Semua pada nungguin HP GAMING 4 Juta ini... Infinix GT 30 Pro! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan Infinix GT30 Pro! Seminggu terakhir udah banjir request soal nih HP ya! Bahas smartwatch Huawei, isi komennya Infinix. Bahas Motorola, malah pada nanyain Infinix. Video Samsung, masih nyelip Infinix juga. Luar biasa! HP gaming Infinix nih bang! Kalau HP standar aja udah punya spek bagus, apalagi HP gaming kan? GT30 Pro ini juga jadi HP the best-nya Infinix di Indonesia. HP yang paling mahal, 3.999.000 buat varian paling bawah, 4.999.000 buat varian paling tinggi. Emangnya sebagus apa sih? Let's go kita mulai unboxing varian paling mahalnya ya, yang 4.999.000, 5 juta. Ini GT30 Pro yang dapet gift box ya, biar lebih wah unboxingnya. Tapi pas tes gaming, nanti kita coba varian yang paling basicnya. Yang kecil ini, yang RAMnya 8GB, soalnya kalau yang paling murah aja udah bagus, yang lebih mahal pasti lebih mantep kan? Sekarang kita pinggirin sebentar varian 8GB-nya, kita cobain varian 12GB yang ada gift boxnya, ini ukuran kotaknya lumayan gede ya, kayak HP-HP premium dari brand lain yang harganya belasan juta, karena isinya juga biasanya banyak di sini. Desainnya merah, hitam, dan ada metal-metalnya, ada Infinix, GT30 Pro, terus di sini ada emblem MDL, Mobile Legends Development League Indonesia, ini itu apa ya, turnamen akar rumput, atau turnamen yang kelasnya ada di bawah divisi utama, jadi mencari potensi-potensi gitu. Yang diandalkan GT30 Pro adalah all day full FPS system, no frame miss, jadi HP ini benar-benar menjual frame rate yang maksimal, yang banyak, jadi otomatis itu harus didukung performa tinggi, ada GT Trigger, dan Console Level Control. Buset, banyak banget ya istilah-istilahnya, udah kayak main console mungkin, kita lihat nanti, di sini ada Infinix AI Unlimited, AI, ya ini tandanya Unlimited, di sebelah kanan ada tulisan GT30 Pro, di kiri GT30 Pro, Calcarel Service, 12 bulan, tumpeng nggak 12 plus 1? Itu 12 plus 1, iya biasanya juga 12 bulan ya. Tumben, kalian nggak dapet bonusan 1 bulan. Di belakangnya ada GT30 Pro, ada memori internal 1.5TB, RAM 12GB, ini FPS lagi, trigger lagi, ini... layarnya 1.5K, 144Hz, AMOLED, dia pake MediaTek Dimensity 8350 Ultimate, oke ada Lightwave, dan lain-lain. Ini spek lengkapnya ada di sini. Tentu saja dia udah dibuat di Indonesia. Varian warnanya Dark Flare ya. Selain warna yang Dark Flare ini, yang warnanya kehitam-hitaman, ada juga warna Shadow Ash, itu agak abu-abu, jadi berasa namanya, Ash itu apa ya? Abu kan? Abu ya, debu abu gitu, dan Black White, itu warna yang agak putih. Oke, sekarang kita coba lihat saja varian tertinggi dari Infinix GT30, yang harusnya isinya mewah, ada... Welcome Grand Gaming Tour Outplay The Rest. Ayo kita kalahkan sisanya. Ini Infinix GT, ada GT Pro Gaming Kit. Jadi, kita mendapatkan kipas seharusnya, Magcase, Magcharge cooler, lumayan banyak. Di belakangnya ada spek-speknya seperti Dimension, terus ada beratnya 80 gram, terus dia bisa wireless charging power 15W, daya yang dimakan buat ngedinginin HPnya pake 12W, Coba kita lihat isinya sebentar. Saya jadi inget sama bonus kipas yang dikasih ROG Phone ya. Tapi ROG Phone kita harus nambah sekitar 3-4 juta atau berapa juta gitu, buat dapetin special edition yang RAM-nya lebih tinggi, terus dapetin kipas juga. Kalau di Infinix kita nambahnya sekitar berapa ratus ribu, nggak sampai juta-juta. Di sini ada casing buat Mag-nya, jadi harusnya ada magnet di sini buat nempel, ini gaming banget rasanya. Ada tekstur yang berbeda, lebih glossy buat ditempelin, ada lubang kamera, dan ada lubang-lubang kecil-kecil, ini buat lampu LED-nya, biar lebih gaya, dan ada MagCharge cooler, terus ada kabel charger Type-C to Type-C, dan ini adalah si kipasnya buat ditempelin, si GT. Oke. Nih, kalau pake ini jelas HP-nya bakal jadi jauh lebih dingin ya. Kalau dari gaya sih jelas kalah lah. Kalau Infinix ini berasa kayak cooler-cooler basic yang dijual di Tokped-Tokped yang bisa cocok ke HP lain juga, asal ada magnet yang bulet, dan di sini adalah... kipas dari ROG yang udah di custom, tapi cuma bisa dipake di ROG saja. Sangat eksklusif ya. Nah ini ada speakernya juga, jadi memang sistemnya udah beda, harganya juga udah jauh beda. Kalau si Infinix GT ini mungkin dari warnanya, dari bonus-bonusnya mereka terinspirasi dari ROG Phone juga, tapi versi yang budget. Ini ada kotak HP-nya, ya tulisannya mirip-mirip aja sama apa yang ketulis di kotak gedenya. Di sini ada HP-nya, bungkusnya item dong! Ini lumayan beda dari HP Infinix yang seri lain. Ada emblem-emblem juga buat... kasih tau fitur tambahannya, seperti layar 144Hz yang bisa dipake dalam keadaan basah, yang agak basah dikit, terus dia tahan hujan, dan ada gambar gorilanya. Corning! Kita pinggirin sebentar, kita lihat lagi kelengkapannya, ada Smartfren 792GB! 33GB selama 24 bulan, setiap bulan. GT30 Pro ini simple saja, tidak ada custom-an yang spesial. Di sini dapet casing lagi. Oh! Ya dapet casing lagi, tapi ini casing yang standar saja, casing silikon, yang burem-burem, tidak ada lubang, tidak ada fitur buat magnetnya. Kelihatannya nggak bisa nempel-nempel, coba ya. Nggak bisa sih kalau di sini. Wih, beda dong! Ini memang buat magnet, kalau ini nggak bisa nempel. Jadi memang paketnya sudah lumayan satu ekosistem, kalau kita belinya yang lengkap punya. Kalau belinya yang biasa... harus diakalin sih pake tempelan tambahan. Eh, kalau HP-nya sendiri ada magnetnya nggak? Tidak ada sama sekali. Oke, kalau ada hebat sih soalnya. Setau saya cuma iPhone yang ada, sisanya Samsung yang mahal pun nggak ada gitu. Lanjut, dalam kotaknya ada charger 45W, di sini portnya pake type-E punya. HPnya emang support ngecas sampai 45W, dan HP-nya support wireless charging sampai 30W juga. Ngebut sekali, saudara-saudara. Di sini ada SIM Ejector, sisanya sudah abis, kosong. Sekarang coba kita lihat HP-nya, ini varian warna buat dark flare ya. Satu dari 3 pilihan warna, dia bagian belakangnya kayak pake kaca-kaca gitu, tapi seharusnya ini kalau saya sentuh, berasa plastik aja ya, bukan kaca yang dingin atau gimana. Ini ada IMEI-IMEI-nya, ada beberapa detail-detail. Bukan detail kecil lagi sih, ini sudah jadi tema besar dari desain HP-nya sih, jadi yang bakal kelihatan jelas kalau kita pantulin cahaya. Ada tulisan Infinix GT, ada panah warna merah yang ala-ala gaming banget, terus ada 4 garis warna merah ala-ala crosshair waktu kita main game tembak-tembakan, ada titik-titik merah, dan di dalamnya ini berasa ada tekstur-tekstur besi yang kaku-kaku gitu. Kalau kita sentuh gini sih, dia mulus ya, karena tekstur yang kaku-kaku gini ketanem di bawah kacanya. Kalau dari kameranya sendiri, dia kelihatan simple, ada 2 kamera, disini kamera utama 108MP, dan kamera ultrawide 8MP. Jadi kayak gitu, desain si Infinix GT30 Pro buat varian dark flare ini, varian yang tinggi punya, RAM-nya 12GB, internal 512GB. Yang paket gini harganya 5 juta, gimana? kalau kita cuma ambil varian yang paling... basicnya ini sejuta lebih murah, RAM-nya 8GB, internal 256GB. Sisa speknya sama, dan desainnya dia pake warna... Wuh, ini juga covernya pake warna silver-silver, bukan yang spesial warna hitam, dan varian warna yang kita ambil disini adalah warna Shadow Ash. Jadi abunya... Ini abunya cakep sih. Saya lebih suka yang warna Shadow Ash ini sih, daripada yang varian warna hmm... Dark Flare. Entah kenapa si abu ini rasanya lebih elegan, lebih besi, lebih solid dibanding yang kaca-kaca gini ya. Memang selera sih, kalau pengen looksnya lebih ke kinclong kaca, ya hitam ini lebih menarik, tapi kalau pengen berasa kokoh, elegan, saya lebih warna abu-abu gini. Kau lupa? Abu-abu juga? Kevin? Oh iya, ini kayak penjahat, kayak penjahat. Merah-item ya? Nah tapi si Kevin suka yang merah-item, jadi memang seleranya bisa disesuaikan. Cuma kalau warna yang abu-abu gini, garis-garisnya nggak sebanyak warna hitam tadi ya, emang kelihatan tetep ada, ada di berbagai pojoknya, ada garis-garisnya, plus disini berasa kayak ada kabel fleksibel gitu, garis-garis-garis-garis-garis. Padahal ya ini cuma corak aja lagi-lagi, disini juga dia crosshairnya warna hijau, bukan warna merah. Disini list atau apa ini? Frame kameranya juga ada garis-garis warna hijau, kalau yang tadi kan dia warnanya merah. Di sisi kanan GT30 Pro ada tombol power, ada garis hijaunya lagi, disini ada tombol volume, dan ada shoulder button atau trigger atau tombol LR, bebas sebutannya apa ini buat teken sebagai shortcut tambahan, tombol tambahan, bukan tombol fisik, tapi tombol sentuh aja, gaming banget. Di atas ada speaker, IR blaster, mikrofon, di kiri dia polos, oh iya, dia pake frame plastik ya, karena nggak ada garis antena sama belakangnya juga harusnya ada plastik sih. Di bawah ada speaker, ada port Type-C, ada mikrofon, dan SIM tray yang masuknya 2 nano SIM. Tidak bisa masuk microSD lagi. Jadi pemilihan belinya berapa giga buat storage sama RAM-nya lumayan penting, nambahnya untungnya nggak jauh-jauh banget ya, nggak sampai 1 juta. Dan buat saya itu lumayan banget sih, nggak sampai 1 juta, dapet ekstra RAM 4GB sama internal 256GB. Sekarang mari kita hidupkan. Dia udah pake Android 15, support OS update 2 tahun saja ya, sama security sampai 3 tahun. Infinix powered by Android. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Infinix GT30 Pro, yang langsung mengingatkan saya sama HP lain, tapi bukan gaming ya. Yang pertama adalah... dari Android ini mirip banget sama Pixel 9 Pro XL. Ini HP yang harganya kalau masuk Indonesia dan bayar pajak 20 juta lebih, dan saya suka banget, cuma ini bukan HP gaming, tapi kesannya positif. Jadi Infinix GT30 Pro ini ngasih kesan positif juga, tapi merasanya bukan gaming-gaming banget ya, kayak Nubia kemarin atau ROG Phone kemarin. Kalau liat depan gini, berasa HP yang mainstream, yang allrounder, sama seperti iPhone juga yang bentuknya bulet-bulet lucu-lucu gini. Dari kesan depan sih, dia nggak berasa gaming sama sekali ya, cuma dari belakang, beuh! Langsung berbeda sekali, saudara-saudara. Spek layarnya juga bagus, ini ukurannya 6.78 inci, resolusinya juga tinggi, di 1.5K, panel tentu AMOLED, refresh rate 144Hz, dan dia juga terang sekali, 1600 nits. Jadi sudah aman buat dipakai outdoor, 1600 nits itu udah mirip spek yang HP-HP flagship. Dia kacanya juga pakai Corning Gorilla Glass 7i. Kalau dari bezelnya sendiri juga kelihatan simetris, si Infinix ini, dia sedikit lebih tebal dari Pixel, sedikit aja, dan kalau kita bandingin bawahnya, baru si Infinix agak tebal di bagian bawah, paling sekitar 1mm, cuma... tetap berasa kalau kita perhatiin. Kalau nggak diperhatiin sih, ini layar yang cakep sih, bulet-bulet seperti ini, dari ikonnya, dari UI-nya juga udah mantep, ini udah pakai XOS 15, Android 15 yang... sering kita puji, kita udah cobain beberapa kali di HP-HP Transient sebelumnya, yang udah pakai sistem operasi yang sama juga, Sebentar... caranya di mana? Oh, My Phone! Tadaaa! XOS! Oke, versi 15 sudah paling update, jadi yang kita lihat sekarang adalah XOS 4GT. Kalau dari AI, dia sama, tetap banyak banget, ada Circle to Search, ada AI Cutout, ada AI Note, sama ada Folax Voice, ini si Ella-nya kalau versi TECNO, tapi di Infinix namanya Folax, entah kenapa namanya Folax, kayak orang manusia aja namanya, kayak nama obat. Kalau Special Function juga mirip-mirip, dia ada Dynamic Bar, ini ya Dynamic Island-nya, punyanya Transient bisa buat banyak banget, fungsinya stopwatch, timer, hotspot juga ada, media player, terus split screen, floating window, udah mantep, saya suka OS barunya Transient di Android 15 ini, dan mungkin buat GT-nya, 4GT-nya, ada di bagian sini bedanya. Dia ada GT Trigger namanya, jadi GT Trigger itu... tombol yang ada di sebelah kanan ini, yang di pojok ini, ada garisnya, bentuk oval, seperti tombol fisik, tapi dia cuma tombol sentuh, kita bisa aktifin, ada vibration, ada shortcut, kalau kita tekan lama, dia bakal hidupin fungsi apa. Jadi kalau kita hidupin ini, terus kita tekan lama, dia bisa langsung hidupin Genshin Impact. Coba ya... Hap! Waduh... Apakah ini fitur yang berguna? Ehm... Entah kenapa dia shortcut-nya cuma ke game aja ya? Padahal kalau dia bisa diatur ke fungsi lain, kayaknya bakal lebih oke deh, daripada ke game. Untungnya soal shortcut ini, dia nggak bakal ada ceritanya salah teken ya, jadi di angkutan umum, atau di kantor lagi meeting, dia bakal tsingg! Mobile Legends gitu. Ya, untungnya nggak bakal kayak gitu, karena buat hidupinnya, harus kita tekan lumayan kuat, harus ada tekanannya, serp! Gini aja saya nggak ketekan, kenapa ya? Hmm, apa harus keluar dulu ya? Harus ada niatnya kali. Wey! Karena buat aktifinnya, kita harus tekan dengan yakin. Hmm, kenapa tidak bisa? Eh, bentar, kalau dimiringin dia keluar tuh, ada garisnya tuh di sini. Sentuh sedikit aja, nggak usah di tekan kuat-kuat, dia bakal muncul. Cuma kalau kita pas lagi kayak gini, justru nggak bisa. Nih, hap! Kalau kita miringin dikit, hap! Bisa. Sistem yang lumayan unik, yang saya nggak tahu... kenapa harus kayak gitu. Apakah kalau main kayak gini bukan posisi yang alami, karena orang main itu posisinya kayak gini, pasti layar ngadep ke muka, cuma kan cuma buat... mulai gamenya aja, nggak penting-penting banget posisinya kayak gimana. Di sini juga ada fungsi yang bakal lebih sering kepake, dan fungsinya adalah... "Double press one button to enable" apa gitu. Misalnya flashlight ini bakal sering, saya suka shortcut buat masuk ke center, jadi tekan 2 kali, Widih, hap-hap, waduh. Saya ngarepnya sih Infinix bisa ngebedain ya, kalau tombol atas buat shortcut apa, kalau tombol bawah soalnya kalau sekarang... bawah nggak bisa, malah nggak bisa. Lah! Unik ya! Kalau atas... Kalau bawah... nggak bisa. Mungkin bawah ini lebih masuk akal, nggak bisa karena tangan kita bakal sering pegang pake palm gini. Nah kalau itu saya masih bisa nangkep lah. Dia ada fungsi lain juga, seperti press one button to shoot, long press one button for burst shooting, jadi ini fungsi yang ada di kameranya. Oke, bukan sekedar fungsi main game saja, tapi kita bisa pake ini buat jepret. Kalau kita tidurin ginipun dia bisa jepret lho. Sama, mau kita berdiri bisa jepret juga, mau kita freestyle bisa juga. Lumayan ya Infinix, mereka pikirin, kalau fungsi gaming harus posisinya seperti ini, kalau kamera terserah lu, kalau mau shortcut atas doang yang bisa. Itu tidak sembarangan sistemnya. Kayak asal kesentuh aktif, itu saya apresiasi sih. Lanjut, di bawah GT Trigger tadi ada fungsi Mechanical Light Waves. Jadi ini adalah fungsi LED-LED-an. Bikin saya ingat sama nothing phone ya, polanya ya, belakangnya ada garis-garis yang mengelilingi tengahnya gini. Kalau kita aktifin, dia bisa... kita pake buat kasih tau ada... mulai game, ada ngecas, ada volax, ada musik, ada pas kita lagi ngerekam, ada notif. Oh, paling gampangnya kita tinggal aktifin party mode aja sih, buat ngetes LED ini. Jadi ada beberapa mode, ada breathe, jadi kalau breathe, dia akan seperti nafas yang cukup kencang ya. 1, 2, 1, 2, ini kayak orang lagi panik kali. Kita nggak bisa atur seberapa kencang dia breathingnya lagi. Kalau meteor, dia... Wuh, meteor dia garisnya gerak-gerak, jalan-jalan. Terus kalau rhythm, dia... Wuhu, seperti disco. Lumayan, ada fitur yang agak gaming seperti ini, tapi dia nggak ada warna lain RGB, warna hijau, kuning, biru, dia adanya warna putih aja. Seperti gamer-gamer yang sudah lebih elegan. Jadi itu fitur-fitur gaming di GT30 Pro di bagian settingnya. Sekarang kita coba lihat performanya seperti apa di skor AnTuTu. Dia pakai Dimensity 8350, dan skornya sekitar 1,4 juta. Itu luar biasa sih buat HP yang harganya 4 juta. Ini RAM-nya versi 8GB punya ya. Kalau mau cari saingannya paling dekat soal performa, itu di Poco X7 Pro. Dia sedikit lebih tinggi, karena pakai Dimensity 8400, ini masih pakai 8350. Cuma ini lebih tinggi, jauh lebih tinggi, daripada HP-HP 3 juta, 4 juta lain. Redmi masih pakai... apa ya? 7300. Tecno-Tecno Infinix yang lain juga masih pakai 7300-7400. Kalau ngomongin brand Vivo, Samsung, yang lain-lain, lebih jauh lagi. Jadi ini skor yang mantep, kita langsung coba performa gamingnya saja. Main Mobile Legends. Loadingnya juga kenceng ya, barusan tiba-tiba udah masuk aja ke lobbynya. Karena dia pakai tipe storage yang kenceng juga, ini udah UFS 4.0. Sama kayak storage yang dipakai di flagship, RAM-nya LPDDR5X juga. Jadi soal performa, soal kenceng-kencengan mesin, si GT30 Pro ini udah maksimal sih, udah gaming banget sih buat harga kayak gini. Buat Mobile Legends, settingnya ya tentu di Ultra-Ultra lah ya. Ngapain spek kenceng-kenceng tapi masih membatasi FPS-nya? Dan Infinix sendiri memamerkan HP-nya sebagai apa tadi? FPS Ultra Unlimited Super Duper. All day full FPS system, no frame miss. Tidak ada frame yang hilang. Jadi sepanjang hari FPS-nya full, penuh. Kebanyakan tagline sampai saya lupa ini. Kebanyakan branding- brandingnya gitu. Padahal tinggal bilang maksimal FPS-nya, selesai. Ini mau all day full FPS system, iya-iya, GT ya. Oke, nih mantul sih emang performanya. Oh iya, ini bikin Realme 14 yang kemarin pamerin... Waduh, mampus. Yang kemarin pamerin FPS-nya bisa maksimal, terus dia stabil juga. Jadi ada saingan ya, karena sekarang di 4 jutaan, ada HP lain yang bisa full FPS kayak gini. Dan grafik juga membuktikan kalau... Yah, ini frame ratenya sangat-sangat stabil sih. 120 FPS tidak ada masalah buat Infinix GT 30 Pro. Mantap. Kalau mau pakai GT Trigger buat shortcut ke skill-nya juga bisa, walaupun kayaknya pemain Mobile Legends yang udah hardcore, tangannya udah otomatis ya. Daripada harus belajar lagi tombol-tombol di sini, coba kita Add Strategy. Tombol R itu buat masuk ke shop, dan L kayaknya paling cocok buat lihat skor ya. Jadi jempol nggak usah terlalu-terlalu menjangkau yang jauh-jauh, kita kabur dulu woy! Kalau kita tekan kiri, langsung kebuka skor, lihat gold musuh yang udah banyak, karena dari tadi saya diem doang, dan tekan R buat masuk ke shop tuh. ATM banget nih. Buat PUBG, dia bisa di... grafis smooth dan ultra extreme juga. Jadi bisa di 120 FPS juga, dan mulus-mulus saja. Udah dicoba juga sih. Tunjukin aja. Lebih ke... Tunjukin fitur baru turun langsung tiara dulu. Kayak takut-takut selesai gitu ya. Aduh lah, ini pemberani. Jadi kalau shortcut paling gampangnya sih, ini langsung shortcut bawaan dia ya. Kita kalau tekan L, dia bakal... ngeker, zoom, nge-scope, dan kalau tekan R, dia bakal tembak tentu saja. Itu udah paling basic punya deh. Memang shortcut yang paling enak. Hop! Woyz! Jadi inget main PB gitu, sniper tapi nge-zoom. Woyz! Gila! No scope! Woyz! Kalau nggak, skill yang mainnya buat ketawa-ketawa lagi nih. Kalau di Genshin sendiri, kalau L biasa pakai buat ngedash, kalau R pakai buat pukul. Nah, ini alternatif aja sih. Yang lebih keren dari fitur Infinix buat Genshin ini ada di sini nih. Dia ada fitur yang bakal bikin ROG Phone tersaingin. Ada yang namanya AI Magic Box. Jadi ada Accelerate Dialog, ini buat yang males baca ceritanya kayak gimana, dia bakal cepetin obrolannya, nanti kita tes. Ada Auto Pickup juga, ini juga mirip sama ROG Phone. Bikin dia bisa ngambil barang secara otomatis. Ada Unfreeze, ini juga kayak ROG Phone, kalau kita lagi beku, dia bakal teken-tekenin otomatis buat kabur dari beku, dan ada Running Log. Ini apa nih? Tap the button, to lock character state. Oke, ini kayaknya baru ya? Jadi kalau kita teken ini, dia bisa jalan dengan santai tanpa harus menahan... joypadnya lagi, atau joypad virtual yang ada di layar ini. Kalau mau sprint ya tinggal teken shortcutnya tadi. Waduh nyaman ya, waduh. Ini kita lariin, stop-in, dia bakal santui saja. Makan nih. Ha! Waduh! Udah ya? Nah, yang Auto Pickup tadi, itu ada barang-barang di sana, kita tinggal ngeng. Bakal keambil sendiri. Tanpa harus teken tombol-tombol apapun. Set, set, ambil, ambil, ambil. Mirip fitur ROG Phone sih. Kalau fitur yang mempercepat obrolan, coba kita ngomong sama si Farouk, hab. Oke... Oke... Oke, tanpa harus teken-teken, dia bakal langsung ke ujung kalimat. Cetek, cetek. Lebih cepat teken sendiri sih sebenarnya. Tapi kalau males teken berkali-kali gini, lumayan. HP-HP Transient itu selalu bikin kita nyadar ya, kalau fitur yang kelihatannya eksklusif di HP yang mahal, ternyata bisa juga dikasih ke HP yang lebih murah, jauh lebih murah. ROG Phone paling murahnya berapa? 9-10 juta, paling mahal bisa 20 jutaan. Di HP gaming 4 juta juga udah ada. Ya, HP-nya ada kipas, ada fitur gaming, ada desain lampu-lampu. Rasanya bikin HP-HP gaming mahal kayak ROG Phone jadi nggak sespesial itu lagi nggak sih? Rasanya HP-HP murah sekarang jadi makin bagus lagi. Mantep banget. Wow! Yang penting karakternya dong. Oh, hajar, sikat, sikat. Oke, pingsan lu. Wah, ha, ha. Sip, sip, sip, sip. Hop, hop, hop, hop. Udah, udah, udah, udah. Ini karakternya harganya lebih mahal dari HP-nya nih. Nah, cuma ini ada 1 catetan besar sebelum anda yakin atau langsung check out beli Infinix GT 30 Pro. Pas kita main game yang berat, macam Genshin gini, kita bisa lihat disini grafiknya ada throttlingnya ya, jadi nggak se... apa namanya? All day full fps system, no frame miss sesuai klaimnya GT 30 Pro ini, karena masih ada game yang ternyata dia fpsnya masih di bawah maksimal. Dan itu wajar sih sebenarnya, dia aja... yang istilahnya terlalu panjang sampe saya agak... Jadi itu harus diinget, buat game berat, HP ini teteplah HP 4-5 jutaan. Belum bisa kasih performa yang maksimal rata dan performa yang dingin. Belum bisa. Soal dingin ini juga harus diperhatiin banget, karena suhu GT 30 Pro pas main game berat, panas ya, tinggi. Ini 48 derajat Celcius, aneh sih kalau ada yang bilang itu suhu yang dingin, mungkin anda tukang goreng kerupuk atau tukang masak koki di dapur, 48 derajat biasa. Jadi pastiin kalau anda pengen beli HP ini dan main game berat, pakailah cooling yang sesuai. Biar HP-nya jadi mendingan. Dan performanya jadi lebih maksimal juga. Ya buat gamer sejati, isu tadi mungkin udah diterima ya, HP gaming bang, yang penting fps-nya bisa tetep tinggi, mesinnya bisa ngeluarin semua potensinya, panas nggak masalah, udah ada cooler, ya itu bagus. Berarti anda nggak masalah sama kelemahan paling besar dari GT 30 Pro ini. Bagus loh. Hmm, berisi, bodinya juga agak bergetar, suaranya enak, kenceng. Nggak terasa pecah. Lebih kenceng bagian bawah. Hmm, lumayan, lumayan. Ada jiwa-jiwa HP gamingnya lah, biar rame, bassnya ada nendang-nendang sedikit. Walaupun stagingnya nggak senyum. Oke sih, oke sih. Saya suka, nilainya 8 dari 10. Buat HP Infinix itu gede ini. Ya, detailnya sih nggak sebagus itu. Sekarang kita cobain kameranya. Hmm... agak susah di foto. Kita segelas spidol aja, terus si kelinci ini, terus kita fotoin kipasnya ini. Sayangnya kipasnya nggak bisa didapetin buat semua varian ya, kalau kita ingat sama seri Infinix Note kan, semuanya dapet wireless charger, dapet power bank, tapi buat yang GT, kipas ini mungkin agak mahal, jadi yang spesial edisi yang gift box aja baru dapet. Buat hasil kameranya sendiri, saya suka kalau kamera utama 108MP-nya ya. Buat suasana terang, entah kenapa dia nggak sebagus suasana malam, kalau saya bilang. Suasana malamnya bagus lho, rasanya bersih, tajem, lampu-lampunya juga kelihatan rapi, enak dilihat lah kalau malam. Kalau siang juga sebenarnya rapi, tapi dynamic range-nya rasanya nggak luas-luas banget ya, masih standar aja lah, sama warnanya juga agak ke-ijoan. Processingnya lumayan berasa lah, kalau anda cari sifat foto yang natural, ini kurang kena sih. Dan buat kamera ultrawide 8MP-nya, kualitasnya... Okelah, dibilang bagus enggak... jelek juga iya sih. Kalau lihat detailnya... Dia sudah hilang-hilang an, mau terang mau gelap, udah halus banget sama warnanya juga... berasa agak kasar gitu. Gimana ya? Bagian pinggir-nya itu ada ungu-ungunya istilahnya ada colour fringing-nya gitu... Jelas bukan hasil foto yang bisa dibilang bagus dan lumayan jomplang dari kamera utamanya. Ya saya masih bisa maklum lah kalau inget ini Hape Gaming yang emang biasanya fokus ke performa. Kita kalau ngenilai ROG Phone juga... nggak bisa terlalu sama ya standarnya kayak Samsung Note atau Samsung S walaupun harganya sama. Jek jek,jadi ini adalah hasil dari perekaman kamera depan dari Infinix GT 30 Pro di resolusi 4K 30 fps. Luar Biasa sih... Hape Midrange kamera depan 4K 30 fps dan stabil juga. Disini... Cuacanya lumayan mendung ya, jadi... sebenarnya kondisi sekarang langit-nya agak abu-abu. Tapi, Hapenya belum bisa nangkep abu-abu, dengan baik jadi dia putih semua. Yang penting muka saya jelas, terang, ya itu prioritas yang bagus! Semua Dynamic Range-nya jadi nggak terlalu... luas-luas bangetlah. Itupun mungkin sedikit aja. Ketikan sisanya sih mantab ya. Bisa se-stabil dan sebagus ini warnanya. Kalau dari... Kondisi hujan sih aman-aman aja sih soalnya hapenya... IP 64 itu artinya dia tahan sama percikan air, tahan hujan. Cuma jangan sampai dia kesiram atau kecemplung kedalam air. Itu kelemahan dari si GT 30 Pro ini, soalnya banyak Hape 4 Juta yang nggak ada... rating IP 68 kan? Jadi kecemplung juga nggak masalah sementara GT 30 Pro belum bisa... Yah... Video kamera depannya sih... Bubububu yang lebih cepet, tetep standard. Oh ya, ini kalau pengen ngerekam pakai kamera depan di sudut pandang yang lebih lebar. Tadi kan lumayan banyak... Dipenuhi muka saya tuh sampai segini, segini, itu karena kita lagi aktifin stabilisasinya. Kalau kita matiin... dia bisa luas cuman jadi... gempa gini! Jadi kesimpulan saya buat Infinix GT 30 Pro! Ini adalah Hape Gaming Sejati! Yang penting keren! Ada lampu-lampu an, yang penting specnya kenceng. Fps Tinggi, fitur gaming. Mulai dari trigger disebelah kanan sini. Sampai kedalam gamenya juga banyak fitur yang bisa kita pakai... kalau Anda emang gamer sejati... ini HP mantap sih. Harga Rp4 juta tapi udah bisa dapetin rasa-rasa ROG phone. Baterainya juga gede tadi saya belum sebutin baterainya 5.500mAh support wireless charging Kamera juga termasuk bagus buat ukuran HP gaming apalagi videonya tadi. Kamera depannya buat video udah rasa-rasa flagship sih cuma kelemahannya... saya ingetin lagi pastiin kalau Anda udah siapin cooler tambahan, mau bawain Infinix atau dari brand lain juga banyak yang bentuknya bulat gini atau kipas apapun, biar suhunya bisa lebih kejaga ya karena kalau enggak pakai cooler kalau kita main game berat suhunya tuh benar-benar tinggi, bisa sampai 48 itu udah enggak nyaman sih. Kalau mainnya game enteng atau setting-nya kita tahan-tahan baru suhunya bisa aman tanpa kipas, tapi gimana ya kalau Anda... cuma seringnya main game enteng aja atau enggak terlalu sering nge-game, mungkin bisa pikir ulang buat ngambil GT30 Pro ini, soalnya masih ada Infinix Note 50 series loh yang harganya itu bisa lebih murah Rp3 jutaan udah dapat HP ganteng. Body metal performanya tetap enggak malu-maluin, kamera bagus dan lain-lain. Lebih cocok buat kebutuhan yang lebih allrounder sih. infinix GT30 Pro ini emang lebih ditargetin buat gamer sejati aja. Jadi... Gitu aja unboxing buat Infinix GT30 Pro ini... warna abu dan ini warna hitam ada satu lagi yang putih. Like kalau Anda suka dengan video ini dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Mana... wah... Weh, mana depannya! Oh ini... Tadaa! Hitam... putih... Isinya sama.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















