Smart TV QLED 4K Terjangkau dr Merek Indonesia! Memuaskan & Hemat Daya - Review SPC ST50 QLED (YouTube Video)
Premium affordable Home Cinema. Ini konsep yang diusung SPC untuk jajaran smart TV terbaru mereka, Qlet TV ST Series. Kali ini kita mencoba varian paling terjangkau dari seri ini dengan ukuran layar 50 inci ST50 Qlet ya. Tentunya sesuai dengan namanya Smart TV ini sudah pakai Qlet yang merujuk ke teknologi quantum dot. ini menjanjikan tampilan warna yang berkelas bahkan disebut bisa mencapai 95% DC IP3. Resolusi layar sih tentunya 4K ya, bukan 1080p atau full HD. Refresh rate-nya bisa nyampai 120 Hz dengan fitur DLG jadi cocok untuk main game. Ada dukungan untuk Dolby audio, multiple Icare, HDMI 2.1, dan tentunya berbagai fitur yang ada di Google TV. Menariknya, SPC menawarkan storage yang sangat besar untuk smart TV ini. 64 GB. Ini langka banget ya. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan smart TV yang unik dan terjangkau ini. [musik] Oh ya, SPC ini adalah brand asli Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 1989. Jadi bukan anak kemarin sore ya. Mereka punya berbagai produk IT dan elektronik. Termasuk tentunya yang kita review kali ini Smart TV. Dan ini bukan pertama kalinya kami membahas Smart TV dari SPC. Udah ada review beberapa smart TV mereka juga. Kalau kalian belum tahu pasti kelewatan. Udah tahu kan harus ngapain biar enggak kelewatan lagi. Nah, beberapa Smart TV SPC yang sebelumnya kami bahas itu terbilang menawarkan harga yang terjangkau banget untuk apa yang ditawarkan. Terasa menjadi smart TV-smart TV yang menarik banget. Nah, bagaimana dengan ST50 Q Lite ini? Apakah ini bisa jadi smart terjangkau yang menarik lagi sesuai dengan konsep premium affordable home cinema yang mereka usung? Nah, mari kita lihat dalam review ini. Tapi sebelum kita masuk lebih dalam, kita mulai dari isi paket penjualannya. Tentunya dalamnya ada unit Smart TV, ada satu paket stand lengkap dengan bautnya. Ini berisi dua buah stan ya. Lalu ada kabel power, ada remote Bluetooth lengkap dengan baterainya. Ada spacer untuk adapter pemasangan ke bracket, lalu ada paket dokumen. Smart TV SP ini hadir dengan penampilan modern dengan basel yang terbilang tipis di sisi kiri, atas, dan kanan layar. Tebal belel di ketiga sisi itu ada di bawah 0,8 cm. Basel bawah layar tentunya seperti biasa lebih tebal. Nah, di dasar TV ada satu lampu indikator ini akan menyala merah saat TV ada di mode standby. Lalu di dasar ini juga ada dua buah speaker, satu di kiri dan satu di kanan. Ada juga tempat pemasangan stan. Sekilas terlihat ada dua posisi yang e bisa kita pilih untuk pemasangan stan ya. Tapi saat kami coba hanya lubang mounting di posisi luar aja sebetulnya yang bisa dipakai untuk memasang stan. Oh ya untuk stannya ini pakai desain V terbalik ya yang mengangkat TV ini sekitar 6,7 cm dari permukaan meja. cukup tinggi nih ya. Jadi kalau mau naruh portable speaker di celah kolong TV ini bisa ya. Ini detailnya suka enggak kelewat di TV-TV yang lain. Kalau buat soundbar gimana? Selama bukan soundbar yang lebar ini masih bisa juga. Oke, beralih ke belakang ada area yang agak menonjol di bagian tengah bawah. Di permukaan area tersebut ada lubang mounting dengan ukuran 200* 300 mm. Ya, ini tentunya untukemasang bracket ya, bisa ke dinding atau ke dudukan-dudukan bracket yang lainnya. Kemudian untuk konektor AC input itu ada di kiri area tersebut. Sementara berbagai konektor IO ada di area kanan. Semua menghadap ke samping. Nah, untuk dimensi TV ini tanpa stand1 * 63,9 * 7,69 cm. Nah, kalau dengan stand jadi 111 * 70,6 * 25,8 cm. Untuk spesifikasinya layarnya tentunya yang ini ukuran 50 inci, resolusinya 4K atau UHD atau tepatnya 3840 * 2160 piksel. refresh rate-nya 60 Hz dan ini bisa dinaikkan ke 120 Hz dengan fitur DLG atau DLG. Teknologi layarnya pakai Qate. Ini menunjukkan kalau ini pakai backlight direct LED dengan lapisan quantum dot ya. Untuk HDR-nya dia bisa HDR1, HLG juga bisa. Fitter-fitter lain dia punya multiple ICE dan dia flicker free juga. Untuk audio ini stereo speaker ya dengan daya 2 * 10 watt dan ini sudah support Dolby Audio ya. Dolby AC3. Lalu untuk OS dia pakai Google TV. Iya, modern ini ya dengan basis Android 14. RAM-nya lumayan besar di 2 GB dan storage-nya 64 GB. Ini besar sekali ya storage yang tersedia di Smart TV yang satu ini. Nah, fitur khas Google TV seperti Chromecast Buildin tentunya tersedia bisa kita gunakan untuk memindahkan tampilan konten dari smartphone, tablet atau laptop ke layar yang lebih besar ini ya. Lalu enggak ketinggalan di sini juga ada Google Assistant. Untuk dia punya Wii 5 yang langsung dual band. Lalu ada Bluetooth 5.1. Ethernet tentunya ada untuk TV digital tentunya ada juga dan udah support TV BT2 ya. Ini kan TV brand asli Indonesia harus siap untuk standar TV digital Indonesia ya. Kita cukup pasang aja antena ke TV ini. Dan lihat nih banyak banget siaran TV digital dari Indonesia yang langsung bisa didapatkan. Enggak perlu nambah STBSB-an lagi. Oke untuk konektor atau IO yang tersedia adalah 2 USB, satu antena input ada 3 HDMI. Nah, untuk di sini ya port dengan label HDMI 1 itu support HDMI ARC atau ERC ya untuk koneksi ke soundbar. Lalu ada satu set konektor AV in, ada satu optical audio out dan ada Ethernet juga tentunya. Nah, karena Smart TV SPC ini pakai Google TV ya, pertama kali nyalakan akan ada setup awal standar OS tersebut. Ini standar ya, kita akan diminta menghubungkan TV ke internet serta masuk ke akun Google. Setelah itu smart TV akan sudah langsung bisa digunakan. Nah, di sini ada beberapa aplikasi streaming yang secara standar sudah tersedia termasuk YouTube dan Netflix. Untuk aplikasi lain seperti Disney Plus, HotStar, Video, Vision Plus, dan lain sebagainya tersedia shortcut-nya. Tapi ini kita harus download dulu lewat Google Play. Nah, kalau butuh aplikasi lain yang shortcut-nya belum tersedia tentunya kita tinggal download aja lewat Google Play. Kabarnya di sini ada sekitar 5.000-an lebih aplikasi ya, ada banyak banget. Nah, sekarang kita coba HDMI di TV ini ya. Saat kami coba semuanya sudah mendukung resolusi 4K 60 Hz dengan HDR yang aktif. Nah, bagaimana kalau kita mau pasang refresh rate di 120 Hz? Di sini kita harus aktifkan dulu fitur DLG atau DLG dari advance settings di preset tampilan layar. Saat sudah aktif, kita bisa pilih refresh rate 120 Hz. Tapi seperti pada umumnya TV di kelas gini ya, untuk resolusi layar itu akan otomatis diturunkan jadi 1920 * 1080 piksel. Nah, secara umum kemampuan itu sudah mendukung penggunaan TV ini bersama PC desktop dan laptop serta berbagai game konsol modern termasuk dari keluarga PlayStation. Xbox dan Switch juga ya. Nah, untuk USB kedua port yang ada di TV ini bisa digunakan untuk masang storage berbasis USB maupun untuk alat input tambahan seperti keyboard misalnya. Nah, kalau untuk keyboard tentunya ini akan mempermudah kita untuk input password atau nginput judul ke kolom search di aplikasi streaming misalnya. Biar lebih gampang aja kalau nge-search-nya ya. Kan kan agak susah kalau kita mau pakai remote ya. Oh ya, kalau bicara soal remote, remote bawaan TV ini desainnya udah modern ya, dengan tombol-tombol yang penting aja seperti ini. Remote ini tentunya juga mendukung konektivitas Bluetooth. Jadi, kita bisa gunakan ini untuk input voice comand ke TV ya. Contohnya seperti ini. Siapa karakter utama di film Habibi Ainun? Dua yang pertama adalah Hasri Ainun Hamimi dan Baharuddin Jusuf Habibi. Saya punya total 25 jawaban. Oke, sekarang kita coba pakai Smart TV ini untuk menikmati konten. Kita coba beberapa aplikasi streaming yang tersedia di sini ya. Kalian merasa bahwa warna yang ditawarkan oleh Smart TV ini udah sangat memadai. Jauh sekali dari kesan yang wash out atau kurang berwarna. Tampilannya juga masih terbilang rapi, enggak terlihat terlalu berlebihan. Nah, sekarang mari kita coba cek ya. Ee ternyata di mode standar gamut coverage-nya itu ada di 99,3% sRGB dengan gamut volum di 124% sRGB. Sementara untuk mode movie ternyata enggak jauh berbeda dengan gamut coverest di 98,7% sRGB dengan gamut volume di 122% sRGB. Sedikit berharap bahwa di mode movie ini bisa dicuning agar gambut volume-nya tuh lebih dekat aja ke 100% sRGB sebetulnya. Nah, bagaimana dengan klaim 90% di CP3? Apakah emang benar? Sepertinya klaim ini dibuat berdasarkan gangut volume di mode Vivit ya. Saat kami cek gamut volume di mode Vivit ada di 94,6% di CP3. Ya, sayangnya karena gamut coverage hanya di 84,3% di CP3 warna yang tampil mungkin belum jadi yang paling natural tapi sebenarnya tetap terasa punya saturasi warna yang tinggi. Di sini secara umum ini akan terasa sangat memadai terutama kalau untuk kelas harganya atau mungkin bahkan kelas harga di atasnya. Nah, beralih ke brightness layar saat kami coba di mode SDR maupun HDR, brightness yang tawarkan ada di kisaran 235 nits. Ini sudah cukup dekat ya dengan klaimest 250 nitz yang dijanjikan oleh SPC. Secara umum ini sudah terbilang mencukupi ya. Kalau misalnya bisa naik sedikit lagi mendekati 300 nit, wah ini akan mantap banget sebetulnya ya. Nah, terkait kontras dan kedalaman warna ini terbilang sekedar mencukupi aja sih ya. Masih wajar untuk TV tanpa fitur lokal diming seperti yang satu ini. Seenggaknya kontrasnya masih bukan yang terlalu rendah. Secara umum tampilan di layar ini juga terasa relatif rapi, relatif bebas dari gangguan seperti area gelap di sudut layar dan lain sebagainya. Hadir juga belum bisa sampai yang terasa cemerlang banget, tapi wajar karena brightness-nya emang bukan yang tinggi-tinggi amat. Oh ya, kami juga merasa bahwa saturasi warna di mode HDR ini masih belum sebaik saturasi warna di mode SDR. Tapi itu bukan berarti tampilannya jadi terasa wash out. Masih cukup berwarna. Nah, untuk viewing angle menurut kami udah relatif sesua lah ya dengan claim white viewing angle. Minim sekali terjadi pergeseran warna yang terjadi saat kita melihat ke arah layar TV ini dari sudut yang miring ya. Dan ini tidak mengganggu sama sekali kalau toh ada ya. Lalu untuk upsaler, kami merasa untuk konten 1080p ini masih bisa diangkat dengan rapi. Sementara untuk 720p masih belum bisa serapi konten 1080p, tapi udah terbilang cukup oke. Nah, bagaimana dengan MC? Tenang, buat yang suka tampilan yang mulus licin arah frame rate tinggi, MEMC tersedia di TV ini. Secara standar ini juga aktif di berbagai preset tampilan. Jadi enggak perlu setting-hatinga lagi ya. tampilan sudah langsung otomatis seperti 60 fps untuk konten aslinya yang cuma 24 atau 30 fps. Tapi kalau lebih suka tampilan cinematik dan sesuai dengan keilingan kreatornya, kita bisa mematikan secara manual fitur MC ini. Lanjut lagi kita coba speaker dari TV ini, ya. Suara yang diasikan terbilang cukup madai sih. Bass cukup terasa tapi memang bukan yang benar-benar sampai mendentum bulat gitu ya. Mid sudah mencukupi tapi kan berharap bisa sedikit lebih tebal atau lebih berisi lagi sebetulnya. Nah, sementara untuk trble kadang masih terasa sedikit tajam dan belum terasa merata di sini. Tapi bukan yang sampai mengiris-ngiris telinga juga. Separasinya memang bukan yang terbilang luar biasa, tapi ini sudah terbilang mencukupi. Apalagi untuk speaker yang terintegrasi dalam smart TV yang masih dibilang relatif terjangkau. Ini intinya kita enggak komplain lah dengan sistem audionya sesuai dengan harganya. Nah, terkait pengalaman navigasi ini terbilang cukup lancar di sini ya. Memang bukan yang selalu akan terasa mulus banget ya. khususnya kalau kita lagi muter konten resolusi di atas 1080p atau konten yang diputar adalah konten HDR. Tapi ini bukan yang sampai terasa lambat atau sering macet ya. Ini masih sangat bisa diterima, masih tergolong nyaman. Di sini semua menu pengaturan TV ini pakai setting bawaan Google TV dan tentunya pengaturan untuk picture dan sound tampil sebagai overlay ya. Jadi kita bisa merasakan langsung efek pengaturan yang kita lakukan. Ini smart TV yang beres banget kalau kayak gini caranya. Oke, sekarang kita coba main game. TV ini. Sayangnya memang belum mendukung fitur variabel refresh rate atau VRR, tapi SPC setidaknya sudah menyediakan game mode dan ALLM. Jadi TV ini bisa secara otomatis menonaktifkan berbagai post processing yang bisa menimbulkan input lag saat kita memasang perangkat yang umum digunakan untuk main game. Tapi perlu diperhatikan ya, ALLM di sini tidak aktif secara standar. Jadi harus kita aktifkan secara manual. Nah, untuk main game secara umum Smart TV terbilang memadai khususnya untuk game-game yang non kompetitif. Kalau mau main dengan detail yang terlihat tinggi, kita bisa pakai resolusi 4K. Tapi memang refresh rate-nya akan terbatas sampai 60 Hz. Kalau mau gerakan terlihat sangat mulus, kita juga bisa atur ke resolusi Full HD dan refreset bisa ditingkatkan ke 120 Hz pakai fitur DLG. Tinggal pilih aja sesuai selera atau sesuai dengan game yang ingin dimainkan. Jadi kalau mau main game pakai ini ya enggak ada masalah lah. Untuk konsumsi daya ya. Nah, di sini untuk SDR untuk mode standar movie dan vivit konsumsi daya dari kisaran 71 sampai 73 watt. Nah, kalau pakai mode energy saving, konsumsi daya bisa turun ke kisaran 53 watt. Sementara untuk HDR di mode standar vivit dan movie ternyata konsumsi daya juga mirip sekitar 72 sampai 73 watt. Kalau untuk energy saving di mode HDR konsumsi daya sekitar 54 sampai 55 watt. Oke, untuk harganya SPC ST50 Qlet ini dipasarkan dengan harga Rp4 jutaan. Ini harga yang terbilang wajar untuk apa yang ditawarkan oleh Smart TV ini atau bahkan agak lebih rendah dari ekspektasi sebenarnya ya. Oh ya, kalau ada kerusakan dalam 14 hari setelah pembelian, tenang, ada garansi ganti unit baru yang ditawarkan oleh SPC sendiri. Sementara untuk garansi umumnya, SPC memberikan garansi 3 tahun serta gratis jasa servis selama 10 tahun. Selain itu ada juga tawaran servis langsung di lokasi untuk wilayah Jabo Detabek. Ada juga jaringan Autoriz Service Center SPC yang ada di 20 kota di seluruh Indonesia. Nah, kalau di luar Jabod Detabek dan kebetulan belum bisa ke outright service center ada pickup service melalui JNT atau JNE. Menurut SPC, garansi smart TV ini bikin kita bisa bebas cemas. After sales-nya benar-benar bikin kita tenang kalau beli produk mereka. Kalau tertarik Smart TV ini bisa langsung aja cek ke toko resmi SBC di online marketplace. Katanya sih ada banyak promo menarik nih. Termasuk kalau pakai kode yang tampil ini nih. Lihat nih kodenya ya. Pakai ini nanti lihat promonya. Hmm. Ya, jadi smart TV ini seharusnya bisa kita dapatkan dengan harga yang lebih menarik lagi nih. Nah, untuk link ke toko resminya langsung cek aja ke deskripsi video ini. Kita sekarang masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, di sini tidak ada analog audio output. Jadi, sedikit lebih terbatas kalau kita mau menambahkan speaker atau soundbar ke TV ini. Tapi sebetulnya kalau soundbarnya pakai AR atau IR ya bisa lewat HDMI-nya aja ya. Lalu belum ada VRR atau variabel refresh rate untuk gaming yang lebih bebas gangguan. Tapi mengingat harga dari TV ini rasanya sih wajar-wajar aja kalau VRR-nya belum tersedia. Oh ya, kemudian untuk dapetin referet 120 Hz, kita harus aktifkan dulu fitur DLG. Tanpa fitur tersebut kita akan bisa mendapatkan maksimum 60 Hz aja sekalipun resolusinya kita sudah turunkan ke 1080p. Kemudian karena spesifikasi kecerahannya, untuk menikmati tampilan secara maksimal sebaiknya TV ini diletakkan di dalam ruangan yang tidak memiliki banyak jendela terbuka atau ya tirai jendelanya ditutup aja agar kita bisa menikmati kualitas maksimal dari TV ini. Dari si kelebihannya, layar 50 inci dengan resolusi 4K. Jadi tampilannya tajam, detail banget rasanya ya. Warna juga terbilang memadai, enggak kurang dan enggak berlebihan juga. Ini efek dari penggunaan Qlet. Secara umum tampilan rapi di sini ya. Lalu walaupun bukan yang terlihat cemerlang seenggaknya udah ada dukungan HDR10 dan HLG juga di TV ini. Untuk storage wah ini besar nih 64 GB. Memang aplikasi streaming untuk Google TV itu enggak banyak yang menawarkan fitur download konten. Tapi Kapasitas 64 GB ini akan membantu mendapatkan pengalaman pakai yang lebih mulus. Karena cash aplikasi kan disimpan di storage juga. Buka aplikasi jadi enggak terasa lemot di situ ya. bisa mulus lancar dan kalau menginstal aplikasi ya instal instal instal instal aja gampang kan gede ya enggak usah mikir ah kebanyakan nih mesti dilete dulu enggak usah gitu lalu dia punya tiga port HDMI dia juga punya set conecttor AV in lalu sudah pakai Google TV berbasis Android 14 kemudian ini enggak pakai OLED jadi resiko burn in terbilang minim untuk TV seperti ini. Garansi juga mantap ya. Ya, kalau kalian gak s garansi apa, mundurin cek garansinya. Itu mantap banget sih sebetulnya ya. Udah dibahas tadi. Dan terakhir dia udah siap untuk TV digital di Indonesia ya. Smart TV SPC ST50 Qat ini seharusnya akan cocok untuk yang mencari TV modern dengan tampilan berkelas dengan ukuran yang tidak terlalu besar atau harga yang tidak terlalu tinggi juga ya. Ukuran 50 inj akan cocok untuk penggunaan di ruang yang tidak terlalu luas seperti untuk tempat tinggal di rumah kluster, apartemen atau bahkan kos-kosan ya. Lalu untuk kemampuan dan kelengkapan yang ditawarkan juga terbilang menarik. Cukup bisa menggambarkan konsep premium affordable home cinema seperti yang disebutkan oleh SPC. Secara umum kami merasa bahwa ST50Q Lite ini bisa jadi pilihan yang sangat menarik datang dari brand asli Indonesia. Saya D Irfan Jaka TV.
