Jungkat

Seni Bisnis Tumbuh Tanpa Viralitas (YouTube Video)

  • 11/01/2024

salah satu ketakutan terbesar saya adalah ketika video YouTube ini tersebar kepada target audiens yang bukan merupakan target saya nah ini merupakan sebuah pernyataan yang sangat kontradiktif karena biasanya content Creator youtuber itu ingin kontennya justru Ghost viral ya Nah itulah Sebabnya kenapa kok saya berikan judul seni membangun bisnis yang bertumbuh tanpa viralitas nah sebelum kita bicara lebih dalam mengenai viralitas sebenarnya viralitas Ini sebenarnya sudah dibahas cukup lama ya ya oleh seorang pengarang yang merupakan pengarang favorit saya ya dia merupakan seorang penulis buku bisnis yang terbaik di abad 21 yaitu adalah malcomm godwell Please welcome malcom gladwell nah judul bukunya adalah tipping point nah tipping Point adalah bahasa lain dari viralitas sebelum adanya tren sosial media seperti tiktok atau X ya kemudian Instagram atau Facebook atau YouTube ya Nah jadi di sini makam G mencoba untuk menjelaskan bahwa tipping point atau viral bisa terjadi karena tig faktor ya Yang pertama adalah influence Jadi kalau misalkan kita memberikan sebuah informasi kepada orang yang memiliki Sal structure di bawah kemungkinan besar terjad tipping point itu sangat kecil Kenapa orang yang memiliki Sal structure di bawah itu mereka tidak punya influence yang tinggi mereka tidak punya kapasitas dan Network yang tinggi jadi informasi untuk bisa mencapai tipping ataualitas itu harus disampaikan kepada early adapter orang-orang yang biasanya Miki social structure di atas yang memiliki influence Misalkan seperti selebriti kemudian juga politician ya busis owner top level CEO dan masih banyak lagi itu baru satu faktor nah faktor kedua adalah konten dari informasinya itu harus konten yang memiliki unsur contagious ya contagious itu artinya adal menular jadi misalkan informasi kita sampaikan kepada early adapter kepada orang yang memiliki structure sosial yang tinggi tetapi informasi tersebut tidak worth it untuk disebarkan informasi Enggak penting atau informasi yang semua orang pada umumnya sudah tahu maka yang namanya viralitas tadi sulit untuk terbentuk nah faktor yang ketiga adalah medium yang tepat nah di dalam buku tipping point malham gwell dia melakukan sebuah eksperimen ya jadi misalkan eksperimen untuk vaksin yang ada di University tentu saja dikasih tahu bahwa vaksin tetanus itu adalah untuk mencegah penyakit tetanus dikasih gambar yang mengerikan kalau orang kena tetanus itu seperti apa nah ternyata poster yang mengerikan ituak membuat informasi ini tersebar dan gak membuat para mahasiswa untuk pergi ke tempat vaksin ya jadi ternyata kontennya sudah cukup menarik kontennya sudah cukup contagious tetapi ternyata kurang satu faktor yaitu mediumnya ya medium atau misalkan platformnya enggak tepat hanya sekedar gambar poster itu enggak tepat akhirnya mereka mencoba untuk melakukan eksperimen yang kedua kali ini di dalam posternya itu ditambahkan dengan Map ya petunjuk arah lokasi di mana ruangan untuk melakukan vaksin plus di lantai di kampus tersebut itu dikasih kayak semacam footprint ya menjelaskan Berapa langkah lagi ada footprint menuju ke tempat untuk melakukan yang namanya vaksin dan ternyata hasilnya langsung berkali-kali lipat orang-orang semua pergi untuk vaksin jadi apabila kita memenuhi tiga faktor ini maka tipping point atau viralitas bisa terjadi Jadi konsep tipping point atau old virality yang dijelaskan oleh mahom gatwell adal adalah sebuah konsep di mana viralitas bisa terjadi dengan proses yang lebih panjang Kenapa karena belum ada medium sosial media tetapi punya kelebihan dia lebih long lasting nah sementara new virality sebuah viralitas yang terjadi karena adanya medium sosial media itu akan prosesnya lebih pendek jadi e kita lihat hari ini orang upload Mungkin besok sudah langsung viral tetapi kelemahannya adalah tidak long l Nah jadi di sini ada beberapa Dilema ya Kenapa kok saya bikin judul membangun bisnis tanpa Vir realitas Kenapa saya juga membangun sebuah youtube channel yang saya hindari kalimat atau thumbnail-thumbnail yang bisa membuat konten saya viral Kenapa karena saya juga tidak ingin E melompati atau mendapatkan orang yang bukan merupakan target audiens saya untuk bisa menonton video saya nanti saya akan Jelaskan di belakang nah tiga Dilema ya dari new virality yang pertama adalah being Exposed Nah kenapa kok saya sebagai pelaku bisnis enggak terlalu suka-suka banget ya kalau misalkan produk atau jasa saya itu viral sekali ya jadi viral dalam artian adalah terlalu viral semua orang tahu kenapa karena ini akan membuat ee produk dan jasa kita itu diepose luar biasa diexpose artinya adalah semua orang akan melihat baik itu kelebihan baik itu kekurangan sekali lagi kita tidak bisa membuat semua orang happy ya Bahkan penjual I krim aja kadang-kadang yang harusnya bikin orang happy kadang-kadang Mungkin orang bisa aja kecewa gitu ya dan ini akan juga membuat kita terekpose oleh siapa oleh kompetitor kita sekarang ini adalah era Di mana orang dengan sangat mudah bisa pergi ke maklon membuat sebuah produk dan jasa dan sekali lagi orang-orang yang memang membeli produk kita karena hanya coba-coba atau fomo mereka tidak akan loyal kan dan akhirnya mereka akan pergi ke tempat baru ketika mendapatkan offer yang lebih menarik jadi eh Dilema yang pertama adalah being expos hal yang memang saya enggak suka Apalagi sebagai seorang yang e termasuk kategori introvert ya yang kedua adalah temporary drive ya Dan kalau kita perhatikan ya jadi viralita virality ini lebih terjadi pada generasi yang memang younger Generation eh misalkan generasi milenial atau misalkan genzy ya atau bahkan yang Alpha Kenapa karena begitu mereka lahir opsinya banyak ya tapi kalau misalkan gen x atau misalkan baby Boomer kalau mereka pergi ke supermarket jenis pasta Gigin aja mungkin pilihannya cuma satu atau dua gitu Jadi mereka tidak terbiasa hidup dengan banyak opsi Ya sementara kalau kita perhatikan yang namanya milenial atau genzy atau Generation Alpha yang lebih muda lagi mereka terbiasa punya banyak Eh pilihan dan biasanya kalau misalkan sebuah produk atau jasa atau informasi itu viral dengan sangat cepat orang itu kecenderungan itu mereka bergerak Ya itu bukan karena mereka suka value dari produk atau informasinya ya bukan karena legacy-nya tapi karena memang faktor ikut-ikutan Jadi kemungkinan besar ketika terjadi viralitas yang beli produk kita atau jasa kita atau bisnis kita hanyalah follower saja bukan early adap dan follower itu adalah E Dilema yang membuat saya ya mempertimbangkan untuk lebih baik untuk tidak viral Kenapa karena ini juga e nyambung dengan Dilema yang ketiga yaitu House of cards ya Jadi kalau misalkan teman-teman suka nonton di netflix Pasti enggak asing dengan judul film House of cards jadi rumah dari kartu ya itu cepat banget dibikin teman-teman tinggal susun dengan kartu Remy maka jadilah rumah-rumahan gitu ya tapi eh satu walaupun cepat tapi itu sangat-sangat fragile ya kena angin aja jatuh ya jadi itu adalah tiga dilema kenapa kok saya enggak ingin produk atau jasa perusahaan saya itu viral dalam tanda kutip negatif Nah di sini saya akan berbagi ada empat seni Bagaimana membangun bisnis tanpa viralitas seni yang pertama adalah selected audience Nah tadi saya di awal sudah jelaskan bahwa saya Eh punya ketakutan terbesar kalau misalkan video YouTube saya ini sampai ditonton oleh orang yang bukan target audiens saya ya Kenapa karena e beberapa teman saya youtuber itu pernah mengalami hal yang sama dia buat YouTube hanya buat iseng-iseng aja tiba-tiba sampai jutaan views dan akhirnya haters muncul saya bukan berarti anti haters tetapi eh haters tersebut begitu saya baca komen-komennya ternyata adalah orang-orang memang bukan target audiens yang memang paham ya untuk itu nah saya lebih memilih untuk dari awal menggunakan judul-judul yang tidak provokatif karena memang target market saya target audiens saya adalah orang-orang yang memang ee lebih dewasa yang memang lebih serius nah Tetapi kalau misalkan saya misalkan kan seorang prankster ya jadi konten saya misalkan komedi Ya tentu saya mungkin e punya pendekatan yang lain Jadi ini sekali lagi ya teman-teman enggak harus ikutin saya ya karena setiap orang punya konten masing-masing kemudian misalkan e saya ambil contoh lagi untuk content Creation Eh ada satu youtube channel dia hanya membahas tentang kopi awalnya saya skeptis bahwa yah bahas kopi kopi ya mungkin ada orang suka tapi kan ya segitu aja nah Ternyata saya kaget Saya sudah lama enggak follow dia sekarang subscribersnya itu 3 juta lebih walaupun kontennya isinya bukan teh ya bukan e FNB hanya strictly di copy Ya ada juga konten yang membahas tentang vegan jadi dia chef tapi vegan orang Jepang dan dia menggunakan konsep asmr dia bahkan enggak ada isi audio sama sekali jadi hanya asmr dan ternyata juga jutaan subscribers nah di dalam bisnis saya juga Sama ya jadi E ketika misalkan Saya lagi membangun sebuah Project properti namanya sequoya Hills ya Di mana kita membangun perumahan Premium ya maka di di sana juga saya memilih konten-konten yang memang ee jauh dari viralitas Misalkan contoh E saya banyak ketemu konten properti yang memang dibuat cicilannya hanya sekian juta ternyata itu cicilan per hari Jadi dibagi per hari supaya orang konact sama dia dapat database tapi database yang memang engak bisa dipakai apa-apa karena E itu bukan target marketnya jadi untuk menjual rumah-rumah yang memang premium kita enggak perlu melakukan gimik-gimik yang memang membuat orang beli karena cicilannya murah jadi sekali lagi kita harus bisa memilih memilih audiens kita dengan sangat-sangat tepat Sama halnya Ketika saya memulai project-projek baru jadi seperti yang teman-teman tahu yang sudah follow YouTube Saya cukup lama lebih dari 10 tahun setiap tahun Saya pasti punya project baru baik itu di properti Apakah itu di investment Apakah itu di retail ya dan setiap project-projek baru ini saya tidak pernah umumkan atau informasikan kepada eh publik ya atau di youtube channel atau di Instagram saya Nah jadi di tahun 2024 saya juga akan memulai Project baru ya ada dua Project baru yang saya akan mulai ada yang di properti ada yang juga di kesehatan atau di health busis dan saya akan informasikan ini kepada selected audience tapi betul-betul selected ya jadi e di ruangan meeting saya saya akan invite 10 orang karena ruangan meeting saya enggak besar jadi 10 orang terpilih teman-teman bisa participate dan menjadi orang yang pertama untuk mendengar dan juga bisa berpartisipasi berkolaborasi di Project baru ini di tahun 2024 nah nama program ini adalah the big Boys table hanya untuk 10 orang Nah kalau misalkan teman-teman ingin e tahu bagaimana cara bergabung untuk bisa saya invite di Project tersebut datang ke kantor saya untuk 10 orang kita akan adakan The Big Boy table tanggal 3 Februari 2024 informasinya teman-teman bisa chat WhatsApp di nomor di bawah saya nah seni yang kedua adalah ekspansi ke dalam nah ini menarik banget biasanya sebagai bisnis owner kita ingin bisnis kita grow secepat-cepatnya ekspansi seluas-luasnya jadi ekspansi keluar buka cabang ya buka kantor baru buka branch baru ya expand ke Kota Baru ya Nah tetapi di sini kalau kita belajar dari orang Jepang belajar dari orang Jerman ya Mereka ternyata punya pendekatan yang berbeda ya Jadi mereka melakukan ekspansi tapi bukan ekspansi ke luar saja tetapi mereka melakukan ekspansi ke dalam Jadi kalau misalkan teman-teman lihat cara orang bisnis orang Jepang berbisnis ya buat mereka customer itu nomor satu ya Jadi mereka lebih tertarik untuk menjaga loyalitas dari satu customernya daripada harus cari customer baru itu itu konsep utama dari cara orang Jepang berbisnis Makanya kalau misalkan kita pergi tour ke Jepang gitu ya kadang-kadang kita mau ajak anak mau ajak teman makan di restoran itu enggak dapat tempatnya karena kecil banget jelas-jelas restorannya antri luar biasa tapi kenapa kok enggak buka cabang ya karena orang Jepang Enggak buru-buru dia langsung buka cabang karena kalau misalnya dia buka cabang dia takut kualitasnya menurun ya dia takut nanti malah akhirnya e kliennya atau customer dia pergi ya jadi dia ekspansi ke dalam dengan cara apa betul-betul dia sungguh-sungguh suguh memperbaiki kualitas di Jerman itu berbeda sedikit dengan di Jepang buat orang Jerman yang paling penting itu adalah employee ya jadi e ya walaupun customer juga penting dan buat orang Jepang employ juga penting tetapi prinsip atau value dasar dari orang Jerman adalah buat mereka employe yang paling penting jadi mereka make sure employe mereka mendapatkan kesejahteraan mendapatkan liburan yang cukup ya dan ini adalah bentuk ekspansi ke dalam jadi enggak selalu harus yang namanya viralitas itu baik kenapa karena ada tiga Dilema yang Tadi saya sudah Sebutkan di awal video yang ketiga engage dengan early adapter ya Nah tadi saya katakan Ya ada early adapter ya ada yang namanya follower nah early adapter adalah orang-orang memang di social structure di atas ya bukan berarti social structure di atas ini harus yang EE punya uangnya banyak bukan berarti seperti itu tapi orang-orang yang memiliki pengaruh ya yang biasanya memang eh butuh proses untuk bisa convince mereka tapi mereka lebih longless ya dibandingkan dengan misalkan orang-orang yang di kita sebut sebagai follower orang-orang yang cuman ikut-ikutan orang-orang yang biasanya menjadi ee biasanya cuman ikut-ikutan tapi di Skala atau level yang terakhir dan orang-orang seperti ini itu biasanya mereka tidak longlast Jadi mereka suka atau eh drive mereka itu karena diskaun karena harga murah Karena promo ya Jadi teman-teman untuk seni yang ketiga adalah kita harus engage nah engage di sini artinya adalah kadang-kadang kita perlu membuat yang namanya community ya teman-teman ketemu dengan mereka tanya feedback dari mereka mereka buat kuesioner e bikin private party private gathering dengan mereka setiap kali ada produk baru sebelum muncul kepada publik ajak mereka untuk coba dulu secara free nah ini hal-hal yang memang seringkiali jarang bisis owner lakukan ya walaupun kesannya lama dan orang-orang banyak bisnis yang akhirnya udah duluan ya udah ngebut duluan Tapi saya lebih percaya satu quote Ya dari Asen Wenger di sana dikatakan bahwa e stamina dari motivasi lebih penting daripada intensitas dari motivasi jadi bisnis itu jangka panjang jadi enggak perlu Intens sebentar ya laku nanti sepi laku tapi sepi lebih baik kita punya stamina ya yang memang sedikit demi sedikit tapi dia grow exponenially dan secara organik seni yang terakhir value over feature Nah di sini banyak kita lihat konten-konten yang memang memaksakan diri untuk viral ya Jadi mereka mempertontonkan yang namanya feature dengan cara yang berlebihan gimic atau clickbait misalkan seperti skinc yang bisa putih dalam hitung mingguan atau bahkan bisa putih dalam waktu hitungan harian ya tetapi kalau misalkan teman-teman ingin membangun bisnis yang sustain yang Organic ya tanpa viralitas kalian harus bisa fokus pada seni yang keempat yaitu fokus pada value nah value dari perusahaan kita apa value dari produk kita apa value dari jasa kita apa sama hal seperti misalkan The Body Shop ya yang memang value mereka adalah vegan atau no animal testing disclaimer dulu saya bukan meng-endorse The Body Shop ya ini hanya sebuah contoh jadi seringki kadang-kadang ketika kita membela value pasti ada sacrifici yang kita lakukan Misalkan contoh tentu dengan yang namanya produk-produk yang mungkin organik pasti e sumber dayanya lebih jarang akhirnya cogsnya lebih tinggi Yes tentu dengan adanya organik hasilnya enggak akan punya fitur yang sampai membuat putih dalam hitungan 3 hari Yes tapi sekali lagi apakah teman-teman ingin membangun house of cards yang memang cepat dibangun tetapi runtuh dengan cepat atau teman-teman ingin membangun bis yang sustainable tanpa al I'll see you on the next video

Lihat di YouTube