Siap-siap HP Baru Bakal Makin Mahal! (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Kembali lagi Reza di Project Review. Kita ngebahas soal gadget lagi ya di penghujung tahun ini. Dan kali ini saya enggak bakal ng-review tapi kita akan ngebahas satu isu yang sedang panas-panasnya dijaga teknologi dunia yaitu tahun 2026 harga gadget itu bakal naik banget. Jadi mungkin sebagian pada perah tahu kalau sekarang ini harga komponen yaitu RAM lagi naik banget ya. ya, komunitas PC udah paling berasa nih karena udah naik banget ya dan tahun depan efeknya itu bakal makin luas ya ke pasar gadget lainnya kayak ke HP, tablet atau apapun yang pakai RAM. Nah, kenapa bisa naik sih harganya itu? Nah, jadi sederhananya karena jumlah pasokan di pasaran itu sekarang sedang menurun dari produsen. Mereka emang produksinya mengalami penurunan untuk segmen consumer ya. Jadinya kayak hukum supply and demand tuh terjadi. Barang di pasaran enggak banyak, yang butuh itu banyak. Jadilah harganya naik. Nah, kenapa jadi barangnya sedikit sih di pasaran? Sebenarnya pabrikannya itu yang bikin tetap jalan kayak biasa, enggak ada masalah. Cuma alokasinya nih yang pindah sekarang dari yang sebelumnya mereka bikin barang untuk customer ya, konsumen-konsumen standar kayak kita-kita ini. Nah, sekarang dialihkan untuk kepentingan data center AI ya. Jadi kayak mereka tuh punya klien baru yang pesanannya lebih banyak dan secara bisnis lebih menjanjikan. Kayak 2025 ini kita bisa lihat apa-apa tuh udah kayak AI semua. Kayak perkembangannya makin gila-gilaan, makin cepat, makin real, makin gampang diakses. Ya, si Vitur AI itu industrinya kayak hits booming banget gitu. Investor juga masukin duit banyak banget di situ. Karena memang potensi cuannya itu gede banget si AI ini. Kayak saya enggak ngelihat ya ada satu perusahaan teknologi besar yang saat ini enggak nyenggol AI ya. Hampir semua nyenggol AI gitu. Tapi karena makin besar itulah pada akhirnya para penyedia layanan AI ini harus bikin fasilitas yang namanya itu si data center ya. sebuah gedung isinya komputer segala macam untuk mengolah data yang jumlahnya makin hari makin banyak ya itu kita pakai juga gitu dari sekedar nanya-nanya yang random dari ngerapihin tulisan, edit foto, video ya gambar-gambar segala macam gitu. itu kan terjadi prosesnya lewat komputer, algoritma AI yang butuh alat pemrosesan dan karena jumlahnya semakin besar ya semakin banyak data yang harus disimpan diproses, penyediaannya juga makin banyak, data centernya juga berkembang sekali. Di Indonesia kan sudah banyak sekali data center ya juga gitu. Makanya inilah terjadi perubahan dari distribusi komponen itu dari yang tadi mungkin diproduksi untuk konsumer dialihkan untuk kebutuhan data center. Sebenarnya isunya itu bukan cuma soal RAM doang, tapi juga si storage ya. Kayak penyimpanan SSD ya kan. Namanya juga komputer untuk pengolah itu ya menyimpan data harus ada storage-nya. Nah, data center inilah yang sekarang menjadi konsumen dari komponen-komponen tadi kayak lumbung cuan baru buat para produsen komponen. Enggak dihilangkan total tentunya, tapi mungkin produk untuk customernya itulah yang dikurangi. Makanya kalau tahun depan gadget kayak HP, tablet, laptop, harganya naik. Menurut saya udah harus siap-siap nih dari sekarang. Jangan nanti ada yang rilis terus mereka kasih harga pada kaget ya. Karena memang itu kemungkinannya sudah sangat besar sekali. yang mungkin paling bakal berasa itu adalah di segmen entry level kalau menurut saya. Segmen yang sangat sensitif banget soal harga. Bisa jadi HP yang dulu seri sebelumnya itu harganya 1,3 1,4 juta ke depannya bisa naik jadi 1,6 1,7 kayak gitu. Untuk midrange atau flagship juga pasti akan terdampak ya. Cuma kalau udah masuk ke market flagship mungkin ramainya enggak seberapa kayak segmen yang lebih sensitif. Nah, kenapa saya bilang mungkin enggak terlalu sensitif? Contoh kita bisa lihat iPhone deh ya. iPhone ada seri baru belum resmi aja ya disediain Justif dengan harga yang lebih tinggi tetap ada yang beli ya. Jadi emang mau dibilang gengsi prestis lalala tetap ada pasarnya mereka mau bayar lebih mahal. Jadi mereka emang tidak terlalu sensitif untuk soal harga di market flagship. Makanya kalau ada flagship naik 2 atau 3 juta ya mungkin ramainya tidak akan seramai kalau di handphone entry atau midrange yang naik 300 sampai Rp500.000. Tapi ya semoga jangan mentang-mentang lagi kenaikan harga komponen begini produsen jadi pada ikut aji mumpung gitu ya. Kita naikin banyak-banyak harga ya. Semoga enggak kejadian. Tetapi kalau misalnya kita melihat HP yang sudah ada di lapangan sekarang kayak HP yang baru rilis beberapa waktu yang lalu kayak IQ ya IQ 15 itu kan sebenarnya salah satu contoh yang cukup mengagetkan. Saya pun sebenarnya kaget banget waktu mereka ngasih tahu harganya ya. IQU yang sebelumnya itu di kepala 10 ya R10 juta yang baru itu udah kena di jutaan ya untuk IQ yang kita bisa bilang sebelum-sebelumnya sebagai flagship killer gitu. spek-nya tinggi, ngasih chipset baru duluan, tapi harganya miring ya. Tapi tahun ini ternyata tidak seperti itu. Yang saya penasaran sebenarnya kalau untuk di kelas yang mirip-mirip sama IQ itu nanti Poco sih yang saya tungguin ya. Jadi mereka kan belum rilis nih, tapi ya kita lihat aja nanti di 2026 mereka bakal gimana. Apakah Poco bakal bisa ngejagain harganya supaya tidak melonjak atau bakal ikutan naik juga. Cuman kalau menurut saya memang ini langkah yang kayak mau enggak mau sih sebenarnya terjadi karena namanya juga perusahaan mereka kan bisnis ya bukan badan amal gitu jadi pasti pengin cari cuan cari untung gitu. Jadi ya mungkin yang akan membedakan pada akhirnya adalah margin keuntungannya mereka mau ngambil sebanyak apa. Oleh karena itu, makanya nanti di 2026 kalau ada seri HP baru yang naiknya dikit doang dibanding versi sebelumnya. Nah, itu ada dua kemungkinan ya kalau menurut saya nih. Paling enggak yang pertama dan ini menurut saya sih paling kecil kemungkinan kejadiannya sih si produsen itu mengurangi margin keuntungan yang mereka ambil. Jadi kalau misalnya 1 tadi mereka ngambil keuntungan Rp200.000 ya nanti mereka kurangin jadi Rp100.000 lah per unit atau bahkan lebih sedikit ya untuk ngejagain harga apalagi untuk segmen yang sensitif. Kemudian untuk kemungkinan yang kedua bisa jadi specs-nya enggak naik. Entah mungkin mereka masih punya stok komponen yang sama di produksi sebelumnya belum kepakai. itu bisa dialihkan untuk produksi yang baru. Ya, ini mungkin terjadi. Tapi kalau ini skenario seperti yang ini menggunakan stok yang lama tentu enggak bisa lama-lama juga karena pastinya stok komponen di gudang akan berkurang dan pada akhirnya mereka harus beli lagi untuk produksi lagi. Nah, turunan dari yang kemungkinan kedua ini juga ada isu yang menarik nih, yaitu karena kabarnya beberapa produsan itu mempertimbangkan ngebawa kembali micro SD. Emang sih kalau kita lihat sekarang masih banyak kok HP yang pakai gitu, belum hilang sama sekali. Tapi kita sama-sama tahu juga untuk smartphone di class midrange apalagi flagship micro SD itu udah banyak banget yang berkurang. Makanya mungkin ini bisa jadi opsi beberapa buat ngekalin harga ya. Cuma emang kalau menurut saya kayaknya di midrange sih yang mungkin untuk pakai micro SD lagi. Sedangkan kalau flagship ini makin kecil kemungkinannya kayak kita lihat misalnya apa Samsung gitu S2 sekian yang baru, ZFold atau iPhone pakai micro SD itu kayak hampir enggak mungkin dan kayaknya pasti mereka lebih memilih untuk naikin harga ya dibanding pakai micro SD di smartphone mereka. Jadi ya itu dia bukan tidak mungkin pasar gadget di tahun 2026 untuk sementara prediksinya tuh kemungkinan bakal melemah spesifik di Indonesia karena satu harganya naik daya beli dari masyarakat kita juga tidak ikutan naik prioritas juga orang bakal makin geset orang yang dulu jadiin HP sebagai primer bisa jadi geser ke sekunder. Yang ah sekunder bisa jadi tersier. Yang udah tersier bisa jadi tersier plus kali ya gitu. Karena dalam kondisi seperti sekarang aja kan masih banyak orang yang pakai gadget sampai rusak. Kalau enggak rusak mereka enggak beli yang baru gitu kan. Jadi apalagi kalau harganya naik wah itu pasti akan semakin banyak orang yang memilih langkah seperti itu. Jadi itu dia menyambut 2026. Harus bersiap-siap. Kalau kalian memang sudah berencana nabung gitu untuk beli smartphone baru tahun depan ya mungkin harus ditambahin tabungannya. Kalau HP-HP apa inceran kalian itu bisa jadi harganya bakal lebih tinggi dibandingkan seri yang rilis di tahun 2025 ini. Kalau menurut kalian gimana? Apakah kenaikan harga ini bakal berpengaruh banyak tentang keputusan kalian untuk membeli smartphone baru di tahun 2026? Apakah kalian tetap bakal sikat beli? Ya, kalau misalnya kalian ngerasa value dari produknya cocok atau bakal lebih hati-hati yaah bakal lebih menunggu gitu. Ada seri baru nanti baru dibeli lagi. Coba tulis aja pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Sekarang casit dulu ya. Sedikit omong-ngomong singkat dari satu fenomena yang cukup bikin pikiran di jaga teknologi saat ini. Makasih banyak sampai habis Putraamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Seperti biasa have a nice day.
