Jungkat

Siapa kira-kira pemilik Ferrari 12Cilindri ini? (YouTube Video)

  • 30/08/2025

Sekarang kalau kalian pengen tenaga gede atau mungkin ngincer akselerasi, udah enggak sesusah dulu. Kasih baterai, kasih motor listrik dan puf kalian punya mobil dengan tenaga 700, 800, 900, 1000, 2.000 tenaga kuda. Sekarang udah enggak sesusah dulu. Tapi kalau misalnya kalian cobain mobil yang seperti Ferrari di Cicilindri ini, kalian akan sadar bahwa ada satu hal yang lebih penting daripada sekedar tenaga dan akselerasi. [Musik] Oke, Teman-teman semua. Jadi, ini dia Ferrari Dodich Cilindri. Pertama kali kita ketemu mobil ini di Ital waktu itu di kampung halamannya Ferrari gitu ya, sekarang udah sampai Indonesia. Dan gimana rasanya nyetir Berlinetta bermesin V12 terbaru dari Ferrari ini? Tentu saja yang pertama adalah gua bersyukur bahwa masih ada mesin beneran di era yang sekarang tuh dikit-dikit baterai, dikit-dikit listrik, hybrid, elektrik segala macam. Gua masih senang kalau mobil kayak gini ternyata masih diberikan ruang untuk itu dia. Terus soal namanya du cilindrik itu bahasa Italia yang artinya 12 silinder itu adalah nama yang sangat harafiah. Dan gua bisa kayak menerka-nerka gimana Ferrari waktu milih nama mobil ini. Jadi kayak kita butuh nama yang Italia dan ini mobil 12 silinder kita. Ah langsung aja Dodi Cicilindri. Dan nama itu memberi kesempatan Ferrari untuk menggunakan video klip lama dari Enzo Ferrari. bilang Dodi Cicilintri itu penting buat identitas kami. Dodi Cicilri ada Ferrari sejati. Yait dia soal nama mobil ini. Tapi sekarang kita bisa nyetir mobil ini. Dan pertama-tama kalau misalnya kalian ngerasa mobil ini kok keretanya panjang dan lebar banget ya memang ini mobil kap mesinnya tuh ini kap mesin di DKI Jakarta ini kabinnya di Banten ini panjang banget emang mobilnya tuh. Dan kalau misalnya kalian mikir, "Wah enggak panjang nih ya." Enggak cuma panjang, mobil ini lebar. Jadi kalau misalnya kalian mungkin di jalan kayak Pantai Indah Kapu kayak gini mungkin enggak terlalu masalah. Tapi kalau misalnya di jalanan yang sempit dan padat kayak misal di TBC Tupang ya kan TBC Tupang mana ada lancar itu mungkin bakal jadi sebuah momok mengendarai mobil ini. Tapi untungnya selain dari dimensinya yang panjang dan lebar semua di sini bisa dibilang cukup manusiawi gitu ya. Jadi jadi contoh dia punya dua settingan suspensi standar sama BUM. Jadi kalau switch manneto di sini kita pencet dia kita masuk ke bumpy road mode. Jadi settingan suspensi sedikit lebih empuk gitu ya buat harian. Dan bicara soal switch maneo ini dia ada sekitar lima mode berkendara. Jadi yang biru ini wet. Kalau misalnya lagi hujan kayak begini normalnya kayak yang hijau ini sport. Dan sport ini standarnya ya enggak ada mode standar atau normal. Sportnya itu udah mode default, udah mode paling normal. Ada juga ini ya race. Race ini kalau misalnya di sirkuit kayak Mandalika atau Sentul gitu ya. Terus ada TC off. atau traction control off dan yang paling ekstrem ada electronic stability control off. Itu yang paling akhir tuh. Eh, silakan coba kalau misalnya kalian yakin dengan apa yang kalian lakukan dan kalian siap menerima semua risikonya. Tapi pertama-tama, bukan pertama-tama sih, yang paling utama adalah gua senang bahwa mesin ini masih mesin V12 segimana Ferrari seharusnya gitu loh. Karena mobil pertama mereka bermesin 1500 cc V12 dan lanjut setelah sekitar 70 tahun lebih. tetap mesin V12 dengan kapasitas yang lebih gede. Sekarang 6 cc dan enggak ada turbo, enggak ada hybrid. Di sini mereka cuma mikirin gimana caranya mobil ini biar bisa punya tenaga lebih tinggi dan red line yang lebih tinggi juga. Jadi, Ferrari pakai beberapa cara biar mesin ini bisa menghasilkan tenaga yang lebih gede dan mu tinggi lagi. Caranya adalah misalnya mereka pakai connecting roads itu dari bahan titanium dan lebih ringan dan mereka juga pakai exhaust header itu jalurnya 61 jadi 6 silinder masing-masing kan V12 ya 6 kiri 6 kanan dari en pipa itu langsung nyambung ke satu e pipa ekhaust jadi kanan kiri gitu ya dan itu equal length jadi kalau misalnya apa namanya buat pembuangan itu lebih efisien dan enggak cuma itu, mobil ini punya red line di 900 rpm M. Jadi kalau misalnya buat konteks ya misalnya kalian bisa dengar ya kita masukin ke mode manual nih misalnya coba kalian tebak nih red line-nya di sekitar mana kira-kira ya sekarang lebih tinggi lagi. Udah dekat R line enggak? Masih belum. Tebak aja. Belum. Belum. Itu dia red line-nya 9.500 RPM. Dan kalian dengarin suaranya ya. Jadi Ferrari kita masukin auto lagi. Ferrari udah ngasih beberapa cara biar suara mesin V12 ini, terutama di dalam itu terdengar lebih merdu daripada di luarnya. Karena kalau di luar mereka harus e mematuhi beberapa aturnya. Misalnya kayak Euro 6 equivalent gitu, Euro 6E biar emisinya tuh lebih ramah lingkungan. Tapi di sini Ferrari masih bisa ngasih sensasi. Contoh mereka ngasih kayak intake sound atau suara resonance di sini biar kedengaran di kabin kedengaran di telinga kita, suara V12nya itu lebih merdu gitu. Dan ini juga efek dari header 61 tadi yang Equ gitu ya. Benar-benar ya mesin V12 tuh sekarang langka banget loh mesin V12 karena tuh cuma ada di sekitar tiga atau empat merek mobil yang pakai mesin V12 dan salah duanya itu ada dari Italia dan Ferrari. Ini mereka yang pakai V12 tanpa bantuan aneh-aneh, tanpa hybrid, tanpa turbo. Cuma V12 murni yang mengubah bensin diledakin jadi suara dan tenaga. Uh, [Tepuk tangan] dan enggak cuma itu, kalau dibanding sama generasi sebelumnya, dia punya wheel base itu sedikit lebih pendek. Jadi mengakibatkan mobil ini punya karakteristik yang lebih lincah bahkan mungkin terlalu lincah. Apalagi kalau kalian enggak tahu, Ferrari itu biasanya punya setir yang sangat-sangat cekatan, cepat, dan akurat. Ini bahkan ini ya kita kayak gini dikit dia tuh beloknya cepat banget beneran. Dan bicara soal handling juga dia punya yang namanya adalah virtual short wheel base 3.0. Ini sebenarnya dia pakai rear wheel steering atau fourwhel steering gitu ya. Tapi ini ada bedanya dengan sistem fourwhel steering pada umumnya. Di mana kalau di mobil ini misalnya kita belok kanan, belok kanan gitu ya, roda belakang yang belok itu cuma yang sebelah kiri. Demikian juga sebaliknya, kalau misalnya kita belok kiri, roda belakang yang belok itu roda kanan. Menurut teori Ferrari ini biar kalau misalnya kita di lagi di tikungan yang konsekutif gitu ya, roda bagian dalam itu posisinya netral dan lebih siap buat ganti arah di belokan selanjutnya. Jujur gua kurang tahu apakah itu efektif buat apa namanya e pengendalian segala macam, tapi emang ada efeknya buat bikin mobil yang gede ini gede panjang dan lebar jadi kerasnya lebih lincah dan lebih gesit untuk dikendalikan. Malah lagi-lagi terlalu gesit. Terus bicara soal teknologi mobil ini. Tapi gua maksud gua bukan teknologi kayak oh Android Auto, Apple CarPlay ada segala macam. Itu teknologi yang kayaknya enggak usah dibahas deh di sebuah Ferrari itu mah enggak usah Ferrari mobil biasa juga punya tapi gua bicara soal teknologi torque shaping dari mobil ini. Jadi gini, kalau misalnya di mesin turbo bikin kurva torsi yang sesuai dengan apa yang insidur mau itu lebih gampang pnya tinggal atur bus segala macam. Tapi mesin ini dia kan enggak pakai turbo. Jadi kalau misalnya pengin ngatur e kurva torsinya itu sedikit lebih tricky. Makanya Ferrari punya teknologi yang udah dipatenin sama mereka namanya tor shaping. Ini di sekitar gigi 3 sama emp mereka bikin kurva torsinya itu lebih lineer. Jadi akselessnya itu berasa lebih progresif dan lebih nyata. Nah, Ferrari cuma pakai ini dig gigi 3 sama 4 karena menurut mereka itu adalah driving gear buat si Dodich cilindri ini. Gigi 1 sama du tuh buat launching aja buat 0 ke 100 gitu-gitu. Terus gigi 5678 itu buat cruising biar mesinnya lebih irit. Enggak irit juga sih, lebih enggak boros bahan bakar. Jadi enggak boros-boros amat gitu ya. Ya, itu sebuah teknologi yang menarik sih. Karena em gua akuin memang susah buat ngebentuk kurvator sih di mesin non turbo kayak begini. Tapi kalau misalnya kalian enggak terlalu peduli soal gimana teknologi itu bekerja dan kan cuma pengin pakai Ferrari ini buat jalan-jalan sekitar Jakarta atau Surabaya atau Bali atau di manapun tempat kalian tinggal, ini masih enak. Jadi tadi gua udah jelasin soal suspensinya dengan bum py mode-nya. Jadi biar bantingannya lebih enak. Dan kalau di mode auto kayak gini, biarpun dia gearbox kopling gak ada 8 gigi, dia halus gitu loh. Ini kita di kecepatan 60 m/j dan gigi 7 ini enggak kerasa beda sama mobil matic pada umumnya. Ya, pasti ada sedikit suara ban gitu ya. Karena gimana juga dia pakai peleg gede 21 inci, tapaknya lebar banget. Jadi itu hal yang enggak bisa dihindari. Terus lanjut lagi karena ini mesin natural expated dia tuh response gasnya w enak banget. Jadi kalau misalnya di bawa mobil turbo dia kan kita harus nunggu dulu turbo sekecil apapun tetap ada dan baru dia ngasih tarikannya. ini kita langsung dia cepat banget sih response gasnya. Terus ada lagi teknologi canggih di mobil ini yang bikin driving experience-nya tuh lebih ngena gitu. Jadi dia punya teknologi namanya adalah brake by wire. Jadi kalau di sistem R konvensional itu kan ada eh rem, piston, e minyak rem segala macam tekanan hidrolis. Ini mostly dia sistemnya dibantu oleh kabel. Makanya ini travel pedalnya tuh travel PA remnya itu kerasa lebih pendek dan feelingnya lebih konsisten di semua kondisi seperti itu. Dan kalau misal kalian pengen dengar musik gitu ya, musik favorit kalian di sini dia pakai audio burmaster. Tapi saran gua sih mending jangan daripada kena copyright ya. Apalagi kalau misalnya di mobil kayak gini ngapain dengar musik kalau kita bisa dengar suara mesin V12? benar ya. Bahkan di kecepatan emak berani ngomong dia tuh masih benar-benar stabil gara-gara bannya yang lebar tadi itu. Dan enggak cuma soal bahan lebar. Mobil ini balik lagi ke mode automatic. Mobil ini pakai beberapa tik aerodinamika supaya dia tetap bisa stabil dalam kondisi apapun. Yang paling gampang kelihatan adalah ada dua spoiler di belakang yang bisa naik turun tergantung kecepatan. Jadi dia ada mode low down force sama high down force. Jadi pas dia naik, dia menciptakan down force atau gaya tekan ke bawah sekitar 50 kg di atas kecepatan 250 km/h. Buat bayangin kira-kira ya taruhlah satu orang perempuan gitu ditaruh di bagian bagasinya. Seberat itulah down force atau gekan ke bawah mobil ini di saat kecepatan 250 km/h. Tapi tetap ya pengalaman atau aura yang paling mendominasi driving expediency-nya adalah ketika kita mendengar raungan suara mesin 6500 cc V12-nya ini. Dan buat yang pengin tahu aja kodenya F140 HD. kode mesin V12 Ferrari ini. Dan seperti Ferrari ya, kalau misalnya kita pengin iseng dikit-dikit, kita bisa tarik duanya, dua-dua pedal shift-nya seperti ini. Dia masuk netral dan kita bisa lan. Dan misal udah selesai dinetral dan langsung pengen jalan tinggal tarik pedle shift yang sebelah kanan langsung dia masuk ke gigi yang optimal buat kecepatan di mana kita rolling tadi. Ini mobil sih emang gila sih. Dan baik lagi dengan mobil ini eksis aja, dengan mobil ini ada aja gua udah senang karena baik lagi enggak harus semuanya tentang listrik, tentang habit segala macam ya. Ferrari juga punya. Tapi inilah dia muka Ferrari. Ferrari mesin V12 pertama adalah Ferrari yang dicap atau direstui oleh Enzo Ferrari yang keluar dari papi Ferrari. Dan biarpun kalian mikir mungkin Ferrari ya yang mid V8 gitu 488, F8 segala macam. Tapi Ferrari intisarinya ya ini sebuah GT bermesin V12 yang bisa dipakai dengan nyaman. Mungkin touring antar pulau jarak jauh antar kota. Tapi biarpun gua bilang touring dengan nyaman, ini mobil sih jatuhnya lebih sports car daripada tour gitu ya. Karena karakter sporty-nya, performanya, respons gasnya, betapa cekatan setirnya, semuanya benar-benar mendukung apa yang diyakini oleh sang cavalino rampante alias kuda jengkrak Italia ini selama 70 tahun lebih. Enggak ada yang namanya Ferrari tuh. Ayo kita harus bikin mobil yang kayak yang lain. Ferrari enggak pernah nih mereka tuh selalu kalau bisa jadi pionir atau mungkin pendobrak dogma mereka bakal jadi contoh puro sangwe. Gua gak nyangka Ferrari bersih kuku buat pakai mesin V12 di Puro Sang dan gua gak nyangka Fer tetap bertahan dengan mesin V12 murni di mobil ini. Emang gila sih. Sekarang kita coba dengar lagi ya. Dan pastinya perpindahan giginya tuh cepat banget. Bahkan di sampel suara yang dikasih sama Ferrari begitu mobil ini di launching waktu perpindahan gigi dia ada suara kayak jedakjedak gitu. Kayak suara mungkin suara kokangan pistol kali ya. Waktu itu gua dengar pertama kali dan akhirnya gua bisa ngalamin langsung sekarang. Baik lagi kita bisa masukin ke mode automatic ya sekarang. Tapi ngapain ada pedal shift sebagus ini? Kok pakai mode automaticnya? Sayang dong pakailah. Ini enak banget sih. Anja. Terus mungkin kurangnya mobil ini apa ya? Ya tadi ukuran terlalu gede, terlalu panjat, terlalu lebar. Terus tadi noise ee suara ban gitu dari kolong kedengaran. Sama gua enggak suka touch panel desertinnirnya. Ini masih kurang suka. Dan masa nyalain mesin pakai touch panel gitu ya karena lebih enak tombol biasa. Tapi semua kekurangan itu apalah kalau misalnya dibanding kita bisa dengarin suara kayak gini ya. Kalau udah dengar semua suara itu langsung lupa sama semua kekurangannya. Kita langsung lupa dia pakai ban gede jadi soal berisik kita langsung lupa dia still touch panel. Karena gimanapun juga kalau udah masuk Ferrari terutama yang kayak begini ya, kita lupa sama semua yang terjadi di dunia di luar sana dan rasanya tuh pengen langsung masuk mode manual. 6 5 4 3 Ini dia Ferrari Oh ya. Jadi ini dia Ferrari Dodich Cilindri. Tadi di awal kan gua bilang kalau misalnya ada yang jauh lebih penting daripada sekedar tenaga atau akselerasi dan itu adalah karakter. Jujur sama gua ngaku deh kalian yang udah cobain 3 4 5 6 mobil listrik dengan tenaga 700 horsepow 800 mungkin 500 600 700 segala macam jujur sama gua rasanya sama aja enggak antara satu sama yang lain ya gua udah tahu jawabannya. Nah, di sini mungkin tenaga 800 horsep mungkin daripada mobil-mobil yang kalian lihat headline-nya belum lama ini mungkin 800 horsepow ya gede tapi mungkin enggak segede mobil yang kalian baca beritanya tapi kalau kalin ini kalian rasain suaranya stabilnya gesitnya dramanya dramanya dari mobil Italia ini, kalian bakal ngeh kalau mobil itu bisa dibikin beda-beda satu sama lain. Terutama dengan mesin yang sangat khas seperti ini. mau mesin V8 Jerman, V10 Jepang, bahkan Vitel Vitalia masing-masing punya karakter sendiri. Dan itu yang sekarang kita incer dan atau kita rindukan di mobil-mobil baru. Karena semakin ke sini semua mobil makin kerasa sama satu sama lain. Sangat menyenangkan ketika ada mobil yang berani tampil beda dan berani mempertahankan prinsipnya seperti orang yang keras kepala tentang apa yang mereka yakini. Singkatnya, kalau kalian cukup rezeki buat beli mobil ini, beli. Tapi kalau kalian belum cukup rezeki buat beli mobil ini, kerja terus. Cari usaha, cari pemasukan, cari penghasilan, beli mobil ini juga. Oke, itu dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempol, komentar, dan subscribe.

Lihat di YouTube