Jungkat

Satu lagi ancaman Huawei buat Apple 🥶 (YouTube Video)

  • 15/05/2024

Halo guys, David di sini dan ini adalah Huawei Watch Fit 3. Watch fit tiga. Keliatan kayak Apple Watch nggak sih? Bentuknya itu sama-sama kotak. Entah ini strategi IQ 200 dari Huawei, atau kebetulan doang, tapi momen launchingnya terlalu pas sama berita, atau derita Apple yang lagi digugat pemerintah mereka sendiri lho. Gara-gara mereka dianggep monopoli pasar dituduh terlalu maruk, anti kompetisi. Salah satu contoh yang dikasusin ya soal Apple Watch yang dianggap terlalu eksklusif, cuma bisa konek sama iPhone. Tega sama user Android dan kawan-kawan. Cuma yang namanya dunia bisnis, ya tiap masalah selalu dianggap kesempatan buat orang lain. Kayak Huawei nih, timingnya bisa aja. Buat pertama kalinya, mereka ngeluarin smartwatch layar kotak, Huawei Watch Fit 3, yang mirip Apple Watch. Tapi tentu aja dia bisa konek ke banyak tipe HP ya. Android? Bisa iPhone? Aman. Harmony OS punya Huawei? Apa lagi. Dan jam ini juga dijual setengah harga doang. Harga barunya kurang lebih 2 juta ya, plus ada bonus TWS juga. Tepatnya berapa, itu bakal baru diumumin tanggal 21 Mei, pas dia launching di Indonesia. Setengah harga tuh, kalau dibandingin sama Apple Watch SE generasi 2 yang harganya itu 3 .999 juta. Kalau yang SE pertama masih dijual juga, itu keluaran 2020, harganya 2.999 juta. Umurnya udah 4 tahun, tapi tetep lebih mahal dari Watch Fit 3. Huawei, Huawei. Nikumnya agresif ya, dari gaya, ya ini mirip banget dari jauh. Layarnya bentuk kotak, pake kaca yang agak ngelengkung di tepiannya alias 2.5D, ada rotating crown juga, si bulet merah ini yang bisa dipake scrolling, ada function button juga buat shortcut atau fungsi lain. Dari watch face-nya yang ada buletan di tengah, plus data-data di pojokan, dari strapnya yang pake nylon ini, sistemnya super praktis, tinggal lep lep lep, udah ready, smartwatch rasa Apple sih ini. Ya itu bagus atau nggak, kita bisa lihat dari 2 sisi ya. Pasti ada aja yang julid. Kok Huawei ikut ikutan bikin smartwatch kotak? Ya kemarin kemarin, mereka udah bikin yang bentuk persegi juga sih, dari Fit 1, Fit 2, tapi itu kan persegi panjang. Yang seri ketiga nih, baru kotaknya bener-bener mirip sama yang sebelah. Entah karena ini permintaan pasar, atau ya tadi, Huawei pengen cari-cari celah buat comot pasarnya Apple Watch. Yang mana yang bener ya terserah lah, yang penting hasilnya, positifnya banyak. Ada jam kotak, harganya bersaing, dan kualitasnya Huawei. Yang udah jagoan di dunia smartwatch, saya udah tes drive jam ini selama 3 minggu, buat nemenin saya ke Inggris juga, dan saya bisa bilang, dia nggak cuma ngandelin tampang doang, isinya juga kualitas. Misalnya dari bahan frame, Watch Fit 3 udah pake aluminium alloy yang keras tapi enteng. Cuma 26 gram doang tanpa strap, bodinya tipis di 9 .9mm, tapi layarnya gede, Di 1.82 inci. Kalau dipakein di tangan kurus kayak saya, masih berasa pas sih. Panelnya pake hybrid AMOLED-nya Huawei, dan yang nggak kalah penting, layarnya ini juga terang banget ya, up to 1500 nits. Itu seberapa terang bang? Kalau angka doang nggak kebayang. Ya... Mayan sih. Pas ditembakin matahari pantai siang bolong, isi layarnya masih kelihatan jelas. Udah lolos tantangan paling tinggi lah. Kalau ada situasi yang lebih terang lagi, itu mungkin tukang last kali ya. Terus masih soal kualitas komponen, mesin geter yang dipake di jam ini pun kualitas. Contohnya pas kita lagi puter - puterin crown, geterannya enak gitu. Feedbacknya pas, tak tak tak sesuai puteran, kayak smartwatch mahal lah. Sistem lepas pasang strapnya juga mudah, dan ada banyak jenis strap yang bisa dipilih juga. Semua dipikir mateng lah, nggak asal layar kotak doang, udah. Yang penting mirip Apple, nggak kayak gitu. UI-nya pun kena rombak. Kayak dari watch face-nya tadi, dibikin pas sama bentuk si layar, ada fungsi custom -custom data juga, tiap pojokan mau nunjukin apa bisa kita atur. Huawei sampe bikin watch face baru juga, yang fokus buat tracking kalori ya. Dia bakal ngasih tau kalau kalori kita itu lagi surplus atau defisit. Ini faktor yang penting banget buat orang diet sih. Ada juga watch face yang namanya Fun Mode, buat nampilin animasi emoji. Kalau misalnya kita nggak seneng sama watch face bawaan, ya tinggal liat mode lain di aplikasi Huawei Health. UI pas kita lagi olahraga pun udah ikut di update, biar tulisannya lebih simple, lebih gede, lebih gampang dibaca, data denyet jantung, data tidur, semua udah keliatan rapi di layar kotak gede. Kayak gini ya. Ya ini buat yang mau komen, Bang! Itu tidurnya kok cuma 5 jam! Nggak sehat tuh! Ya, saya memang lagi masa transisi jam tidur Eropa sama Jakarta sih. Itu kayak jet lag lah. Disini bisa keliatan kalau saya baru bisa tidur jam 2 .45 pagi, terus bangun jam 8 pagi. Ada sleep-in tidur siang 40 menit juga. Semuanya kecatet. Di kasus beginian, Watch Fit 3 juga ngebantu buat ngasih data yang lebih akurat lah. Lewat fitur yang namanya TrueSleep 4.0. Mayan, biar saya tau semalam tidurnya jam berapa. Soalnya ngandelin merem doang, tapi nggak tau ketiduran jam berapa. Kan penasaran juga. Jadi ini biar bisa tau situasi badan lah. Kalau mau data yang lebih lengkap gini, kita bisa cek ke aplikasi Huawei Health ya. Kita bisa lihat data data kemarin kemarin, mau soal kualitas tidur, denyet jantung, olahraga, semuanya dijabarin detail. Huawei ngeklaim kalau algoritma datanya udah lebih akurat lagi lewat sistem TrueSleep 5.5. Fitur fitur penting lain, kayak built in GPS juga udah ada, itu biar kita nggak bergantung sama GPS HP pas mau mantau rute olahraga outdoor. Kalau tahan air ya udah pasti lah, wearable semanapun harus tahan air, harus aman, diajak berenang, gitu gitu. NFC pun sebenarnya ada, tapi di Indonesia, fungsi yang aktif itu cuma buat gantiin kartu akses sih. Kayak kartu member, atau kunci apartemen, atau buat kartu akses kantor juga bisa. Masuk nggak? Ya masuk. Masuk ya? Fungsi buat bayar kontakless yang tap tap doang itu, cuma aktif di China doang. Di Indonesia, fungsinya emang belum terlalu kepake sih, tapi siapa tau kan ada orang Singapura, atau Jepang, atau Inggris, yang bayar apa apa itu, MRT, di mall, udah serba tap doang, dan mereka nyari referensi ke sini, siapa tau ya itu info penting. Ya mau dimanapun anda tinggal, mau di Indonesia, Jepang, Inggris, ya pasti seneng lah kalau smartwatchnya itu nggak usah dicas setiap hari. Ya contohnya kayak Watch Fit 3 ini, pas saya baca speknya, Huawei bilang kalau dia bisa tahan sekitar 7-10 hari. Tapi pas saya coba pake jalan, mulai dari 24 April sore, baterenya di 99% ya, terus pake terus. Dimanapun selama saya jalan, notifnya hidup, always on mati, dia bisa tahan sampe tanggal 8 Mei Siang, alias 14 hari, 2 minggu, masih nyisa 5%. Mantap dan lega sih, soalnya saya lupa bawa chargernya ya, yang cuma seuntai kabel doang ini. Mau dicas wireless, pake powerbank, atau wireless charger, sayangnya masih belum bisa. Untung baterenya awet ya, jauh lebih awet dari Apple Watch yang bisa tahan 2 hari aja, itu udah syukur. Jadi kesan saya buat Huawei Watch Fit 3 ini positif banget lah. Rekomen buat yang nyari smartwatch kotak, harga bersaing, kualitas Huawei. Posisinya juga pas, dia di bawah 2 jutaan, enak buat yang nyari smartwatch gaya yang isinya melimpah. Kalau misalnya anda nyari yang paling basic, ada Huawei Band 9. Kemaren dia juga baru launching, harganya ratusan ribu sih. Wearables yang fiturnya itu udah cukup banget lah buat banyak orang. Kalau mau yang lebih premium, udah ada Huawei Watch GT4, itu udah pernah kita bahas. Kalau yang kebutuhannya spesifik, ya itu udah lebih macem-macem lagi sih. Jadi gitu aja review GadgetIn buat Huawei Watch Fit 3. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Variannya banyak. Apa ini? Ini... Yang kulit, kulit... Nah ini nih. Kalau ini praktis aja. Ssep, ssep! Bois... Iya... Closed caption by @subbiox.id

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

Apple Watch

Apple Watch adalah smartwatch premium dengan fitur kesehatan dan kebugaran terlengkap untuk aktivitas harian. Apple Watch menghadirkan pemantauan detak jantung, notifikasi pintar, dan integrasi ekosistem Apple yang seamless.

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.