Jungkat

Sebelum Kalian Beli Vivobook S 14 versi Ryzen AI 7 350 (YouTube Video)

  • 11/04/2025

Kalau Ryzen AI 9365 di dalam laptop tipis dan enteng itu excellent, gimana dengan Ryzen AI7350? Apakah performanya worth atau malah [Musik] nanggung? Mungkin kalian udah tahulah ya kalau Asus Vivobook S14 adalah sebuah notebook dengan hero model yang dipakai terus-terusan di berbagai SKU. Jadi enggak heran kalau desain dan bentuknya ini mirip sama beberapa SK yang kita bahas sebelumnya, termasuk Ryzen AI9 365 ya. Jadi mungkin kita enggak akan ngomongin desain terlalu banyak lah. Singkatnya, Asus Vivook S14 adalah salah satu ultra book slim dengan lead aluminium yang di depannya itu ada logo Asus Vivobook yang memberikan kesan elegan. Hingch laptopnya dapat dengan mudah dibuka satu tangan dan bisa dilihat di sini layarnya itu dibuat agak melengkung agar tidak menghalangi udara panas yang keluar dari dalam. Nah, untuk ukuran layarnya notebook ini memiliki panel 14 inch OLED yang sayangnya SKU ini masih full HD 60 Hz di mana kakak kakaknya itu kebanyakan sudah 3K 120 Hz tapi ya seenggaknya ini udah OLED lah. Ditambah juga dengan adanya keyboard RGB yang entah kenapa ada di sebuah ultra book. Ukuran touchpad-nya ini udah lumayan gede, jadi udah enak untuk navigasi juga. Ditambah dengan adanya fitur smart gesture yang bisa ngatur brightness, volume, ataupun scrubbing video di ujung-ujung touchpad. Nah, kalau konektivitas ya sama seperti Vivobook S14 yang kemarin kita udah pernah bahas. Di sebelah kanan ada dua USB 3.2 gen one. Sementara di sebelah kiri ada full HD port, 2 USB 4, 1 micro SD card slot, dan audio combo jack. Lanjut untuk jeroannya. Kali ini kita akan membahas AMD Ryzen AI 7350 dengan NPUXDNA hingga 50 tops. IGP-nya dinamakan Radeon 860M yang di mana ini berbasis RDNA 3.5 namun hanya 8 compute units. Di mana ini 4CU lebih sedikit ketimbang Radeon 880 M. Dilengkapi juga dengan 24 gig RAM LPDDR 5X 7500 meg transfer pers-nya sendiri itu berkapasitas 1 TB PCI Gen4 yang bisa kita ganti-ganti. Cukup cepatlah untuk sebuah laptop kerja ataupun buat gaming juga. Nah, kalau RAM-nya masih sama dengan yang versi AI 365, kira-kira performanya apakah bakal sama juga? Ternyata di CineBch skornya ini terpantau jauh loh dari Ryzen AI9365. Bahkan dia masih suka kalah juga dari Ryzen 7 8845HS yang ada di Yoga Pro. Di sini sih konsistensinya ya cukup oke ya, di mana prosesornya enggak kencang-kencang banget. Jadi, ya thermal throating pun itu tidak terasa. Nah, tapi kalau untuk graphic performance ternyata Radeon 860M ini masih kalah loh dibanding Arc 140V-nya Intel Lunarle ya. menandakan laptop ini masih lumayan jauh dibanding kakak-kakaknya itu yang ada di kelasan 19 sampai 20-an juta. Kalau kita ngetes game ya kayak macam Dota 2, frame rate-nya ini masih bisa stabil di 90 fps. Zenless zone zero juga bisa sampai 54 fps. Namun withering waves itu hanya dapat 45 fps aja. Tapi kerennya Black Miss Wukong di sini bisa loh sampai 60 fps walaupun dengan setting mentok kiri. buat software produktif macam Adobe Premiere Pro, render video 4K H265 itu terpaut cukup lama. Apalagi kalau kita bandingkan dengan laptop yang memakai Core Ultra 7 Lunar Lake ataupun Core Ultra 5125. Kemungkinan karena kompatibilitas Premiere Pro dengan Intel itu lebih baik ketimbang AMD. Hanya saja saat diblender dia itu malah lebih bersinar ketimbang laptop-laptop Intel yang memakai Lunar Le. Buat pendinginan, laptop ini sampai memakai dua fan dan dua heat pipe buat cooler laptopnya. Dan karena Ryzen AI7 juga bukanlah prosesor yang haus akan tenaga, suhunya itu hanya mentok di 86 derajat dan stabilnya di 78 sampai 80 derajat celcius. Karena dia juga hanya makan power mentok di 50 watt aja. Sisanya ya stabilnya itu di bawah 50. Suhu surface-nya juga adem banget. Yang bisa sampai 40 derajat itu cuma daerah atasnya aja dan bagian bawah itu benar-benar aman untuk tangan. Menggunakan laptop thin and light zaman sekarang yang CPU dan GPU power-nya itu udah tinggi, seharusnya sih oke ya buat daily driver. Kalau kalian content creator pun sebenarnya udah bisa buat ngedit video berat di sini. Atau kalian misalnya IT yang projjectnya rumit juga masih bisa sih dicompile pakai laptop ini saking CPU power-nya itu sekencang itu. Seperti biasa di dalam My Asus juga kita bisa alokasi V RAM yang di sini bisa sampai 8 gig bahkan. Batery life-nya itu juga bisa sampai 11 jam penggunaan ringan. Jadi efisiensinya itu tidak kalah dari Ryzen AI9 365 bahkan lebih panjang batery life-nya. Adapternya juga hanya berkapasitas 65 watt. Itu tidak sebesar AI9 yang sampai 90 wat karena laptop ini sendiri tidak butuh TDP sebesar itu. Keyboard-nya juga lumayan empuk dengan travel yang dalam. Backlate RGB-nya sih gua prefer yang warna putih aja. But overall, this is a good keyboard. Kameranya ada physical privacy shutter juga ya. Standar Ultrabook mahal. Dan kalau soal NPU, AMD klaim bahwa Ryzen AI 7350 ini bisa mencapai 50 tops yang di mana itu kenaikan yang drastis ketimbang 8.000 1000 series mereka. Kalau kalian ada yang nanya NPU itu bergunanya di mana, sebenarnya ini berguna untuk Windows Studio atau Copilot Plus yang di mana itu belum rilis. Namun sekarang kebanyakan utilisasinya masih belum banyak. Jadi kalau kita mau tarik kesimpulan sebenarnya Vivobook S14 yang memakai Ryzen AI7350 ini adalah salah satu ultrabook yang cukup ideal ya. Performanya kencang, IGP-nya juga bagus dan efisiency-nya juga oke. Apalagi build quality-nya juga cukup mantap. Nah, kalau misalnya kita lihat secara model ini gak terlalu jauh ya sama si Ryzen AI 9365. Cuman yang OLED-nya itu masih yang full HD 60 Hz dibanding yang kalau Ryzen AI9 dia kan udah 3K 120 Hz. Nah, ini membawa kita ke masalah yang pertama. Sebenarnya seberapa nanggung sih ini laptop harganya dibanding yang si Ryzen AI9-nya? Kalau ini bedanya sekitar 4 sampai R jutaan, mungkin gua bilang kalau laptop ini worth it. Tapi kalau enggak kayaknya agak nanggung gimana gitu ya. Di saat gue cari laptop ini di Tokopedia, gua tidak menemukan laptopnya sama sekali. Jadi kalau kalian mau beli secara online itu hanya bisa di Asus exclusive store-nya di harga Rp1,3 juta. Atau kalau kalian mau mencari secara offline, kemarin gua cari cuman di dua mall, yaitu ITC Ambassador dan juga Pondok Indah Mall Jakarta Selatan. Dan itu harganya di Rp18.850.000. Tebak apa? Dengan harga Rp1 jutaan kalian udah dapat Vivobox S4 dengan model yang sama tapi udah pakai e 3K OLED 120 Hz dan Ryzen AI9 365. Itulah yang membuat gua merasa kalau laptop ini agak nanggung ya, agak sayang gitu karena dengan nambah dikit lagi udah dapat yang Ryzen AI9. Jadi buat apa gitu. fiturnya juga sama, bodinya sama, dan lain-lainnya juga sama. Paling ya yang gua sebutkan tadi yang offline Rp18.850.000 itu adalah yang 32 gig RAM dan gua enggak menemukan 24 gig RAM di secara offline sama sekali. Ee palingan kalau kata gua mungkin agak nunggu sedikit ya laptop ini kalau misalnya dia bisa turun ke harga mungkin kayak 15 sampai Rp16 juta. Gua bisa bilang kalau ini worth it. Jadi paling itu aja sih sebenarnya video kita kali ini. Jangan lupa untuk kasih kita like, share, dan subscribe. Di sini gua, Rizki. Always stay safe and stay healthy.

Lihat di YouTube