SIAP JEGAL MOBIL MURAHNYA BYD, Gak Nyangka Kecil-Kecil LEGA BANGET! (YouTube Video)
Ini adalah Jili Giom Singuen atau kalau diterjemahin kira-kira Gily Starwis. Mobil full elektrik ke Chill Gili. Nah, mobil ini berpotensial buat masuk Indonesia. Soal bisa jadi lawannya Woling Bingo gitu ya misalnya. Nah, buat detailnya smak di 10 dari Gily Jiom [Tepuk tangan] [Musik] Singuen satu sebesar apa? So, Jili Gom Sing un ini panjangnya 4,1 man ya yang artinya dimensinya dia sebenarnya hampir segede BYD Dolphin dan mirip MG4 EV gitu. Tapi spek motor plus baterainya dan harganya di Cina bikin dia lebih mirip sama kompetitor kayak Woling, Bingo, BYD Seal atau Neta V2 gitu ya. So, berpotensi banget sebenarnya masuk ke Indonesia. Nah, nama Giom ini sebenarnya tadinya adalah sub brand gili buat mobil full elektriknya mereka geometri ya tadi ya namanya disebutnya. Tapi sekarang kan di Cina udah ada sub brand Galaxy nih buat mobil New Energy-nya Jili. So, si sub brand geometri ini dimasukin ke sub brand Galaxy, tapi namanya jadi tinggal Giom aja. Dan nama Giom ini dipakai di line upnya Galaxy buat mobil-mobil kecil berdesain uniknya ya. Nah, yang ini disebutnya Giom Singwien atau kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris kira-kira jadi starw. So, mau sebut Gili Starwish atau Syuen sama aja lah kira-kira meskipun Starwish ini bukan nama resminya ya. Nah, di Cina sing ini dijual mulai dari 68.000an R000an yuan atau Rp18 jutaan sampai Rp97.000an yuan atau R25 jutaan ya. Lebih mahal sekitar 20 sampai R30 jutaan dibanding Woling Bingo di Cina. So, kira-kira kalau masuk Indonesia bakal berapa ya harganya? Dua pilihan warna. Di Cina Gilinguen ada delan pilihan warna ya. Biru muda gini, hijau, pink, krem kayak milk tea, putih, biru lebih tua, abu-abu, dan silver. Sedangkan interiornya ada tiga pilihan warna. Hitam, hitam, hijau, dan putih gini kayak yang lagi kita videoin ya. Tiga, motor dan baterai. Kalau kurang jelas dari awal, Gilingen atau Starwish ini adalah mobil full elektrik ya. Enggak ada motor di depan sini, tapi adanya bagasi yang gede banget ya. Ini karena motornya Shuen ada di ael belakang dan dia gerakin roda belakangnya. Tenaga motornya ada dua pilihan. Yang pertama 78 HP tenaganya dan torsinya 130 Nm. Dan yang kedua 114 HP dan torsinya 150 Nm. Nah, yang kedua termasuk tinggi banget ya tenaganya buat di kelas ini. Kecepatan maksimalnya yang 78 HP tadi diklaim sampai 125 km/h. Sedangkan yang 114 HP sampai 135 km/h. Transmisinya tentu direct ya. Single speed dengan reduction gear. pindahin giginya pakai tuas kecil di tengah sini nih. Sambil injak pedal rem kita dorong ke bawah buat masukin ke D. Ke atas buat masukin ke R. Ke bawah sedikit sambil ditahan buat masuk ke N. Dan klik tombol P ini buat kalau udah parkir. Mungkin ada mode berkendara yang bisa kita ganti di head unit kayak Gily X5 gitu. Tapi sayangnya ini masih pakai bahasa Cina ya, jadi kita kurang ngerti juga. Nah, baterainya tergantung kita pilih motor yang mana tadi. Yang motor 78 HP dapat baterainya 30,12 kWh dan claim range berkendaranya bisa sampai 310 km. Sedangkan yang motor 114 HP baterainya 40,16 kWh dan claim range berkendaranya bisa sampai 410 km. Charging-nya pakai cup di belakang kiri sini. Nah, karena ini unit Cina, jadi AC charging dan DC charging-nya sama-sama pakai charging port GBT ya. Klaimnya charge dari 30 sampai 80% bisa dalam 21 menit aja. Empat, eksterior imut. Karena bentuknya yang cenderung membulat dan pilihan warna yang terinspirasi dari es krim, Singyuen atau Starwish ini emang cenderung kelihatan imut ya dari luar. Dan yang kita suka juga proporsi overall-nya kelihatan normalnya enggak kayak Neta V2 gitu misalnya yang kelihatan agak aneh. Nah, dibanding Bingo Xuen juga cenderung membulat tapi masih ada tajam-tajamnya sedikit ya. Tapi jelas enggak seekstrem byy sigal gitu ya yang main serba tajam di desainnya. Cenderung kayak ION UT lah ini ya yang bakal jadi calon pesaingnya juga. Detail desainnya depannya membulat banget gini dan clean banget ya karena enggak ada grillnya rata aja tuh sama body panel. Nice sih. Kita suka desain yang bersih gini biasanya karena bakal lebih timeless ya. Lampunya nih yang agak tajam-tajam. Isinya ada projecttornya dan ada tulisan full LED di pinggirnya. Panel chrom di ujung kiri kanannya hanya hiasan aja ya. Begitu juga yang di grill paling bawah ada kotak kecil. Tadinya kita kira radar tapi sepertinya hanya hiasan juga. Nah, bentuk belahan kap depannya juga unik nih ya karena kayak hanya kecil aja di tengah gitu ya. Detail lampu depannya full LED di area LED yang di pinggir, lampu besar dan lampu jauh dari projjecttor LED-nya, dan lampu sein LED yang tiga garis di sampingnya. Sampingnya nah kalau bingo gitu kelihatan bersih banget karena kan full warna body dia. Di s un ini di bagian bawahnya ada clading plastik hitamnya ya. Ya, mungkin buat ngasih sedikit efek ala crossover di bentuk hatchback-nya itu. Yang unik handle pintunya nih. Dia modelnya flash rata tapi dibuat sedikit lebih modern ya. Enggak jadul kayak di Easy 3 gitu misalnya dari pilar A, pilar C sampai atapnya dibuat full hitam gloss ya. Nice lah. Di pilar C-nya juga unik nih dikasih motif garis-garis dan ada emblem giomnya dan list jendelanya dikasih chrome panjang gini ya. Spionnya masih bertengger di pilar A dan dikasih hitam gloss juga ya. Velegnya unik nih dual tone bentuk empat palang gini yang emang buat nempelin bentuk imut mobilnya ya 16 inci dan dipasangin ke ban 20560 R16. belakangnya sama nih kelihatan membulat juga tapi emang gak se-clean bingo gitu ya karena di singleu ini bagian bawahnya ada bumper hitam dof-nya gini giom dieja besar di tengah-tengah ya dan kayak depannya lampu belakangnya juga agak tajam tapi masih kelihatan simpel dan imut sih ya dan langsung kelihatan nih enggak ada wiper belakang ya di sini detaik lampu belakangnya lampu malam LED lampu remnya juga LED dengan highmon stop lamp yang enggak terlalu tinggi. Lampu seinnya LED dan lampu mundurnya LED. Ada fog lamp belakang di paling bawah, tapi dia halogennya. Lima, interior lega minimalis. Desain kabin sing unuen atau Starwish ini sekilas lihat emang terkesan lebih mahal ya dibanding sekelasnya sih. Kayak ada layar gede banget di tengah gitu yang biasanya baru ada di mobil yang lebih mahal. konsole tengah floating-nya yang terkesan mahal ya dan garis dashboard-nya enggak polos horizontal aja tapi kayak dibuatin alat dom-dom gitu yang dilingkarin list-list silver gini ya. Oh dan kombinasi warna hitam dan putih ini juga ngasih kesan kelas yang lebih tinggi ya. Nah tapi karena ini pada dasarnya adalah mobil entry level jadi pemakaian bahannya emang basic banget kayak dashboardnya yang atas plastik ya. Tapi biar gak terkesan murahan, di tengah-tengahnya dikasih bahan piano black besar plus kayak ada guratan bentuk gedung-gedung gini nih. Unik sih ya. Ini baru pertama kali kita lihat. Not bad lah. Begitu juga bentuk ventilasi AC di atasnya yang kayak kegabung sama Twitter itu dibuat unik ya. Nah, tapi ada bahan empuknya nih yang di depan sisi penumpang dan memanjang terus sampai ke konsol tengahnya ya. Dan coba lihat laci dashbor ini kayak laci rumahan ya modelnya. Pintunya juga sama ya kayak dashboardnya. Bahannya sebenarnya basic banget. atasnya plastik, tapi di tengah handelnya dikasih piano black yang sama dan ada guratan-guratan gedung gini lagi ya. Unik sih. Dan bahan tengahnya sebenarnya plastik, tapi kalau dilihat lebih dekat pun dikasih motif garis-garis gini nih biar enggak terkesan polos aja. Nah, di sandaran tangannya baru ada lapisan kulitnya dan bawahnya lagi plastik lagi. Pintu belakangnya juga sama kayak depannya ya, dari bahan yang dipakai sampai bentuknya. Joknya, jok depannya pakai model headr yang terintegrasi tapi enggak kelihatan murah. Ya, sentuhan simpel kayak panel silver di tengahnya malah ngasih kesan jok yang lebih mahal dibanding biasanya. Dilapis bahan kulit sintetis ya joknya. Dan ini jok belakangnya. Nah, yang ini kelihatan lebih sederhana ya dengan headr yang terintegrasi gini di sebelah kiri dan kanan aja. Tapi yang mengejutkan adalah ruangnya. Di belakang sini kelihatan lega banget ya buat mobil sepanjang 4,1 gini. Nanti kita praktikin ya. Duduk habis ini. Bentuk setirnya simpel. Tuh spok saja tapi unik ya. Two tahun gini hitam dan putih dan dilapis kulitnya. Nice lah. Detail lain di dalam. Lampu kabin depannya ada dua ya, LED gini dan di belakang juga dapat satu LED. Sunvisernya di dalam kiri kanan ada card holdernya dan ada kaca yang bisa ditutup buka plus lampu vanity mirror yang ngitarin gini. Tegangan tangan plafonnya yang di depan hanya ada di sisi penumpang aja ya. Di sisi driver enggak ada. Sedangkan yang belakang kiri kanan sama-sama model lipat tapi enggak ada gantungan bajunya ya. Dan jok belakang juga dapat ventilasi AC kayak gini. Tapi buat diaturnya tentu tetap dari depan. Tapi gimana rasanya duduk di dalam kabin? Enam konfigurasi jok buat masuk ke depan. Pintunya si New ini cukup berat buat mobil 4,1 m. Meski emang enggak sampai seberat X5 gitulah ya. Jelas sudut bukanya standar aja enggak sampai super lebar. Dan buat nampak ke dalamnya enggak terlalu tinggi ya, masih gampang banget. Nah, posisi duduk by default-nya termasuk cukup tinggi nih. Visibilitas ke depan standar lah ya. Ujung kap mesinnya enggak terlalu kelihatan dan visibilitas ke samping enggak terlalu bagus karena spionnya masih di pilar A juga. Yang jadi catatan kita, dudukan jok ini enggak terlalu mepet ke lantai kayak di bingo gitu misalnya. Jadinya posisi duduk kita enggak sampai jongkok banget. Belum sempurna sih sudut paha kita masih sedikit naik di depan sini tapi jauh lebih baik dibanding di bing gue. Okelah pengaturan jok drivernya di varian yang kita videoin ini elektrik 6 arah ya. Jadinya ketinggiannya bisa diatur tapi enggak bisa tilt bagian depannya. Sedangkan yang penumpang depan manual slide dan recline aja. Headrnya fix ya. Enggak bisa diatur posisinya enggak terlalu maju. Jadi buat sandaran kepala sambil nyetir masih agak mundur gini kepalanya. Tapi enggak sampai ngedanga ya. Ruang kepalanya aman. Sandaran tangan di tengah dilapis kulit jadi empuk. Dan masih bisa sandaran tangan sambil pegang setir gini. Yang di pintu dilapis kulitnya empuk juga. Seat beltnya fix, enggak bisa diatur naik turun. Sedangkan setirnya bisa diatur tilt aja ya atau naik turun aja. Tapi posisinya udah cukup jauh sih dari dashbor. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya juga masih berat ya. Nice sih. Tapi bukannya enggak terlalu lebar ya. Dan meskipun atapnya enggak terlalu turun tapi kepala kita perlu sedikit nunduk ya pas masuk. mengingat ukuran mobilnya juga cukup kecil. Posisi duduk di belakang lebih tinggi dibanding di depan ya. Nah, jarak dari dudukan ke lantainya termasuk cukup oke nih. Sudut paha kita masih sedikit naik tapi jelas banget enggak secongkok di woling bingo gitu ya. Ini masih termasuk enak lah ya buat mobil listrik posisi duduknya. Meski emang belum sempurna ya. Okelah joknya enggak bisa digeser maju mundur tapi ruang kakinya udah luar biasa aman ya. Nasia ini lega banget. Ruang gerak sepatunya agak sempit kalau jok depannya dibuat paling turun. Sudut sandaran jok belakangnya sayangnya fix ya, enggak kayak di EX5. Tapi untungnya ini posisinya udah cukup rileks sih. Jadi harusnya enggak bakal pegal karena duduk terlalu tegak ya. Nah, yang kiri kanan ada headr-nya tapi dia fix ya. Cukup tinggi untungnya meski yang tengah enggak ada headr-nya. Ruang kepalanya masih aman meski enggak terlalu lega. Buat sandaran tangan di pintu belakang dilapis kulitnya jadi empuk juga. Tapi yang di tengah enggak ada armr lipatnya ya. Meski masih normal sih buat di kelas gini. Oke, kalau mau duduk bertiga napaknya masih gampang nih karena lantainya full rata ya. Dan enaknya kaki kita juga bisa di tengah sini aja. Dudukan jok tengahnya ini empuk banget ya dan cuma lebih tinggi sedikit aja dibanding kiri kanannya. Dan ini buat sandarnya juga masih empuk nih. Tapi karena enggak ada headr-nya orang dewasa pasti ngedanga ya kalau duduk di tengah sini. Ruang kepalanya tapi masih aman dan seat belah sini juga udah tiga titik ya. Tujuh fitur cukup banyak mengingat sing unuen atau starw ini model entry level so jangan berekspektasi fiturnya bakal kayak EX5 gitu ya misalnya. Tapi dibanding wooling bingo yang ada di Indonesia gitu masih okelah masih lebih banyak inputnya. Di depan ada wireless charger bisa sampai 50 watt nih ya. Compatible. Nice ya. Di bawah ada satu USB port type C dan satu lagi type E. Dan di belakang ada satu lagi USB port E. AC-nya manual, aturnya dari layar ya. Dan set temperaturnya pakai angka. Jadi jelas nih mana yang dingin, mana yang panas. Paling panas 32 derajat dan paling dingin 17 derajat Celcius. Ada opsi max hit buat bikin otomatis ke paling panas dan max cool buat bikin otomatis ke paling dingin. Ada di fogor kaca belakang plus di froster kaca depannya. Dan ada ventilasi AC buat penumpang belakang ini yang tentunya diaturnya tetap dari depan. Ada tombol fisik juga ya buat atur kipas nyalain AC dan difrosernya. Ini kuncinya ya. Tombolnya ada lock unlock buka bagasi depan dan buka bagasi belakangnya. Ada passif keyless entry juga. Jadi kalau mobilnya kita kunci remote-nya tinggal dikantongin dan klik tombol ini di handle pintu driver dan kuncinya kebuka. Buat kunci lagi tinggal klik lagi aja ya. Sedangkan buat nyalain mobil ya tinggal masuk ke mobil dan injak pednya aja. Lampunya otomatis, wipernya intermittent variable. Tapi sayangnya hanya ada wiper depan aja ya, enggak ada wiper belakangnya. Rem parkirnya elektrik dan masih ada tombol fisikalnya. Ada auto hold juga yang buat nahan rem tapi buat mati nyalannya dari head unitnya. Jok drivernya elektrik. Dan kedua jok depan dapat penghangat jok yang diaktifinya dari head unit sini juga ya. Oh dan bagasi belakangnya juga elektrik ya. Keempat jendelanya auto up down. spion ya pengaturannya elektrik tapi buat pelipatannya masih manual ya. Setirnya yang sebelah kiri ada buat ngontrol adaptif cruise controlnya dan yang sebelah kanan buat ngatur volume and track. Instrumen clusternya TFT LCD 8,8 inci. Di kiri ada info tenaga, kecepatan, dan sisa baterai. Di kanan ada info media dan di tengah bakal jadi layar ADAS kalau udah jalan ya. Dan terakhir head unitnya 14,6 inci. Gede banget sih ini ya buat mobil sekecil gini. Ini pakai Fly Mos yang tampilannya mirip kayak di EX5 juga ya. Kalau swipe down dari atas bakal langsung ke quick control buat ganti mode berkendara dan bisa atur beberapa fungsi mobil kayak buka bagasi, auto hold, buat tetap bikin mobilnya nyala waktu kita tinggalin. Mati nyalain wireless charger, matiin mobil, mati nyalain penghangat jok dan lain-lain. Nah, ini menunya tapi enggak bakal terlalu relevan lah ya isinya karena kebanyakan aplikasi Cina juga. Ini menu energy buat nyalain super e mode, atur penjadwalan charging, nyalain virtuel, gitu-gitu dari sini ya. Dan ini layar settings yang sayangnya semua pakai bahasa Cina ya. Tapi yang awal ini buat quick control. Yang gambar mobil ini buat setting kayak otomatis tutup semua jendela waktu dikunci, matiin mobil dan lain-lain. Yang gambar setir ini buat ganti mode berkendara, atur tingkat regen, atur feel pengereman, gitu-gitu ya. Gambar lampu ini buat atur ketinggian soran lampu, atur volum home, dan atur ambient light. Gambar bawahnya ini buat atur ADAS, bawahnya lagi buat voice comand. Bawahnya buat atur display, bawahnya atur suara. Dan bawah-bawahnya lagi buat pengaturan yang lebih standar, ya. Delapan, safety cukup lengkap. Kayak kebanyakan mobil Cina modern, fitur safety-nya Singuen atau Starwish ini termasuk cukup lengkap ya. Airbag-nya ada enam. Dua di depan, dua airbag samping di samping luar kedua jok depan, dan dua airbag pilar yang memanjang. Remnya rem depan cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram tentunya. Es dan IBD juga udah ada ya. Ada stability control buat nonakinnya di head unit ya. Heill stis juga ada yang bisa nahan rem mobilnya beberapa saat pas berhenti di tanjakan waktu kaki kita mau pindah dari pedal rem ke pedal gas biar enggak merosot dulu ya. Dan ada heal desain control juga nih di head unit yang bisa kontrol rem dan gasnya otomatis biar kita bisa jalan sangat perlahan di turunan curam. Sensor parkir di belakang ada tiga titik sedangkan di depan enggak ada ya. Kameranya ada empat. Satu di depan, satu di masing-masing bawah spion, dan satu lagi di belakang. Dan bisa ngebentuk gambar 360 derajat gini termasuk mode tiga dimensi ya. Kalau Jili nyebutnya 540 derajat karena bagian bawah mobilnya bisa kelihatan juga kalau kita habis jalan perlahan ya. Nah, jok belakang ada dudukan ISOIX buat pasang jok bayi. Oke, sing un varian tertinggi ini juga ada ADAS ya atau safety active-nya yang hanya manfaatin kamera di balik spion tengah ini aja ya. Pertama ada AEB atau autonomous emergency breaking yang bisa mendeteksi kalau udah kemungkinan mau nabrak depan dan bisa direm otomatis ya kalau enggak kita gubris peringatannya. Ada lane departure warning yang bisa ngasih peringatan kalau kita mau keluar lajur. Ada adaptive cruise control yang bisa set kecepatan konstan dan jaga jarak otomatis sama mobil depan kita tanpa kita perlu injak pedal gas dan pedal rem. Tapi emang adaptif cruise-nya ini enggak ada pasangan intelligent gross assist-nya ya. Alias enggak ada lane centering yang bisa bikin mobilnya kejaga terus-terusan di tengah lajur sambil kita lepas tangan dari setir sementara. Ada traffic sign information yang bisa baca rambu kecepatan maksimal dan ditampilin di layar. Dan ada intelligent high beam control yang bisa otomatis nyalain lampu jauh kalau terdeteksi dibutuhkan dan ggak ada mobil di depan yang berpotensi kena silau ya. Sembilan bagasi dan storage. Kayak yang kita bilang di awal di bawah cup depannya Ginguen atau Starwish ini ada bagasi ya dan ini termasuk gede nih. Kapasitasnya 70 L. Dalam dan lebar banget tuh ya. Buat mobil yang ukurannya cuma segini nice lah ya. Cukup banget buat naruh portable charger atau bahkan ransel juga. Nah. Bagasi belakangnya kerennya elektrik nih. Paling enggak di varian tertinggi sing yang kita coba sih gitu ya. Bukanya klik tombol di belakang sini dan dia bakal terbuka elektrik ini. Nah, ini bagasi belakangnya. Kapasitasnya 375 L. Sekilas lihat cukup besarlah meski emang kelihatan jelas enggak sedalam bagasinya bingo gitu ya bibirnya. Tapi lebar banget nih. Harusnya bakal gampang buat masukin barang yang lebar ya. Nah, tapi jarak bibirnya ini dari tanah termasuk cukup tinggi. Jadinya kalau mau masukin barang yang berat bakal agak PR angkatnya. Dan jarak dari lantai bagasi ke bibirnya juga cukup tinggi nih. Jadinya kalau mau keluarin barang dari dalam juga harus agak diangkat ya. Detail dalam bagasinya di sebelah kanan sini enggak ada apa-apa sih ya. Paling cuma gantungan belanjaan yang maksimalnya 2 kg ya tulisannya. Yang sebelah kiri juga sama, enggak ada apa-apa kecuali gantungan belanjaan maksimal 2 kg ini. Nah, yang unik lantainya ini enggak bisa kita buka sama sekali ya. Karena harus diingat di bawah sini ada motornya ya. Makanya kayak kompresor, tambal ban, dan tool kit lainnya emang harus kita taruh di bagasi depan. Oke. Kalau mau lain kapasitas bagasi, jok belakangnya bisa dilipat dengan konfigurasi 60 bing 40. Lipatnya pakai tali di pinggir sini ya, tinggal ditarik aja dan terus kita dorong joknya. Nah, kalau dilipat yang kanan bisa luasin kapasitas sambil tetap bisa duduk berdua di belakangnya. Dan kalau yang kiri dilipat juga, nah kapasitasnya jadi lebih besar gini jadi 1320 L. Meski emang ini gundukan dari lantai bagasi ke depannya tinggi banget, ya. Jadinya kalau mau geser sesuatu perlu diangkat dulu dan jelas enggak bisa masukin barang kayak kasur gitu ya ke sini. Buat tutupnya lagi tinggal diklik aja ya tombolnya. Nah, storage di dalam juga ada yang unik nih. Laci dashboard-nya. Modelnya yang ditarik keluar gini ya, kayak di Ionic 5 ya. Dan kapasitasnya 10 L nih. Dan di bawah konsol tengah juga ada kolong gede banget yang bisa nyimpan barang sampai 20 L nih. Dan ini sisa storage lainnya di dalam kabin. 10 detail-detail lain. gising UN atau Starwish ini buat sekarang paling enggak baru tersedia dengan rakitan Cina langsungnya. Sedangkan buat garansi atau servis-servisan karena belum masuk Indonesia jadi kita gak perlu omongin dulu lah ya soal ini. Soal Gil Goms ini, silakan sampaikan komentar di bawah. Klik like dan see you next
