Jungkat

Samsung Terlalu Diiniin Banget Tabletnya ... Samsung Tab S12 Ultra (YouTube Video)

  • 21/10/2026

Hai Andika, guys di sini. Lihat nih, ini adalah laptop 14 inch dan ini bukan laptop. Ini adalah tablet yang secara dimensi dia lebih gede, 14,6 inch. Jadi ini adalah tablet yang paling ujung, paling mentok, paling sultannya Samsung. Kenalin ini adalah Samsung Galaxy Tab S8 Ultra. Jujur pas pertama kali barang ini saya keluarin dari kardusnya, saya itu kayak langsung wah gila, bengong gitu. Ini gede banget. Layarnya ini lebar dan saking lebarnya kalau kalian punya teman yang botak ya, kalian jejerin sama tablet ini, masih gedean tablet ini. Apalagi yang bikin saya terharu begitu buka box-nya, kita langsung dapat paket komplit. Mulai dari book cover keyboard slim sampai S Pen-nya itu udah langsung dapat gratis. Enggak perlu nambah lagi, enggak perlu nyicil terpisah kayak sebelah. Dan ini juga tablet Android pertama yang saya pegang yang udah jalan di Android 17. [musik] Tapi setelah saya pakai tablet ini beberapa hari buat gambar, kerja sampai entertainment, saya rasa barang ini tuh salah nama. Harusnya namanya itu bukan tablet. Lah, kenapa? Alasan pertama kayak yang di hook tadi ya, dia ini tablet yang enggak sopan, enggak sopan sama laptop 14 inch karena dimensinya 14,6 inch. Biasanya tablet itu kan kalau enggak 10, 11, 12 lah mentok. Kalau kalian bawa tablet ini kerja di kafe, orang itu kayak ngerasa wah ini kayaknya monitor CCTV deh, bukan tablet. Ya, tapi yang bikin saya amaze sama Samsung walaupun dia ini 14,6 inch hampir 15 inch, tapi bodinya ini tipis banget cuma 5,1 mm dan bobotnya cuma 692 gram. Laptop rekornya seingat saya itu 800 sekian gram, itu masih 14 inch ya. Nah ini 692 gram, jadi lebih ringan dibanding laptop 14 inch [musik] manapun. Cuman karena tipisnya ini, awalnya ini saya juga kayak agak ngeri-ngeri sedap ya, karena dia tipis banget. Takut pas saya masukin tas, begitu dikeluarin bentuknya itu sudah melengkung gitu. Kan kalau masuk tas itu biasanya kedudukanlah, ketataplah, aneh-anehlah. Tapi ternyata enggak, karena cangkang body-nya ini sudah pakai bahan yang namanya armor aluminium. Bahasa gampangnya, ini back cover-nya ini sudah dicor pakai logam badak ya, bukan tulang lunak. Nih, coba lihat saja ya, ini sudah sekuat tenaga. Tapi dia enggak melengkung, padahal setipis ini. Terus yang gokil lagi, saya juga entah kenapa Samsung bikin kayak gini ya, karena biasanya siapa sih yang mau tabletan di dalam air, tapi Samsung tetap ngasih sertifikasi IP 68. Jadi kalau misalkan enggak sengaja ketumpahan air putih, ketumpahan es kopi susu, atau ketumpahan air mata kalian ketika kalian nonton drakor, masih aman. Tapi saya sudah ngebayangin sih kalau misalkan saya lagi me time terus saya di bathtub terus nonton Netflix di tablet ini, uh, terus tiba-tiba tabletnya jatuh di bathtub, saya itu masih merasa tenang gitu. Asal jangan dibuat gayung mandi saja ya, pertama dia kegedean dan ya bentuknya enggak bisa nahan air. Apalagi pas layarnya ini nyalah, uh, Samsung itu soal layar memang selalu kayak mata kita itu kayak langsung dipijat refleksi gitu, karena panelnya sudah pakai Dynamic AMOLED 120 Hz. Enggak usah pusing sama namanya, intinya pergerakan layarnya itu bisa dua kali lipat lebih licin dari layar biasa yang 60 Hz dan warnanya itu bisa keluar banget, kontras dan hitamnya pekat khas AMOLED. Buat kalian yang teknikal doyan sama angka, nih kalian lihat saja gimana hasil pengetesan kita di device ini. Intinya dari tabel ini, kalau kalian pakai mode vivid warnanya itu bisa ngejreng pas nonton anime, atau kalau mau editing pakai mode natural saja biar warnanya itu jujur pas ngedit foto klien. Untuk brightness nits kita tes dapat di 700-an, tapi kalau Dolby Vision-nya nyala, dia bisa tembus sampai 1.600 nits. Tapi setelah saya pakai tablet ini beberapa hari ya, jatuhnya kalau misalkan kalian beli cuma untuk entertainment Netflix-an doang, malaikat pencatat amal saja bakalan geleng-geleng. Ini ngapain sih orang beli tablet mahal-mahal cuman buat Netflix? Karena mubazir. Habitat aslinya si Galaxy Tab S8 Ultra ini adalah buat creativity dan cari cuan. Khususnya buat kalian yang hobi gambar, ilustrator, arsitek, atau tukang edit lah bahasa gampangnya. Terus gimana experience-nya ketika kita gunain untuk gambar? Ya bayangin aja kalian gambar di kertas A4 penuh yang enggak perlu zoom in zoom out karena kalau tablet kekecilan kan kita harus zoom in zoom out ya, repot. Nah, S Pen bawaannya sekarang ini bentuknya baru jadi agak heksagonal atau segi enam kayak pensil kayu Faber-Castell zaman dulu gitu loh. Jadi dipegangnya itu lebih nyaman. Plus karena heksagonal jadi dia enggak gampang gelinding ketika di meja, enggak gampang jatuh. Soal pressure sensitivity S Pen ini punya tekanan 4096 level. Jadi buat orang awam ya kalau kalian gores tipis-tipis ngambang garisnya bakalan ikut tipis halus. Tapi kalau kalian tekan sekuat tenaga kayak kalian nulis surat pengunduran diri, garisnya itu bisa langsung tebal dan pekat. Jeda waktu atau latency-nya juga super instan. Tinta digitalnya ini ngikutin ujung pena enggak telat dan ujung penanya itu ada sedikit kerasa keset-keset kayak karet jadinya mirip kayak nulis di kertas [musik] beneran. Bukan kayak ngetuk-ngetuk di kaca gitu ya. Jadi ada seret-seretnya gitu loh. Tapi sayangnya memang ada satu plot twist dari S Pen-nya Samsung ya. Jadi sama kayak S11, dia udah enggak support Bluetooth kayak di seri S10 sebelumnya. Yah, jadi fitur sulap kayak air actions itu sekarang udah enggak ada. Nah, buat kalian yang ngikutin Dika ID dan juga Instagram saya pasti kalian tahu kalau saya lagi bukain istri [musik] saya itu usaha 3D print. Nah, tablet ini biasanya saya gunain untuk kalau misalkan ada customer request-request desain nah saya coret-coret dulu di sini. Plus nanti di website generator kita L Studio.id dia bisa langsung jadi auto clicker. Promo-promo tipis okelah ya. Bentuknya itu kayak ginilah. Selain buat ngegambarnya enak sekarang software-nya ini karena dia Android 17 ya jadi software-nya itu lebih nyaman untuk dipakai di tablet karena banyak yang support. Kayak contohnya dia sekarang sudah bisa Adobe Photoshop, bukan Adobe Express ya. Dan kalian dapat gratis 4 bulan ketika kalian beli Samsung ini. Jadi kayak tinggal [musik] pakai saja. Terus aplikasi-aplikasi gratis lain ada Clip Studio Paint, itu gratis 6 bulan. Good Notes buat yang suka nyatat kuliah atau meeting itu itu gratis 1 tahun full. Notability gratis 6 bulan, Notion gratis 1 bulan plus yang paling mahal Google AI Pro itu gratis selama 6 bulan. Yang kalau kalian total-total ya ini sebenarnya kalau kalian beli aplikasi ini jutaan harganya. Belum lagi ada fitur Creative Studio dan juga Drawing Assist dari [musik] Galaxy AI-nya. Jadi buat kita-kita yang skill gambarnya itu mentok gambar dua buah gunung, matahari di pojok, di sini sawah, pakai ini lebih kebuka gitu kreativitasnya. Kita tinggal corat-coret sketsa burik saja pakai S Pen terus suruh AI-nya sulap dan boom langsung berubah jadi lukisan 3D atau cat air tergantung kalian prom-nya kayak gimana. Dan S Pen-nya seperti biasa sudah magnetik bisa disimpan di bagian atasnya [musik] seperti ini. Selain S Pen bonusnya ada keyboard slim-nya ini yang langsung bisa ngubah tabletnya jadi mode laptop. Cara pasangnya tinggal plek nempel pakai magnet lewat pin konektor. Jadi keyboard-nya ini enggak perlu di-charge dan enggak perlu pairing manual dulu pakai Bluetooth karena ribet. Kalau dipakai ngetik-ngetik saja di meja sih oke ya tapi kemarin saya coba untuk ngetik di atas paha agak kurang sih ya. Jadi pasnya itu di meja saja karena travel distance-nya agak pendek. Dan ini saran buat Samsung ke depannya karena ini kan layarnya sudah segede ini keyboard-nya juga ikut gede tolonglah dikasih trackpad-lah ya. Karena walaupun 14,6 inch enggak ada trackpad-nya yang jadinya kalau jadi mode laptop kita harus bawa mouse ke mana-mana. Atau minimal bonus mouse-lah. Sekarang kita ngomongin soal jeruan mesinnya ya tapi saya pakai bahasa manusia saja enggak usah bahasa terlalu teknis. Jadi di Di bodi setipis kerupuk 5,1 mm tadi Samsung nyempilin mesin monster terbaru dari MediaTek Dimensity 9500 dengan 3 nm, RAM-nya 12 GB dengan storage sayangnya untuk unit yang kita bahas ini 256 GB. Nah, untuk kegiatan produktivitas saya 256 GB itu kurang. Kalau untuk AnTuTu-nya di versi 11 ya kita hajar itu dapatnya di 3,3 juta, kalau untuk Geekbench single core-nya di 2600, multi core di 9000. [musik] Dan kalau kita tes di 3DMark kalian bisa langsung lihat aja skor-skornya ini intinya sih skornya banyak yang mentok lah. Dan karena skor 3,3 juta tadi sebenarnya kalau kalian mau main game-game mentok Android sekarang lah contohnya Wuthering Waves itu juga masih playable play aja apalagi kalau misalkan PUBG, Mobile Legends. Cuman kita enggak usah bahas itu lah ya karena ini tablet khususnya [musik] untuk productivity. Tapi kalau kalian mau main game jelas kuat. Nah, yang saya pengen bahas itu Android 17 dengan One UI 9 ya karena banyak banget fiturnya. Kayak contohnya Quick Share ke AirDrop sekarang makin matang dan lebih cepat ini kita udah cobain. Misal kita transfer file dari tablet ini ke Apple, ke Mac itu lebih cepat. Terus seperti biasa Samsung senjata andalannya ada Samsung DeX. Kalau kita ubah modenya jadi Samsung DeX tablet ini berubah persis kayak komputer Windows. Jadi ada taskbar di bawah, bisa buka banyak jendela aplikasi [musik] tumpuk-tumpuk, bahkan bisa buka 4 workspace atau aplikasi sekaligus. Terus karena ini Android 17 dan kalau kalian adalah orang yang suka hybrid di mobil juga masih sering kerja di Android 17 dan One UI 9 sekarang ada yang namanya motion assist. Jadi kalau misalkan kalian kerja di dalam mobil enggak cepat pusing. Terus quick panelnya ini dirombak total, ada indikator mata-mata juga kayak titik biru dan juga AI privacy alert. Jadi di One UI 9 sekarang kalian bebas bongkar pasang ukuran slider volume, brightness sampai kotak pemutar musiknya itu bisa digede-kecilin atau dibuat vertikal ya sesuka kalian lah. Terus buat yang suka nyatet pakai S Pen di Samsung Notes One UI 9 sekarang dapat tambahan koleksi dekoratif tape atau kayak ya selotip hias gitu ya dan gaya garis pena yang baru. Dan dokumen scanner-nya sekarang juga makin pintar karena bisa otomatis ngeratain halaman buku yang melengkung pas difoto plus ngilangin bayangan jari kita yang enggak sengaja kefoto. Bahkan Bixby-nya sekarang juga sudah terkoneksi terintegrasi dengan Preplexity. Jadi selain Gemini AI-nya ada banyak, ada Bixby, ada Preplexity juga. Tergantung kalian biasanya pakai yang mana. Nah, sekarang kita lanjut ke sektor baterai. Nah, tablet segede ini baterainya berapa sih? Untungnya baterainya lumayan gede ya dengan 11.600 [musik] mAh. Klaimnya Samsung sih kalau untuk video playback saja bisa tembus 23 jam, tapi kalau kita tes pakai Modern Office PCMark dia tembus di 13 jam 19 [musik] menit. Untuk tablet segede ini 14,6 AMOLED sebenarnya 11.600 13 jam lebih masih oke lah. Karena kalian kerja paling berapa sih? 8 jam. Kalau kalian kerjanya 13 jam, itu kerja atau dikerjain? Kalau soal kamera jujur saja kameranya menurut saya standar tablet saja, tapi toh ya siapa yang mau fotografi pakai tablet segede ini. Kalian nge-vlog pakai tablet segede ini kayak "Ini orang di rumah [musik] sakit jiwa mana ya?" Pasti orang lain ngira kayak gitu karena gede banget. Ya, kameranya standar saja hasilnya kalian bisa lihat di sini sampel-sampelnya. Dia cuma punya 13 megapixel wide, 8 megapixel ultra wide. Ya, kalau untuk dokumen scanning sih oke banget. Terus kalau kalian lagi zoom meeting atau Google Meet muka kalian pas di tengah bisa jernih karena dia bisa rekam 4K 30 fps depan belakangnya. Nah, dengan fitur-fiturnya itu tadi gimana kalau kita bandingin dia dengan seri sebelumnya kayak S11 Ultra gitu ya. S11 Ultra itu pakai Dimensity 9400 yang sebelumnya. Yang peningkatan performanya itu naik sekitar ya 17 sampai 19% lah. Jadi kalau misalkan kalian punya Tab S11 Ultra, apakah wajib upgrade? Menurut saya sih kalau Tab-nya enggak apa-apa ya masih normal, mmm enggak dulu sih enggak apa-apa ya. Kecuali kalau kalian punya Tab S10 [musik] terus pengin langsung loncat ke S12, itu masih oke peningkatan performanya. Terus kalau diadu mungkin sama iPad Pro terbaru ya yang yang M5, dia dimensinya 13 inch. Nah, sekarang dimensi jelas gede Samsung kalau kalian butuh yang lebih gede ya, Samsung 14,6 inch. Tapi sebenarnya enggak bisa dibandingin sih ya kalau sama iPad ya, iPad itu ya agak mahal karena dia memang ya belinya harus terpisah, pensilnya terpisah, magic keyboard-nya terpisah. Terus Samsung menangnya di Samsung Dex karena Samsung Dex itu bisa benar-benar tablet kalian yang Android ini bisa terlihat seperti Windows, kayak desktop. Jadi kayak kalian punya laptop saja gitu. Jadi balik ke pertanyaan tadi, kenapa si Samsung Galaxy Tab S8 Ultra ini enggak bisa disebut tablet biasa? Karena pertama ya layarnya ya raksasa banget 14,6 inch untuk ukuran tablet. Plus kita juga sudah dapat keyboard dan S Pen langsung dikasih tanpa perlu jual motor Beat untuk beli. Plus ada Samsung Dex, transfer file bisa mulus antara Quick Share dan juga AirDrop. Ada Adobe Photoshop bawaan dan aplikasi-aplikasi bawaan yang gratis tadi untuk beberapa bulan, lumayan. Tapi apakah tablet ini sempurna? Enggak ya. Jadi hukum fisika tadi karena dia tipis terus pakai mesin monster dari Dimensity ketika kita tes di 3DMark tadi stability, dia bisa turun sampai di . Terus S Pen-nya enggak ada Bluetooth dan keyboard slim bawaannya itu enggak ada backlight plus enggak ada [musik] trackpad-nya. Harusnya minimal trackpad lah, backlight justru lah. Kalau ada trackpad-nya itu benar-benar bisa jadi tablet, bisa jadi laptop gitu. Jadi lebih two in one. Dan dengan harga 25 juta, worth it atau enggak? Worth it asalkan kalian gunain tablet ini untuk cari cuan ya. Kalian seorang ilustrator, desainer, arsitek, konten kreator atau pekerjaan eksekutif mobile. Satu sampai tiga kali project saja sebenarnya kalian sudah bisa balik modal dari pembelian Samsung Galaxy Tab S8 Ultra ini. Tapi kalau misalkan kalian beli tablet ini cuma untuk nonton Netflix, 25 juta mending kalian beli TV Samsung enggak sih? Saya Dika Estebudi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Brand Terkait

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra

Layar 14,6 inci dan S Pen Samsung Galaxy Tab S12 Ultra memberi ruang luas untuk sketsa, catatan, dan menyunting gambar dalam bodi tipis 5,1 mm.

Samsung Galaxy Tab S12+

Layar 12,6 inci Samsung Galaxy Tab S12+ jadi ruang kreasi: sketsa S Pen diolah menjadi gambar lewat Creative Studio berbasis AI, siap disempurnakan.