Jungkat

SERES 3 ini sebenarnya sudah ada sejak 5 tahun lalu (YouTube Video)

  • 02/08/2025

Crossover electric China lagi. Ini adalah Seres E3. Sekarang udah dijual dengan harga sekitar R00 jutaan aja. Dan kalau misalnya kalian mikir, wah ini mobil baru lagi, enggak salah tapi kurang tepat juga. Kita jelasin kenapa setelah opening Ya, jadi kalau misalnya tadi kita bilang ini sebenarnya mobil enggak baru-baru amat. Kenapa kita bilang begitu? Karena 5 tahun yang lalu kita pernah bahas mobil ini ya. Dulu mobil ini kita bahas sebagai DFSK Glory E3 ya. Waktu itu sebagai DFSK, sekarang sebagai seres. Waktu itu masih setir kiri dan kita nyobainnya di dealer DFSK. Sekarang akhirnya udah pindah jadi siri kanan dan bukan dfs lagi tapi seres. Tapi kalau penampilan kurang lebih sama aja cuma logonya jadi seres. Terus lampunya dia udah projecttor dan untungnya dia udah pakai LED jadi nyalanya putih. Tapi bumper depan kayaknya lebih rata dan kayaknya enggak ada lampu yang aneh-aneh ya. Di sebelah sini enggak ada gimik aneh-aneh di bagian depannya. Dan mobil ini masih ada beberapa detail warna biru untuk menandakan kalau dia adalah mobil listrik murni. Iya. Ini mobil listrik murni. Nah. Dari samping juga gak ada yang aneh-aneh dari mobil ini. Pelek pakai aksen gun metal dan ukurannya lumayan 18 inci. Dan kalau kemarin dia pasti pakai ban impimport dari China ya, mobil China sekarang udah pakai ban GT radial. Jadi mobil ini kayaknya udah ada TKDN-nya. Rem depan cakram, rem belakang cakram, dan di spionnya ada kamera samping. Jadi mobil ini udah pakai kamera 360 derajat. Dia ada panoramic roof, ada panoric sunroof lebih di tempatnya karena atapnya bisa dibuka kacanya dan ada roof rail. Dan coba kita iseng dengerin suara buka pintunya. Lumayan solid. Dan di belakang bagian sini itu desainnya mirip kayak Nissan Murano generasi terdahulu ya. Bagian sini nih. Dan ini mulai dit sama beberapa mobil-mobil lain yang kayak misalnya Cherity Go7 Pro ini begini juga ya. Bagian sini itu banyak ditirus sama pabrikan-pabrikan lain biar bagian samping itu enggak flat-flat amat ya. Good try ya. Bagian belakangnya lagi-lagi sama ya. Desain lampu masih sama, logonya logo CS. Dia atapnya sloping ala-ala SUV coue. Ada rose poer, lampu rem, antena sharvin, dan ada wiper belakangan di sini. Dan untuk mobil ini dan mobil Tiongkok kan biasanya kayak akan fitur ya. Yang ini mungkin agak antitesis atau agak anomali karena dia buka pintu bagasinya masih manual tapi sama kayak Woling Cortte. Jadi kalau kita buka pintu bagasi dia lampunya ini mati ini jadi nyala. Ini buat keselamatan. Jadi kalau kita buka orang terutama kalau dalam kondisi gelap ya masih bisa ngelihat kalau ada mobil di sekitar sini. Bagasinya sebenarnya normal tapi lantainya agak tinggi dan dia ada ton cover gitu. Jadi kalau misalnya kita naruh barang-barang saya kayak cucian kotor, standal, sepatu gitu-gitu bisa tertutup dan enggak akan kelihatan sama orang-orang iseng yang ngintip dari jendelanya. Di bagian bawahnya masih ada kompartemen penyimpanan lagi. Kita tutup. [Musik] Dan sebelum masuk ke dalam, gua pengen bahas soal casannya. Seperti yang kalian bisa lihat, ngecasnya ada di sebelah sini dan dia colokannya udah type 2 CCS2. Waktu pertama kali kita bahas, dia masih pakai colokan GBT. Untungnya udah disesuaikan dengan standar atau yang umum di Indonesia. Nah, baterainya dia sekitar 54 kWh dengan jenis LFP lithium ferum fosfat ya. Litium aerod fosfat juga sama aja lah ya. Kalau misalnya ngecasnya dia bisa dari 20 ke 80% sekitar 5 jam kalau kita pakai AC charging ya 11 kW. Tapi kalau kita pakai fast charger yang dc charging dia bisa dari 20 ke 80% dalam waktu sekitar 40 menit. Jujur ee lumayan enggak cepat banget tapi dibilang lambat banget juga enggak lah ya. Sekarang kita bahas bagian dalamnya dan dari 5 tahun yang lalu emang ada sedikit perubahan. Jadi contoh kalau misalnya di setirnya lagi-lagi dia masih pakai beberapa tombol di sebelah kiri ini yang buat multimedia dan e mid segala macam sama kanan. Oh, yang kanan multimedia. Jadi yang ini mungkin buat Mid. Desainnya mirip tombol-tombol di mobil VW Audi gitu ya. Terus logo tengah bukan lagi DFSK atau apa, tapi logo Seres. Dan biarpun dia mobil Tiongkok, dia kayak mobil Jepang. Se di sebelah kanan, wiper di sebelah kiri. Nah, terus di sini kita juga masih dapat desain AC yang sama, desain layar tengah yang kayak BMW iDrive yang lama, dan tombol in stop juga tetap di sebelah sini. Dan layarnya kayaknya agak sedikit beda ya. Dan dia udah full e LCD, layar LCD terus spion tengah dia day and night manual. Coba kita lihat di sini ada lampunya dan semoga kita lihat di bagian penumpang apakah ada. Ada juga. Jadi, dua-duanya udah ada. Bagus. Dan seperti yang kalian bisa lihat, dia ada panoramic sunrif dan bukanya cukup pakai tombol aja. Terus kita kulik feature apa aja yang ada di mobil ini. Pertama ada tuas di sini buat cruise controlnya. Tapi kalau ngelihat dari jumlah tombolnya kayaknya dia bukan adaptif ya. Jadi mungkin cruise control biasa sama kayak beberapa mobil yang dulu-dulu gitu lah. Jadi bukan ada si yang terlalu canggih atau terlalu nyaman at gimana, tapi cuma cukup doang. Oke. Dan dia masih ada peninggalan bekas-bekas mobil setir kiri yang mungkin harusnya diubah. Contoh biasanya kalau kita pengin gedein volume tombol sebelah kanan kan kecilin tombol sebelah kiri. Nah, ini kebalik. Gedein sebelah kiri kecilin sebelah kanan. Gimana coba? Lanjut ke bawah. Di sini ada wireless charger yang ada logo C ini yang sebelah kayaknya buat pad doang. Dan upgrade dari yang 5 tahun lalu kita lihat adalah sekarang dia pakai persneleng kristal. Agak-agak mirip BMW tapi ya ini paket hematnya lah ya. Dan sebenarnya ini adalah satu dari sekian mobil yang banyak settingannya dimasukin ke layar sentuh di sebelah sini. Contoh tadi buat AC nih ya. Coba kita lihat menu AC-nya. Kipas temperatur dan ternyata dia punya jok penghangat buat masing-masing. Eh dipencet enggak ada reaksi. Apa mungkin mobil harus nyala dulu kita enggak tahu. Dan masih sekitar bagian layar ini ya. Meskipun dia membenamkan hampir semua fungsinya ke dalam layar sentuh. Untungnya dia masih ada beberapa fisik buat kemudahan akses kita. Contoh mau ke menu home selesai. Pengen e display matiin selesai. Nyalain itu, itu gampang loh. Tombol tuh bikin gampang segalanya. Jadi enggak harus semuanya dimasukin ke layar. Ini gua appreciate dan gua sangat-sangat menghargai jika semua pabrikan mau nambah jumlah tombol fisiknya. Jadi enggak semuanya itu harus di layar. Dan tadi kan kita bilang kalau misalnya hampir semua settingan AC itu ada di layar. Untungnya masih ada beberapa tombol fisik buat kita ngatur menu AC. Misalnya buat fans speed sama buat temperatur ya. Jadi e kalau misalnya kita ribet ngurus di sini bisa dari sini aja. Dan dia AC-nya belum dual zone ya. Jadi temperatur ya udah semua dapat sama rata. Dan di belakangnya ada touch panel buat drive mode. Jadi dia ada tiga sport, echo, sama normal. Tapi seperti yang kalian bisa lihat ini fingerprint magnet banget. diarah kamera 360 dan coba kita lihat ya lumayan oke lah ya tapi apakah kita bisa melihat e versi tiga dimensinya kayaknya enggak bisa ya enggak ada pilihannya ya udahlah dan ada auto break hold dan ini off kayaknya buat matiin AC kali ya auto climate control dan ada devoger dan kalau kita pengen maju begini mundur begini dan kalau P ini dia tekan dan rem parkir elektronik hampir aja kelupaan sebelum M belakang gua pengin kasih lihat kalau di sini dia sebenarnya menunya ya cukup ee emm standar. Jadi enggak ada yang terlalu aneh-aneh. Bluetooth, AC, musik segala macam. Dan kalau kita lihat menu ini, navigasi, settingan. Dan kalau misalnya kita lihat settingan ya pada umumnya lah dia enggak ada ambient light, enggak ada yang aneh-aneh. Tapi menu ADAS cuma Oh, jadi ADAS-nya mungkin dia enggak ada adaptive cruise control, tapi ada land di patoling sama front collision warning. Ya sudah, ya mungkin kalau dibanding mobil Cina lain agak kurang tapi ya dapatnya begini. Dan e kalau kita swap ke menu yang sini nih, dia ada menu car auto. Jadi ini apa? Ini adalah aplikasi dari e DFSK Seres gitu ya. Ini buat main game di dalam mobil. Jadi caranya kita pencet, kita scan e QR-nya dan kita bisa main kayak ingat enggak game Street Fighter gitu ya. Game-nya sejenis itu. Jadi kalau misalnya katakanlah lagi ngecas gitu, bosan pengin main game, kita bisa main game di sini dengan HP kita sebagai controllernya kayak Tesla. Tapi ya enggak tahu apakah efektif atau enggak. Karena kalaupun kita enggak pakai aplikasi Car Auto ini, gua yakin banyak game yang lebih seru di HP kita. Sekarang ke belakang. Oke, duduk belakang. Series trik ini kalau misalnya dilihat-lihat mungkin pas ya. Jadi tinggo 178 ruang kepala bagus, ruang kaki juga oke. Cuma gara-gara dia baterai di bawah dan baterai itu tebal, ini lantainya tinggi, kaki gua jadi agak ngangkat. Buat perjalanan dekat mungkin enggak masak. Tapi kalau jauh ya mungkin agak-agak berasa sih ya. Atap kancinya bagus sih. Jadi enggak kesannya tuh enggak klaustrofobik di sini tidak terkesait dapat nuansa leganya. Dan untungnya dia power window-nya udah full auto dari depan sampai ke belakangnya cukup sekali tekan dia langsung turun semuanya. Jumlah speaker dia ada sekitar enam ya. Jadi dua twitter, dua speaker di pintu depan, dua speaker lagi di pintu belakang dan dia ada armres di sini komplit dengan cup holder. Ada AC tapi enggak ada controllernya. Jadi kita pasrah aja sama yang di depan. Kantong ada dua-duanya tapi agak sedikit kecil. Dan lagi-lagi di do trim ada kantong. Jadi di belakang sini oh ya ada colokan USB juga. Di belakang sini sebenarnya cukup-cukup aja. Enggak istimewa tapi juga enggak pantas untuk dikatakan buruk gitu ya. Oke bahan-bahan di sini empuk, ada plastiknya sesuai untuk crossover sekelasnya. Nah di sini kita bisa lihat komponen tegangan tingginya dan ada motor listrik di sini. Dia pengerah roda depan. Tenaganya sekitar 120 kW dan torsinya 195 Nm. Enggak gede, agak menjurus kecil malah. Nah, kalau baterainya penuh, dia bisa jalan sekitar 415 km menurut siklus NEDC ya. Tapi itu aja yang bisa kita lihat di sini ya. Peredam segala macam. Oke, jadi gimana kesan pertama kita ngelihat sih series 3 ini yang namanya Ser ini adalah mobil yang mungkin enggak terlalu banyak berubah setelah 5 tahun menanti gitu ya. Bukannya jelek atau gimana, enggak. Dia cukup. Harganya juga oke sekitar Rp349 juta. Tinggal satu gimana nyetirnya dan dua gimana beranding seres karena belum banyak yang tahu seres di sini. Dan ketiga adalah gimana bisa dia menonjol di antara crossover-crossover elektrik lain atau mungkin crossover lain yang super padat. Semua merek punya mobil ini. Mau merek Jepang, Korea, China terutama. Bahkan ada merek Jerman yang jual mobil seharga ini juga. Ya, kita lihat aja lah ya. Ini mobil cukup cuma akan lebih cukup kalau misalnya keluarnya lebih awal lagi. Enggak tahu nih, tapi mungkin mereka menganut prinsip better lab than ever. Oke, itu dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempol like, comment, dan subscribe.

Lihat di YouTube