Sebelum Harganya Naik Lagi !! ini Laptop Pilihan DK ID !! (YouTube Video)
Makin ke sini dunia itu makin ngeri. Bukan selat hormus aja yang bikin kita antisipasi, tapi perihal aliensi. bikin pasokan teknologi semakin mati yang akhirnya bikin semua harga itu makin menjadi-jadi. Tapi mending dengerin dulu kita kali ini karena kita bakalan ngasih rekomendasi dengan standar tinggi. Ya udah daripada jatuhnya nanti salah beli, selamat menonton yang hidupnya masih penuh dengan teka-teki. Hai Andika, Guys. Di sini udah jadi rahasia umum lah ya kalau spart komponen RAM, SSD, chipset itu semuanya harganya naik. Karena semuanya itu tersedot ke pabrikan AI di mana pabrikan RAM lebih memilih untuk memasuk ke servernya AI. Terus juga perang wah makin menjadi-jadi. Dan yang paling ngeri kalau kalian tahu 90% pasukan cip canggih di dunia itu diproduksi oleh TSMC di Taiwan. Masalahnya meskipun Cina dan Taiwan ini adalah entitas yang berbeda, pasokan logistik dan bahan baku cip ini beresiko besar tertahan di Selat Taiwan. Dan kalian tahu Selat Taiwan itu selama ini diklaim masuk ke kedaulatannya Cina. Dan kalian juga pasti tahu perang dagang, perang teknologi antara Cina dan Amerika itu perang dinginnya udah bertahun-tahun lah. Ditambah lagi banyak manuver geopolitik belakangan ini yang bikin aliansi makin kubu-kubuan. Jadi, supply teknologi sepertinya di 2026 ini bakal lebih menarik lagi. Kalau kita ngomongin itu sebenarnya agak geopolitik, agak makroekonomi, kejauhanlah. Mending sekarang kita fokus ke judul video kita kali ini aja. Rekomendasi laptop dengan standar harga yang udah menjadi-jadi karena ya memang udah enggak ada pilihannya. Tapi paling enggak tim DKID udah ngumpulin beberapa laptop pilihan kita yang harganya itu benar-benar kita paksakan untuk masih masuk akal walaupun harganya juga masih tinggi. Dan laptopnya allrounder lah bisa dipakai untuk desain 2D, coding simpel sampai AI programming masih bisa dan masih bisa dipakai untuk game-game kompetitif dan juga casual. Dan kriterianya juga udah kita bikin lumayan ketat karena kan harganya naik ya. Kayak contohnya RAM-nya minimal harus 16 GB, 8 GB enggak kita masukin. Layar minimal 100% SRGB. otaknya punya NPU biar bisa AI on devices. Dan yang terakhir, harganya itu enggak boleh lebih dari Rp15 juta. Jadi, ini dia lima laptop rekomendasi back to school pilihan DKI. Langsung aja kita mulai ke laptop yang pertama. Ada Advan AI Gen Intel Ultra 5125 yang harganya itu di Rp9,1 juta. Spesifikasi pertama cocok nih buat kamu mendang-mending yang teriak-teriak, yang butuh spek layak tapi dompetnya ceka. Karena bayangin aja di harga Rp9 juta di kondisi kayak gini dia dapat Intel Core Ultra 5 dengan RAM 16 GB itu jarang ditemui di brand lain. Nilai plus laptop ini jelas ada di value to performance-nya yang beneran enggak masuk di akal kalau dilihat di kondisi saat ini. Karena brand-brand lain itu harganya udah di Rp1 jutaan, ada yang Rp1 jutaan. Untuk stornya juga cukup gede di harga Rp9 jutaan. Tapi kalau misalkan kurang, Advan ngasih opsi upgrade sampai 2 TB. Plus secara ber quality juga udah mantap, solid, enggak ada kopong-kopongnya. Terus sistem pendinginannya juga proper, dia pakai dual fan. Jadi performanya kalau dipakai untuk compile atau editing ketika pick itu masih bisa stabil, enggak throttle, enggak turun TDP-nya. Nilai minus dari laptop ini mungkin di bobot ya, karena dia enggak ada dedicated GPU-nya, tapi bobotnya lumayan di 1,4 kg. Jadi kalau untuk mobilitas yang ekstrem ya bakalan lumayan sedikit berasa di pundak. Minus lain sebenarnya layar ya, bukan minus ya, masukkan aja kalau misalkan Advance mau masukin SKU lain atau seri yang sama. Tapi kalau misalkan ditambah R1 juta lagi terus bisa dapat layar OLED, beh menurut saya bakalan lebih cakep lagi sih. Rekomendasi kedua datang juga masih dari brand lokal ya, Guys, ya. Karena harganya memang brand internasional masih lumayan bikin pusing kepala. Jadi yang kedua itu ada laptopnya Polytron si Luxia Pro Ultra 5. Selling poin laptop ini jelas selain sudah memenuhi kriteria kita, bobot laptop ini cuma 1 kg dengan materialnya itu material premium yang dinamain dengan magnesium aluminium. Jadi dia memang solid tapi enteng. Biasanya material magnesium aluminium ini bisa kalian temuin di laptop-laptop flagship kayak harga 15 sampai Rp jutaan. Nah, di Polytron enggak. Harganya itu ada di R jutaan juga. Terus walaupun laptop ini tipis dan ringan, tapi saya salut angkat topi buat sistem pendinginannya. Mereka pakai dual fan juga. Jadi saat pengujian 3D Max skornya sempurna di 99,3%. Kalau dipakai render, lihat aja chart ini ya. Adobe P Pro, 4K ataupun Full HD masih aman. Gaming juga masih sangat playable asalkan bukan game triple A ya. Ini kita coba di Wooding Wave, Valoran dan Dota 2 sih masih aman-aman aja. Kekurangannya masih sama kayak si siapa tadi? Advance ya. Karena advance kan tadi Rp9 juta kecil, ini Rp9 juta gede. Sayangnya layarnya belum OLED. Overall kalau kalian carinya laptop tank dengan build quality yang kokoh, Polytron Luxia Pro Ultra 5 untuk kondisi sekarang ya pas video ini kita buat pas syuting ini ya harganya sih masih Rp10 juta itu masih worth. Tapi kalau misal karena gosipnya harganya bakal naik lagi nanti di akhir April yah semoga enggak lah. Yang ketiga ada brand lokal juga tapi brand lokalnya China ya. Walaupun Advan dan juga si siapa tadi? Polron juga lokalnya China ya. Ini lokal beneran tapi enggak ada white labeling. Jadi namanya adalah Tchno Megabook S14 Intel Core Ultra 5 juga harganya lumayan mahal dibandingkan dengan Advan dan juga si Luxia tadi. Karena harganya pas video ini dibuat Rp1,9 juta. Tapi uniknya laptop ini dia adalah laptop 14 inch paling ringan dengan layar OLED. Bobotnya itu cuma 899 gr. Fun fact, pas saya review laptop ini klaim beratnya itu lebih enteng dibandingkan klaim dari Tekno. Kalau enggak salah sekitar 840 gr. Selisih 50 gr lumayan lah. Bayangin aja beratnya itu kalau misalkan kalian beli martabak terang bulan ya terang bulan itu mungkin sekitar 800 K ya. Agak lebih enteng lah dibandingkan kalian beli martabak dua bungkus. Layarnya udah pakai panel oled 2,8K 120 Hz yang tajamnya dapat dan akurasi warnanya sadis. Jadi buat kalian anak-anak di cafe atau content creator, ini adalah standar layar yang layarnya ini bikin kerjaan kalian itu lebih terlihat mahal. Eh, enggak sih, tapi kalau di Indonesia itu kan jasa editing gratis ya, jadi enggak terlihat mahal juga. Dur pacunya juga pakai Intel Core Ultraf 5 yang udah AI ready buat diajak kerja Rodi. Cuman karena bodinya yang super tipis 1,4 cent, airflow di laptop ini akhirnya agak kurang maksimal. Jadi performanya harus dilimit sama Tekno. Kalau dibanding dengan Luxia Pro, saat kita pakai render selisihnya enggak jauh sih. Di Tnoga S14 ini dengan simulasi yang sama selisihnya 12 detik aja di 4K maupun render full HD. Terus untuk SSD-nya ini SSD yang kencang ya karena pas kita tes dia di 7.000 Mbps r-nya di 6400 Mbps. Kekurangannya paling di jam terbang ya after seales. Saya lebih percaya after seals-nya Axiu Advance atau Polytron ya. Karena kalau Tikno ini dia itu masih pakai service point-nya Care gitu, masih numpang. Jadi jam terbangnya itu belum gede. Terutama untuk service centernya belum merata di setiap kota. Plus ketersediaan spare part-nya masih dipertanyakan. Jadi kalau ada apa-apa ya butuh usaha ekstra untuk laptopnya kembali normal lagi. Lanjut ke rekomendasi yang keempat. Kalau tiga laptop tadi fokusnya itu ke enteng-entengan. Nah, sekarang lebih ke ototnya sih. Ototnya ini kayak kuli dia, kuat banget. Namanya Asersiv Go OLED SVG 1473 P9. Keyiling point utamanya gila banget. Dan harganya selisih sejuta dengan TNO tadi di Rp1 jutaan, tapi masih di bawah Rp15 juta. Bayangin aja kalian dapat 16 skore di laptop tipis yang artinya buat kalian yang kerjanya mainan infrastruktur, web desain, atau multitasking ribuan tab, laptop ini bakal lahap semuanya tanpa ampun. Walaupun memang prosesor yang dipakai bukan yang terbaru ya, tapi performanya gak bisa diremehkan. Bahkan dengan Ultra 7255H enggak selisih jauh. Dan kalau dibandingkan dengan Ultra 7258V yang banyak dipakai di Acer Swift Gu terbaru, performanya masih unggul cukup jauh. Kelebihannya bukan cuma di prosesornya aja, layarnya juga cakep. Layarnya ini punya resolusi 2,8K OLED 90 Hz yang super mulus dan tajam. Ditambah lagi udah ada sertifikasi Intel Evo yang ngejamin baterainya awet dan respon laptopnya sunatset banget pas dibuka. Tapi kalau ngomongin kekurangan bobotnya sih ya. Bobotnya itu di atas 1,3 kg di atasnya standar kita yang idealnya itu menurut kita di 1,2 lah. Kalau di bawahnya lebih bagus lagi. Tapi laptop ini pas dipegang sih kompensasinya yang kalian dapat itu buildatinnya super solid dan tenaganya badak. Dengan estimasi harga di Rp4 jutaan, ini adalah pilihan paling aman buat kalian yang butuh tenaga prosesor murni paling tinggi di kelas harga ini. Lanjut ke rekomendasi laptop yang kelima. Ini adalah laptop yang kalian itu enggak bakalan mikir untuk 2 3 tahun ke depan itu mau ganti laptop atau enggak. Ini laptop yang awet yaitu Asus Vivobook S14. Selling poin utamanya ada di otak Ryzen AI7350 yang udah punya NPU dengan kekuatan 50 TUPs. Ini adalah kekuatan NPU tertinggi di seluruh daftar kita hari ini yang artinya fitur-fitur masa depan kayak generat field di Photoshop atau coding assistant bakal lari kencang tanpa hambatan bahkan di kondisi tanpa internet sekalipun. Kelebihannya makin lengkap karena layarnya udah pakai panel OLED 100% DCI P3 standar kasta tertinggi buat kalian anak DKV yang butuh ranah-ranah semenatik dan juga warna akurat yang mutlak. Belum lagi storagenya di kondisi SSD yang mahal dia ngasih harga eh ngasih storage kapasitas itu 1 TB. Untuk harganya sih mirip-mirip sama Acer tadi di Rp14 jutaan. Terus kalau empat laptop tadi itu diolder di Asus ini enggak. ASUS malah sisain slot kosong untuk kita bisa upgrade. Dan seperti kebiasaan AMD dengan RAM dual channel itu performanya bisa lompat lumayan signifikan. Apalagi kalau kita pinjam RAM untuk VAM EGP-nya. Tapi ya ada kompensasi yang harus diterima ya. Bobotnya ada di lumayan berat 1,4 kg yang sedikit melewati limit ideal kita 1,3 dan dari semua lis laptop tadi dia yang paling berat. Tapi jujur aja berat ekstra itu terbayar tuntas sama performa AI-nya yang paling monster di kelasnya ya. Jadi itu tadi adalah lima rekomendasi laptop kita yang sebenarnya masih ada lagi ya tapi kita sebut di HARBL Mansion aja L ya. Ini karena kita bingung mau masukin atau enggak. Jadi yang pertama itu ada Lenovo, ada Pet Slim 5 14 OLED Ryzen harganya di Rp1.500. Nah, itu tadi kita side to setkan sama Techno. Tapi kenapa akhirnya kita memilih Tekno? Karena di harga yang enggak terlalu jauh, Tekno kasih layar lebih cakep dengan storage yang lebih besar. Cuman kalau misalkan kalian belum percaya dengan brand Techno ya jatuhnya bisa masuk ke Lenovo yang ini. Terus yang kedua dengan SKU yang sama ada Lenovo Dia 75 tapi yang versi Intel yang pakai Intel Core Ultra 5 225. secara harga masih mepet-mepet dengan Acer dan juga Asus Fubook tadi di harga Rp4 jutaan. Tapi akhirnya kita putuskan pilih Acer karena faktor layar yang jauh lebih proper untuk desain. Plus Acer punya build quality yang lebih baik. Intinya dua yang kita mention ini sebenarnya oke tapi kita galau antara dua itu ya. Jadi kalau misalkan menurut kalian dua yang kita sebutin ini bagus, ini laptop bagus kok sebenarnya. Okelah. Jadi itu tadi adalah lima laptop versi allrounder, versinya DKID yang siap nemenin kalian kerja rodi coding sampai gaming tipis-tipis di tahun 2026 ini. Dan cacat ya, ini sekarang saya syuting tanggal tanggal berapa nih? Tanggal 7 April. Nah, enggak tahu upload-nya mungkin 10 April kalau sesuai jadwal. Dan catat 10 April ini kalau kalian bisa beli laptop, beli sekarang karena nanti harganya bakal naik. Saya kasih bocor langsung aja deh. i3 nanti di shipping yang selanjutnya i3 itu harga beli distributor itu aja udah Rp10.400 i3 gen 13 ya. Jadi bayangin untuk yang i5 i7 jadinya berapa. Hm. Y kalian nilai sendirilah. Jadi kalau misalkan udah ada rezekinya dan memang butuh laptop, beli sekarang sebelum harganya naik. Saya budi and see you on the next video. Bye bye.
