Jungkat

Saya masih mindblown sama harga POCO X8 Pro Max... (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Halo guys, David di sini dan kita bakal cobain Poco X8 Pro Max. Yep, sekarang Poco juga main Pro Max, Pro Maxan. Dia ini varian yang lebih tinggi dari Poco X8 Pro, yang kemarin udah kita review, barangnya ada di sini. Nah, versi Pro Max ini punya prosesor yang jauh lebih bagus, ukuran lebih gede, baterai pecah rekor se-Indonesia, soal harga juga luar biasa, karena buat varian RAM 12256, harganya Rp 6,699 juta. Buat varian 12512, kenaknya di Rp 7199 juta. Itu udah termasuk murah buat standar tahun ini. Apalagi buat first sale-nya, Poco Indonesia juga ngasih subsidi Rp 600 ribu buat kedua variannya. Bikin harga si Pro Max ini jadi nggak pake mikir lagi, kalau anda cari HP yang paling kenceng di kelasnya. Atau baterai yang paling gede di pasaran. Dan semoga stok subsidi-nya banyak ya. Semoga yang emang niat beli dan pake bisa kebagian. Nggak disedot oleh tengkulak doang. Saya agak ngeri-ngeri sedap soalnya Poco Indonesia dengan jelas nempelin tulisan Limited Availability, alias ketersediaan terbatas. Jadi buat amannya, saya bakal ngeliat si Poco X8 Pro Max ini pake harga non-subsidi aja ya. Harga normal yang stoknya hampir pasti ada terus. Let's go kita mulai dari unboxing dulu. Disini desainnya kelihatan sangat standar sekali. Kayak Poco X yang biasa. Disini ada Poco X8 Pro Max. Jadi namanya lumayan panjang dibanding si 8 Pro. Dia desainnya mirip-mirip aja. Disini ada logonya Poco. Di sebelah kanan Di kiri ada Powered by Xiaomi Hyper OS. Di bawah polos, di atas polos, dan di belakang ada banyak sekali spek-spek kunci yang dibanggakan dari Poco X8 Pro Max. Salah satu yang dibanggakan juga tentu aja dia dibuat di Indonesia. Terus ada garansi 15 bulan juga yang melebihi standar pasar yang biasanya cuma 12 bulan. Dan di bawah sini ada yang serem-serem flagship Dimensity 9500S buat prosesornya. Baterainya 8500 mAh. Ini yang paling gede buat HP yang resmi dijual di Indonesia. Chargingnya 100 Watt. Layarnya 6,83 inci AMOLED. Dan kameranya 50 MP dengan OIS. Varian yang kita unbox kali ini adalah yang warna putih dan varian yang tinggi. RAM 12 GB, internal 512 GB. Bukan yang 256 GB. Langsung kita buka saja. Kita lihat kelengkapan dari HP 6 jutaan atau 7 juta ini. Kalau harganya normal kita dapetin pembatas buku. Poconya beraksi. Di belakang juga ada tulisan Welcome to Poco, Terima Kasih, dan lain-lain. Terus ada box yang isi kelengkapannya. Biasanya ada ini kartu petunjuk. Terus ada stiker. Ini standar. Semua HP Poco dapet. Dan ada casing silikon yang juga biasa sih. Ada di HP Xiaomi, ada di HP Poco. Ini glossy, belakangnya garis-garis. Dan dia polosan saja. Di sini ada SIM Ejector. Oke. Terus ada HP-nya si Poco X8 Pro Max. Ada spek yang tadi udah kita baca di belakangnya. Taruh dulu. Di sini dapet charger 100 Watt. Tubangnya Type A USB. Dan di sini ada kabel buat charging USB A to USB C. Jadi, kelengkapannya standar. Tidak ada yang dikurangin, tidak ada yang dilebihin. Aman aja. Nah, buat HP-nya sendiri. Ini 6,83 inci. Jadi dari layarnya udah lebih gede. Daripada Poco X8 Pro yang layarnya 6,59 inci. Ini jelas berbeda ya. Terus, yang kita unbox kali ini adalah varian warna putih. Kita lepas dulu ini. Ini desainnya standar saja sih. Ini bukan Poco yang edgy dengan warna kuning hitam buat bodi belakangnya. Atau ada jendela gede yang ternyata diikutin brand-brand kayak iPhone juga. Kali ini ternyata Poco dia mainnya simple-simple saja. Dengan 2 kamera, kapsul gini aja. Terus warnanya putih juga. Dengan ada garis-garis di sini ya. Kalau kita pantulin cahaya baru lumayan kelihatan garis-garisnya yang berujung ke warna putih yang agak sedikit keabuan. berasa ada 2 tone gitu. Kalau misalnya anda nggak suka warna putih, ada juga varian warna biru dan warna hitam. Ini semuanya pakai bahan fiberglass. dia campuran kaca dan plastik. Desain kayak gini lumayan mirip kayak Poco X7 Pro tahun lalu ya. Ini yang valuenya gila-gilaan di 4 jutaan kemarin. Masih jadi legend, udah diterusin oleh X8 Pro. Cuma DNA dari X7 Pro tahun lalu masih ada di si Pro Max ini. Kalau kita bandingin sama varian Pro biasa, kita bisa melihat ada beberapa perbedaan yang lumayan mencolok atau nggak ya. Langsung kelihatan nggak kalau yang Pro Max dia ada bingkai kameranya, ada tonjolannya. Sementara yang Pro dia cuma pakai garis glossy aja. Jadi, dia mulus rata aja cuma ada tonjolan kamera. Sementara yang Pro Max ada bingkai. Terus Pro Max ada IR Blaster. Si Pro-nya nggak ada karena kalau Pro dia mainnya di atas. IR Blaster. Kalau LED Flash sama. Di sisi kanan dia sama juga. Mau warna hitam, mau warna putih. Dia ada satu aksen lis warna merah di tombol powernya. Terus di sisi atas Pro Max ada speakernya. Si Pro nggak ada kalau Pro di earpiece. Tapi si Pro Max nggak ada IR Blaster karena ada di belakang tadi. Di kiri dia sama aja, polos-polos. Kalau di bawah Ada speaker, port type C, mikrofon, dan slot dual nano SIM. Bedanya kalau yang Pro Max dia udah support e-SIM. Jadi itu sangat nyenengin buat orang yang udah mau migrasi ke e-SIM atau orang yang sering keluar negeri. Terus mau beli nomor paket kuota dari internet. Pesen langsung masuk. Nggak usah kirim-kirim lagi. Itu saya suka. Selalu kayak gitu sekarang. Makanya kalau HP nggak ada e-SIM rasanya udah agak kehilangan. Dan si Pro dia belum ada. Pro Max udah ada. Itu aja sih bedanya. Tampilannya kelihatan mirip dengan sedikit perbedaan. Terus fiturnya juga ada tambahan e-SIM. Pake fiberglass. Dia fiber chambernya lebih gede. 500mm persegi karena bodinya juga lebih gede. Gitu aja sih. Kalau dari berat coba. Dari ada timbangan nggak? Karena namanya Pro Max baterai juga gede banget. Harusnya dia lebih berat. Ini juga di tangan lebih berat sih. Kalau Pro dia 200 gram tanpa screen protector. Karena kemarin kami lepas biar syutingan reviewnya lebih cantik. Kalau ini masih ada screen protector. Plus dia lebih gede. Dia di 220 gram. Beda sekitar 10%. Jadi kalau misalnya nggak suka HP yang gede-gede. Kalau udah denger HP ada nama Pro Maxnya pasti udah agak anti gitu ya. Apapun yang Pro Max harusnya gede. iPhone. Oppo juga Reno Pro Max kemarin. Terus apa lagi yang Pro Max? iPhone nggak Pro Max. Samsung nggak mungkin Pro Max. Ya Poco Pro Max. Itel dia kiblatnya ke Samsung. Kalau Itel S26 Ultra. Terus A5 atau A berapa ya. Jadi ada kiblatnya sendiri. Sekarang kita hidupkan saja Poco. Powered by Android. Nama Pro Max emang bisa jadi nilai tambah. Karena speknya pasti lebih bagus. Tapi banyak yang nggak suka juga ya. Kayak saya kalau iPhone selalu yang Pro. Kalau Iqbal juga kemarin Pro Max sekarang yang Pro. Terus ada banyak yang suka sama iPhone Air. Galaxy Note Edge yang tipis. Tanpa perlu tau speknya kayak gimana. Yang penting lancar. Yang penting HPnya nggak gede. Itu udah aman. Jadi wajar banget kalau ada yang bilang kalau HP gede kayak Pro Max ini adalah sebuah kelemahan. Pegangnya pegel lah. Terus masuk kantong agak turun lah. Balki lah. Apalagi ya kantongnya harus khusus. Ya kalau jeans yang rapet susah masukinnya. Apalagi naik motor lagi. Ya gede. Ya memang ada plus minusnya lah. Cuma kalau mau pamer spek emang yang Pro Max itu paling mantep. Misalnya dari layar yang lebih lega. 6,83 inci. Orang mungkin nggak terlalu mikirin ya. Kalau spek lain dari layar si Pro Max ini sama aja. Kayak yang Pro biasa ini. Lebih berasa ukurannya. resolusi tetap 1.5K. Dari refresh rate dia tetap 120Hz. Dari brightness juga sama. Dia tetap mantep banget. Buat dipake di luar ruangan. Mau setarik ini pun masih jelas. Kaca juga masih sama-sama Gorilla Glass 7i. Kebuka gemini lagi. Nggak sengaja. Panelnya juga tentu aja AMOLED. Oh sama satu yang lebih bagus di Poco X8 Pro Max adalah sensor fingerprintnya yang udah ultrasonic. Bukan optical kayak yang Pro. Jadi bedanya kalau misalnya layarnya ada sedikit baret atau air. Ultrasonic bakal lebih akurat karena dia sistemnya pake suara. Jadi dari layar yang varian Pro Max jelas lebih puas. Sama yang bener-bener diandelin di Pro Max adalah prosesornya dong. Dia pake Dimensity 9500S yang skor benchmarknya kami dapet 2,8 juta. Buat Antutu versi 11. Poco sih ngeklaimnya dia bisa sampe 3 juta ya. Tapi yang unit yang kami coba ini dia sekitar 5% sampe 10% lebih sedikit. Dan itu wajar banget. Si IQ ini aja yang ngeklaim benchmarknya sampe berapa waktu itu. Pas kami review ya dia lebih kecil dari itu. Jadi klaim-klaim brand emang pasti yang maksimal banget ya. Nggak tau tuningannya gimana. Cuma asal dia missnya nggak terlalu jauh. Dan skornya tetep setinggi ini. Itu udah serem. Yang perlu diingat Dimensity 9500S di Poco X8 Pro Max ini. Walaupun namanya tinggi ya 9500. Tapi dia ada huruf S nya. Yang artinya agak disunat. S tuh sunat ya. Benchmarknya sekitar 25-30% lebih rendah dari yang 9500 biasa. Jadi jangan kejebak sama huruf S nya itu. Kalau mau dicari saingan yang sekelas. Dia kayak Snapdragon 8 Gen 5 di IQ 15R ya. Cuma IQ ini harganya udah 7-8 jutaan. Sementara si Poco 6-7 jutaan buat harga regular. Jadi nggak bisa terlalu dibandingin juga. Bukan setara harganya. Dan satu lagi Dimensity 9500S ini. Spek teknisnya itu sama persis kayak Dimensity 9400 Plus. Yang dipake di Xiaomi 15T Pro. Yang harganya sekarang di 10 jutaan. Jadi semoga lumayan nangkep ya. Kenapa prosesor dari si Poco ini bisa dibilang murah banget. Karena dia ini sebenernya setara kayak HP 10 juta. Atau setara kayak si IQ. Yang waktu itu udah kita bilang murah. Poco bisa lebih murah lagi. Kalau dibandingin sama X8 Pro. Yang selisih harganya itu sekitar 1,5 juta. Si Pro Max dia bisa 30% lebih tinggi ya. Skor benchmarknya. Jadi kalau kita cuma ngeliat dari skor benchmarknya aja. Pro Max ini bener-bener serem dari yang udah serem. Buat LEDnya kalau MLBB dia nggak hidup ya. Saya udah cari ke backlight. Udah on. Terus game lightingnya dia nggak ada MLBB. Adanya PUBG sama COD aja. Setting Ultra HD 120 fps. Sudah wajib. Wow. Kena dong. Wih. Mayan nih. Ini langsung puas. Dan kita bisa liat hasil frame ratenya. Setelah dimainin beberapa game. Tentu saja dia sangat mulus di 120 fps. Dan suhunya juga adem banget. Kalau buat main game enteng. Nggak sampai 40 derajat. Udah santai lah. Kenal lagi nggak? Sekarang Genshin coba. Kita loading. Ini pake storage UFS 4.1. Ya ngebut sih. Langsung nyampe. Pindah region. Sip. Kita bully dulu si boss naga-naga ini. Pake Dimensity 9500S. Yang bisa dibilang lumayan rebranding dari 9400+. Sangat meyakinkan sih. Karena Xiaomi 15T Pro kemarin juga punya performa yang bagus. Jadi ini sikat saja lah. Ulti-ultiin aja lah. Jangan sampai terbang dulu dah. Nah oke. Lancar sekali. Motoran dulu. Dan hasilnya mantap ya. Ini anda bisa lihat sendiri. Grafiknya mulus. Rata di 60 fps. Walaupun grafiknya udah kita setel ke highest. Selama 30 menit tidak ada drop-dropnya. Dapetin rata-rata di 59-an fps. Jadi performanya udah kenceng sesuai benchmarknya. Cuma yang harus diingat kalau kita nge-push banget, gaspol banget. HPnya lumayan panas ya. Dapetnya bisa sampe 45 derajat. Sekarang bedanya HP flagship kayak yang elite-elite itu sama yang 9500 beneran. Bukan ke fpsnya lagi. Tapi lebih ke suhunya. Kalau elite beneran itu udah adem 42 derajat mungkin. Kalau yang mid-range agak atas kayak si S ini. 9500S. Dia masih harus abisin nafasnya. Sampai kepanasan. Cuma ini kan harganya 6 juta. Bukan flagship yang harganya 2 kali lipat. Jadi... Begitulah value buat performanya terlalu tinggi ini HP. Kalau buat baterai 8500 mAh-nya sendiri. Karena ini masih unboxing jadi belum ada banyak data. Abis ini kami bakal coba tes-tes dulu buat main game. Sama buat yang streaming video Youtube nanti. Jadi kita bakal tulis di sebelah sini datanya. Harusnya jauh lebih awet dari Poco X8 Pro ya. Bakal dikasih perbandingan juga. Ini 6500 mAh. Ini 8500 sekitar 30%an lebih tinggi. Speakernya gimana ya? Semoga sama bagusnya kayak si versi Pro. Karena Pro ini speakernya salah satu yang paling bagus buat harga 5 juta. Asik ya. Detailnya dapet. Bassnya juga berasa. Volumenya kenceng. Suka sih. Saya suka. Ini nilainya bisa 8,5 sampai 9. Buat kelas mid-range. Bahkan bisa kayak flagship. Jarang-jarang kita ngefibes kayak gini waktu unboxing. Karena speakernya biasanya 7 atau berapa. Asik. Tapi nggak lebih bagus dari Pro sih. Feelingnya. Walaupun dia punya ukuran yang lebih gede ya. Cuma sama bagusnya. Mungkin speakernya bisa bagus karena mereka udah transfer ilmu dari Poco F8 Pro series kemarin yang collabnya sama Bose. Jadi wah bagus juga ya tuningannya. Kita belajar aja, contoh aja. Dan X juga dapet. Cakep. Terus... Oh iya tadi saya ada senggol soal LED flashnya ya. Karena si Poco X8 Pro Max dia sama kayak X8 Pro ini. Dia punya LED-LED di modul kameranya. Mari saya tunjukkan. Kalau di setting tulisannya backlight effects bakal muncul settingannya. Cuma buat gaming MLBB tadi dia belum termasuk cuma 2 game aja. Tapi dia bisa aktif kalau ada notif dari aplikasi yang kita pilih. Terus dia bisa aktif kalau kita pake timer kamera. Terus kalau ada telepon masuk. Kalau kita lagi ngecas dia bakal hidup. Misalnya disini kita aktifin timer 5 detik. Nggak kompak ya LED sama. Bunyinya lebih kenceng. Tapi LEDnya santai. Itu sih keluhan kita di varian Pro kemarin. Karena softwarenya sama kan. Fitur yang bagus ngebantu tapi nggak semateng itu. Mungkin lebih ke notifnya ya. Jadi kalau kita lagi taruh HPnya terus kita liat bulet-bulet. Wih ada notif. Terus kalau ngebahas HP Poco atau Xiaomi. Tentu saja kita harus memastikan. Apakah HP yang harganya sebagus ini. Karena ada selipan iklan-iklan. Paling gampangnya pas kita mau ganti wallpaper. Nggak ada lho. Widget. Nggak ada. Biasanya ada nyelip-nyelip disini. Tema. Tidak ada. Ini bukan. Ini mah saran tema doang. Oke oke ngejutin. Kalau kita ganti wallpapernya. Biasanya udah muncul lho dengan gampangnya. Saya kasih contoh si Pro biasa aja ya. Misalnya disini mau ganti wallpaper. Dia bakal muncul. Tuh langsung disambut. Si Pro Max belum ada. Tidak bisa dipercaya sih. Too good to be true sih. Kalau beneran tidak ada iklannya ya. Aneh sih. tidak ada iklan. Kita coba cari dimana lagi ya bentar. Dimana lagi. Oh iya biasanya disini nih. Di swipe. Misalnya. Walah ini baru. Ngapain udah keluar OVO ya. Biasanya kayak gini-gini nih. Coba kita cek bagian lain yang pasti ada iklannya. Misalnya kita mau ke app drawer. Dia bakal muncul seperti ini. Ini fitur yang bisa dimatiin buat search gini. Cuma kalau kita lupa matiin. Itu bakal jadi kesempatan buat ngasih ads. Terus ngasih ads. Terus ada ngasih ads lagi. Jadi ada 3 ads dalam 1 fitur swipe saja. Cara matiinnya kita tinggal pilih menu yang ini aja. Open search setelah buka app drawer. Dia bakal hilang semua. Kalau misalnya kita swipe ini langsung hilang. Tidak ada lagi. Nah disini kita coba aktifin. Iya loh pilihannya lebih dikit loh di Pro Max ini. Yang bisa selip-selip iklan tadi juga nggak ada. Yang open search setelah buka app drawer. Disini tidak ada yang Pro Max. Padahal itu kan fitur penting. Kalau misalnya kita mau cari aplikasi dengan cepat. Kita tinggal ketik aja aplikasinya apa. Bakal langsung muncul. Sekalian selipin iklan. Cuma di Pro Max ini bisa nggak ada. Antara Poco tidak mau nyelipin iklan. Atau mereka hilangin fitur yang seberguna itu ya. Ya saya lagi sarkas ngomong. Itu nggak guna sama sekali buat saya. Cuma jadi ladang iklan doang. Tapi kok di Pro Max ini belum ada ya. Kalau misalnya Poco Indonesia bisa ngejaga non iklan kayak gini. Saya udah nggak tau lagi. Bener-bener absolut cinema banget. Karena harganya sangat tidak masuk akal. Biasanya Poco ngambil ekstracuan itu dari iklan yang diselipin. Biar bisa balik modal. Atau ada untungnya buat ngegaji karyawannya. Tapi kalau nggak ada iklan. Ada subsidi pula. Saya nggak tau duitnya mereka dapetnya dari mana. Jadi mungkin bulan depan bakal ada lewat update. Karena iklan bisa dihilangin lewat update. Tentu iklan juga bisa dimunculin lewat update. Buat sekarang semoga tidak ada ya. Luar biasa kalau tidak ada iklan. Sekarang kita cobain kameranya dulu dah. Kita pake si Xiaomi S7. SU7 Ultra buat jadi modelnya. Ini mobil yang cakep sekali. Coba bandingin sama Poco X8 Pro. Spek keduanya sama ya. Kalau kita cuma liat angka F-nya. Atau ukuran sensornya. Atau ukuran pikselnya. Ya tapi ternyata kedua HP ini pake sensor yang beda. Kalau Poco ini pake Sony IMX. Kalau si Poco yang ini dua-duanya Poco. Yang Pro pake IMX. Yang Pro Max dia pake Litia 600. Jadi kayak ada sedikit perbedaan generasi dari penamaannya. IMX kan nama lamanya Litia. Dan kalau dibandingin. Kita langsung tembak suasana malam aja. Biar paling jelas kalau ada kamera yang kurang oke. Paling keuji disini. Anda udah liat beberapa. Dan mungkin susah bedain ya. Cuma kalau kita ngeliat detailnya. Saya agak condong ke Pro Max. Pendaran cahayanya lebih rapi. Sama garis-garisnya itu juga lebih tegas. Kalau yang Pro Max. Warna juga lebih pekat. Sedikit lebih kontras dari Pro. Yang kemarin saya kasih komen. Kalau dia terlalu terang. Atau agak pudar-pudar kekuningan gitu ya. Jadi walaupun speknya keliatan sama. Tapi perbedaan sensor. Atau mungkin ada beda prosesor juga ngaruh. Walaupun tipis-tipis aja. Pro Max lebih bagus. Cuma kalau kita bandingin hasil rekaman videonya. Sayangnya. Walaupun Pro Max udah ada rasa-rasa flagshipnya. Lihat si prosesor. Tapi dia tetep punya karakter ala kamera mid-range. Karena dia masih ada jitter yang jelas sih. Halo. Ini rekaman kamera depan. Pake Poco X8 Pro Max. Jadi yang ada Max nya. Cuma settingan rekaman kamera depan. Atau kualitasnya sama-sama aja. Kayak Poco X8 Pro. Yang artinya. Bagus-bagus aja sih. Gak masalah misalnya sekarang. Saya lagi rekam di 1080p 60 fps. Stabil. Dynamic range juga bagus. Di sini gedungnya masih keliatan. Padahal di belakang itu cerah banget. Terik banget. Padahal kalau diam 10 lho. Itu cuaca. Sedang bagus hari ini. Manas juga. Seperti ini kualitasnya. Kesimpulan buat Ini harganya mind blowing. Apalagi kalau di kombo sama promo for sale. Dan yang plot twist itu dia... gak ada iklannya lho. Semoga tetep kayak gitu ya. Bener-bener parah sih. Semoga stoknya berlimpah. Lumayan banyak harapan ini. Semoga keadaan tidak berubah ya. Kalaupun misalnya... Anda dapatnya pakai harga non-subsidi pun. Dia ini masih termasuk murah. Dari saingan yang performanya sama. Ini harganya lebih mahal 1 juta, 2 juta. Ditambah baterai pemecah rekor. Desain yang aman buat semua orang. Suka mungkin gak. Tapi gak bakal anti juga. Materialnya bagus. Display juga wah. Ngeri. Cuma HP ini gak bakal cocok buat semua orang lagi-lagi. Kelemahan di Poco X8 Pro yang lebih murah. Gak ditambel di sini. Ada banyak kamera yang lebih bagus. Di kelas harga 5, 6, sampai 7 jutaan. Daripada X8 Pro Max. Ada HP yang punya 3 lensa. Ada yang videonya lebih stabil. Dan sekali lagi. Mungkin saya udah terbiasa sama HP Poco X, seri F. Saya masih nganggep suatu saat. Dalam sebulan, dua bulan ke depan. Dia bakal dapetin iklan. Nah kalau itu kejadian. Ya itu bakal jadi kelemahan juga. Sama ukurannya yang gede. Bakal gak cocok buat beberapa orang. Jadi ini HP yang sangat-sangat bagus. Harga dan speknya cuma... Tentu saja tidak bakal cocok Gak ada HP yang cocok Like kalau anda suka dengan video ini. Dislike kalau nggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @Subbox.id Poco kok gak ada iklan ya? Masih gak nerima. Damn! Kita lihat bulan depan.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Xiaomi 15T Pro

Xiaomi 15T Pro adalah smartphone kelas atas yang resmi dipasarkan untuk konsumen Indonesia dengan rangkaian fitur dan spesifikasi teknis yang kuat serta ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi, fotografi profesional, dan konektivitas canggih. Perangkat ini hadir sebagai model flagship pada lini seri T dari Xiaomi di Indonesia pada tahun...

Xiaomi 15T

Xiaomi 15T merupakan smartphone kelas atas yang secara resmi dipasarkan di Indonesia sebagai bagian dari lini seri T terbaru dari Xiaomi. Model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman flagship yang seimbang, dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, kamera hasil kolaborasi dengan Leica, serta pengisian daya yang sangat cepat. Xiaomi 15T...

Poco X8 Pro

POCO X8 Pro hadir sebagai smartphone dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, dan sistem kamera yang lengkap dalam satu perangkat. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang aktif dalam berbagai aktivitas digital. Konsep "Kualitas Flagship dengan nuansa premium" tercermin dari kombinasi spesifikasi yang digunakan. Setiap komponen dirancang untuk...

Poco X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max hadir sebagai smartphone kelas tinggi yang mengusung fokus utama pada performa dan pengalaman penggunaan premium. Perangkat ini membawa chipset MediaTek Dimensity 9500s dengan proses fabrikasi 3 nm. Konfigurasi CPU terdiri dari satu inti Cortex-X925 hingga 3,73 GHz, tiga inti Cortex-X4 hingga 3,3 GHz, dan empat inti...