Seharga Mobil !! Mini PC Paling Sadisnya ASUS !! ROG NUC 16 20th Anniv Edition (YouTube Video)
juta, tapi gedenya lebih kecil dari kertas A4 dan kita sudah tes gaming, rendering, stability sampai AI lokal. Karena saya pengen tahu ya 128 juta itu larinya kemana kalau kita punya PC ini. [musik] Ini adalah Asus ROG NUC 16 edisi 20. Prosesornya pakai Core Ultra 9, RTX 5090 24 GB VRAM, RAM-nya 64 GB dan SSD-nya 2 TB. Speknya serius, harganya juga serius. Ini sudah kayak harga mobil listrik walaupun bekasnya. Gila 128 juta. Tapi saya penasaran dengan PC sekecil ini RTX 5090 speknya mentok rata kanan. Nah, si Asus ini ngatur panasnya kayak gimana? Karena walaupun ini seri ulang tahun atau anniversary-nya Asus yang ke-20, tetap aja hukum fisika itu susah dilawan. Jadi mahalnya ini apakah karena gimmick anniversary 20 edition-nya atau memang dia PC yang layak untuk kita beli di harga segitu. Langsung aja kita bahas. Pertama ukurannya ya. Ukurannya ini sekitar 28 * 19 cm ya lebih kecil dibandingkan kertas A4. Jadi kalau kalian punya meja kerja, tolong editor ini dibantu diedit biar seru ya. Jadi kalau kalian punya monitor, speaker, barang-barang kerjaan plus ada mini PC ini, seenggaknya meja kalian itu enggak terlalu penuh. Dia juga bisa diposisiin berdiri, bisa mendatar, stand-nya juga bisa dilepas. Kalian bisa pilih posisinya itu semau kalian lah intinya. Tapi kalau saya pribadi, kalau misalkan orang-orang ditaruh di atas meja, kalau saya, saya taruh di depan rumah saya cantolin di pagar gitu, walaupun harus pakai pak kabel power yang panjang. Tapi seenggaknya tetangga saya itu tahu semua kalau saya punya PC 128 juta. Nah, yang menarik yang saya suka lagi ya untuk akses ke RAM dan juga storage itu ada istilahnya thumb screw. Jadi kita enggak perlu obeng, cuman bisa pakai jempol aja. Ini lebih nyaman sih ya daripada harus bongkar setengah casing dulu. Terus cara bobot dia ada di 3,2 kg, memang bukan bobot yang bisa dibawa ke mana-mana. Tapi kalau misalkan mau dipindah dari ruang tamu ke kamar itu masih bisa. Tapi kalau saya walaupun dia bobotnya 4 kg ya, saya mau pamerin juga ke kafe-kafe. Jadi saya WFC pakai ini, pakai monitor, biar orang tahu saya kerjanya pakai PC 128 juta. Karena bayangin ya, tolong editor biar editor saya makin repot ya. Bayangin ini adalah di kafe kayak gini terus saya pajang ini di atas meja kafe, wah atensi orang-orang ke saya itu gila. Ini kerja pakai ROG Anniversary 20 Edition nih. Kalau secara desain walaupun ini cuma sekedar mini PC, tapi langsung bisa terlihat kalau ini adalah desain yang ROG [musik] banget. Entah kenapa kalau ROG yang milih desain yang rame ya, tapi menurut saya desainnya ROG itu kayak punya ciri khas. Jadi walaupun rame, saya sih mau-mau aja pakainya karena lihat di sini ada strip-nya ROG, terus di sini ada emas-emasnya ROG. Dan ngomongin soal emas, kenapa dia pakai emas? Katanya sih ini versi ya itu tadi, ulang tahun Asus yang ke-20. Cuman kalau kalian tanya apakah emasnya ini asli, kayaknya sih enggak ya. Selain emas-emas ini yang menarik lagi ya, dia punya kipas khusus untuk RAM. Yap, jadi RAM-nya punya kipas khusus. Bayangin, gila enggak? Entah itu gimik atau enggak, tapi nanti kita coba tes di pengujian stability-nya atau di throttle-nya apakah dia benar-benar bisa stabil. Untuk GPU-nya dia pakai RTX 5090, tapi jangan dibayangin 5090-nya yang versi desktop gede ya, bukan. Karena ini RTX 5090 yang versi mobile atau versi laptop dengan VRAM-nya 24 GB. Dan buat yang tahu-tahu aja, yang mainan AI lokal, 24 GB itu nikmat banget. Apalagi kalau misalkan kalian butuh image to 3D. Buh, pakai hunyuan 24 GB, teksturnya, warnanya itu bisa detail banget. Nice. Prosesornya pakai Core Ultra 9 290HX Plus. RAM-nya kita dikasih untuk unit yang dipinjamin ini ya, 64 GB DDR5. Dan sekali lagi, RAM 64 GB DDR5, buat kalian yang mau mainan AI lokal LLM, entah itu Qwen atau Ollama, cepatnya itu sama kayak kalian pakai LLM yang cloud, kayak ChatGPT, Gemini, ataupun Cloud. Untuk storage-nya, dia pakai 2 TB yang speed-nya pas kita tes di CrystalDiskMark, buh, 12.000 Mbps dan write-nya di 10.000-an Mbps. Gila, ini sih kencang banget. Sayangnya, dia keluar di saat harga komponen itu lagi mahal-mahalnya ya, gila. Sekarang mini PC bisa tembus 128 juta itu hah, mana UMR enggak pernah naik lagi. Hah. [berteriak] Oke, sekarang kita masuk ke pengujiannya. Kita coba dulu CPU-nya lah ya. CPU-nya ini apakah throttle dengan kipas yang katanya sampai RAM-nya aja punya kipas sendiri. Jadi, kita tes di Cinebench R23. Kita coba di single core dulu. Single core-nya aja kencang di 2.374 dan multi core-nya rata-rata hampir dapat 40.000 poin. Itu kita running sebanyak 10 kali, enggak pernah throttle. Jadi, tetap steady kisaran 39.000 poin. Dan kalau kita lihat TDP-nya, CPU-nya aja ya, itu bisa spike di 150 watt dengan suhu cuma 90 derajat Celsius. 150 watt, 90 derajat Celsius, itu termasuk dingin. Nice. Tapi kenapa dingin? Ya, kalau saya pelajari sih, si ini punya sistem vapor chamber. Dan dengan sistem cooling yang baru ini Asus mengklaim kalau kondisi thermalnya itu 21% peningkatannya dibanding generasi sebelumnya. Kita sudah pernah nge-review NUC juga dan memang kelihatan ya kalau secara thermal ya ini sih lebih stabil sih. Tapi itu tadi kan CPU ya, gimana soal GPU-nya? Si RTX 5090 walaupun laptop edition tapi kan VRAM-nya 24 GB. Jadi kita tes juga di 3DMark yang artinya kita loop sebanyak 20 kali di Time Spy stress test dan surprisingly dia lolos dengan skornya itu 99,3% dan kalau kita lihat TGP GPU-nya itu tembus di 150 W dan dia rata terus jadi enggak pernah spike. Total CPU sama GPU itu berarti dia bisa narik 300 W. Untuk temperatur GPU-nya pas Time Spy stress test juga cuma di sekitar 65 derajat Celcius. Kalau untuk skor GPU-nya kalian coba lihat sendiri aja di Time Spy, Fire Strike, Solar Bay ini termasuk kencang untuk sebuah RTX 5090 bukan yang desktop ya, yang laptop termasuk kencang. Lanjut di pengujian gaming sebenarnya kalau harga 128 juta karena saya ini bukan gamers ya jadi kalau punya ini terus dibuat nge-game aja itu menurut saya kayak kurang afdol gitu kalau enggak dibuat untuk cari duit kecuali kalian streamer. Tapi kalau misalkan kalian bosan setelah mainan AI lokal pengen main game, game-nya hampir semuanya dilibas ya. Ini semua game kita coba di resolusi full HD kayak Valorant kalian bisa lihat sendiri maksimum FPS-nya tembus 4 116 average di 305, Dota 2 120 average FPS di 104, Undying Light dengan grafiknya ultra quality ray tracing-nya ultra terus frame gen-nya 6 kali itu bisa tembus 406 FPS dengan maksimumnya 535 FPS. Cyberpunk di frame gen 2 kali average FPS-nya 164 kalau kita naikin di frame gen 4 kali average-nya jadi 233 terus kita coba juga di First Light 007 007 average FPS dapat 158 dan di Pragmata dapat average FPS 155. Jadi enggak ada yang di bawah 100 FPS. Dan kalau kalian lihat suhunya dan juga TDP-nya ketika main game, kalian lihat saja chart ini. Enggak ada yang throttle dan suhunya pun juga lebih panas ketika kita pakai Cinebench R23 tadi. Lanjut nih, kalau kalian pakai mini PC ini untuk editing, misalkan kalian pakai template kita export ke 4K, coba tebak rendering-nya berapa? Cuman 39,13 detik saja. Itu kayak mencet, kalian tinggal ke kamar mandi sudah kelar. Itu 4K ya. Kalau kalian export ke full HD, dia selesai cuman dalam waktu 22 detik. Itu kayak kalian mencet ke kamar mandi, belum kalian siram, kalian balik lagi, sudah kelar. Ini nih yang menarik buat kalian yang suka rendering 3D di Blender CPU render, itu 58 detik memang, tapi kalau kalian aktifin GPU CUDA-nya, itu selesai cuman dalam waktu 9 detik. Dan kalau pakai GPU yang OPTX, itu selesai cuman dalam waktu 5 detik saja. Gila, ini rendering 3D sudah kayak rendering CapCut, Guys. Nah, sekarang kalau kalian mainan AI lokal, cuman biar videonya enggak terlalu panjang, AI lokalnya biasanya sih saya set up untuk ComfyUI, pakai Fooocus, pakai Flux gitu ya. Cuman biar videonya ini enggak terlalu panjang, kita coba yang simpel-simpel saja kayak Stable Diffusion dan juga Juggernaut. Stable Diffusion dengan XL Turbo dan prompt-nya yang ini, dia selesai cuman dalam waktu 0,5 detik saja. Juggernaut 1,5 detik saja. Itu kayak mencet langsung tas. Kelar gitu. Gila sih. Tapi nanti di next video saya penasaran kalau misalkan kita coba dia untuk usaha 3D printing istri saya. Saya kan sudah bikin website, sudah bikin generatornya juga. Apakah lebih cepat kalau pakai VRAM 24 GB? Nanti kita coba di next video. Terus ngomongin apa lagi ya? Kayak port-nya, ya kalian lihat sendiri saja port-nya sebanyak ini. Jadi, kalian mau port apapun masuk di sini. HDMI-nya saja ada dua, display port-nya ada, type C Thunderbolt ada. Lengkaplah. Nah, sekarang pertanyaannya apakah 128 juta itu worth it? Worth it kalau kalian tahu ekspektasinya. Jadi, RTX 5090-nya ini di sini bukan versi desktop, tapi versi laptop. Ya, walaupun dia pakai RTX 5090, enggak sekencang RTX 5090 yang versi desktop. Karena secara size saja, GPU laptop sama GPU desktop itu sudah beda. Terus kedua, tadi kan CPU dan juga GPU dia bisa ambil 300 watt ya. Nah, karena dia bisa ambil 300 watt, power-nya di 380 watt yang untuk adaptornya saja segede ini. Ini kalau misalkan kita jejerkan, ya sekitar 1/4 dari size-nya lah ya. Jadi, adaptornya lumayan gede di 380 watt dan lumayan antap. Antap itu bahasa saya. Berat. Jadi, kalau kalian pakai ini untuk AI lokal yang running 24 jam, sebenarnya dibandingkan kalian pakai AI lokal desktop yang bisa PSU-nya itu narik sampai 1200 watt, ini sih lebih hemat ya, 380 watt. Coba editor di-pop up kalau misalkan 380 watt nyala 24 jam untuk server AI lokal, biayanya berapa? Kira-kira segini harganya. Ini adalah host yang malas research ya. Jadi, biar editor saja yang sibuk. What the Ketiga, harga 128 juta tadi kalau saya tanya sih itu sudah include monitor ya. Selain monitor, juga include mouse, mouse pad, keyboard, keycap, dan beberapa merchandise yang bisa kalian lihat di sini. Wah, lengkap sih. Dan ini versi yang anniversary 20 edition dan bukan hanya mini PC saja, ada router-nya juga. Router-nya sih kita ada ya, dikirimin juga sama ASUS. Tapi, ini sebenarnya sudah saya lihat di Computex. Jadi, anniversary 20 edition-nya itu bukan cuma mini PC. Ada mouse yang katanya mouse itu ada emasnya beneran, ada keyboard, ada blind box-nya juga yang menurut saya, ya kalau misalkan kalian adalah fans-nya ROG, kalian penggemar beratnya ROG, ya ini bisa jadi barang yang collectibles buat kalian. Karena ada kayak sejarahnya gitu kan. Cuman kalau kalian cuman butuh performa-nya saja, [musik] ya nanti saja, tunggu versi yang bukan 20 anniversary edition yang harusnya harganya jadi lebih murah. Karena kalau kita lihat performa-nya tadi ya, CPU-nya bisa konsisten, GPU-nya bisa konsisten, jarang loh ya untuk sebuah GPU laptop RTX 5090 yang bisa lolos Time Spy stress test itu jarang. Nah, dia lolos. Jadi soal stability sih ya enggak ada gimmick yang katanya ASUS pakai sistem cooling baru karena buktinya dia lolos dan juga stability-nya aman-aman aja. Sebenarnya kalau kalian tahu itungannya untuk memanfaatkan AI lokal harga segini tuh enggak [musik] mahal kok karena kalian misalkan ini disusutkan 2 tahunlah ya, 120 juta dibagi 24 berarti sebulan kalian cuman butuh 5 juta ya, belum ditambah listriknya tadi. Tapi kalau kalian punya ini AgentX AI lokal otomatis, karena saya sudah nyobain ibaratnya kayak saya punya karyawan yang dia enggak pernah izin sakit, enggak pernah tidur, saya suruh ngapain aja mau, dan kita coba bayar sekitar 5 juta per bulan. Itu lebih murah dibandingkan UMR Jakarta, walaupun lebih mahal dibandingkan UMR Jogja. Jadi kesimpulannya dengan harga komponen yang lagi naik ini memang kalau misalkan kalian bukan gamers, terus kalian beli PC ini cuman kalian gunain untuk main game menurut saya rugi karena harganya sudah enggak masuk akal. Tapi kalau kalian beli ini tapi kalian bermain di area AI lokal yang bisa membantu kerjaan kalian, sebenarnya anggap aja kayak kalian punya karyawan yang bisa kalian manfaatin 24 jam penuh. Nah, AI lokalnya untuk PC ini gimana? Nanti lah ya di next video karena saya yakin videonya bakal panjang kalau misalkan saya berbicara atau cerita tentang AI lokal pakai mini PC yang satu ini. Tapi menurut kalian kalau misalkan harga 128 juta plus monitor kira-kira kalian angkut atau enggak? Kalau kalian pengen angkut link pembeliannya di pojok kiri dan juga di deskripsi, kalau enggak juga enggak apa-apa kok. Saya Ricky Setiabudi and see you on the next video. Bye bye.
