SEKUAT APA HP BADAK POCO M7? (YouTube Video)
HP 2 jutaan Poco ini punya baterai masa depan 7000 mAh dengan teknologi silicon carbon. Tapi chipsetnya kok masa lalu dari 2023. Jadi performnya aman atau bikin kesal? Terus baterainya beneran C Wet itu? Yuk kita bahas. Oke kita mulai dari unboxing-nya dulu yang enggak jauh beda ya dengan box-box HP Poco lainnya. Cuma emang ini berwarna dasar kuning. Kalau F sama X series baru punya warna dasar hitam dengan tulisan kuning. Di dalamnya juga sama ada box lagi yang isinya kertas-kertas yang jarang dibaca. Case elastis warna hitam. Terus ada HP-nya yang kita kesampingin dulu, kabel type A ke type C, dan kepala charger 33 watt. Pas dinyalain langsung disambut sama Hyper OS 2 berbasis Android 15 ya. Habis itu setup-setup kayak biasa, regisidik jari yang ada di tombol power. Dan ini sih yang cukup bikin PR. Sebenarnya rekomendasinya sih masih oke lah ya, tapi sayangnya enggak bisa di-unselect all. Jadi mesti diuncek satu-satu. Setelah kelar gua cek storage-nya udah kemakan 27-an gig dari total 256 punya gua. Habis itu langsung diminta update software 500 mean. Impresi gua sama HP ini samar-samar ada ngelihat bahasa desainnya Poco F7 atau A56 Samsung enggak sih? Samar-samar loh ya dan lebih ke kamera modulnya yang mirip. Terus dia ada garis merah sama biru di sekelilingnya yang buat gua masih enak dilihat sih karena cuma segaris aja paling tulisan pokoknya agak sedikit kegedean. Kalau tulisan di bawahnya kalian bisa abaikan ya karena ini versi global. Kalau misalnya masuk Indonesia bakal mulus nanti. Terus lanjut ke bagian depan yang barulah kelihatan kalau ini HP entry level punya basel termasuk tebal dengan dagu yang enggak kalah tebal yang punya layar 6,9 inch enggak mau kalah sama iPhone 16 Pro Max untuk ukuran layar tuh. Habis itu punya frame yang flat di mana di sebelah kanan HP ini ada volume dan power button yang merangkap sebagai fingerprint tadi. Terus di atas ada IR blaster, di bawah lubang speaker, port C, dan mic. Dan terakhir di sebelah kiri ada sim card slot yang bisa tambah memori tapi dia hybrid gitu. Maksudnya slot kedua masih pilih salah satu nih antara SIM card kedua atau micro SD dan tahu apa yang biasa ada di HP entry level tapi hilang di sini. Sebuah lubang headphone jack. Cukup aneh ya kenapa dihilangin. Overall HP ini termaksud gede. Punya tebal 8,4 mili dengan berat 214 gr. Lebar juga dan lebih ideal buat dipakai dua tangan sih. Oke, sekarang mari kita ke spesifikasi. Mulai dari layarnya yang punya ukuran 6,9 inch tadi dengan teknologi IPS LCD. Jadi kalau dilihat gambarnya emang enggak setajam AMOLED dan kalau dimiringin gitu agak kabur. Terus refresh rate-nya juga menarik nih. Up to 144 Hz. Ingat ya, UP to yang mana normalnya dia ada di 120 dan gua cek di banyak app emang mentoknya di 120 aja dan kalau diam gitu turun ke 48 Hz kadang bisa ke 30 kalau lagi nonton. Sempat bingung app mana yang support 144 tapi ternyata jauh di mata dekat di hati. Ternyata ada di app kesayangan kita semua yaitu Mi video. Kalau buat performance dia pakai chipset jadul keluaran Maret 2023 yang seingat gua itu dipakai Redmi Note 12 yaitu Snapdragon 685 berfabrikasi 6 nanm. Bukan chipset ngebut tapi buat nonton atau scrollsroll sosem udah cukup lah. Kayaknya HP Poco yang ini bukan jualan performance sih tapi jualannya ada di baterai yang punya kapasitas jumbo 7.000 1000 mAh yang udah pakai teknologi silicon carbon yang support 33 watt charging dan bisa jadi power bank berjalan juga karena bisa ngecas HP lain di 18 watt atau nama kerennya reverse charging. Untuk kameranya sendiri punya lensa utama 50 megap dengan selfie 8 megap dan kalau gua cek di website-nya mereka ada bilang dual kamera system yang mana bulatan bawah sih emang kayak lensa ya mungkin 2 megapel dep. Lanjut buat spek lainnya. HP ini HP 4G mono speakaker IP64 ada NFC AR Blaster dengan heptic feedback yang getarannya nyebar gitu. Habis ini kalian pasti ada pertanyaan, "Bang, kalau Poco M7 Plus itu apa bedanya?" Nah, ini gua di awal juga sempat nyaruh ya dan setahu gua baru dijual di India sana yang sebenarnya secara spek enggak beda banyak, cuma ada di chipset yang lebih kencang pakai Snapdragon 6 Gen 3 yang secara antutu kalau gua cek di website mereka dapat di Rp480.000. Sedangkan di Snapdragon 685 ini kalau gua tes dapat di Rp368.000-an selisih 100.000an poin tuh. Terus karena chipset tadi di M7 Plus ini udah support 5G. Selebihnya untuk layar, refresh rate, baterai sampai kamera sama. Dan enggak sampai situ, pas tahu spek Oppo M7 Plus ini, gua jadi ingat HP Redmi terbaru yang punya spek plk ketipk deh, yaitu Redmi 15 5G. Kalau gua bandingin sih mirip banget ya secara spek. Beda di desain aja. Eh, BTW, gua mau nanya deh, Guys. Kira-kira butuh bahas Redmi 15 ini enggak, ya? Karena di Singapura itu udah dijual sih. Kalau kalian benar-benar penasaran, bisa kasih tahu gua dengan like video ini ya. Dan komen juga apa yang mesti dibahas. Karena jujur buat sekarang gua mesti lebih selektif sih kalau beli HP baru biar enggak sia-sia aja. Jangan lupa kasih tahu ya. Thank you. Oke, sebelum gua bawa HP ini keluar dan tes langsung, mari bahas sedikit tentang software-nya. Yang ternyata HP ini kebagian fitur interconnectivity juga loh. Artinya bisa berinteraksi dengan sesama device satu ekosistem. Cuma jangan harap juga bakal lengkap kayak HP mid to high-nya. Kalau dilihat di sini ada clipboard yang mana kalian bisa copy text misalnya dari Poco F7 gua terus paste ke HP ini dan sebaliknya. Tapi kan itu sesama Poco Bang. Kalau ke Xiaomi atau Redmi bisa enggak? Nah, ini banyak yang nanyain juga sih. Jawabannya bisa ya. Nih, langsung gua tunjukin aja. Jadi, ini Redmi Pad 2 tablet terjangkau juga di harga R2 juta yang udah sempat gua review di sini. Jadi, gua coba copy dari M7 dan otomatis udah nongol tuh di Redmi Pad 2 gua. Habis itu dia ada notif sama callsing. Maksudnya kalau kalian dapat notif atau telepon, nanti tablet atau laptop kalian bakal nongol dan bisa diangkat dari sana misalnya di Xiaomi Pad 7 Pro gua. Walaupun fiturnya enggak banyak, tapi ini jadi nilai plus sih. Kalau kalian emang udah punya device Xiaomi lain. Terus kalau ditanya ada iklan atau enggak, tentu ada dong. Tapi ini buat unit gua yang Singapura ya. Kayak biasa kalau kita buka-buka app bawaan kayak Mi Video bakal nongol tuh. Terus mau ganti wallpaper juga ada diselipin di sana. Kalau di file manager juga sama. Paling kalau enggak mau lihat iklan bisa pakai app lain sih. Atau dari beberapa komen teman-teman bisa diakalin buat hilangin iklannya. Cuma gua belum pernah coba sih. Terakhir kalau buat update software untuk Poco M7 ini gua enggak dapat infonya. Tapi kalau buat M7 Plus kalau gua cek di website India dapat dua kali Android update dan 4 tahun security. [Musik] Oke, Guys. Mari saatnya kita buktiin seberapa awet baterai 7000 mAh di HP ini. Dan sengaja baterainya gua sisain 20%-an aja. Terus kita lihat bakal bertahan sampai malam enggak. Dan ini adalah untuk lensa selfie-nya, Guys, yang emang enggak jalan stabilisasinya. Sama kayak lensa belakang yang menurut gua lebih getar lagi. Jadi, pakainya jangan sambil bawa jalan, ya. Oh ya, untuk HDR sempat gua tes tadi dan udah cukup baik dari langit putih gini bisa jadi berbentuk. Oke, guys. Sekarang kita mau jemput bocil dulu tapi masih nunggu dia keluar sekolah. Dan ini dari kamera depannya yang mana untuk resolusi dia bisa mentoknya di 1080p 30 fps kamera depan dan belakang ya. Dan ini contoh video kamera belakang kalau enggak di bawa jalan hasilnya udah cukup baik sih buat kelas entry level, cuma emang kadang exposur-nya suka naik turun. Oh ya, Guys, sambil nunggu kita nge-game dulu bentar di HP ini, ya. Dan sekarang kita mulai di baterai 24%. Untuk settingan gua mentokin semua di super HD. Bedanya karena dia mono speaker. Jadi kalau kalian ini ketutupan, ketutupan dikit aja speakernya bakal langsung hilang ya. Karena emang cuman satu bagian doang keluar suaranya. Tapi eh nilai plusnya di sini kalau gua penuhin suaranya dia ada fitur volume boost on ya bisa sampai 200%. Jadi lumayan gede sih kalau pas dimaksimalin kayak gini. Harusnya kalian bisa dengarin. Buat pengalaman main termaksud nyaman sih. Bahkan buat kondisi ramai kayak gini masih aman mainnya. Ah, akhirnya kalah juga, Guys. Oke, jadi gua main sekitar setengah jam dan baterai sekarang ada di 19%. Jadi, mungkin setengah jam berkurang 5% ya. Hai bocilan bocilnya lagi sakit, guys. Sama satu lagi kalau buat PUBG settingannya bisa dapat di balance high dan smooth ultra enggak bisa HD. Terus buat pecinta gyro sayangnya enggak ada. Habis itu kalau ngomongin kamera untuk foto kalau dapat cahaya yang pas hasilnya bisa bagus juga loh. Cuman kalau udah redup dikit ya berkurang. Sedangkan video ya standard HP entry level dengan stabilisasi emang enggak jalan. Makan dulu, Guys. Oh ya, Guys. Walaupun ini HP entry level. Tadi gua baru coba, ternyata dia bisa circle to search sama ada Gemininya juga loh. Bisa ada Gemini Live plus connect sama video juga. Papa. Yes. Oke, kita kasih bojil nonton dulu deh. Dan setelah nonton sekitar 48 menit, baterai berkurang 4%. Oke, guys. Sekarang kita mau balik. Nanti kita lihat ya sampai rumah tinggal berapa baterainya. Awet enggak sih? Dan buat kalian yang suka konten kayak gini, jangan lupa subscribe channel ini ya. Bentar lagi udah mau 1 juta subscriber biar bisa cepat cepat colab sama gadget. Thank you. Thank you. Oke, guys. Akhirnya nyampai rumah juga dan ini update terakhir ya. Baterai ada di 10% jam 0.30. Wah, berkurang kurang lebih berarti 8% lah ya. di awal itu 27 kita mulai keluar dan udah banyak banget yang kita lakuin mulai dari pakai foto terus sos metan, habis itu sempat nge-game juga setengah jam ada kali terus juga nonton pulang pakai Grab. Mantap sih. Dan gua jadi penasaran ya kalau seharian dipakai gitu sot-nya dapat berapa nih? Oke, Guys. Jadi, ada satu tes tambahan yang gua penasaran dengan baterai 7000 mAh ini kalau dicas pakai 33 watt berapa lama? Jadi, gua sempat tes mulai dari 2% dan sejam kemudian baterai ada di 62% ya. Habis itu kalau total 1,5 jam di 90% sampai akhirnya itu penuh di 100% sekitar 1 jam 40 menit. Emang lama, tapi enggak selama dari yang gua pikir ya. karena gua kira bakal di atas 10 jam tuh. Oke, di Singapura HP ini punya tiga warna ya, ada hitam sama biru yang lebih kalem dan silver yang gua pakai ini dengan garis biru merah di sampingnya. Untuk varian dia ada dua 6+ 128 gig di harga 2,2 juta dan 8+ 256 di 2,6. Dan ini buat harga early bird ya, yang kalau kalian lihat di browsernya sini yang menurut gua kalau dibandingin sama Poco M7 Pro di harga 3 juta pas selisih Rp400.000 doang untuk sesama storage 256. Kayaknya agak kurang enggak sih si M7 regulernya? Gua coba jabarin perbedaan secara spek di sini ya. Pertama dari sisi layar. M7 Pro itu sedikit lebih kecil tapi teknologinya udah pakai AMOLED. Habis itu secara refresh rate mentok di 120 Hz. Tapi menurut gua enggak terlalu ngaruh juga karena kebanyakan app jalan di 120. Sedangkan performance lebih ngebut pro-nya nih dengan MediaTek 725 Ultra yang punya skor Antutu lebih tinggi sekitar Rp100.000. Chipset ini juga udah support koneksi 5G dibanding Snapdragon 685 yang masih 4G tuh. Untuk nilai plusnya buat Poco M7 ada di kapasitas baterai yang jauh lebih gede selisih hampir 2000 mAh, cuma dengan charging yang lebih lambat di 33 watt. Untuk kamera punya resolusi selfie yang lebih gede di 20 megapel, terus buat speaker udah stereo dan fingerprint-nya dalam layar. Menurut gua perbedaan spek tadi cukup banyak sih dengan selisih Rp400.000 aja. Jadi kalau gua bakal bela-belain ambil pro version-nya ya walaupun secara baterai gak sebadat di M7 biasa. Cuman gua kagak tahu ya kadang Poco Indonesia bisa gila sendiri kalau kasih harga. Dan kalau gua cek Poco F6 F6 M6 tahun lalu ada di 2,1 juta yang artinya selisih Rp900.000. Dan menurut gua ini lumayan jauh sih. Jadi untuk ini balik lagi ke kalian. Perbedaan kedua HP tadi emang kalian butuhin apa enggak? Layar AMOLED, chipset ngebut, 5G, stereo speaker, dan fingerprint dalam layar. Kalau emang gak butuh-butuh amat, ya bisa lirik M7 reguler yang lebih murah plus bonus baterai badaknya. Ev.
Video Lainnya
Pasar ponsel pintar kelas pemula sedang berada dalam fase yang mengkhawatirkan, di mana lonjakan harga akibat inflasi global sering kali tidak sebanding dengan...
Langkah ekstrem POCO dalam merombak lini terbarunya melalui POCO M8 Pro memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta gadget karena membawa peningkatan...
Persaingan ponsel di kelas harga dua jutaan kini semakin memanas dengan hadirnya tiga penantang kuat yang membawa keunggulannya masing-masing. Pertarungan antara...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Desain estetik yang memikat mata rupanya menjadi senjata baru lini teranyar POCO untuk mengguncang pasar kelas menengah. Penampilan fisiknya yang menawan seketika...













