Sekarang Lebih Murah, Lebih Worth it? Redmi Note 14 Pro+ (YouTube Video)
Beli HP itu jangan mentengin gengsi biar dilihat teman karena harus diuji juga ketahanan ya HP itu pasti untuk beberapa tahun ke depan. Nah, HP yang akan kita bahas kali ini cocok banget buat jadi gacoan karena dari sisi layar performa kamera mantap banget nih G. Ya udahlah ya enggak usah sok main peran. Selamat menonton yang negaranya jadi mainan. [Musik] Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Redmi Note 14 Pro Plus 5G. Beh, namanya panjang. Yang dulu harga launching-nya saya kutip dari Kompas harganya itu Rp5,5 juta. Dan sekarang kalau kita lihat di e-commerce ada yang jual versi resminya di Rp4,7 juta. Turunnya atau diskonnya Rp800.000. Tapi dengan harga R jutaannya sekarang, apakah dia masih worthed juga? untuk dibeli. HP ini premium sih. Xiaomi benar-benar berhasil ng-upgrade seri Redmi Note ke sensasi pegang yang lebih nyaman dan lebih kerasa flagship. Bagian depannya pakai Corning Gorilla Glass Victus 2 proteksi flagship. Ini yang lain biasanya pakai Corning Gorilla Glass 7i di kelas R jutaan. Frame-nya pakai aluminium enggak pakai plastik kayak Redmi Note 13 Pro Plus. Terlihat lebih ganteng dan lebih kokoh di tangan. Tapi kalau soal bobot tergolong berat sih karena sekarang HP entry level aja contohnya kayak Infini Hot 60 Pro kemarin dia bobotnya 170 gr. Nah, ini HP R jutaan bobotnya masih di atas 200 gr. IP rating sih udah flagship pakai IP68 yang jarang ditemuin juga di kelas HP midrange mau diajak nyelem asal kedalamannya cuma 1,5 m dengan durasi 30 menit aja aman. Desain kamera belakangnya center align camera atau di bagian punggung kayak gini dan lumayan tebal. Jadi kalau misalkan kalian tipikal orang yang suka apian di meja agak susah ya karena dia enggak rata. Kalau ada yang bikin saya jatuh cinta sama HP ini sih layar. Redmi Note 14 Pro Plus 5G ini dibekali layar 6,67 inch AMOLED resolusinya 1,5K, refresh rate 120 Hz, support sama Dolby Vision XDR10 Plus dan buat kenyaman mata ada fitur PWM diming. Dan pas kita tes untuk color akurasinya di mode Vivit, SRGB-nya hampir 100%. Kalau mode satur rated sRGB-nya 138%. Original Pro color itu di 99%. Tapi kalau kalian nyarinya warna akuratnya itu pakai standarnya PRI, saran saya di saturated ya, karena P3-nya di saturated itu dia bisa tembus di angka 100%. Untuk brightness ketika kita tes dia ada di kisaran 484 nitz dan kata Xiaomi klaimnya ya, pick brightness-nya itu bisa sampai 3.000 nit. Hmm, kalau untuk ngukur pick brightness sih susah ya. Tapi 484 nitikal kalau di bawah odoor ya faktanya memang dia masih aman sih. Lanjut ke performa. Sebenarnya performanya juga udah kencang lah di kelas harganya yang udah turun sekarang R jutaan. Antutunya itu di kisaran Rp750.000. Tapi masalahnya si Redmi Note 13 Pro Plus 5G seri sebelumnya, anutunya juga segituan dengan chipset dimensity 72.200 Ultra. Jadi enggak kelihatan upgrade yang gimana gitu. Terus dari sisi konfigurasi RAM dan juga storage di downgrade karena seri sebelumnya RAM-nya itu 8 gig LPDR5X dan storage-nya UFS 3.1. Sedangkan Redmi Note 14 series ini dia LPDDR 4X dengan storage-nya UFS 2.2. Mungkin ya frame aluminium dan juga proteksi layar yang udah cording Gorilla Glctus ini lumayan mahal makanya di-downgrade di bagian situ. Jadi ya ini deal breaker juga buat user yang butuhnya performa atau benar-benar butuh kecepatan. Tapi kalau untuk performa gaming-nya sih sebenarnya enggak ada masalah ya. Contohnya di Mobile Legends dia kebuka dengan grafik ultra, frame rate ultra. Lihat aja chart-nya ini average FPS dia bisa ditahan di 116, dropdopnya juga di 113 aman. PUBG sayangnya masih kebukanya smooth extreme jadi di 60 fps tapi chartnya aman aja. Average di 58 ya kadang 60 fps. Drop-dropnya cuma di 42 fps. Gensin impact di settingan lowest 60 fps-nya aktif. Average FPS dia dapat 35, maksimumnya cuma dapat 40. Jadi enggak bisa tembus 60 fps. Dan drop-dropnya di 23. Apalagi kalau kalian tanya wering wave ya. Everage-nya sih lebih gede di 43 FPS bisa tembus 59 tapi kadang dropnya bisa sampai 15 fps. Jadi kalau untuk Gensin sama booting wave kalian pengin settingan yang mentok enggak kuat. Tapi kalau untuk suhunya ketika kita coba untuk main Gensin PX setengah jam, but wave setengah jam jadi sekitar total 1 jam. Untuk suhu permukaannya itu bagian depan di 40,3 derajat celcius, bagian belakang 40,4 derajat Celcius. Masih amanlah, masih di bawah 42 derajat celcius. Buat OS awalnya ketika launching dia pakai Android 14 tapi sekarang udah ada update ya, ini dapat di Android 15 dan Xiaomi ngejin software update yang lumayan lama. Software update-nya itu 5 tahun dan security update-nya 6 tahun. Tampilannya sih ya khas Mi UI. Kalau ditanya Bloodware ada atau enggak ya ada. Cuman kalau iklan sih selama saya pakai saya enggak nemuin ya. atau mungkin karena saya jarang pakai aplikasinya Xiaomi atau buat kalian yang pakai juga HP ini, coba tulis di kolom komentar deh ada enggak iklannya dan apakah kalian keganggu. Cloud BTware sih bisa dihapus ya dan untungnya dia dilengkapi juga dengan Xiaomi Hyper Connect yang udah pernah kita demoin juga. Ini ekosistem yang dikembangin Xiaom Xiaomi biar bisa seless terintegrasi dengan device Xiaomi yang lain. Ada fitur Xiaomi AI juga yang lengkap dari writing, translate sampai subtitle. Ada juga baterai. Baterainya sih bukan yang paling gede ya, karena di kelas harga R jutaan ada Tech Docment 7 yang itu baterainya 7.000 mamp. Kemarin juga Motorola G86 itu hampir 7.000 mamp. Nah, dia cuma nambah 110 dari standarnya 5.000 jadi 5.110 mAz. Kayaknya karena ada space dikit jadi di cantol-cantolin gitu sama Xiaomi. Dan pas kita tes daya baterainya, Gazin Impact 30 menit berkurang 9%, butering wave 30 menit 11%, PUBG Mobile Legends 30 menit berkurangnya sekitar 8%. Dan untuk record video 4K 30 fps berkurangnya 10%. Standar sih ya kalau dibilang awet enggak juga karena banyak HP 2 R jutaan yang awetnya bisa selebih awet dari ini. Tapi kalau kita ngomongin fast charging Xiaomi juara sih karena di kelas 4 jutaan dia punya fast charging 120 watt. Yang ngecas 5 ke 100% cuma butuh waktu 20 menit aja. Jadi colok bentar tinggal mandi udah penuh. Tapi waktu ngecas emang kadang kerasa HP-nya dan juga adapternya itu anget ya. Wajar karena 120 watt itu hah laptop aja kadang cuma 65 watt. 120 watt itu gede banget untuk HP. Tapi tenang Xiaomi ada yang namanya smart charging yang bakalan ngelambat pas 80% ke atas biar baterainya tahan lama. Overall sih dia cocok buat yang lupa ngecas. Kayak saya malam-malam ngantuk ketiduran, lupa ngecas. Pagi ngecas, mandi, sarapan udah penuh lagi. Untuk kamera, dia punya kamera utama yang gede 200 megapel plus. Terus ada kamera ultrawide 8 megap, enggak ada tele, tapi ada makro lensa gimic 2 megapel, dan kamera depannya selfie 20 megap. Kamera utamanya ini dibinding di 12 megapel ya, jadi bukan langsung default 200 megapel, tapi kalau kalian niat dan emang perlu resolusi gede bisa pakai yang 200 megapel. Hasil fotonya bisa belasan MB sekali jepret. Tapi emang detailnya edan sih. Saya coba foto odor siang dan pas saya zoom tulisan kecil masih bisa kebaca dengan jelas. Tapi ya gitu dia bakalan makan memori banyak. Kalau enggak diperluin sih 12 megapel binding-nya aja udah cukup. Hasilnya udah mantap juga kok. Warna fotonya cenderung natural, enggak lebai saturasinya. Dynamic ring suas, shadow dan highlight juga seimbang. Night mood-nya juga cakep berkat OIS dan apertur dari sensor 1/14 inch. Foto l-nya lumayan bersih. Detail objek masih cakep. Noise masih ada tapi minim. Langit malam juga enggak begitu pecah. Kalau untuk kamera ultrawide yang 8 megapel-nya jujur B aja sih. Di kondisi caha yang cukup oke lumayan. POV-nya lumayan luas, warnanya cukup konsisten dengan min kamera. Tapi kalau udah gak ada cahaya atau low light baru tuh kelihatan detail hilang warna pudar. Ya, standarnya ultraw lah. Makro H contohnya satu foto aja lah ya. Karena ini ya fitur knife tuh have aja. Kalau pasuh ya hasilnya kayak gini aja lah. Kalau untuk kamera depan masih lumayan. Detail muka tajam, skin tone warnanya pas, enggak berlebihan, jerawat-jerawat juga masih bisa kelihatan. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Redmi Note 14 Pro 5G ya. Dia bisanya di 1080p 30 FPS. Aman sih ya, smooth. Kalau diundang untuk jalan juga jarang starter, detailnya cakep. Muter-muter seperti ini juga gak motion, blur. Kita coba dynamic range sekarang. Dynamic range tipis. Jadi langit sama temboknya masih terlihat menyatu walaupun ada perbedaan dikit. Jadi, dynamic rnya masih lumayan lah kalau misal kita touch. Nah, harusnya kayak gitu tuh. Cuman detail muka saya jadi hilang. Tapi kalau digunain untuk jalan skin tone aman-aman aja sih. Dan POV-nya juga lumayan lebar. Jadi enggak perlu sampai tangan panjang banget gitu. Eh, bentar saya mau coba kalau misalkan saya jalan di lorong ini. Oke, dia terlihat smooth dan low light. Kita lihat. Nah, ini kalau di luar ruangan. Sekarang kita coba masuk ke dalam ruangan, ya. Ran yang gelap. Mana? Ini. Ini gelap. Nah, kira-kira seperti ini. Oh, masih ada beberapa noise sih walaupun masih oke ya. Seang kita coba kamera belakang ini. 4K 30 fps. Kita mau lomba makan kerupuk, Guys. Makanya di situ ada tali sama keranjang. Ya, kita coba jalan sambil kita lihat detailnya Tomo. Wih, uh cakep sih. Walaupun 30 FPS tapi enggak yang patah-patah banget. Oh, Tama. Enggak punya uban ternyata ya. Aman ini. Kalau rotary shot masih lumayan mulus. Terus kalau untuk kita zoom out sama lihat dynamic range maju tom coba. Tom saya mau lihat dynamic range-nya. Set. Wah masih cakep. Dynamic range aman. Terus kalau untuk fokus si Tom and Tom. Nah ini fokusnya ke Tomo. Ke sini. Wah agak delay tadi ya. Coba sekali lagi. Wah iya agak delay ya. Enggak yang tas gitu. Coba Tom ini tangan Tom. Oh, ini cepat nih. Kalau ini nih. Wah, cepat. Warnanya juga cakep ya. Warna merahnya baju Tomo ini masih real gitu, enggak sampai orange atau pink. Jadi warna merahnya vibrant banget. Ini ultra wide. Ultra wide-nya cuma bisa 1080p 30 fps ya. Ini POV-nya cakep. Oh, masih cakepan 30 fps-nya 4K tadi ya. Kayak ini lebih patah-patah. Terus detailnya juga lumayan agak hilang. Tuh patah-patahnya lu kerasa kan ya kalau dipending tilting kayak gini beda dengan 4K-nya tadi. Tapi masih ok lah kalau delet dic juga masih oke. Warnanya juga cakep terus kalau kita gunain untuk jalan juga masih lumayan. Tuh kita coba untuk detailing ya di ultrawide-nya sampai di berapa zoom-nya. mentok di sini sih sekitar 6 cent lah. Dan sayangnya pas record dia enggak bisa langsung pindah ya dari ultrawide ke min camera ya. Jadi ini pakai digital zoom aja bisanya enam kali kalau min kameranya. Kalau ultraw-nya tadi tiga kali. Fitur lain yang dulu spesial di Xiaomi. Jadi sekarang standar aja kayak IR blaster ada NFC ada sensor-sensor GRO proximity lengkap GPS semua aman. Dan kesimpulannya, worth itak, h tergantung HP kalian apa sih atau tergantung kebutuhan kalian apa. Kalau misalkan HP kalian itu Redmi Note 13 Pro plus 5G atau seri sebelumnya ini, saran saya sih kalau mau upgrade mungkin nunggu Redmi Note 15 aja sih. Saya rasa enggak terlalu argent lah ya buat upgrade karena upgrade-nya itu cuma di feel genggam, build quality dan sekarang kan larnya curve juga ya. Jadi, kalian butuh adaptasi juga dari flat Redmi Note 13 series ke curve dan enggak semua orang suka layar yang curve. Kalau untuk kelebihannya sih jelas kamera utamanya ini cakep, layarnya AMOLED, resolusi tinggi, build quality-nya premium, fitur komplit mulai dari AI, NFC, dan sensor. Ngecasnya juga kencang ya. Kekurangannya sih kalau dibandingkan dia sendiri, dia sendiri di versi sebelumnya ya, ya sayangnya RAM-nya downgrade jadi LPDDR4X. storage-nya juga downgrade jadi UFS 2.2 dan paling ya kamera ultrawide-nya menurut saya standar aja sih. Emang si Redmi itu karena udah bikin bagus banget di versi sebelumnya, jadi mereka kesusahan sendiri untuk bikin di versi selanjutnya. Kalau sama brand lain di harga segini saingannya ya ada Techno Camon 40 Pro yang kameranya nangkring di DXO Max buat kelas harga Rp4 juta. Bahkan ada yang jual Rp3 juta sekarang ya. Terus ada dari company-nya dia sendiri sister company ada Poco X7 Pro itu Rp4 juta pakai diamond City R 8.400 Jadi kalau kalian carinya price to performance banget ya Poco kamera sih bisa tekno cemen tapi ini lebih ke allrounder dan feel premium flagship-nya sih atau coba deh kalian tulis di kolom komentar kira-kira kalau kalian punya budget 4 jutaan HP menarik apa versi kalian saya kudi and see you on the next video bye byye. Oh
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















