Setup Gaming Wireless 3 Jutaan Di 2026!! (YouTube Video)
Dengan budget Rp3 jutaan, sekarang kita bisa dapat setup yang kayak apa sih? Sebenarnya tahun 2018 dan 2020 kita pernah bikin video dengan konsep yang kurang lebih sama. Budgetnya juga sama, tapi ya waktu itu masih pakai yang layar 60 Hz, terus juga speakernya enggak ada ya karena keterbatasan budget. Periferal pun ya masih seadanya lah. Tapi sekarang nih di 2026 ini karena harga elektronik yang bagus sudah makin murah dan kualitas barang murah udah makin bagus, kita bisa bikin sebuah video setup yang lebih berkualitas. Kita mulai dari mejanya. Dan karena harga meja itu tidak turun dan juga harga tidak fluktuatif, kita memilih meja yang kurang lebih sama dengan yang sebelumnya. Ini ukurannya 60 * 120 dan tingginya juga 75 cm. Ini dari merek itu namanya Home Doki. Kalau kalian suka mencari furnitur dengan budget, biasanya kalian tahu Home Doky itu di Tokopedia. Lumayan terkenal dengan furnitur-furnitur budget. Gua suka ini karena ya aksennya itu kayu. Gua suka kayu. Gua suka dengan e kakinya yang walaupun ini besi tapi dia dilapisin sama HPLHPL kayu. Ini juga mejanya itu dia banyak curve edges-nya gua suka. Jadi enggak terlalu yang kotak-kotak banget ya. lebih sozing lah untuk dilihat. Dia itu eh curve edges-nya bisa kalian lihat di sudut-sudutnya ini. Terus juga dia agak melengkung juga di bagian sampingnya. Dan untuk mejanya sendiri sebenarnya sih dia enggak terlalu kokoh kalau menurut gua ya. Seperti biasa ini adalah kayu serabut doang, bukan kayu beneran dilapisin sama HPL. Dan karena harganya cuma Rp300.000-an, ribuan kita banyak menemukan ya ada sedikit HPL-HPL yang ke kelupas terus juga sudut-sudutnya ada yang kekikis dikit tapi ya itu mengingat harganya cuman Rp300.000-an gua anggap itu lumrah terus tidak ada kabel management yang gimana-gimana banget tapi untuk kakinya menurut gua ini cukup kokoh karena semuanya besi besinya itu bukan besi yang besi solid ya tapi kayak besi baja ringan gitu baja ringan tapi di lapisan APL. Nah, terus untuk eh berat dari si mejanya ini sendiri, maksudnya kapasitas beratnya kalau misalnya kalian mau naruh PC di atas meja ini, gua tidak menyarankan PC yang terlalu berat. Jadi, e gua menyarankan untuk cari casing yang agak ringan aja dan juga kalau bisa PC-nya jangan yang ATX, tapi yang matx aja kalau mau ditaruh di atas meja. Dan dan sisanya kalau casing-nya itu yang segede gini mendingan taruh di bawah meja aja. Lanjut ke monitornya. Ini adalah sebuah upgrade yang cukup signifikan dari 6 tahun yang lalu. Ini sebenarnya ditemuin sama videografer kita si Najib dan juga tchnical kita, si Ipan. Dia ini namanya MSI 255F. Ini adalah monitor yang harganya itu R,5 jutaan. Udah dapat resolusi full HD. Oke, biasa udah srb-nya udah 100% dengan DCI IP3 78%. Hmm, oke, tapi masih biasa. Tapi refresh rate-nya udah dapat 200 Hz di harganya dan juga respon time-nya itu udah sampai 0,5 ms gray to gray diklaim oleh MSI-nya. Dan gua kayak, "Wow, keren juga ya. Ternyata monitor canggih sekarang udah semakin murah atau monitor murah udah semakin canggih. Dan enggak cuman itu aja, tapi juga OSD-nya itu udah cukup intuitif dan tidak memakai tombol lagi. Jadi alias dia sudah memakai analog. Konektivitasnya sih biasa aja ya. ada DP, ada HDMI juga ee dan juga dia sayangnya masih memakai kaki yang V begini yang kaki tajam di mana gua lebih suka yang kaki kayak kaki bebek dan juga build quality-nya itu masih sangat plastik. Jadi gua sangat menyarankan untuk kalian memakai monitor ARM aja. Beralih dari gambar ke audio, akhirnya setup gaming 3 jutaan kita include juga dengan speaker. Karena speaker-speaker Cina itu mulai masuk ke Indonesia dengan harga yang murah-murah juga dan kualitasnya menurut gua cukup oke. Gua suka banget dengan estetik eh si speaker yang kali ini karena dia itu aksen wood and I love wood dan dia punya aksen warna yang sama dengan mejanya. Dia juga punya pilihan warna yang lain yaitu walnut tapi agak kemerahan. Tapi karena ya gua mau menyamai aksen meja, jadi gua pilih yang ini. Dan kalau misalnya untuk bentuknya itu sendiri dan build quality-nya ini ya HPL biasa sebenarnya dengan bawahnya itu pasti plastik dan juga bentuknya itu ingin menyamai eh speaker-speaker HiFi atau yang Yamaha tapi bentuknya tidak bisa terlalu besar. Dan buat kualitas suaranya sendiri dia itu ada punch-nya. buat bassnya itu tetap ada punch-nya walaupun punch-nya itu enggak terlalu besar dan tetap trel-nya itu lebih menonjol. Buat trelnya sendiri gua suka dengan suaranya yang penting itu tidak distorsi di volume maksimal sekalipun. Dan bonus yang gua enggak nyangka itu adalah ternyata speaker ini ada Bluetooth-nya juga. Jadi kita bisa dua koneksi antara mode AUX dan juga mode Bluetooth. The Bluetooth device is really too pell. Dan gua suka banget juga dengan powernya yang dia tidak membutuhkan power langsung ke dinding, tapi bisa pakai USB aja colok ke komputer dan itu kelar. Masuk ke periferal, kita bahas dari mouse-nya dulu. Ini adalah Fant Kanata WG9 yang lagi collab dengan fitur holo Vestia Z. Karena ini adalah saran dari si Ipan, gua enggak terlalu tahu banget soal fituber Hollow Life tersebut. Tapi yang gua bisa simpulkan dari desainnya, gua melihat ini adalah sebuah colab yang bagus banget. Karena yang pertama dia itu kabnya enggak ngejreng alias ini masih elegan. Terus e aksen dari mouse-nya juga black and white-nya gua suka. Tetap ada pitanya si Vestia Z tersebut. Logonya ada dan aksen warnanya itu gua suka ada di DPI dan side button. Warna gold-nya itu cantik menurut gua. Dan kalau misalnya kalian mungkin lebih suka dengan kobokan air, sebenarnya Fant juga ada yang versi kobonya, cuman itu warnanya biru muda. Dan tapi kalau soal si gaming-nya sendiri, sebenarnya mouse ini enggak terlalu gaming banget menurut gua. Dia lebih, dia agak berat di 94 gr dan juga DPI-nya hanya sampai 2.000. Cuma kalau buat kliknya sendiri sebenarnya preferable gua. Gua suka dengan klik Huano silent-nya dia. Lalu untuk keyboard-nya kita memilih keyboard harga Rp300.000-an yang aksennya itu paling mirip sama si mouse Vestia Z-nya. Ini adalah mouse saran dari Najib. Ini namanya Alcatross Tetris R3. Dan si Najib tuh suka banget sama yang namanya. Makanya ini kita pilihnya yang full size. Terus juga dia didesain untuk yang benar-benar kompact full size-nya. Dan kalau gua sendiri itu suka dengan keyboard ini dari function button-nya. Jadi bagian atas itu ada media button yang gua sering pakai dan juga ada volume button. Nah, yang gua enggak sukanya itu nit picking banget yaitu kenapa mute-nya itu harus dekatannya sama volume up bukan sama volume down. E sisanya sih oke ya walaupun aksennya enggak mirip-mirip banget. Ini abu-abu bukan putih. Harusnya putih tapi ya gua suka tidak ada warna birunya sayangnya. Tapi cuma black-nya oke. Ini juga bukan mechanical pastinya karena harga Rp300.000 wireless enggak ada yang mechanical. Kalau mau mechanical jadinya wired. Terus juga arrow button-nya sih enak. Membrannya sih masih fun to press ya kalau menurut gua. Dan kalau kita mau milih koneksinya antara off 2 4 GHz sama Bluetooth itu dia pakai op kayak gini. Gua suka. Dan salah satu bonus lagi itu adalah baterainya. Jadi, baterai wireless-nya dia itu bukan pakai baterai yang biasa kita ngecas itu, tapi pakai baterai A2A yang rechargeable. Jadi, bisa dicas juga. Tapi kalau misalnya nanti baterainya koid itu kalian bisa ganti. Ini salah satu perk yang bagus kalau kita nyari keyboard murah. Anyway, untuk desmat-nya kita memakai DeskM yang kita temuin aja di Tokopedia yang ukurannya ini enggak terlalu gede-gede banget. Yang ini harganya cuma Rp99.000. E alasan kenapa kita enggak memakai Desmat official dari Fant X Vestia Z itu karena harganya cukup mahal di Rp250.000-an. Tapi kalau yang ini harganya cuman Rp90.000-an. Dan ini kayaknya lebih cocok untuk budget kita. Cuman sayangnya karena keyboard-nya ini full size dan gua juga enggak beli yang gede jadinya dashm-nya itu pas-pasan. ruang buat mouse itu sedikit banget. Dan benda terakhir yang kita mau pajang di atas meja itu adalah lampu desk yang gua temukan di Tokopedia harganya cuma Rp85.000. Dia menurut gua bentuknya udah bagus, terus juga e kain atasnya juga estetik dan dia tidak memakai bohlam E14 ataupun E27. Jadi kita enggak perlu gonta-ganti bohlamnya. Tapi dia itu punya kayak semacam remote kecil gitu yang dia bisa e mati nyalain, dia bisa ganti white balance juga. Jadi, white balance-nya ada tiga mode. Ada yang putih kebiruan, putih yang agak warm, sama yang warm banget seperti ini. Dan brightness-nya pun juga bisa diganti. Powernya juga memakai USB. Jadi enggak memakai power yang ke dinding. Terus kalau misalnya menurut gua sih Rp85.000 dengan aksen wood seperti ini udah cukup good deal ya. Dan benda terakhir yang kita fiturkan di video ini adalah kursinya. Buat kursinya ini sendiri dia mereknya dari EV, ETV office chair gitu. Tapi eh bentuknya enggak kayak office chair-office chair banget. Dia ini harganya murah banget, enggak nyampai Rp500.000. Dan juga untuk arm-nya juga dia enggak ada adjustable arm rest. Terus juga senderannya enggak bisa full sampai atas. Bahannya sih oke, kayak bludru-bludru gitu, tapi busanya itu enggak terlalu empuk dan dia cuma dikasih kayak bantal begini doang buat dilumbarnya dia. E, rodanya pun juga enggak terlalu kokoh ya kayaknya. Dan dia juga kadang-kadang suka wobli-wobli. Jadi enggak sebenarnya sih enggak terlalu disarankan untuk buat anak cowok di yang beratnya di atas 70 kg ya. Tapi kalau misalnya gua sendiri sih makainya oke-oke aja. Dia juga enggak terlalu tinggi, tapi enaknya jadinya kalau misalnya kita lagi ngelihat ke layarnya pas diet up yang ini, jadinya layar 24 inch-nya itu pas sejajar sama mata kita. Sementara kalau misalnya kita pakai kursi yang agak tinggian di setup yang ini, itu e harus pakai monitor stand. Kayaknya sih monitornya buat sejajar sama mata kita. Jadi, ya kursi pendek ini adalah pasangan serasi dari setup yang kita buat kali ini. Dan bagaimana dengan pengalaman setup-nya ini? Karena ini adalah video yang buru-buru dibikinnya dan gua juga belum terlalu banyak pakai setup-nya. Jadi, kesan gua enggak akan terlalu banyak. Paling kemarin doang nih gua sempat nonton film pakai layar ini dan lumayan cukup bagus ya e kualitas warnanya. Jadi, color gamutnya ini bagus. Terus juga untuk color akurasinya gua belum bisa ngomong terlalu banyak, tapi e imersifnya lumayan oke, gare-nya juga enggak banyak dan juga e kalau misalnya dibilang soal suaranya, suaranya tuh panci banget ini speakernya pas nonton film. Cuma kalau misalnya buat main game, karena gua juga enggak main kompetitif, jadi gua enggak merasakan 200 Hz-nya banget. Kak dan gua juga main tuh kemarin War Thunder mati mulu. Terus juga gua main Cyberpunk. Gua ngelihat Cyberpunk warna merahnya sih oke ya, bagus juga. Cuman ya itu tadi karena tidak ada ee karena gua tadinya tuh dari OLED jadinya kerasa ya ini kayak downgrade gitu. Sementara kalau misalnya si speakernya ini sendiri, gua tarik lagi kata-kata gua yang tadi, dia ada distorsinya terutama pas lagi volume kencang banget dan volumenya dia juga paling kencang. Itu kita ngerasain di story saat ada yang ngomong huruf S. Dan kalau buat mejanya ini sendiri, kalau setup yang udah jadi seperti ini, bagian kirinya itu masih bisa dihias lagi. Entah bisa dihias fake plant atau dihias e kotak pensil atau ya terserah dengan fungsional fungsionalitas kalian lah. Paling yang kekurangannya menurut gua yang paling kerasa itu adalah setup ini tidak ada mejanya eh lacinya maksudnya. Jadi kalau misalnya mau punya laci ya beli laci sendiri kalian. Dan buat perkabelannya sendiri karena kita juga gak ada solusi kabel managementen di bagian belakangnya. Kalian bisa pakai kabel clipper aja. Itu harganya paling cuman Rp2.000, Rp.000. Kemarin si Ipan itu dia pasangin di bagian atas dan juga untuk remote si speakernya di 3M aja di bagian atas mejanya jadi kelihatan lebih rapi. Dan kalau buat totalnya sendiri setup ini ada di sekitar Rp3.378.000. R000 ya. Menurut gua ini masih termasuk worth it harganya juga masih value juga. Apalagi kalau disuruh pilih salah satu barang yang paling worth itu adalah speakernya kalau menurut gua karena harganya ini Rp320.000 har udah paling panci lah suaranya. Terus juga eh esteticknya itu W. I love wood. Sementara kalau teman-teman gua bilang sih katnya layarnya yang paling oke karena harganya segini dan udah dapat 200 Hz. Dan karena gua paling suka sama speakernya ini, gua akan mengadakan ya giveaway kecil-kecilan aja hadiahnya. Udah pasti si speakernya ini bekas kita. E kalian kalau suka sama speakernya, kalian bisa komentar aja di kolom di bawah barang apa yang paling kalian suka dari setup kita sekarang dan alasannya apa beserta dengan tag IG kalian juga. Dan pengumumannya mungkin hari Valentine 2026 ini kali ya, tanggal 14 kita bikin pengumumannya di Post Community. Dan kalau menurut kalian nih, sebenarnya di setup ini ada yang bisa di-improve lagi apa enggak sih?
