SETELAH SATU BULAN | xiaomi 15 Resmi Indonesia (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Barengan sama Nobo. Ini dia Xiaomi 15 salah satu handphone compact paling worthy untuk dibeli saat ini karena power di kamera, power di baterai, dan juga power di handphone atau performance-nya itu sendiri. Tapi apakah tidak ada cela? Tentu ada. Yuk, kita omongin. Xiaomi 15 ini pas awal diluncurin di Indonesia sih orang-orang pada heboh ya. Karena secara harga itu bisa dibilang punya skema harga yang menarik banget. 119 buat varian 12256 dan 1299 untuk varian 12512 dibandingin pas launching globalnya ini jauh di bawah makanya orang-orang penasaran kalau dibandingin dengan Xiaomi 14 secara body atau desain dulu deh dia ada perbedaan memang Xiaomi 14 tuh lebih ada lakukan di bagian body belakangnya sementara Xiaomi 15 ini cenderung lebih rata ya gini-gini aja tapi rasa di tangannya itu tetap masih enak sih digenggam kalau diselidikin sih sepertinya ini terkait juga dengan masalah frame-nya nya deh. Bentukan frame-nya itu tetap masih dilakukan yang ngebikin handphone ini nyaman baik di body bagian belakangnya dan juga di body bagian bawahnya gitu ya. Jadi rounded age gini ngebikin ya untuk hari-hari jadi lebih asik. Ukuran layarnya yang 6,36 inci juga ngebikin handphone Xiaomi 15 ini jadi salah satu handphone compact yang emang enaklah untuk daily. Dak hari-hari dengan satu tangan. Walaupun sebenarnya keluhan utamanya ini bukan di masalah layar ya. Karena sps-nya udah oke, 6,36 inci, udah pakai LTPO AMOLED, refresh rate-nya 1 sampai 120 Hz, udah punya berbagai macam sertifikasi seperti HDR10 Plus dan juga Dolby Vision. Jadi harusnya nih kita nonton gitu ya multimediaan pakai layarnya oke dan juga speakernya sekarang udah ekstra panci ya di bagian bassnya ngangkat terble dan juga mid-nya ini udah lumayan jelas jadi ya udah enaklah untuk dipakai hari-hari. Sayangnya kelemahannya menurut gue untuk compactness-nya ini ada di bagian software. Hyper OS2 itu jangan salah, udah ada peningkatan dibandingkan yang sebelum-sebelumnya. Tapi sampai somehow untuk gue pribadi terutama gitu ya yang doyan menggunakan one hand mode untuk mengakses one hand mode di mode gesture Xiaomi 15 ini agak sedikit rumit ya. Kayak gua tuh benar-benar harus mengakses bagian bar bawahnya gitu. Dan ini pun juga gua sering miss. Nah, seperti lu lihat tadi ya, gua masih ada missnya. Sekali lagi. Nah, kan kepencet yang lain malah. Jadi tidak mudah memang. Harapan gua sebenarnya adalah ke depannya Xiaomi will do something about this lah. Paling enggak untuk mengakses si one hand mode-nya lewat home bar di mode gesture-nya bisa lebih mudah. Tapi harap dicatat ini adalah keluhan pribadi gue ya. Karena emang gua pengguna one hand mode terutama kalau misalnya lagi pakai handphone sambil rebahan. Kalau lo menggunakan modenya three buttons terus juga enggak suka pakai one hand mode, ya tentu ini bukan jadi masalah. Dari sisi bagian baterai, Xiaomi 15 ini lagi-lagi menurut gua impresif ya. Ada peningkatan dari 4.600-an mAh ke 5.240 mAh di Xiaomi 15. Jujur aja ini ngebikin penggunaan Xiaomi 15 jadi super menyenangkan. Karena beberapa kali gua tes gitu ya, e di saat gua pakai GSM doang, gua cabut jam .30 pagi. Dia ini masih bisa bertahan sampai jam 12. semalam plus masih ada sisa baterainya itu udah cakep. Kalau gua coba mix, penggunaan Wii dan juga GSM ini lebih awet lagi. Gua bisa mendapatkan total massa pakai handphone ini sampai dengan 25 jam. Hitungannya udah oke untuk satu buah handphone compact. Thanks to tentu adalah besaran baterainya yang besar. Kenapa tapi dia tidak menambah ketebalan handphone sampai sebegitunya? Ini akibat teknologi silica carbite yang digunakan sama Xiaomi 15. Untuk data benchmarking baterai sendiri, di saat gue YouTubean 30 menit dia ini hanya berkurang daya 2%. Tiktokan 30 menit berkurang daya 5%. CODM 15 menit dayanya berkurang 2%. Dan MLBB 15 menit baterainya ini berkurang 6%. Untuk nge-charge-nya sendiri ini yang gua menemukan anomalia. Walaupun handphone ini udah punya speed charge itu sampai dengan 90 watt dan gua udah mengaktifkan mode speed charging-nya sampai somehow gua enggak bisa nembus waktu di atas 1 jam 15 menit untuk mengisi daya dari 0 ke 100%. Iya ada di kisaran 1 jam 15 menit, 1 jam 18 menit. Jadi tidak jauh dari situ. Oke kita pindah sekarang ke bagian performa. Nah, Xiaomi 15 ini diperkuat dengan chipset Snapdragon 8 Elite. RAM-nya itu 12 GB dengan storage-nya itu up to 512 GB. Teknologinya sendiri, RAM-nya LPDDR 5X dan untuk storage-nya itu UFS 4.0. Tentu dengan spek mentok atas kita bisa ngedapetin row power dari Snettis benchmark yang udah tinggi lah ya. Amut-nya dia dapat Rp2.400.000-an. Geekbench single-nya di angka 2.900-an. Geekbench multiore skornya di angka 8.800. 00-an. Open CL 18.652 Vulcan 24.788 3D Markw life stress test highest scornya ada di angka 21.000-an dengan lowest scor-nya di angka 16.000-an dan tingkat stabilitasnya 76%. Nah, ini menceritakan banyak hal sebenarnya ya untuk bagian si 3D Mark-nya. Pas gua coba main COD dan juga MLPB. Oke, ini bukan handphone gaming sebenarnya, tapi ya enggak apa-apa gua ceritain aja experience-nya karena masih bisa ya kan terbantu dengan cooling system-nya juga yang sekarang udah lebih bagus, lebih handal. Jadi dipakai main game tiga game CODM dan juga satu game MLBB secara body bagian belakangnya ini hanya hangat-hangat aja. Settingan grafiknya pun juga bisa mentok. Tapi temuan gue adalah entah kenapa pas gua main CODM setelah berjalan 2 3 menit game pertama dia frame rate-nya turun dari 120 ke 90. Padahal secara body enggak yang panas gimana-gimana. Di game kedua pun langsung mentoknya hanya di 90 fps aja. Stabil sih stabil, tapi kan ya kayaknya sayang ya kalau tidak dipakai full potentialnya. Yang menarik adalah pas gua coba langsung main MLBB tidak pakai nunggu lama-lama, FPS-nya tetap bisa bertahan di 120 FPS selama 1 game. Bahkan average-nya pun bisa dibilang tinggi ya. Ada anomali yang entah kenapa terjadi cuman ya udahlah di sini gua paparin aja. Intinya kalau dipakai main game sih masih enak-enak aja. Tapi emang untuk settingan game-game yang ditanya kompetitif mungkin frame rate-nya pengin diturunin sedikit biar handphone-nya ini bisa bekerja lebih lama dan lebih nyaman. Oke, kita mindah sekarang dari gaming ke performa editing video deh. Karena kan handphone ini kayaknya lebih pas ya untuk editing foto, editing video. Gua jajal nih menggunakan file benchmark yang gua punya. Ini adalah file 4K Lock 10 bit 422 dari Xiaomi 14T ya kan. Setelah diwarnain, gua coba scrolling cepat, dia ternyata masih bisa tuh tidak ada frame yang patah atau legi yang kayak gimana-gimana. Benar, ada frame yang sepertinya kelompat. Ya udah, gua coba scroll yang lebih manusiawi dan ternyata frame by frame-nya ini kelihatan dengan baik, tidak ada nge-freeze dan segala macamnya. Intinya adalah puaslah kalau lu udah menggunakan Xiaomi 15 ini untuk ngedit-ngedit video, terutama kalau kelasannya masih di video vertikal, shorts, TikTok, atau mungkin reels. Untuk render time-nya sendiri file yang sama ya, source-nya 4K 10 bit lock 422 udah gua warnain. Tidak terlalu kompleks tapi ada teksnya gitu ya. terus gua render ke 1080 dia ini bisa menyelesaikan dalam waktu 22 detik. Jadi hitungannya ya kalau lo emang pengin nge-push konten cepat, handphone ini bisa diandalkan. Tentu dengan usage berat aja cnya udah aman. Kalau lu menggunakan handphone ini untuk sekedar hari-hari aja ya enak-enak aja. Heptic feedback-nya enak dipakai ngetik nyaman gitu kan. E swipe-swipe transisi antara WA IG itu juga masih aman. mungkin akan menemukan bug sedikit di IG, tapi ini come IG yang ada di Android sampai home memang bug-nya itu tetap masih hadir. Tidak peduli mau itu mid range, mau itu flagship, hadir aja pokoknya. Kayaknya enggak bisa kalau enggak ada bug. Terakhir kita omongin dari bagian kamera. Wah, ini ya ini dia udah pol-polan banget. Xiaomi di sini menggunakan 50 megapel main kamera, 50 megap ultrawide angle, dan juga 50 megap floating tele kamera. Sementara kamera depannya 32 megapel. Oke, gua omongin dulu di depan. Kamera depan ini paling banyak gak gua pakai. Bahkan mungkin tidak pernah gua pakai selama menggunakan si Xiaomi 15 ini. Kebanyakan gua pakai kamera belakangnya aja karena emang lebih pengin pol-polan experience-nya. Dan bisa gua bilang hasil-hasil fotonya sih udah oke. Ada beberapa hasil foto yang menurut gue juara banget tapi tidak gua tampilkan karena ini adalah foto-foto keluarga pas lebaran kemarin ya. Jadi pribadi banget. Yang gua tampilin adalah foto-foto yang menurut gua udah oke, mentahannya udah enak. mau diedit juga pun hasilnya masih enak. Kalau nih ada satu keluhan yang bisa diomongin terkait dengan aplikasi kamera Xiaomi 15 adalah masalah cara Xiaomi 15 mengukur exposure. Jangan salah untuk EV-nya udah hadir tombolnya, tapi memang gimana gitu ya. Kok kayaknya cara menghitung EV-nya berbeda dibandingkan dengan handphone-handphone lain gitu. di minus 0,3 atau - 0,7 rasanya kadang agak terlalu gelap lain. Padahal gua udah menggunakan settingan Leica Vibrant. Jadi ada kalanya untuk mengambil foto yang lebih maksimal ya gua harus nge-tap layar terus gua turunin exposure-nya secara manual. sayang aja sih, karena kan slider EV-nya udah hadir tapi ya tetap masih menggunakan cara lama tanda kutip untuk ngambil foto di Xiaomi 15 ini. Satu hal yang juga gua sayangkan adalah untuk di mode portrait, handphone ini tidak memiliki EV togle ya, yang di mana menurut gua sebenarnya itu akan sangat ngebantu. Jadi lagi-lagi ya cara paling gampangnya adalah ngtap layar terus tarik exposure-nya turun. Lagi-lagi nih mungkin contohnya adalah e keluhan pribadi tapi ya mana tahu ada yang sama kayak gue. Jadi ya gue jelasin aja lah satu atau dua hal yang sedikit jadi catatan untuk si Xiaomi 15 di bagian aplikasi kamera. Now granted with that seperti gua bilang ini adalah satu buah handphone compact yang memang sangat worthy untuk dibeli. Em setidaknya dari penggunaan gua pribadi gitu ya semuanya paket lengkap kecuali catatan-catatan tadi gitu ya. Kayak misalnya bagian EV terus juga bagian one hand mode dan segala macam. Tapi itu jatuhnya adalah keluhan-keluhan pribadi yang mungkin gua enggak tahu deh apakah lu juga merasakan keluhan yang sama atau tidak. But then again, itu adalah cerita gua tentang si Xiaomi 15 kali ini. Lu punya cerita yang lain juga yang pengin di-share karena barang sudah bertebaran di luar sana, boleh tulis di kolom komentar. Kita ngobrol baik-baik, kita diskusi buat sekarang. Taik mundur diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bye.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















