Secanggih Garmin tapi lebih murah! Wajib coba sportwatch ini! (YouTube Video)
Gua yang sudah yakin untuk ganti T-Rex 3 Pro gua ke Cheetah 2 Pro, akhirnya goyah gara-gara dikirimin seri ultranya. Apa sih spesialnya? Mari kita bahas di review Amazfit Cheetah 2 Ultra. [musik] Di paket penjualannya kita bakal mendapatkan dua strap. Strap hitam silikon, juga strap nilon warna gradasi hijau dengan garis putih gitu. Keduanya terasa sangat premium, ukurannya 22 mm dengan sistem klasik pin buckle. Strap nilonnya itu nyaman pas dipakai, juga cepat kering kalau kena keringat atau pas dibawa mandi. Amazfit Cheetah 2 Ultra ini punya build quality yang mantap banget. 90% bodinya menggunakan grade 5 titanium. Ada sedikit banget plastik itu di bagian mikrofon, speaker, dan juga tombolnya. Sisanya tuh full titanium. Dia sudah tahan air 5 ATM. Gua bisa bilang kalau build quality-nya ini beneran sangat premium. Desainnya juga premium banget, no debat. Ini adalah desain smartwatch flagship. Diameternya ada di 47,4 mm. Tebalnya ada di 15 mm dengan berat di 52 gram. Ya, memang ini cukup besar ya dimensinya. Tapi kalau buat dipakai ini nyaman banget. Untuk navigasinya menggunakan sistem 4 tombol. Di sebelah kiri ini ada dua tombol navigasi up and down. Dan di sebelah kanan ada dua tombol juga. Yang atas ini buat masuk ke menu training, yang bawah buat ke main menu. Di kedua sisinya juga ada speaker dan mikrofon. Tombolnya itu pas ya, dia mudah dijangkau. Terus feedback-nya itu empuk dan smooth. Dia juga ada teksturnya, jadi grip-nya kerasa banget. Walau diameternya lebih kecil sedikit, tapi untuk layar si ultra ini lebih gede daripada versi pro-nya. Layarnya punya ukuran 1,5 inci. Versi pro-nya itu ukurannya 1,32 inci. Layarnya menggunakan panel AMOLED dengan resolusi 480 * 480 pixel. Kerapatan pixel-nya ada 323 ppi. Peak brightness-nya ada di 3000 nits. Dan pastinya sudah menggunakan kaca safir. Gua sempat bilang, deal breaker versi pro-nya itu adalah bezel-nya masih cukup tebal menurut gua. Di sini bezel-nya tipis, enak banget buat dilihat. Soal layar enggak usah diragukan ya. Dia tajam, warnanya vivid, warna hitamnya deep, kontrasnya juga dapat dan aman walau dipakai di bawah terik matahari. Overall, gua puas banget sama build quality dan kualitas layarnya. Ini benar-benar match sama ekspektasi gua untuk sebuah smartwatch flagship. Sekarang kita bahas, siapa sih target customer si Ultra ini? Target seri Cheetah tuh jelas untuk road runner. Nah, Ultra ini untuk road runner yang sudah mulai ultra marathon, triathlon, ataupun sudah mau mengikuti Ironman. Untuk health sensor, ya dia menggunakan BioTracker PPG Biometric Sensor yang menggunakan 5 PD dan 2 LED. Storage-nya ada 32 GB. Untuk sensornya sudah lengkap, barometer, altimeter pastinya sudah ada. GPS-nya sudah menggunakan dual band dengan six satellite positioning. Buat UI-nya sendiri sudah menggunakan Zepp OS versi 5. Dan ini connect-nya menggunakan aplikasi Zepp, ada di Play Store ataupun di App Store. Buat UI-nya sendiri sih masih sama, dia tuh sudah smooth pakai banget. Animasinya terasa fluid dan looks dari UI-nya pun cakep, gua suka. Buat health tracking-nya sudah bisa terbilang akurat. Gua selalu set untuk tracking heart rate-nya secara continuous. Buat blood oxygen dan stress-nya pun gua set auto. Data sleep-nya juga cukup lengkap, sudah ada sleep HRV juga sleep apnea risk. Di aplikasi Zepp-nya, kita bakal disuguhi banyak data. Kayak di menu exertion, kita bisa lihat fatigue level, fitness level, dan training status. Saran gua dibuat lebih simpel aja, karena buat cek kita harus buka chart kayak begini. Ada fitur Bio Charts atau yang di aplikasinya sekarang namanya Hybrid Charts. Ini semacam body battery gitu yang berkurang secara live sepanjang hari. Ini bisa jadi patokan sisa tenaga kita ya. Di menu workout ada data VO2 Max, training load, dan next heart session yang dibagi dua, easy dan moderate. Di sini juga ada monthly report. Terus ada fitur lactate threshold yang biasa jadi patokan untuk heart rate zone gua selama lari. Menurut gua ini lebih akurat ya. Di sini kita juga bisa bikin jadwal latihan menggunakan Zepp Coach. Buat map-nya sudah ada dan kita harus download dulu di aplikasi Zepp. Karena storage-nya gede, kita bisa download banyakan nih map-nya. Di sini kita bisa upload musik sebenarnya, tapi jujur gua enggak pernah pakai sih. Buat angkat telepon juga mantul, speaker-nya tuh cukup terdengar dengan baik. Gua bisa ngobrol dengan lancar sama lawan bicara gua. Jadi mikrofonnya juga punya kualitas yang baik. Kita bisa angkat telepon baik reguler ataupun dari WhatsApp call. Buat dipakai lari juga sudah cukup desain. GPS-nya itu terasa akurat banget. Terlihat ya dari tracking garis rutenya di Strava yang lurus, stabil, dan enggak keriwil-keriwil. Dan waktu sharing ke Strava pun enggak kena pajak. Di sini ada flashlight di bagian atas. Biasanya gua gunakan pas lari subuh atau habis maghrib. Berguna banget supaya orang-orang notice keberadaan kita pas lari. Modenya banyak, biasa gua atur dia kelap-kelip yang cepat ya. Data lari nya juga cukup lengkap. Kita bisa lihat heart rate dan pace pastinya. Di sini sudah ada data power dengan rasio, altitude, gradient distribution, cadence, stride, vertical oscillation, dan rasio ground contact time dan real time performance. Gua suka banget dia sudah support untuk tracking sepatu lari dan langsung ditanya di jamnya sesudah kita selesai lari. Dia juga sudah support strength training dengan muscle heat maps. Jadi kita bisa lihat otot mana saja yang terkena impact selama latihan kita. Dan karena ini jam Amazfit, sudah pasti dia ada menu Hyrox baik untuk saat kita rest ataupun saat kita latihan. Menu hybrid training juga sudah ada. Seri Ultra pasti baterainya badak. Kapasitasnya ada di 780 mAh. Dengan intensitas gua lari dan strength training hampir setiap hari, gua baru cas lagi di hari ke-6 sampai hari ke-8. Bahkan Amazfit klaim dia bisa bertahan 60 jam di mode GPS yang akurat. Kesimpulannya, jam ini bakal dijual di 10 jutaan. Ya enggak murah, tapi terasa value for money. Karena kalau kita ke merek-merek kompetitornya dengan body yang sama full titanium dan baterai badak, kita harus nambah sekitar 8 sampai 12 juta. Overall gua suka banget pakai jam ini dan gua bakal pakai buat daily driver gua. Untuk data metrik yang esensial itu sudah cukup lengkap ya. Walaupun kalau kita geser ke merek sebelah kayak Garmin, kita bakal dapatin data yang lebih lengkap di smartwatch flagship-nya. Tapi dengan harga 10 juta, dapat smartwatch flagship begini, good deals banget sih.
