Service Center vivo TERBAIK!? Kata Buzzer!? | Investigasi Mr. X (YouTube Video)
Masih better service center Vivo. Vivo masih ter the best. Soal after sales belum ada yang ngalahin Vivo. Ini yang komen real user apa buzer? Hm. Komen-komen yang barusan saya bacain adalah komentar dari video investigasi yang kami lakukan di tahun lalu, yaitu review service centernya Samsung. Nah, di tahun ini kami berencana untuk membuktikan komentar netizen yang bilang kalau urusan service center Vivo yang terbaik. Nah, smartphone yang akan menjadi korban kali ini adalah Vivo X50. Smartphone ini kena light saber yang cukup parah. Emangnya Samsung doang yang kena light saber, Vivo juga bisa kena? Karena memang pada dasarnya ini adalah masalah yang cukup sering ditemukan sama layar AMOLED. Sebagai informasi tambahan, sebelumnya smartphone ini tuh udah saya ganti layarnya ya di sekitar tahun 2024. Nah, sekarang akan saya ganti lagi. Di sini kita akan melihat apakah service center Vivo tuh beneran bagus apa enggak, seperti apa pelayanannya. bagaimana fasilitasnya, spare part-nya tersedia atau tidak dan juga berapa biaya yang dibutuhkan. Tapi seperti biasa tentu yang akan ke service center ini bukan saya ya untuk menghindari pelayanan yang tidak real karena saya adalah Tech reviewer. Mr. X akan kembali bertugas. Video ini tidak ada rekayasa sama sekali dan kami tidak dibayar oleh brand manapun. Jadi buat Erik dengan nama akun MRG8, dosa lu udah fitnah gua di video sebelumnya. H bercanda, bercand, bercanda. Saya orangnya enggak dendaman kok, tenang aja. Anyway, mari kita mulai aja video investigasinya. Ha, silakan duduk. Silakan duduk. Silakan. Oke. Apa kabarnya, Mr. X? Alhamdulillah baik, Bos. Hari ini ada tugas baru lagi. Apa tuh tugasnya? Jadi, HP ini layarnya rusak. Dan saya minta tolong Mr. X untuk bawa ke service centernya untuk dibenerin. [musik] Oke, berarti di mana aja nih. Di mana aja? Silakan. Terserah ya. Bebas. Oke. Siap. Aman. Siap menjalankan tugas. Siap. Laksanakan. Oke, jangan sampai batal puasa ya. Siap. One death to society later. Wah. Hah? Udah selesai. Selesai. Beres. Udah beres. Hari ini juga satu hari enggak nyampai 1 hari sih artinya hari yang sama selesai. Iya. Cuman berapa aja ini? Ee itu kita cuma nunggu 1 jam pengerjaan. Nunggu pengerjaan 1 [musik] jam. Nunggu pitan 1 jam lama di perjalanan? Perjalanan aja ya. Emang pilihnya di mana? Saya pilih service center yang ada di daerah Jakarta Timur. Oke. Oke. Sip sip sip. Terus itu ada di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di sana. He he. Pusat perbelanjaan terbesar. Baik. Baik. Oke. Mungkin pertanyaan pertama dulu ee apakah lokasinya itu mudah untuk ditemukan? Sangat mudah karena itu ada di pusat kota ya dan mall-nya itu cuma lumayan terkenal lah. Ee mall-nya sendiri maksudnya perjalanan dari parkiran kayak sama kayak yang waktu itu dari parkiran menuju ke ee lokasi servisnya berapa lama? Kalau kita udah tahu arahnya [musik] itu cuma berapa menit lah sampai karena kan memang di lokasinya itu jadi satu dengan para pedagang [musik] pakaian. Hm. grosir. Jadi memang agak e ramai, agak campur berarti bisa dibilang ya. Bisa dibilang campur tapi dia dia ada di lokasi di lantai du. Nah, tapi buat mungkin ya ke saya itu kemarin he enggak sempat ee googling di mana lokasinya. Oh, padahal kalau kita googling itu lebih mudah lagi [musik] maksudnya karena di e kalau kita googling lokasi service center vivo di mana pun itu ada petunjuk arahnya diarahkan iya diarahkan masuknya tuh sampai ke service centernya. Oh, keren banget dong berarti. Iya, kemarin saya enggak seperti itu. Saya langsung jalan aja akhirnya cari-cari tapi gampang. Saya ketemu juga ya walaupun enggak lihat petunjuk itunya ya. Ketemu. Oke. Oke. Nah, sekarang untuk lokasi ee apa kondisi service centernya sendiri. umuh kah, bagus kah? Kalau kondisi ee tempat servisnya itu menurut saya cukup nyaman ya, bersih, luas, dan ruangannya berasa cukup nyamanlah untuk ee tempat servis seperti itu. Tempat duduknya? Tempat duduknya cuma sayangnya enggak sofa sih yang kemarin tuh saya pilih. Oh, ada sofanya. Enggak ada. Enggak ada sofa? Iya. Kursi apa? Besi aja. Kursi besi aja. Ee berapa tempat duduk di sana? Banyak sih banyak. Saya enggak sempat hitung lagi. Lumayan banyak e tempat tunggunya itu. Ee rame yang servis atau kebetulan waktu saya sana kemarin itu itu pengunjung lagi enggak begitu banyak. Nah, sistem antriannya pakai apa sih? Saya enggak melihat adanya mesin ee untuk tiketing antrian itu enggak ada. Berarti pas masuk ngapain? Langsung masuk. Begitu masuk duduk langsung dipanggil dan langsung dilayani sama teknisi. Langsung langsung dilayani sama. Oh enggak ya kayak Samsung yang ada dua orang. Ini langsung teknisinya. Langsung teknisinya. Langsung teknisi. Oke. Oke. Terus teknisinya bilang apa ketika melihat HP-nya? Jadi begitu pertama kali kita sampai [musik] ee bicara sama teknisinya, dia langsung e menanyakan perihal masalahnya apa. Oke. Kita jelaskan masalahnya ini ee harus apa layarnya yang bermasalah. He. Pertama dia langsung minta data. I data Mr. X. Data saya. Minta data saya ee sama data handphone ini pernah diservis atau enggak sebelumnya. Karena saya minim informasi. Oh iya. perintahnya langsung jalan. Betul. Jadi sampai sana saya mengaku itu punya saya. Itu punya saya. Ditanya sudah pernah servis atau belum? Saya bilang belum pernah. Ternyata ini udah pernah di-share. Saya enggak cerita itu bikin saya grogi pani. [tertawa] Tapi tetap dilayani ya. Tetap dilayani. Sampai dia bilang, "Ini handphone ini pernah diservis sebelumnya. Ee bapaknya kenal enggak dengan yang servis sebelumnya ini?" Nah, saya bilang saya bilang, "Oh, iya itu kakak saya. [tertawa] Itu kakak saya." Oh, ya udah. Oke, langsung kan saya takutnya ini bukan punya saya barang-barang dari mana enggak jelas gitu kan. Loh, bagus juga nih saya bilang pipo nih. Iya. Berarti datanya setiap datanya tere terekam ya? Terekam tercatat setiap HP ya. Setiap data HP yang pernah servis di sana seperti tercatat. [musik] Yang bawa siapa? Handphone-nya jenis apa ada di situ? Berarti kayak HP bekas udah pernah kena servis apa aja mungkin dia punya datanya tuh punya data. Oh oke oke oke. E saya mau nanya lagi soal fasilitas di sana pas lagi karena enggak nunggu ya jadi mungkin lihat enggak ada TV buat nunggu. Jadi kan gini setelah ee si kita dinyatakan untuk ee ganti ganti LCD kita dikasih tahu bahwa [musik] harus nunggu 1 jam pengerjaan. kita dikarahkan untuk boleh menunggu di tempat atau jalan-jalan dulu karena itu di mall kan. Oh iya i ee saya lebih memilih menunggu di tempat servis tadi di situ karena satu ada disediakan ee minum kopi teh, ada TV juga ada ruangannya berhasil nyaman ya udah saya pilih untuk [musik] tunggu di situ aja ya. Kopi saset atau kopi kopi saset. Kopi saset maksudnya bisa sendiri air panas doang. Air panas. Oh iya iya iya. untuk di sini. Cuma enggak ada sofa aja. Kalau ada sopa mungkin saya tidur di situ. [tertawa] Oke. Oke. Nah, terus untuk biaya perbaikan layarnya sendiri itu habis berapa? Untuk biaya perbaikan layar itu ee saya kena di Rp700.000. Rp700.000 untuk sebuah smartphone yang sudah keluar mungkin berapa tahun? 8 tahun lalu. Dan masih ada ininya ya spare partnya. Iya, Mas. Dan harganya 700. Saya sempat ee dikasih tahu sama teknisinya bahwasanya ini harga ee LCD-nya dulu awal-awal mereka keluar itu di atas R jutaan. Di atas R juta ya. Ini udah ada udah turun jadi cuma Rp700.000. Wah, keren juga ya. Tapi masih ada sparep-nya. Heeh. Ada lagi enggak yang Mr. X bisa kasih tahu ke Ah, ini ada yang menarik nih. Ketika kita lagi nunggu nih, saya lagi nunggu di sana didatangin sama seseorang. Hm. Didatangin saya kan bingung [musik] kan ee siapa nih? Tiba-tiba datang dia tanya ternyata itu orang Vivo. [musik] E mau tanya-tanya tentang keseharian kita menggunakan handphone Vivo. Oh, menarik. Terus, terus. Iya, iya. Iya. dia mau survei bagaimana kesan-kesannya atau pengalaman menggunakan handphone Vivo sehari-hari itu kayak mereka cari data tentang kepuasan pelanggan sepertinya itu survei ya kayak kebetulan karena saya bukan pengguna Vivo. Saya bilang, "Oh, maaf saya bukan pengguna Vivo. Ini saya lagi servis handphone kakak saya." "Oh, iya terima kasih gitu." Oh, tapi keren sih. Keren. Jadi mereka itu kayaknya buat [musik] cari tahu seberapa puas konsumennya. konsumennya mereka akan survei di situ. Oke oke oke. Saya nanya perbandingan dari Mr. X yang sudah datang ke dua service center sejauh ini. He. Ketika dibandingkan lebih baik mana? Saya lebih baik Vivo sih. Oh iya ya. Vivo. Dan ada satu lagi. Satu lagi kan dia ee di meja servisnya tuh ada beberapa meja ya. Cuma memang kebetulan itu ada dua teknisi. Di salah satu meja itu ditulis ada ada ee tulisan VIP service. Itu untuk apa itu? Nah, saya penasaran saya kepo. Saya bilang, "Mas, ini VIP service ini apa ada di semua eh service center yang ada di Vivo atau cuma di sini aja?" Baik, baik, baik. Dan tujuannya apa? Ini service center ini apa? VIP service ini untuk apa? Heeh. Terus dia bilang, "Seluruh ee service center Vivo tuh ada satu meja tuh yang untuk VIP servis. Ini biasanya digunakan untuk pengguna ee seri X. Ser X jadi kayak dapat prioritas untuk seri X walaupun seri X lama ini seri X lama. Iya. Dapat prioritas. Iya. Jadi kayak ee VIP service itu memang prioritasnya untuk pengguna seri X. Wow keren juga. Saya bilang, "Wah, kenapa bisa dibedain?" Ya, mungkin karena dia flagship kali ya. I iya. Ya, memang memang ini flagship dulu banget tapi. Tapi ya. Oh, keren juga. Keren juga. Oh, boleh juga karena memang pelayanannya ok lah. Keren oke ya. Ya. Baik. Terima kasih banyak Mr. X. Ee misi kali ini sepertinya berjalan dengan lancar. Silakan ketemu lagi karena ee saya sudah pas sudah ada pasien yang baru untuk mis. Terima kasih. Hati-hati di jalan. Bye bye. Itu kalau ngomong sama Mr. X kadang suka bingung lihatnya mata sebelah mana, kiri apa kanan. Agak agak [tertawa] agagak misah. Jadi saya lihat tengahnya aja dari tadi. Baik, dari cerita Mr. X apa yang bisa kita pelajari? Pertama kayaknya yang komen bilang service center Vivo terbaik itu benar adanya deh. Karena niat tulus ingin memberikan pelayanan terbaik itu sudah terlihat sejak pertama kali ingin mencari service centernya. Kalau kalian buka Google Maps dan search Vivo Service Center, di bagian foto selalu ada video panduan menuju lokasi service center. Mau di mana pun ada video awalnya masuk dari mana, naik eskalator di mana, belok ke mana, sampai ke [musik] service centernya. Ada hal ini aja udah lebih daripada yang lain. Kemudian fasilitas desain toko juga terstandar. AC terang, cukup nyaman. Kursi mungkin bisa di-improve pakai sofa, tapi mungkin gak perlu juga karena waktu tunggu juga singkat, tidak ada antrian sehingga mesin antrian pun kalau ada juga jadi enggak ada gunanya. Adanya dispenser dan kopi saset bisa dihitung sebagai hal yang baik, tapi bagian terpentingnya adalah smartphone-nya bisa diperbaiki dengan baik. HP lama loh, ini HP model lama masih ada spare part-nya. Nunggu juga enggak lama, langsung di-handle oleh teknisinya, jadi bisa langsung tanya-tanya dan harga ganti layarnya juga tidak mahal. Service center Vivo ini kami berikan nilai sempurna. Good job, Vivo.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...

















