Sebelum Upgrade ke iOS 26‼️ Experience, Fitur, Problem yang Perlu Diketahui… (YouTube Video)
Jadi, buat kalian yang mungkin masih ragu gitu ya buat upgrade ke iOS 26, saran gua kalau kalian masih maju mundur buat upgrade ke iOS 26, tenang aja karena di video ini kita akan bahas soal apa aja yang bisa kita explore setelah upgrade. Mulai dari settingan yang penting buat kita atur, fitur tersembunyi apa aja yang bisa kita temuin dan apa aja problem yang mungkin bisa kita alami selama menggunakan iOS 26. Tentu kolom komentar terbuka ya, supaya kita bisa berdiskusi dua arah. Jadi buat kalian yang pengin itu bebas ya buat nanya atau mau berbagi pengalaman itu juga boleh soal penggunaan iOS 26. Sip. Kalau gitu ini dia experience menggunakan iOS 26 di iPhone 16 Pro. Let's go. Oke, iOS 26 kompatibel dengan iPhone 11 dan iPhone SE second generation ke atas. Tentu ada beberapa fitur ya di OS ini yang enggak muncul di iPhone versi lama. Nah, nanti lengkapnya gua jelasin aja sepanjang video. Oke, sebagai konteks, gua itu sebelumnya pengguna Android yang baru-baru ini pindah ke iPhone. Pertama kali pindah itu sebenarnya di seri 16 Plus. Nah, pengalamannya itu udah gua ceritain di video yang sebelah sini, tapi gua ngerasa HP-nya ini terlalu gede ya dan akhirnya gua ganti ke iPhone 16 Pro. Buat gua pribadi, ini lebih pas ya ukurannya dan gua gunakan juga buat kebutuhan ngonten yang mana ini gua jadiin sebagai daily driver iya dan buat kerja juga iya. Nah, saat pertama kali pakai ini HP-nya masih di iOS 18 dan adalah sekitar 2 bulan pakai HP-nya dengan OS tersebut. Sampai akhirnya di 16 September lalu itu upgrade ke iOS 26. Dari situ ada beberapa poin yang gua catat dan gua harap bisa ngebantu kalian buat ambil keputusan untuk upgrade atau enggak ke iOS 26. pertama dari settingan apa aja yang harus kita perhatiin setelah upgrade. Nah, saat kita masuk ke iOS 26, kita bisa temuin beberapa fitur dan pengaturan baru yang muncul di home screen, aplikasi bawaan kayak kamera app, files, photos, music, dan lain-lain sampai general setting. Nah, ini kita bahas dari home screen-nya dulu ya dengan desain liquid glass-nya yang bisa kita otak-atik. Nah, jadi kalian itu bisa masuk ke menu customize buat atur bentukan icon dan widgets di home screen-nya. Gua sendiri ini pakai tema clear dark yang lebih simpel gitu dan kontrasnya juga dapat. Atau kalian juga bisa lebih eksperimental dengan tema tinted yang bisa kita selarasin sama warna casing si HP-nya. Tuh misalkan ini gua pakai kuning. Nah, tapi yang menurut gua asik itu soal widgets photos di mana ternyata efek spatial scene itu berlaku juga di sini dan kasih kesan apa ya unik gitu. Pas kita masuk ke home screen-nya. Buat nyalain settingannya kita tinggal hold aja widgets photos dan pilih edit photos. Di dalam kita tinggal nyalain toggle buat spatial scene-nya dan display in full color juga itu ada. Lanjut ke bagian penghemat baterai yang mana Apple sendiri sebenarnya menjadikan settingan ini sebagai default di iPhone 17 series, yaitu adaptive power mode. Tujuannya ini buat ngebatasin performa dan fitur yang berjalan di background ya saat sistem itu ngedeteksi ada penggunaan daya yang berlebih gitu di HP-nya supaya lebih irit. Cara buat aturnya masuk ke bater terus power mode dan nyalain toggle adaptive power. Sayangnya memang enggak semua iPhone kompatibel dengan settingan ini. Hanya iPhone 15 Pro ke atas yang muncul adaptive power-nya. Nah, terus juga di bagian kamera kita bisa otak-atik sedikit soal indikator di bagian atas layar kayak ada flash, live photos, dan action mode. Ini semua gua umpetin ya biar tampilannya itu lebih minimalis. Tapi yang menurut gua perlu diperhatiin adalah format foto capture yang bisa kita ganti ke 12 megapel. Settingan ini bakal menghemat storage iPhone kalian ketimbang pakai versi bawaannya yang 24 megapel. Misalkan dengan jumlah 800 foto lebih, kita itu bisa hemat sampai 1 GB. Hitungannya per foto bisa hemat sampai 1,8 MB. Jadi yang 12 megapel itu sekitar 3 MB. Yang 24 megap sekitar 4,8 MB. Sayangnya memang di settingan 12 megapel itu enggak ada akses fitur ke Fusion kameranya. Nah, selain settingan yang gua sebut tadi, kalian juga bisa temuin beberapa fitur tersembunyi dan jarang diperhatiin di iOS 26. Mulai dari look up photos yang mana sekarang kalau kalian perhatiin di Photos itu ada tanda i information yang bisa berubah icon. Jadi, sistemnya tuh dia bisa ngedeteksi objek atau subjek di gambar. Terus mereka nyediain informasi yang terkait. Misalkan foto hewan ini yang muncul icon pause. Nah, itu kalau kita pencet di bagian atas information-nya ada look up yang berisi informasi sama foto hewan yang serupa. Dan benar ya, ini hewannya namanya Pretty Dog. Beralih ke Apple Music yang jadi lebih keren dengan nyalain animated art biar nampil di lock se jadi keren kayak begini. Dia gerak-gerak gitu. Terus kita juga bisa ganti song transition-nya juga itu ke audio mix biar perpindahan lagu jadi lebih smooth. Pengaturan lainnya itu kita bisa gali-gali di bagian screen capture. Jadi full screen preview tuh. Dan sekarang bisa juga kita atur list album di photos biar lebih rapi sesuai dengan keinginan. Nah, semuanya itu udah kita share kok di YouTube Shorts. Jadi, kalian bisa ngecekin aja. Siri dan Apple Intelligence juga punya beberapa fitur tersembunyi ya, dari yang paling basic itu cara aktiinnya. Kita bisa double tap bawah layar buat teksting sama Siri. Hold power button itu buat ngobrol langsung lewat suara atau yang paling menarik itu hold camera control buat aktifin visual intelligence. Akhirnya kepakai juga nih tombol kameranya ya. Pas screen capture juga bakal muncul fitur AI yang ngumpul di bagian bawah layar kayak ada ask buat nanya ke chat GPT tuh. Terus ada add to calendar sama search yang fungsinya itu mirip kayak circle to search-nya Google. Ini sama-sama bisa ngarahin ke e-commerce kayak Shopee ataupun Tokopedia gitu. Genmoji juga bisa kita akses langsung di WhatsApp ya, tapi di sini bentuknya stiker. Nah, ada satu menu di settingan yang sebenarnya tuh jadi sumber apa ya? Fitur tersembunyi di iOS 26 yaitu aksesibilitas. Nah, fitur ini tuh sebenarnya tujuannya untuk ngebantu pengguna yang butuh gesture khusus supaya bisa maksimalin experience pakai iPhone. Tapi ini dibikin dengan cara yang kreatif dan pakai teknologi yang apa ya jarang kita lihat gitu. Misalkan kita bisa kontrol HP-nya lewat suara, lewat mata sampai gerakan wajah kayak kita monyong kiri, monyong kanan itu buat scrolling bisa. semuanya itu kita atur dari settingan head tracking, ada juga voice control dan ey tracking. Nah, selain itu ada juga fitur menarik di dalam aksesibilitas kayak music haptics yang ngebuat HP-nya itu ikut geter, ikut goyang pas dengar lagu ya. Dan kita juga bisa balancing suara yang keluar dari atas dan bawah speakernya lewat pengaturan balance. Oke, kita udah lihat fitur-fitur unik yang bisa ditemuin di iOS 26. Tapi apa nih problem yang mungkin bisa kalian alami pas upgrade ke iOS 26? Pertama adalah pemakaian baterai yang makin boros. Ini adalah penggunaan baterai sebelum dan sesudah gua upgrade ke iOS 26. Ada perbedaan yang berasa nih di persentase daya yang digunakan. Nah, sebagai patokan sebelumnya di iOS 18 dengan screen on time 5 jam 30 menit itu kemakan baterainya sekitar 112%. Nah, setelah di-update ke iOS 26 tanpa adaptive power moto ya dengan screen on time di 5 jam 47 menit, makan baterainya itu lebih gede di 131%. Nah, tapi setelah gua nyalain adaptive power mode itu dapat screen on time di 6 jam dan makan baterainya itu lebih kecil di 101%. Dan data ini diambil dari penggunaan mix ya buat kerja dan entertainment sehari-hari. Kenaikan konsumsi dayanya ini berasa ya di iOS 26, tapi bisa diimbangin sama adaptive power mode-nya. Walaupun memang kadang HP tuh jadi nge-drop gitu ya performance-nya kayak tiba-tiba bisa nge-lag atau beratness-nya diturunin. Terus gimana nih buat iPhone yang enggak bisa e nyalain toggle si adaptive power mode-nya. Alternatifnya itu lewat low power mode atau bisa juga kita nyalain redu transparency di menu display and text size. Terus juga bisa nyalain si redu motion dan limit frame rate di menu motion. Nah, itu akan menurunkan daya yang diambil sama si HP-nya tuh. Nah, ketiga settingan ini bisa kalian temuin di aksesibilitas. Keep in mind juga settingan ini tuh bakal hilangin efek paralx di iOS 26 ya. Nah, lanjut. Yang masih berasa juga ini soal bug-nya ya. Jadi secara visual itu ada bug di mana gua setiap kali buka tutup widgets icon-nya bakal berubah bentuk sepersekian detik. Berasa kayak kurang matang gitu di bagian visualnya. Walaupun memang dari segi fungsi tetap normal ya, enggak ada masalah sama sekali. Beberapa user yang gua cek di X atau Twitter ya, itu sempat berbagi problem di iOS 26 yang mereka alamin kayak icon clear yang nyampur sama dark mode. Sampai ada juga yang paling parah itu notifikasi nyangkut dan HP-nya enggak bisa di-restart. Jadi harus pakai apa? hard reset. Nah, terus soal kompatibilitas aplikasi nih. Sampai saat ini memang gua pribadi belum nemuin masalah soal kompatibilitas. Mobile banking itu gua pakai MyBCA ya, bisa transaksi dengan normal dan sama halnya dengan dompet digital kayak GoPay, Shope Pay sampai Dana itu semua aman. Aplikasi lain yang penting buat harian kayak dari sosial media, app to do list, navigasi sampai e-commerce itu juga aman. Tapi kalian boleh banget untuk berbagi pengalaman kalau misalkan pernah ngalamin ada force close aplikasi ataupun aplikasi yang enggak kompatibel. sama iOS 26 di kolom komentar. Oke, buat pengalamannya sendiri pakai iOS 26 di iPhone 16 Pro ini menurut gua nyegerin ya. Kangen aja sama desain transparan kaca kayak begini. Bahkan ini gua atur wallpaper-nya jadi Windows yang dikasih spatial scene biar jadi kayak nostalgia gitu. Efek jelly pas kita pindah-pindah menu di galeri dan files juga ini satisfying ya. Tapi dari semuanya ini yang paling berasa ada di bagian liquid glass pas connect ke Apple CarPlay. Nah, di sini desainnya jadi lebih friendly dan nyambung aja sama tema iOS 26 di HP. Efek kaca transparannya ini juga kebawa ya sampai ke sini. Walaupun memang berasa jadi nge-lag banget nih head unitnya. Alarm juga sekarang lebih gampang buat dimatiin. Jujur gua lebih milih buat button yang mungil gitu ya, yang susah buat dimatiin alarmnya ketimbang yang gede gini. Effortnya buat matiin alarm tuh jadi lebih gampang. Jadi apa ya kesempatan untuk kelewatin jam kerja itu lebih banyak gitu ya. Pilihan lagu buat alarm juga banyak yang disesuainin sama selera itu kayak departure, Journey, dan Little Bird itu kesukaan gua ya biar bangunnya tuh kalem gitu, enggak ngagetin. Heptics-nya juga ini keren nih, bisa kita synchronize sama lagunya jadi berasa kayak music heptics tapi ini versi alarm. [Musik] Jujur gua lebih tertarik sama desain iOS 26 ketimbang sebelumnya di iOS 18. Nah, terutama karena perubahan estetika desainnya. Tapi enggak bisa dipungkiri kalau versi OS ini masih banyak bug ya yang kadang bikin hala nafas jadinya. H iOS 26 di satu sisi bikin nostalgia tema kaca yang dulu pernah kita coba lewat aeroglass di Windows 7 ataupun Vista. Tentu dengan desain yang lebih modern dan estetik buat tampilan smartphone ya. Di sisi lain, desain ini maksain kita buat beradaptasi sama interface-nya. Ada rasa canggung pas pertama kali kita ganti ke iOS 26. plus beberapa box juga yang muncul di bagian icon widgets tuh. saran gua tunggu dulu aja enggak apa-apa sampai OS ini lebih stabil dan lebih efisien untuk penggunaan dayanya. Apalagi kalau kalian pakai iPhone 11 atau iPhone 12 yang batery health-nya udah mulai menurun, sabar dulu aja. Tapi enggak ada salahnya juga buat kalian yang penasaran dan pengen coba langsung sekarang itu ya boleh-boleh aja pengen experience fitur-fitur unik di iOS 26. Tapi ya kalian pakai cara-cara yang udah kita bahas tadi supaya bisa maksimalin penggunaan si OS-nya. Tapi gimana menurut kalian soal iOS 26? Apakah akhirnya kalian memilih untuk upgrade atau mungkin hold dulu? Nah, tulis aja di kolom komentar dan lanjut kita bahas OS device Apple apaagi nih? Apakah kita lanjut ke Mac atau ke iPad ataupun kita ke Watch? tulisin aja di kolom komentar dan kita saling berbagi, kita saling berbagi pendapat, kita saling sharing dan y kita ketemu di bawah sana. Thank you guys. Ending yang tidak tidak picking gitu ya, tapi enggak apa-apa.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...

















