Jungkat

Sepatu Ini Bikin Nyaman, Tapi Butuh Pengorbanan! REVIEW Ardiles Coventry 2.0 (YouTube Video)

  • 01/02/2026

Coba lagi di review sepatu bersama Dedi dan Angga. Oke, kali ini kita mau review Ariles Coventry 2.0. Oke, sekarang kita balik lagi. Udah 2026 dan kita masih kekeh dengan sepatu lokal. Kegeh tetap [tertawa] walaupun lemari sudah penuh dan sudah enggak tahu motornya di mana dan merotasinya sudah bingung karena kaki cuma dua. [tertawa] Tapi kita mulai dari mana nih sekarang nih? Oke, jadi seperti biasa silakan kalau mau diaba-raba pak karena hardiles saat ini yang coba aku harus enggak ada size gua kalau ada gua udah beli. Iya sih terakhir ini soalnya size-nya paling gede 45. Nah itu ya buat kalian-kalian yang teman saya eh bukan teman saya. sekaki sama saya ukurannya atau lebih ya 46 ke atas. Mohon maaf ini masih belum untuk kalian belum. Siapa tahu nanti ardiles berubah pikiran dan bikin yang lebih besar ya. Ini Arilas by the way eh ini lagi dipakai juga bukan ya satu lagi ya yang lagi dipakai sama polis ya. Oh ada satu tipe adil yang dipakai sama polis jalan kaki dari Bandung ke Surabaya. Wihah. Biasa naik kereta ya. Heeh. Kereta dia jalan kaki. Emang iseng sih. Tapi keren sih. Keren sih. Tapi keren. Lebih keren. Keren. Keren. Keren. Nah, kita versi jalan kaki biasa aja. Paling-paling 20.000 40.000 langkah aja ya. Bukan bukan yang beberapa ribu kilometer. Enggak, enggak. Oke. Jadi ini gimana nih? Ini enggak yang nyoba nih dari atas gimana nih? Kita lihat pretelin tampilan luarnya dulu seperti biasa ya. Nah, jadi kalau di bagian depan dulu kita lihat nih. Heeh. Di sini dia ada di toolbox-nya itu pakai yang e suat synthetic ya. Iya. Synthetic SOID. Jelas. Em, terus juga di bagian vamp di sini ada ada layering dari mesh yang agak lebar. Iya. Iya, betul ya. Jadi secara di atas kertas ini tuh punya breatability yang oke. Jadi napas lah lumayan oke lah ya. Lebih napas ya. Karena agak lebar walaupun agak suka enggak terlalu kelihatan enggak tembus. [tertawa] Betul. Dan juga mungkin rawan ya kalau lagi kondisi cuaca seperti sekarang. Oh iya. Kalau cuaca sekarang ini agak ngeri-ngeri sedap ya. Hmm. He enak dipakai karena adem tapi terus tiba-tiba hujan. Nah, udah jempol kisut. Udah betul. [tertawa] Karena itu terjadi di Cvert saya, Pak. Sekarang lagi dicuci deep clean. Oh, lagi deep clean. Karena cvert-nya basah total kerendem. Rendam. Ya ampun. Oke. Dan sini ada ada layering lagi juga dari bahan suite juga masih sampai ke atas. Dan di bagian tangnya masih mesh bagian logo di tangnya ini ada panel dari bahan piu piu ya. Yap. Oke. Jadi agak-agak kayak SP. Ini tangnya lumayan keras ya. Yes. Dan udah lebar keras dia. Jadi ketika di awal ketika masih fresh itu kaku. K banget ya. Otomatis ngaruh ke pergelangan kaki yang lumayan ketekan. Oh ujung-ujungnya ketekan ya nih pas ya ujung-ujungnya kena nih pas ini ya. Oke. Ini lebarnya udah kayak sepatu skate ya. Benar benar kayak gumu dulu gumu kayak Iya di gitu gemuk-gemuk tapi, tapi dia enggak gemuk. Dia cuma lebarnya doang aja. Cuma setelah black inin ada keuntungannya. Ini nge-lock kaki. Ngelok pergelangan kaki lah. Jadi terasa aman gitu ketika lagiut sama pergelangan. Benar-benar meluk kaki jadinya. Tapi again masih belum nemu lagi sepatu yang enggak perlu pakai kaos kaki. Iya ya kan? Ini tetap membuat kita harus pakai kaos kaki kan. Sangat disarankan karena sudah lama enggak nemu nih sepatu yang enggak perlu pakai kosaki. Itu kerasa sakit pun udah pakai kos kaos kaki tebal. [tertawa] Iya kaos kakinya tebal tetap kerasa kayak waduh ini mencekik sekali di awal-awal. Tapi setelah sekitar ya 2 kiloan 2 2 kilo, 3 kilo ya 2 kiloan dan ee 2 set perban ban gitu. Iya [tertawa] perban enggak sampai enggak sampai perban enggak sampai perban kecuali kalau enggak pakai kaos kaki mungkin bakal diperban tuh. Jadi again tolong pakai Kosaki pasat saat pertama kali pakai. Lanjut lanjut. Di sisi samping ada logo Ardiles-nya ya. Ini logo khasnya Ardiles. Oh ini Ardiles. Iya seperti burung ya. Seperti banyak ya. Seperti burung saya kira saya kira logo yang suka dipakai pi. Poli bukan seperti burung. Oh sama juga ya seperti burung itu ya. Miri mungkin karena Indonesia kan Garuda ya kalau jadi tapi juga mirip kayak itu ya satu lagi yang brand Jepang itu ya. Brand Jepang. Benar. Oh iya ya ya benar iya ya udah enggak sudah disebutlah ya udah ya kalian tahulah ya kalau suka main bola apalagi tuh bola main e cuman voli voli sepatu impi banyak tuh yang pakai itu Jepang nah [tertawa] oke balik ke lokal oke balik ke lokal ee sama jadi seluruh keseluruhan em upper di layer paling dasarnya itu adalah mesh lalu dilapisi sama bahan ee sintetic tadi. He. dan sampai ke belakang. Nah, di belakang ini ada kayak dia kayak plastik kayak stabilizer gitu ya. Kayak stabilizer. Namun sayangnya. Betul. Jadi ya ini ornamen biasanya biasanya di sini tuh kalau ada plastik ya keras. Iya. Biar enggak bisa goyang karena di Pomero. Iya. Nah. Iya. Pomero ini pas dipegang lah lembek. Iya. Kayak di Pomero Adidas ZX Series itu emang buat support Halil nih. Tapi ya ada aja. Ini tuh masih keras tuh. Oh iya, kumu punya kumonya si itu masih lumayan keras, masih lumayan firm. Jadi, nah masih lumayan dia masih ngejar gitu. Iangut eh tumitum tumit megang tumit dari belakang tek megang gitu tumit ini tadi gua berharap banyak loh keras nih sayangnya tidak tapi enggak apa-apa paling enggak kelihatannya cool keren benar sih wah ada aksen ini kan kelihatan lebih macu gitu lebih maskulin nah tapi ada poin plusnya setenggahnya di belakang itu ada pulap yang lumayan membantu dan bisa untuk dua jari gue heeh dia lumayan lebar jadi ngebantu banget buat enak nih buat narik buat narik tak gitu yang otomatis memperpanjang umur sepatunya sendiri Iya, teorit ya. Kecuali kalau bagian pultapnya tiba-tiba robek. Iya, itu udah di luar variabel kalau itu. Tapi kayaknya enggak si Pullpapnya sor ya. Enggak [tertawa] aman. Sudah saya uji duluan soalnya. Sudah saya uji duluan. Oke nih. Oke nih. Oke build-nya. Oke. Eah di bagian dalam juga ya ada masih seperti tadi ya. Ada synthetic sued. Oke. Yang waktu itu kan tadi tek bunyi. Iya. [tertawa] Tiba-tiba kendor loh. Serem. Saya sudah enggak pernah bawa lagi tuh kayak sekarang. Ana takut jadi bahan uji nanti [tertawa] jadi bahan perbandingan. Nah, sebenarnya ada satu hal yang unik yang tadi mungkin belum kesebut ya karena tali temalinya ya kita Iya betul. Di tali temalinya ini terutama di bagian ujung ujung depan ini ini kenapa sih harus kayak begini? Coba deh ini filosofinya apa sih? Tapi beberapa sepatu kayak gini sih. Iya kayak di beberapa sepatu New Balance juga bagian depannya kayak gini. Cum enggak dipasangin loop untuk e tali ya biasanya cuma aksen aja sama sepernya sebenarnya juga aksen. Iya ini juga aksen doang sebetulnya loh. Tapi ini kalau di loop begini kan kalau ketarik ketarik aja. Udah nih harusnya kan kalau ini umum ada di sepatu baseball, sepatu bola biasanya itu di samping. Heeh. talinya tuh dibikin di samping supaya bagian punggung kaki itu tidak terlalu sesak dan dia dan dia ee kalau ngikutin bentuk kaki itu tuh sangat aman sebetulnya memang pasang tali sepatu di sisi luar. Iya. Iya. Terutama kalau main bola supaya punggung kaki tuh full ketika nendang tuh kerasa bisa bisa full force lah. Iya bisa e full tenaga gitu. Fullupan sama tali gitu kan. cuma ini kan beda ya depan ini ya. Berarti aksen doang sih kalau menurut gua. karena enggak enggak ada fungsi ngunci yang gimana juga soalnya cuma ada di ujung enggak sampai ke samping-samping. Gua enggak mempercayaskan kenapa dia mengsel gitu enggak lurus setengah gitu. iya kan biar beda mungkin diomongin biar beda biar diomongin ya diomongin tuh kan kena kan dapat kan sudah diomongin kan kenapa dia mengol. Nah, iya memang itu aksen doang tuh. Hal hal yang jadi perhatian pertama ketika diangkat loh kok ternyata ininya enggak di tengah ya? Tapi aksen yang unik terah tidak terlihat seperti ini akan mengencangkan juga karena anchornya juga enggak enggak yang stardy juga enggak sama sekali enggak kerasa fungsinya sih ya luculah pokoknya iya [tertawa] beda jarang nih ada yang eksekusi kayak gini jarang tapi kayaknya kayaknya beberapa gua lihat akhir-akhir nih ada yang pakai jadi mungkin ini akan makin lama makin banyak yang pakai kayak beginian di trail mungkin ya di harapanku sebetulnya kalau memang bisa bikin pola yang lebih kalau memang mau ada fungsinya ya harus di samping. Benar-benar di samping sih, Pak. Samping jadi ada support ke bagian kaki supaya enggak overpron apa enggak ada overpronasi juga. Dan ini juga punya ini ya runners not juga ya kalau mau ngencengin belakangnya nih. Benar ada runner shot di bagian lainnya. Benar. Jadi lumayan menyenangkan harusnya buat jalan ini. Yes. Ini bukan sepatu lari ya. Bukan bukan bukan bukan bentukannya kayak Y2K runner si tidak disebut sebagai sepatu lari sih. Adilas terang-terangan nyebut ini sebagai sepatu lifestyle di seluruh e-commerce mereka. lifestyle zaman sekarang. Tapi kan base-nya selalu running shoes. Running shoes. Betul. Enak loh buat dipakai jalan. Enak. Oke, sayang. Saya tidak bisa mencoba. Ayo dong riles bisa kali ada 46nya. Tambah lagi satu aja. Satu siz lagi. Oh, ngomongin sizing. Ini tuh tersedia dari ukuran 37 sampai 45. Oke. 37-nya itu di 24 sampai 24,5 lah. Dan ee 45-nya itu 28 sampai 28,5. Jadi sebenarnya kalau ngejar 30 berarti harusnya 47 48 mereka ada. Iya 47 ya. Kalau buat ukuran Pak Dedi kurang gede dua size itu dia. Tolong bisa kali brand lain juga ini kok di size 46-nya habis duluan. Bisa kok. Heeh. Heeh. Emang peminatnya banyak. Cuma sedihnya biasanya di brand lain tuh kalau 46-nya habis enggak diveil enggak di rckok lagi. Iya benar. Jadi kalau mau beli 46 harus belilah di hari-hari pertama dia jualan. merasa ada ada enggak sih ngelakuin survei sebetulnya untuk ukuran kaki orang Indonesia gitu ya ketahuan volume pasaran juga apa apa menurut kalian kita perlu bikin survei nih ukuran kaki kalian berapa gitu coba deh aku pengin tahu nih ya [tertawa] pengin tahu nih sebetul ukuran kaki kalian berapa sayangnya kan itunya tuh enggak ada tuh apa ee pilihannya sampai 10 size tuh enggak bisa gitu kan benar benar benar tapi enggak apa entar kita coba deh kita bikin survei ukuran kaki kalian berapa gitu nah kalau kita bilang oh ternyata ada ada orang nih size-nya begini nah Siz-nya 46 30 cent 29,5 centari teman. Iyalah [tertawa] masa lari ujung-ujung lari ke sepatu luar lagi gara-gara size doang. Iya, masa sepatu luar lagi gara-gara brand doang. Eh, gara-gara size doang. Gara-gara [tertawa] brand doang. Teknologi gara-gara teknologi masih oke. Oh, iya. Teknologi boleh teknologi tapi kebanyakan buat itu buat tren. Benar untuk brand dan tren. Ah, [tertawa] loh. Udah disiapin terus buat warna juga. Heeh. Mereka hadir dengan empat warna yang untungnya enggak main aman doang. Emang sih ada tiga warna. Tiga warna pertama tuh eh tiga warna ini itu aman. Salah satunya yang warna black blue. Terus ada warna white cloud. Sama silver black. Enggak sih? Kayaknya masih belum aman. Masih triple black kalau berani. Iya. Bisa dijual ke anak sekolah. Oh iya. Oh iya benar. Nah tapi ada satu warna yang entah kenapa sangat susah dicari ya. Apa tuh? Itu green snow white. Kayak gimana sih? Green [tertawa] green sekarang kita tampilin. War green snow white. Apik banget, Pak. Warnanya tuh kayak e off white off white tapi ada beberapa aksen. Ada beapa aksen warna hijau dan kayaknya ada kuning kayak keemasan gitu juga deh. Aduh ngerjain dah. Tapi keren ya. Itu warna yang saya suka ya. Iya. Kalau ini kan warna biter. Ini warna biter. Ini warna biter kan. Emang susah banget itu carinya banyak. Habis yang putih-putih gitu kan warnanya lu suka gitu kan. Audio yang megang audio kita sekarang suka juga tuh harus putih putih biar clean look. Clean. Iya clean look katanya kalau kata nyoman harus putih-putih gitu kan. Warna milenial. [tertawa] Warna milenial gitu kan. E Janzi enggak janzi udah apaan sih? Putih banget gitu. Itu dia nih repot nyucinya nih. [tertawa] Itu mikir kurang misterius. cowok misterios lebih menjual ya sekarang ya. Benar. Sepatu tuh kalau black on black itu misteri sepatu apa sih? Itu jenzy banget tuh. Benar benar benar. Lanjut lanjut. Apa sihembahasannya [tertawa] kok lari ke sana? Kok yang tadi teknis si? Iya. Jadi makainya gimana dalam pemakaian gimana? Ah dalam pemakaian ini terbilang nyaman tapi butuh penyesuaian. Nyaman tapi butuh penyesuaian. Oke. Iya. Karena di awal pakai itu Oh. Gara-gara lidahnya ya. Total sakit banget, [tertawa] Pak. Ini sakitnya banget ya. Sorry banget. Tapi emang benar-benar tidak membuat nyaman di awal. Cuma karena ya itu balik lagi sebagai pengulas ya kan otomatis kita mesti tahu [tertawa] dulu nih sejauh apa sih tidak enak. Eh ternyata lama-lama enak kok. Lama-lama meluk ee kaki dengan nyaman kok walau ya ada pengorbanan di depan. Kalau mungkin enggak tahu ya di tempat kalian ada enggak yang jual jasa break in? Kasihan. Karena di luar ada, Pak. [tertawa] Jasa breakin sepatu, terutama sepatu kulit. Gua pernah jual jasa break sama adik gua yang kakinya emang lebih lebar. Berakhir dengan sepatu kelebaran. Kelebaran [tertawa] itu bukan jujasa pinjamin dia maksudnya gitu loh. Cobain jadi kelebaran. Kenapa jadi lebar gini sepatu gua ya? [tertawa] Ini suatu apa pak? Lupa udah lama tapi udah lama jadi lebar gitu terus enggak berani itu pernah ada di sini ya. Pernah ada di sini jasa itu ya enggak sih? Bukan jasa. [tertawa] Iseng aja nyobain. Cuma kebayang kalau itu kan diit terus terus yang ngbreakin kelebaran gitu kakinya. Iya iya ngelebar [tertawa] ya. Itu kalau mungkin ada teman yang seukuran sepatunya tapi ee tangguh ya cukup tangguh untuk menerima segala cobaan. Boleh nih break ini. Licin enggak nih? Licin enggak? Licin enggak licin? Enggak. Ini sepatu terbilang okelah walau ya kalau dibandingin sama mungkin Ace Nova ini masih terbilang lebih lebih sliping jadi lebih lebih licin. Dibandingin sama Nova yang memang udah terbukti dipakai di medan dingin ya. Itu iya ini tapi lumayan sih maksudnya harusnya harusnya lumayan stabil. Jadi pelintir juga lumayan gampang dan ada plat ada fungsinya ternyata ada platnya. Ini bukan buat lari pelatihan, ini cuma buat stabil aja biar ada penyokong. Betul. Biar ketika ngelangkah kalian tetap lurus. Betul. Kejaga pijakannya. Soalnya orang-orang berpikir kadang-kadang wah diputar-putar gampang nih. Diputar-putar enak nih melingkung-meling ini pasti enak. Enggak enggak itu justru enggak enak, enggak ada supportnya sama sekali. Justru ngeri itu ber kalau sepatu yang bisa dipelintir-pelintir ya berarti tumpuannya di kaki kalian sepenuhnya. Iya. Kaki salah, salah. Enggak ada yang bantuin. Udah. Betul. Kalau formnya salah ya udah. Wah salam. Cedra deh. Jadi overall gimana nih? Oke, overall untuk Ardelas Coventry 2.0 ya buat kenyamanannya butuh pengorbanan itu pas itu jadi pikirnya yang butuh pengorbanan tagline-nya udah jadi summary dari aku. Terus buat midsolnya yang bahan ya ini bahannya EVA ya EVA foam ya. Ini enak sih ya. So ini enak dalam extend yang standar. Oh enggak ya bias enak banget. Heeh. Tapi karena sepatunya sangat memeluk kaki ketika sudah break in jadi kerasa aman tenang. ketika jalan ada rasa nyaman gitu dan outs-nya tuh lumayan ya sangat supportif lah. Harga di 400-an ini ya. Harga di R00.000-an aku dapat di harga 400 eh aku malah dapat harga di Rp369.000 h sampai 300-an. Harga resmi doang tuh 400-an tuh lihat diskonnya bisa 400-an. Iya kalau saat ini ngcek diskonnya bisa ke 300-an ya. Oke. Pas ngecek sih R20.000-an tapi bisa jadi kalau kalian punya voucher-voucher lain ya kan turun ke 300 berarti termasuk yang lumayan murah. Yang satu ini murah murah penampilannya oke. Kekinianlah penampilannya buat sekarang ya. Masih kan sekarang masih ada di masanya ini ya. Paling enggak Indonesia lah. Masih di masa-massanya ee Y2K runner ini ya kan. Dead atau mau dibilang dead shoes bolehlah apalah terserahlah aturlah yang mana namanya itu pokoknya gede-gede itu Ini masih oke pilihannya juga lengkap. Warna gua yang warna putih kali ya. Putih sama hitamnya menarik cuman dibikin beda sama dia. Enggak full black, enggak full white gitu kan. Heeh. Interesting sih. Ini sangat menarik sekali. Hardess sizing-nya aja nih. Iya iya iya. Cuma sizing doang yang jadi masalah karena enggak ada size besar sama ya kalau ada yang nanya ornamennya gimana ya? Ini ornamen enggak tahu juga ya gua ya apakah berguna atau tidak berguna. Kayaknya sih tidak ber tidak berguna tapi ya udah ada di situ lucu aja gitu jadi beda aja sepatunya. Overall kayaknya yang lu komplain cuman masalah lidah doang ya. Lidah itu sakit banget. Sakit banget di awal. Jadi kesimpulannya ini adalah salah satu sesuatu yang recommended. Recommended kalau dapat harga di 400 kecil atau di bawah 400 atau di bawah 400 dan selalu harus dipertikan masalah lidahnya tadi. Oke kalau begitu kalau kalian sendiri mungkin sudah pernah nyoba atau mungkin merasa bahwa wah ada sepatu lain tuh yang lebih menarik boleh tulis di kolom komentar aja bagaimana pendapat kalian ya. Atau ada ide coba dong e sepatu yang ini, sepatu yang itu gitu. Oke, entar dicobain. Tenang, kita ada dua size di sini. Size besar, ada size yang standar, golden standarnya. Standar size besarnya nanti saya akan mewakili kalian-kalian yang kakinya besar. Jadi, saya bisa tahu, "Oh, ini bisa, ini enggak bisa gitu." Oke, kalau gitu sampai sini dulu. Sampai ketemu di review sepatu berikutnya. Sia. [musik]

Lihat di YouTube