Setup Gaming Portable Impian Bapak2 Edisi Mudik Lebaran ft. Arzopa A3C OLED Portable Monitor (YouTube Video)
Hari lebaran yuk, maaf-maafan. Banyak makanan, oh sampai kelilipan. Kelilipan nih opor di mata. Oke, di video kali ini gua mau bikin video tentang setup gaming portable idaman bapak-bapak seluruh dunia ya. Harusnya saat kalian menonton video ini momennya masih momen-momen liburan, yaitu libur lebaran. Oh ya, sebelum itu gua mau mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya buat seluruh penonton Icheck Life yang merayakan hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin guys. Dan gua syuting video ini sebenarnya sebelum lebaran, tapi harusnya ini tayangnya setelah lebaran. Jadi karena berapa hari lagi mau mudik, gua tadi malam tuh udah packing beberapa alat-alat yang bakal menunjang kebahagiaan saya di kampung halaman gitu ya, mengisi waktu luang. Yaitu ada di tas ini. Oh ya, by the way buat yang belum tahu di sini tas yang gua pakai dari UAG. Ini Civilian yang 20 liter, keren banget army banget lagi warnanya warna hijau kayak gini, cakep lah ini tas gua recommend banget. Kita langsung aja buka. Yang pertama itu yang wajib gua bawa adalah portable gaming handheld-nya Asus ROG Ally X. Dan ya, beberapa bulan lalu itu emang gua sempat bikin unboxing dan review-nya ROG Xbox Ally X, tapi entah kenapa kalau buat traveling gua lebih suka sih Ally X ini karena lebih compact aja gitu untuk desainnya dibanding yang Xbox Ally X. Dan di sini gua lagi pakai casing-nya dari Skull & Co, terus gua pilih warna orange kayak begini nih untuk cover depannya. Jadi cakep deh, karena sebelumnya gua menggunakan di brand yang Killswitch dan pada saat itu baru si Dbrand itu doang yang punya cover depannya. Nah, berhubung sekarang Skull & Co udah ngeluarin nih yang perlindungan depan belakang nih ya komplit, jadi sekarang gua lagi pakai Skull & Co. Dan ini harganya lebih murah 100 ribuan untuk yang di bagian cover depannya ini dan untuk casing-nya tuh di 100 ribuan apa 200 ribuan, lupa gua serius lu cek aja di YouTube shopping di bawah nanti gua tag deh. Lalu barang kedua yang gua bawa adalah powerbank. Powerbank ini sangat-sangat membantu sekali, enggak melulu untuk gaming handheld tapi buat device-device gua lainnya kayak iPad, iPhone, airpods, segala macam. Jadi ini buat cover seluruh device gua lah. Jadi ini kalau gua taruh sampingan gini, Cosmic Orange 17 Pro Max gua tuh jadi matching gitu ya dengan casing Skull & Co yang orange ini. Dan untuk powerbank ini itu 10.000 mAh ya kalau enggak salah, gua lupa. Ini brand-nya dari Rapa, udah bisa sampai 100 watt juga. Jadi buat ngecas iPhone, laptop pasti bisa apalagi sih ROG Ally X ini. Karena bawaannya tuh dia kayak cuma 60 watt untuk charger-nya, sedangkan powerbank ini bisa 100 watt. Jadi ini mantap banget lah. Terus yang gua suka powerbank ini juga ada docking-nya kayak gini, jadi bisa buat nempel iPhone kita kalau mungkin lagi di meja sambil makan gitu, sambil nonton ini guna banget sih mau landscape portrait juga bisa. Oke, gaming handheld, powerbank, iPhone, lalu barang yang pasti gua bawa adalah ini Pak ya. Ini adalah controller, controller favorit gua so far. Ya, urutan keduanya ada Dualsense lah, Dualsense atau Dualsense Edge. Jadi ini adalah controller Xbox tapi yang Elite Controller 2 kalau enggak salah namanya. Ini modular bisa digonta-ganti. Yang gua suka dari controller ini tuh desain, terus material yang digunakan. Gila ini kalau lu pegang benar-benar kerasa premiumnya Bos, kayak solid banget gitu pas dipegang tuh benar-benar padat banget, terus materialnya juga enak feels premium banget. Dan tadi ya, seperti yang gua bilang ini modular bisa digonta-ganti untuk analog cap-nya. Jadi mau yang tinggi, mau yang pendek, mau yang teksturnya kasar, mau yang halus. Terus juga di dalam analognya ini bisa kita atur untuk tension-nya. Jadi berat entengnya analog nih kita bisa atur sendiri di sini. Belum lagi karena ini Xbox, Xbox Microsoft, Microsoft Windows iya kan? Jadi ini bakal sangat optimal banget kalau kita padukan dengan gaming handheld yang basic operating system-nya itu Windows. Dan banyak banget pengaturan-pengaturan yang bisa kita lakukan di software Xbox Wireless Connect Software apalah itu gua lupa. Dan oh ya, ini yang bikin beda ya di softcase-nya ini tuh udah ada docking charger kayak gini. Jadi kita bisa ngecas langsung di dalam casing-nya ini. Nah, di belakangnya ini ada lubang untuk nyolokin USB-C gitu. Jadi benar-benar simpel banget buat dibawa ke mana-mana. Gua udah pakai ini setahun lebih lah pokoknya dan mostly game-game yang gua mainin tuh game-game FPS dan ya, kill death berpengaruh banget kalau lu pakai controller yang emang benar-benar pas banget dengan feeling lu, dengan kontrol yang lu mau tuh seperti apa karakternya gitu. Dan yang terakhir yang bakal gua bawa tahun ini untuk liburan lebaran yaitu adalah portable monitor. Ini brand-nya dari Azropa. Nah, serinya ini adalah Azropa A3C. Dan portable monitor ini gokilnya sudah OLED Pak layarnya ya. Resolusinya di 1920 * 1080 dengan tingkat kecerahan di 400 nits walaupun refresh rate-nya masih di 60 hertz, but it's okay karena ini OLED ya. Mostly untuk yang refresh rate-nya 144, 180 itu masih 1080p semua kalau kalian cek di marketplace. Cuman misi utama yang gua kejar untuk gaming dengan portable monitor itu adalah OLED experience-nya. Seperti yang kita tahu untuk Asus ROG yang Ally biasa, Ally X, Xbox Ally X itu layarnya semua masih menggunakan panel IPS. So far yang baru OLED tuh baru si Steam Deck ya yang OLED, terus Nintendo Switch, terus Lenovo Legion Go kalau enggak salah. Ya, pokoknya kemarin tuh gua mikirnya gimana deh caranya saat gua gaming dengan Asus ROG Ally X gua ini, gua bisa ngerasain panel OLED. Nah, caranya menggunakan portable monitor Azropa A3C ini. Karena yang tadi gua bilang panelnya ini udah OLED. Untuk harganya gua cek di marketplace di sekitar 3 jutaan ya. Ada juga yang 2,8, 2,9, tapi ada beberapa yang pre-order ya kalian cek aja lah link-nya di description di bawah. Oh ya, by the way ini bisa buat Nintendo Switch atau bisa buat Steam Deck atau buat extend monitor MacBook. Jadi kalau kalian kerja tuh jadi ada tambahan layarnya. Dan sometimes kalau gua syuting ini juga gua pakai jadi monitor kamera gua gitu. Enak layarnya jadi lebih gede, terus gambarnya bagus juga. Dan kita cuma membutuhkan USB-C to USB-C, tapi USB-C to USB-C yang high speed ya jangan yang USB-C biasa. Ini dari Azropa-nya udah dapat C to C, terus juga dapat full size HDMI to mini HDMI, sama terakhir dapat USB-A to USB-C. Nah, di sebelah kiri monitornya ini ada dua port USB-C yang bisa kalian colokin untuk power juga. Ada mini HDMI di atasnya. Di atasnya di sini ada beberapa tombol-tombol pengaturannya. Di sebelah kanannya cuma ada speaker doang. Dan di bagian belakangnya ini ada stand kayak gini. Ini yang sebenarnya gua sayangkan dari monitor ini ya. Karena kalau kayak gini ngerinya kayak jomplang gini enggak sih? Tapi ya sudahlah ya, at least dia kuat gitu ya, enggak melehoi-melehoi. Melehoi opo. Oke, kita tinggal colok aja USB-C-nya, terus tinggal kita colokin ke ROG Ally X gua nih di sini. Pup. That's it. Dia udah langsung nyala, enggak perlu power tambahan lagi. Jadi dia ngambil daya dari ROG Ally X gua di sini. Tapi memang ada beberapa limitasi kalau kita enggak menggunakan power, contohnya kayak brightness. Brightness itu mentok cuma di angka 15 doang, but it's okay menurut gua ini udah sangat terang ya untuk gaming dan look at that, look at that. Lu bisa bandingin nih layar ROG Ally X gua sama layar Azropa yang udah OLED ini. Gila bening banget Bos. Jadi ini cuma masalah panel display doang kan. Harusnya kalau kita enggak ngotak-ngatik soal resolusi apa segala macam, performa dari ROG Ally X ini ya bodo ae gitu, sama aja enggak ada pengaruhnya kalau kita menggunakan layar yang OLED. Dan ini kalau lu lihat tuh lebih tajam, lebih detail, warnanya juga lebih sharp. Oh, black level-nya gua suka banget sih. Nah, ketika udah kecolok kayak gini, gua udah tinggal ngeluarin controller gua aja deh di sini. Nyalain, kalau udah pairing dia bakal langsung connect. Terus juga gua mau ngasih tahu ke teman-teman nih buat yang main portable gaming handheld, kalian tuh harus download controller companion namanya. Kalau kalian punya controller seperti ini dan kalian pengen gerakin mouse dari controller kalian gitu. Karena kan sebelumnya enggak bisa ini kepakai banget seriously kalau misalnya kalian lagi mode extend monitor seperti ini. Udah, habis ini udah tinggal kalian pilih aja mau main game apa. Okelah tanpa berlama-lama, kalian lihat aja nih untuk gaming experience dengan menggunakan Azropa A3C ini. Tuh, ih gila kalau lu lihat tuh teksturnya warnanya lebih tajam loh. Ya, OLED sih. Dan 60 hertz ini menurut gua udah enggak apa-apa banget ya berhubung ini game kan game berat jadi enggak mungkin bisa ngejar sampai 120 juga. Ini settingannya kalau enggak salah gua di 1080p. Dan di sini settingannya belum gua colok chargeran ya, semua masih running di baterai ROG Ally X ini. Mana kamu? Eh, FPS-nya dapat 49 sampai 51, temperatur di 68. Normal banget, masih aman banget ya karena ya layarnya kita pakai layar dari portable, dia cuma berperan sebagai mesin aja. Jadi ya, so far itu doang untuk setup gaming portable buat nge-gaming di manapun, kapanpun game-game PC triple A bisa kita mainin dengan kualitas dengan experience yang jauh lebih immersive. Ya I know kalau kita main di ROG Ally X itu memang jauh lebih portable, lebih ringkas, lebih sat set lah tinggal nyalain langsung main tapi sometimes untuk game-game yang kayak Battlefield 6 yang lagi sering banget gua mainin itu kan luas banget gitu ya. Musuh bisa ada di ujung sana 2 km, 3 km gitu. Kadang kalau pakai layar si ROG Ally X ini siwer juga gitu mata mana belum OLED kan display-nya. Nah makanya biasa gua kalau udah mode serius gua pakai setup portable monitor kayak gini dan gua menggunakan controller Xbox Elite 2 ini. Bang lu kenapa enggak pakai keyboard, enggak pakai mouse? Ya bisa juga, bisa juga cuman gua dari dulu untuk FPS lebih kebiasa pakai analog ya di PS juga kan pakai analog, pakai stick gitu dan kalau teman-teman mau pakai keyboard, pakai mouse ya bisa juga kalian tinggal colokin aja atau connect-in mouse keyboard kalian via Bluetooth wireless. Ini by the way enggak cuma untuk kasus kayak misalnya lagi buat libur lebaran ini bisa kalian terapin kalau kalian mungkin ke kafe atau mungkin lagi nginep di rumah teman gitu ya buat main PES, main FIFA mabar dengan teman kalian cukup dengan setup seperti ini indah banget, bahagia banget sih seriously lu mau main game-game triple A Red Dead Redemption, Battlefield, Helldivers 2, Horizon Zero Dawn ya main pakai ini di layar OLED indah banget. Jadi ya segitu dulu aja untuk video kali ini. Judulnya apa ya? Setup portable gaming impian bapak-bapak gitu ya. Kenapa gua bilang bapak-bapak? Karena gua yakin penonton I Check Life yang mungkin saat ini suka gaming juga itu kalian dulu tuh pernah memimpikan seperti apa yang gua impikan gitu. Gimana kalau kita bisa mainin game-game yang tadinya harus cuma bisa di depan TV tapi bisa di manapun kapanpun seportable ini dan ya kita udah hidup di zaman yang ah enak sekali lah dan ya semoga video ini bisa memberikan inspirasi mungkin ya atau referensi buat teman-teman yang mungkin lagi nyari beberapa gear atau peralatan gaming untuk traveling ya yang portable dan untuk lebih detailnya gua sertakan di deskripsi di bawah lah atau sekalian juga di YouTube shopping-nya kalau nanti gua nemu ada link-nya sekalian gua tag produknya. Kalau misalnya kalian ada referensi lainnya, peripheral lain yang Bang lu harusnya pakai ini, lu harusnya bawa ini boleh banget silakan tulis di komentar di bawah siapa tahu juga bisa dibaca sama teman-teman lainnya buat ngelengkapin peralatan setup gaming portable ya. So thank you guys for watching. Again gua mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, selamat berlibur untuk seluruh penonton I Check Life. Like and share this video, subscribe juga dan nantikan video-video lainnya dari I Check Life. Dan ketemu lagi di video berikutnya. Saya Indra until next time, bye.
Video Lainnya
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Dunia kreasi konten video bersiap menghadapi pergeseran besar seiring hadirnya Insta360 Luna Ultra, sebuah kamera pocket gimbal dual-lensa yang digadang-gadang...
Langkah berani Apple menggandeng Gemini demi mendongkrak kecerdasan Siri akhirnya menjawab skeptisisme panjang para pengguna setia. Pembaruan besar ini tidak hanya...

















