SD8 ELITE GEN 5 vs DIMENSITY 9500: adu ganas raja chipset flagship 2026🔥 (YouTube Video)
Ada teman gua nanya rekomendasi HP Android yang paling mantap kameranya. Gua bilang, "Coba ini aja nih si Vivo X300 Pro. Tinggal jepret, auto bagus hasilnya." Terus tahu enggak dia bilang apa? Katanya performanya bagus enggak? Soalnya kan pakai Mediatek. [musik] Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua, Romi. Ya wajar sih ya kalau banyak orang-orang yang berpikiran seperti itu mempertanyakan karena kan memang dulunya si Mediatek ini lumayan terkenal, cepat panas dan performanya itu rada-rada lemot. Nah, kebetulan gua lagi megang ada dua HP. Kenapa kita enggak compare tipis-tipis aja? Ini Vivo X300 Pro dengan dimensi City 9.500 dan IQ 15 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Keduanya adalah chipset tertinggi dari Mediatek dan Qualcom. Yuk kita cobain. Bab pertama gua mau jembrengin dulu spek on paper alias spek di atas kertasnya. Kedua chipset ini udah dicetak dengan fabrikasi termukakhir 3 nanm buatan TSMC. Dari sini aja harusnya secara logika performanya itu bakal mirip-mirip ya. Tapi entar kita lihat bareng aja di bahasan bab kedua. Lanjut. Spek-nya total core-nya ini sama ada delan tapi konfigurasinya beda. Di mana Snapdragon ini pakai dua big core 4,61 GHz sementara di Man City cuma satu big core 4,21 GHz. Nah, untuk GPU-nya Snapdragon as always pakai Adreno serinya 840 dan di Man City pakai Mali dong serinya G81 Ultra. Untuk spek teknis lainnya kalian tinggal pause aja videonya buat baca nih tabelnya. Oke, sekarang kita masuk bab kedua untuk pengujian benchmark sintetis. Paling pertama pastinya AnTutu benchmark gua pakai versi 1107. Pengujian dilakukan di suhu ruang sekitar 26 derajat celcius dengan mode balance. Skor tertinggi yang bisa gua dapat di D dimensity 9.500 adalah 3,3 juta. Sedangkan di Snapdragon gua bisa dapat R3,8 juta. Tapi tentunya kali ini kita fokus ke skor CPU dan GPU aja biar lebih Apple to Apple. R992.000 melawan Rp1.169.000-an. Gap-nya cukup jauh ya 176.000 R000 poin. Ini hal yang wajar kalau kita ingat si dimensity ini cuma punya satu big core. Udah gitu speed-nya juga akan lebih rendah. Sedangkan skor GPU ini agak mendingan selisihnya ya, cuma 80.000 poin, yaitu Rp1.290.000 lawan Rp1.372.000. Kenaikan suhunya di sini enggak beda jauh, masing-masing 5,9 derajat dan 5,1 derajat celcius. Lanjut skenario kedua. Kali ini gua aktifin boost mode di X300 Pro dan monster mode di IQ 15. Skornya sama-sama naik. Di City nyaris Rp3,6 juta, Snapdragon hampir R4 juta. Tapi lagi-lagi kita fokus ke skor CPU dan GPU aja. Skor CPU di Man City kali ini bisa tembus R1 juta dan skor Snapdragon naik ke R,2 juta. Ya, intinya kalau di AntTu ini skor CPU dan juga GPU dari Snapdragon itu masih bisa mengungguli dimensi City. Cuma lucunya kalau di bus mode ini, ini kayak janjian ya, karena kenaikan suhunya itu sama-sama di 16,8 derajat celcius. Kok bisa sama kayak gini ya? Lanjut lagi di skenario ketiga. Ini rada ekstrem. Gua tes sekali lagi. Tapi kali ini gua taruhnya di dalam kulkas. Akhirnya baru deh nih skor overall Snapdragon bisa nyentuh Rp4 juta, sedangkan di Man City di Rp3,6 juta. Kalau di suhu ambience yang dingin kayak gini, kenaikan temperatur Snapdragon ternyata bisa ditahan lebih baik dibanding di Man City. Sekarang kita move on ke Geek Bch 6. Di sini ada tiga pengujian. Yang pertama di benchmark CPU kita dapat skor yang seru ya, bersaing ketat. Score single core dan multiore kedua chipset ini beda tipis aja seperti yang teman-teman lihat nih. Next, di benchmark GPU dengan API Open CL, perbedaan skornya juga masih tipis, cuma beda 1000 poin. Sedangkan di pengujian API vulcan, perbedaan skornya malah makin tipis lagi. Seru banget ya. Ini bedanya cuma 700 poin. Nah, gimana kalau dipakai kita geber buat main game dengan durasi yang lama? Nah, untuk mencari tahu jawabannya kita coba simulasi pakai stres tes dima kita pakai yang wild life karena ini yang paling banyak orang pakai. Tes ini berlangsung nonstop 20 menit dan surprisingly angka stability dimensity 95.500 lebih baik dari Snapdragon 8 Elite Gen 5. Ya, walaupun sebenarnya angkanya ini sama-sama rendah ya, enggak sampai 50%. Nah, untuk skor performanya di sini Snapdragon angka tertingginya bisa nyentuh 23.000 poin, sedangkan Dimens City cuma 21.000 poin. Tapi untuk skor terendahnya ternyata tinggian Dimens City ya ini karena lebih stabil. Jadi penurunan performanya enggak seanjlok Snapdragon. Selama 20 menit pengujian ini, suhu tertinggi Snapdragon nyentuh 52 derajat celcius. Lebih tinggi dari Density yang cuma naik ke 47 derajat Celcius. Lumayan berasa sih ini bedanya ya sampai 5 derajat celcius. Dan sekarang kita masuk ke bab terakhir untuk gaming test. Gua enggak nyoba pakai game yang cemen atau game sejuta umat macam Gensin Impact, tapi gua pakai game Red Dead Redemption by Netflix. Nah, di sini ternyata Snapdragon 8 Elite Gen 5 udah dapat benefit bisa running di mode performance. Mode ini bikin frame rate-nya bisa naik ke 40 fps. Sementara di Mer City 9500 belum dapat mode performance, cuma bisa mode fidelity yang jalannya itu di-lock di 30 fps. So, untuk game terbaru dan seberat Red Dead Redemption ini lebih lancaran di Snapdragon ya. Tapi sebenarnya untuk kualitas gambar sih ya ini enggak terlalu beda jauh, sama-sama bagus. Nah, berdasarkan hasil benchmark yang udah kita lihat bareng-bareng barusan ya, kesimpulannya buat teman-teman yang mungkin ya sampai sekarang masih meragukan Mediatek, saat ini Mediatek sudah tidak seperti yang dulu lagi di Dimens City 9500. Apalagi ya ini jepset tertingginya yang lebih dulu rilis dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang ada di IQ 15 masih bisa menyaingi dengan fabrikasi yang sama-sama tinggi 3 nanm. Konfigurasi chipset yang juga sama-sama oke, clock speed-nya juga tinggi, ternyata gap atau perbedaan performance-nya enggak terlalu beda jauh alias masih bisa bersaing dengan ketat. termasuk juga untuk ee suhu ya, kenaikan suhunya nih cukup bisa diredam dan angka stability-nya somehow bisa sedikit lebih baik dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5. So, buat teman-teman yang mencari HP Android flagship, sebenarnya zaman sekarang udah enggak terlalu pusing-pusing amat lah ya eh nentuin mana bagusan Snapdragon ataupun si MediaTek dengan Demand City-nya. Karena dua-duanya ternyata sama-sama bisa diandalkan dengan perbedaan yang tipis aja. [musik]
