat S26 Ultra enggak terpaut jauh-jauh amat. Jadi dari SL ini kita bisa lihat emang kalau si S26 Ultra itu lebih efisien. Jadi okelah ya. Terus dari pemakaian harian pun saya ngerasa emang S106 Ultra ini lebih tahan lama dibandingkan versi sebelumnya. Emang enggak dengan selisih yang luar biasa ya kalau untuk pemakaian intensif kayak buat main game dan segala macam. Tapi tetap lebih oke ya. main lah ya yang penting paling tidak ada sedikit peningkatan dari segi daya tahan sekalipun dari kapasitas ya gitu-gitu aja. Semoga lagi ini tahun terakhir Samsung pakai kapasitas segitu. By the way untuk ngecasnya akhirnya 45 watt ditinggalin sama Samsung dan naik jadi 60 watt. Lagi enggak kelihatan signifikan di atas kertas tapi bermanfaat sekali pada pemakaian sehari-hari. Soalnya di ST6 Ultra ini saya cuma perlu ngecas itu kurang dari 1 jam untuk dapat full 100% dari kondisi low ya. Jadi bukan dari 0%. Terus kita lanjut ke soal AI ya. Samsung banget nih AI ya. Samsung karena kayak kelihatan banget masih pengin menjadi ephone sampai di launching mereka di teaser-teaser sebelum unpack tulisannya e iPhone e iPhone eh iPhone. Saat komputer berlomba-lomba dengan kamera yang makin canggih, Samsung memang kelihatan ya masih saklak banget sama AI mereka. Nah, salah satu fitur Galaxy AI terbaru yang menurut saya menarik itu adalah call screening. Untuk nge-screening telepon yang masuk dari nomor tidak dikenal. Ya, sebelumnya kayak di ST5 Ultra udah ada fitur sejenis, tapi yang baru ini menurut saya lebih efektif dan lebih oke gitu ya. Jadi sekarang kalau misalnya ada telepon masuk dari nomor yang tidak kita save, tidak kita kenal itu bakal muncul tulisan call assist kayak gini ya. Yang mana kalau kita pencet nanti ada pilihan call screening. Nantinya bakal ada asisten AI yang angkat telepon itu ya untuk tanya dia dari mana, siapa, butuh apa gitu ya. Baru nanti kita dikasih tahu ya dan milih mau angkat atau enggak. Fitur ini mungkin kelihatannya kayak gak to the point gitu, kayak fitur blok panggilan di iPhone yang benar-benar bikin HP kita tuh gak bunyi sama sekali. Tapi ada bagusnya juga sebenarnya karena jika aja gitu ada panggilan dari nomor yang beneran penting ya, tapi kita enggak save itu enggak kelewat kita. Contoh telepon dari bank atau telepon penting verifikasi lainnya. Nah, itu kita masih bisa tahu saat ini. Sayangnya fitur tersebut masih belum bisa bahasa Indonesia ya, masih bisa bahasa Inggris doang. Tapi kalau kita melihat tr record Samsung ke belakang ya, cepat atau lambat menurut saya sih bakal ada versi bahasa Indonesianya. Kemudian satu fitur AI lagi yang ada di sini yang baru itu adalah untuk edit foto yang akhirnya sekarang bisa dikasih prom ya. Jadi kalau versi dulu itu kan kita cuma ngelingkerin ngegambar terus berharap AI-nya ngerti kita maksud apa kayak kita telepati gitu sama AI. Nah, sekarang kita bisa ngasih tahu secara lebih spesifik supaya hasilnya juga bisa lebih baik. Ada juga fitur untuk nambahin foto lain buat diedit dalam satu foto lainnya. Jadi ini menurut saya mirip-mirip kayak nano Bana tapi terintegrasi langsung di HP-nya yang mana itu bagus sekali. Kita masuk ke bagian yang lebih menarik dari Galaxy S10 Ultra yaitu pembahasan soal kamera mereka ya. Jadi, seperti yang di awal saya bilang, Samsung tidak melakukan banyak hal lain di kamera karena secara speks dan komposisi kamera masih sama kayak tahun lalu, lensa utama, lensa ultrawide, telefoto 3X, telefoto 5X. Bedanya itu adalah di aperture atau bukan lensa aja. Ya, gregetan banget sih sebenarnya saya karena Samsung kayak tidak melakukan sesuatu yang signifikan gitu kelihatannya ya. Apalagi untuk Lensa 3X yang enggak diganti sudah berapa tahun itu enggak diganti gitu ya. Lebih gah tanah lagi adalah kalau kita ngelihat bahwa Samsung punya sensor telefoto yang bagus banget tapi dipakai sama Vivo ya yang bahkan orang Samsung aja muncul di acara launchingnya Vivo. Hah gitu ya. Mungkin pada langsung kepikiran kok enggak dipakai sih sama Samsung sensor sebagus itu ya. Kalau udah di titik ini ya sekarang ini kalau menurut keyakinan saya dan analisa asal saya aja nih ya bisa jadi mungkin emang udah masuk ke deal-dealan bisnisnya. Jadi Samsung di sini bertindak sebagai pembuat ya. Dia jual e produk mereka yang mana si sensor kamera tadi ke pihak lain. Dan di perjanjiannya mungkin ada klausul Samsung enggak bisa pakai produk yang sama. Soalnya kalau menurut saya udah enggak masuk akal di titik ini. Mereka punya sensor sebagus itu tapi enggak dipakai untuk produk sendiri ya. Jadi ya cuma orang Samsung aja tahu. Ini buka pernyataan official lah. Ini adalah analisa asal aja. Semoga tahun depan diganti ya. lensanya yang baru gitu, yang bagus. Udah soal gosipnya, sekarang kita langsung aja lihat ke UI kamera yang sebenarnya masih mirip sama versi tahun lalu, tapi ada beberapa perubahan yang sangat signifikan dan perlu diperhatikan. Apalagi buat yang suka ngerekam video. Untuk lock sudah pasti masih ada, tapi sekarang kita bisa ngerekam di Kodex APV. Nah, ini akan menghasilkan file mentah dengan resolusi tinggi dan ukuran data yang sangat besar. Cocok untuk editing yang serius banget. Makanya di Galaxy S26 Ultra ini Samsung juga memungkinkan kita untuk ngerekam dan langsung simpan ke storage eksternal seperti SSD. Karena kalau enggak itu bakal menguras storage internal banget. Selain itu, Samsung juga sekarang udah ngasih opsi loot ya untuk ngwarnain gambar lock yang kita ambil sambil tetap bisa ngetuning untuk dapetin preferensi yang dicari. Yang mana ini menurut saya bagus banget. Enggak lupa ada juga fitur si Horizon Lock yang udah banyak juga videonya di sosial media. stabilisasi ajaib dan mantap sekali buat yang suka ngerekam video sambil lari-lari, lompat-lompat atau muter-muter HP-nya. Nah, saat kita ngomongin soal hasil foto ya karena memang tidak ada perubahan dari segi SPCs ya, mungkin kita akan beranggapan bahwa hasilnya juga enggak bakal berubah. Eh, cuma bukain lensa doang gitu, enggak ada yang signifikan. Ternyata pada kenyataan tidak seperti itu, ya. Hasil fotonya itu bisa berbeda ya. Jadi saya udah coba banyak ngambil sampel pas dari sejak unpex sampai Jakarta pun saya coba compare dari lensa utamanya ya ternyata hasilnya beda yang mana menurut saya Galaxy S26 Ultra ternyata seringki bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus kayak cahayanya lebih balance, detailnya lebih tajam dan mikirnya sug oke. Pokoknya banyak hal di mana saya melihat ternyata hasil dari lensa utamanya si Galaxy S26 Ultra dengan aperture yang lebih lebar ini hasilnya lebih baik. Hal yang sama juga di kondisi low light ya, lebih banyak cahaya yang bisa masuk ke sensor yang mana bikin hasil fotonya juga jadi lebih oke. Kalau untuk glsa ultrawide ya udahlah ya tidak ada perubahan gitu sebenarnya karena masih sama aja secara speks. Masih cukup tapi memang tidak yang spesial banget karena ya itu masih sama seperti tahun lalu. Terus untuk Lan 3X aduh ya udahlah ya ini kan bertapa tahun tidak diganti sama Samsung gitu ya. Jadi ya sudah hasilnya ya masih bisa menghasilkan foto yang oke, tapi memang tidak dalam taraf yang spesial. Kalau kita bandingkan sama 3X dari sebelah mah udah ya jauh banget bedanya. Habis itu kalau untuk 5X ini juga yang dapat pembaruan untuk aperture lebih lebar juga dan memang hasilnya kita bisa mendapatkan hasil telefoto yang lebih baik pada kondisi yang lebih menantang pencahayannya. Jadi mungkin memang bukan yang low light banget, tapi paling tidak bisa dapat hasil yang lebih terang, lebih detail, dan lebih okelah dibandingkan Galaxy S25 Ultra. Jadi pada kondisi terang atau lolet ya masih oke-oke aja. Oh ya, satu lagi di bagian kamera itu kan ada settingan yang namanya camera assistant. Nah, di sini di S1026 Ultra ada opsi untuk membuat foto kita di set default resolusinya 24 megap. Sebelumnya kalau di Galaxy S25 Ultra itu bisanya hanya di 12 megap aja. Dengan naikin ke 24 megapel ini, saya melihat memang dari segi detail fotonya tuh menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Jadi menurut saya kalau kalian pakai Galaxy S26 Ultra, maksimalin deh fitur ini supaya hasil fotonya bisa kelihatan lebih baik. Kita pindah ke kamera depan ya. Enggak ada perubahan juga masih sama. Jadi ya hasil fotonya seperti yang bisa dilihat sekarang masih oke tapi tidak spesial. Kemudian untuk bagian video ya masih sama juga seperti yang sebelumnya masih dengan maksimal di 8K. Terus ada pilihan sekarang lock, ada APV juga ya. Sebenarnya sangat bisa dieksplorasi lah ya untuk perekaman videonya. Oke, jadi testing-testing buat videonya. Gilala S26 Ultra kondisinya cerah banget nih. Lagi cerah banget dan kita bisa dapetin shadow sama highlight yang bagus ya di bagian pohon di sebelah kanan dan langit sebelah kiri. Dynamic range-nya kita bisa lihat ya langsung semuanya kita bisa cek untuk ultra white-nya juga seperti ini. Nah, ini ultra white-nya kita black satu kita ambil tiga coba ya. Nah, ini 3X-nya seperti yang sekarang bisa dilihat. [musik] Nah, belakang kita coba ke 5X untuk detail lebih jauh dan bisa 10 seperti ini atau 25 ya 25 seperti ini ya. Jadi emang dia mentoknya untuk video adalah di 25. Kita balikin lagi satu. [musik] Coba sambil jalan untuk cek-cek stabilisasi. Ini kita sambil jalan santai aja. Hand satu tangan oke-oke aja ya. Enggak ada masalah dari segi stabilisasi. Dan ini tentu tidak pakai horizon lock ya, Pak yang biasa aja. Jadi enggak pakai super steady atau stabilisasi lainnya. Sekarang lanjut buat kamera depan. Sama-sama di 4K 30 fps. Damic range di bagian belakang bisa langsung dilihat. Stabilisasi audio sambil jalan kalau buat dipakai nge-vlog. Oke atau enggak silakan dikomentarin aja. Habisnya kita pindah compare-kompare dikit kali ya sama S25 Ultra. Compare tipis-tipis buat perekaman video ini pakai S25 Ultra dan S26 Ultra di tempat yang sama. Bisa langsung lihat background-nya. Ada perbedaan ya dari kedua handphone ini walaupun mungkin di atas kertas secara speks ya. Mirip-mirip aja sama-sama aja tapi hasilnya bisa dilihat. Dynamic range-nya, skin tone-nya bagus sama dalam kon s25 Ultra atau S26 Ultra. Oke, ini kita coba compare-kompare tipis-tipis S26 Ultra sama Galaxy S25 Ultra ini lagi berkabut banget sih. Udah kayak Sent Hill sebenarnya tempatnya itu ada muffin, ada OmDS ada mobil warna merah kalau mau lihat warna. Oke, jadi itu dia sedikit pengalaman saya dengan Galaxy S26. 6 Ultra setelah mencoba ya kurang lebih 2 minggu setelah unpack dan kalau ada orang bilang Galaxy S26 Ultra itu jelek, saya sama sekali tidak setuju. Ini masih smartphone yang bagus. Samsung masih memberikan inovasi-inovasi yang menarik dari fiturnya. Walaupun mungkin ada beberapa poin yang bikin kita gregetan kayak kameranya gitu karena tidak di-upgrade segala macam yang signifikan secara sensor. Tapi dari segi performa eh layar, fitur dan segala macam itu masih salah satu yang terbaik di pasaran saat ini. Saya yakin orang masih banyak yang suka dengan Galaxy S206 Ultra dan smartphone ini menurut saya masih bakal tetap laku juga di pasaran. Jadi terlepas yang lain punya kamera keren-keren segala macam. Tapi balik lagi untuk kebanyakan user casual ya mungkin mereka akan masih berat untuk mengeluarkan R30 juta dengan ya brand lain. Tapi kalau untuk Samsung yang udah banyak loyalisnya ya mereka sudah bisa menjustifikasi harga seg tersebut ya. Walaupun ya memang sekarang market sudah makin terbuka, orang juga sudah makin terbuka. Tapi kalau dibilang masih laku atau enggak, ST6 Ultra ini menurut saya masih bakal laku dan ya disukai di pasaran saat ini. Mungkin untuk entusias aja yang agak sedikit rewel, tapi yang lain menurut saya masih aman-aman aja. Kalau menurut kalian gimana untuk Galaxy S106 Ultra? Oke atau enggak? Langsung tulis aja pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Untuk sekarang itu dia review-nya. Panjang kan? Lumayan. Emang saya juga nulisnya agak lama ini. Tapi ya itu dia untuk review-nya. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Nanti kita akan ngebahas Galaxy S206 yang biasa sama yang plus juga. Jadi supaya kalian enggak ketinggalan, kalian pengin cari alternatif lain, langsung aja di-subscribe ya. Diaktifkan notifikasinya supaya tidak ketinggalan video berikutnya. Pur pamit, sampai ketemu lagi di video berikutnya. Seperti biasa, have a nice day.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.

Samsung Galaxy S26 Ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai smartphone flagship yang menggabungkan teknologi kamera resolusi tinggi dengan performa kelas atas dalam satu perangkat. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan fotografi, produktivitas, dan penggunaan harian dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Samsung menghadirkan kombinasi spesifikasi yang kuat untuk mendukung berbagai skenario penggunaan.Perangkat ini menggunakan...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy S26

Samsung Galaxy S26 hadir sebagai smartphone flagship yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, kamera, dan kenyamanan penggunaan dalam ukuran yang lebih ringkas. Perangkat ini menggabungkan berbagai fitur penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Pendekatan yang digunakan berfokus pada kemudahan penggunaan tanpa mengorbankan pengalaman utama.Flagship Ringkas dengan Performa Andal untuk Setiap...

Samsung Galaxy S26+

Samsung Galaxy S26+ hadir sebagai smartphone flagship yang menggabungkan performa tinggi, layar berkualitas, dan kemampuan kamera yang dirancang untuk kebutuhan modern. Perangkat ini menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara desain premium dan fitur lengkap dalam satu perangkat. Samsung menghadirkan pendekatan yang fokus pada pengalaman penggunaan yang konsisten dan...