Jungkat

Smart TV Terjangkau, Layar 4K 55" QLED, Bisa 120 Hz! - Review Changhong U55QM91 (YouTube Video)

  • 16/08/2025

Smart TV 4K 55 inci terjangkau ini sudah mengusung QLED Pro untuk hasilkan cinematic color gamut. Ini menawarkan tampilan cemerlang. Audionya sudah punya teknologi DBX TV dan Dolby Audio. OS-nya pakai Google TV jadi fitur dan aplikasinya melimpah. Fitur gaming ada walaupun harga terjangkau. TV ini dikengkapi dengan 120 Hz dengan DLG, ALLM, dan VRR. Dan ada juga game optimizernya. Desain juga modern kekinian dengan metallic frameless yang kelihatan elegan. Oke, ini adalah Changhong U5 QM91. Changhong U5 QM91 ini adalah satu smart TV terbaru dari Changhong untuk tahun 2025. Linik QM91 ini hadir dalam tiga ukuran yang berbeda. Ada ukuran 43 inci, 50 inci, dan yang kami uji adalah ukuran terbesarnya di 55 inci. Nah, Smart TV ini juga punya beberapa fitur yang diturunkan dari lini yang lebih tinggi QN9 series yang sempat kami review beberapa waktu yang lalu. Fiturnya apa aja? Lalu bagaimana kualitas yang ditawarkan oleh Smart TV yang terjangkau ini? Nah, kita akan bahas dalam review kali ini ya. Tapi sebelum itu, kita mulai dari isi paket penjualannya. tentunya di dalamnya ada unit smart TV-nya, lalu ada kabel power, ada dua setan lengkap dengan baut pemasangannya, ada remote Bluetooth, ada dua baterai triple A, lalu ada converter AV in ke 3 RCA dan ada paket dokumen. Nah, untuk desain secara umum desain TV ini terlihat simpel dan minimalis dengan bezel tipis di sisi atas dan samping layar. Ini menghadirkan kesan yang modern. Untuk bezel sisi kiri dan kanan tebalnya hanya sekitar 8,3 mm. Sementara basel atas layar tebalnya di 8,9 mm. Basel bawah layarnya tentunya lebih tebal ya di 20,7 mm. Di sini ada logo Changhong di basel bawah ini dan ada juga area yang menonjol di bawah logo tersebut. Area ini adalah tempat untuk beberapa sensor, lampu indikator, dan tombol power. Untuk speaker di sini ada dua buah dan ditempatkan di dasar TV. Di dasar TV ini juga ada tempat untuk memasang stand. Nah, standnya ini berbentuk U terbalik seperti ini ya. Stand ini terbilang relatif kokoh dan mengangkat TV sekitar 5,3 cm dari permukaan meja. Kalau mau pakai soundbar tambahan, ukuran celah ini sudah cukup untuk soundbar tipe yang low profile. Tapi kalau kita pakai soundbar yang bukan tipe low profile, itu harus tempatkan di depan TV. Nah, untuk dimensi tanpa stand di 122,5 * 71 * 9 cm dengan stand 122,5 * 76,3 * 26,5 cm. Nah, beralih ke sisi belakang, ada area menonjol di tengah bawah TV ini. Di permukaan belakang area ini ada lubang mounting 400* 200 mm yang bisa kita pakai untuk masang TV ini ke bracket atau ke dinding. Nah, konektor AC input terdapat di area kiri sisi belakang. Kita bisa pasang kabel power bawaan paket penjualan di sini. Lalu di area kanan terdapat rentetan konektor IO. Ada yang menghadap ke samping kanan dan ada juga yang menghadap ke bawah. Untuk spesifikasi layarnya itu ukurannya 55 inci tentunya ya. resolusinya 4K 3840 * 2160 piksel. Refresh set-nya up to 120 Hz. Tapi untuk resolusi 4K, refresh setnya itu maksimal di 60 Hz. Untuk teknologi layarnya dia pakai Qlet Pro. Untuk HDR dia mendukung HDR10 atau HDR10 dan HLG. Changong menyediakan fitur tambahan untuk TV ini seperti MJC. Ini sebutan untuk MEMC di TV ini ya. Ada juga DLG di 120 Hz ALRM dan ada VRR atau variable refresh rate. Audionya ini menggunakan dua speaker mendukung di BSV dan Dolby Audio. Untuk OS dia pakai Google TV dengan RAM 2 GB storage-nya 16 GB. Tentunya sudah ada Google Assistant dan Chromecash Buildin juga di sini ya. Untuk konektivitasnya dia pakai Wii dual band, Bluetooth versi 5.1 dan ada Ethernet juga. TV-nya bisa digital dan bisa analog dan sudah support DVT2. Jadi udah cocoklah buat menemani nonton siaran TV digital di Indonesia. Jadi di sini tinggal nambahin antena aja enggak perlu pasang STB tambahan. Nah, untuk konektor atau IO yang menghadap ke kanan ini ada dua port HDMI 2.1. Port dengan label HDMI 2 itu mendukung arc atau ec jadi bisa dipakai untuk output audio ke soundbar. Kemudian ada dua USB 2.0. Sementara untuk konektor yang menghadap ke bawah ada port Ethernet, ada digital audio out, ada AV in yang 3,5 mm, kemudian ada analog audio out 3,5 mm, ada antena input dan ada dua port HDMI 2.1 lagi. Nah, untuk penggunaan ya seperti Smart TV dan OS Google TV pada umumnya akan ada setup awal. Kita akan diminta menghubungkan TV ke internet, login akun Google, dan instal aplikasi yang dibutuhkan. Setelah itu kita langsung siap deh untuk menikmati konten ya. Secara standar di sini terdapat aplikasi bawaan seperti Netflix, YouTube, dan Prime Video. Kalau mau cari aplikasi lain, kita bisa cari lewat Play Store. Pilihan aplikasinya pun berlimpah di sini ya. Aplikasi streaming lokal juga tentunya tersedia. Nah, TV ini menyediakan empat port 2.1 untuk koneksi ke konsol, laptop, PC, atau perangkat multimedia yang lain. Semua port HDM ini sudah mendukung resolusi 4K 60 Hz dengan HDR tanpa masalah. Bagaimana kalau kita mau pakai refresh 120 Hz? Tentunya kita harus aktifkan dulu menu DLG-nya. Setelah aktif repres 120 Hz bisa kita pilih tapi resolusi layar akan turun ke 1080p. Kemudian di sini ada juga port AV in untuk menghubungkan TV ini ke perangkat lawas yang hanya menyediakan komposit output. Kalau butuh memutar file dari storage berbasis USB bisa atau enggak? Bisa ya. Di sini ada dua port USB kan tadi ya. Kita bisa membuka beberapa jenis file gambar, audio, dan video. Di sini kalau mau casting konten kita bisa memakai berbagai protocol casting. Tentunya Google Cash alias Chromecast juga ada ya. Nah, caranya cukup aktifkan lewat smartphone, tablet, atau laptop dan kita bisa langsung nampilin konten ke layar yang lebih besar. Apple AirPlay juga didukung di sini, jadi kita bisa casting atau mirroring dari perangkat Apple. Nah, untuk fitur casting ekstra, Changahong juga menyediakan aplikasi pango remote yang bisa di-download dan digunakan dengan smartphone. Untuk navigasi, kita bisa pakai remote bawaan TV. Remote ini punya desain dengan banyak tombol. Ada tombol navigasi di bagian tengah dengan beberapa tombol pendukung navigasi di sekitarnya. Ada juga beberapa tombol suor aplikasi di bagian bawah. Menariknya ada tombol khusus di sini yang disebut Changhong sebagai free hot key. Ini bisa diatur sebagai shortcut ke aplikasi atau fungsi tertentu. Remote ini juga mendukung voice input ke TV. Kita bisa memberikan perintah suara via Google Assistant dengan menahan tombol mikrofon di remote ini ya. Untuk contoh pemakaiannya kurang lebih seperti ini. Open YouTube. Nah, selama kami menggunakan TV ini, layarnya sudah terasa memadai ya untuk menikmati berbagai konten dari aplikasi streaming. Ukuran 55 inci ini juga terbilang pas kalau ingin punya TV dengan layar berukuran besar tapi enggak makan banyak tempat. Secara umum tampilan ditawarkan oleh TV ini udah oke lah ya dengan gamut coverage mendekati 100% sRGB. Nah, bagaimana dengan gamut volume-nya? Di mode standar gabut volume ada di 145% sRGB. Jadi saturasi warnanya terbilang relatif tinggi tapi memang belum terlihat rapi. Nah, untuk mode Vivit ada fitur blue stretch yang secara standar aktif. Ini meningkatkan tampilan warna biru di layar. Ketika diuji di kondisi blue stretch aktif, gambut volume berada di 146% sRGB. Kalau dimatikan, gambut volumen-nya ada di sekitar 136% sRGB. Nah, di mode movie, gambut coverage-nya ada di kisaran 90,8% sRGB dan gambut volume di 91% sRGB. ini tergulang mencukupi tapi kami berharap kal gambot itu bisa lebih dekat ke 100% sRGB sebetulnya. Wah, untuk karakter tampilan seperti ini seharusnya akan terasa mencukupilah untuk sebagian besar pengguna. Sekarang kita uji untuk kecerahannya. TV ini bisa mencapai 322 nits di mode SDR dan 351 nits di mode HDR. Ini memang bukan yang super terang. Jadi, kami akan sangat menyarankan untuk meletakkan TV ini di ruangan yang tidak terlalu terang ya, bukan yang banyak jendela-jendelanya dan terbuka gitu ya. Nah, kalau untuk viewing angle sudah tergolong baik. Kalau melihat ke TV ini dari sudut pandang yang miring gitu ya, alias posisi kita agak ke samping, ada sedikit pergeseran warna tapi belum sampai ke level yang mengganggu. Nah, oke untuk MEMC atau fitur yang membuat tampilan kontennya seakan punya frame rate tinggi itu ada juga di TV ini dan disebut sebagai MJC. Secara standar, fitur ini otomatis aktif di berbagai mode tampilan, kecuali untuk mode game. Kalau kalian lebih suka tampilan yang lebih natural sesuai konten yang ditonton, kita bisa matikan fitur ini di bagian advance setting di menu picture. Nah, untuk upsaler ini juga bekerja dengan cukup baik di sini ya. Saat kita mencoba streaming video 720p, video masih tampil dengan cukup tajam. Beralih ke audio secara standar fitur DBX TV dan Dolby audionya ini tidak aktif. Saat kami coba, kuota suaranya terasa biasa aja ya. suara yang dihasilkan terasa agak datar dan separasi juga terasa agak kurang. Nah, kalau kita aktifkan bagaimana nih fitur enhancement audionya nih ya. Nah, saat kita coba aktifkan di BXTV atau Dolby Audio, kuota stornya langsung meningkat drastis. Stornya jadi lebih rapi dengan separasi yang lebih terasa di sini. Perlu diingat kalau fitur DBX TV dan Dolby Audio ini tidak bisa diaktifkan secara bersama. Jadi, kita mesti milih salah satu aja gitu ya. tentunya karakter suara dari DBX TV dan Dolby Audio agak sedikit berbeda. Jadi pilih mana yang cocok untuk penggunaan kita. Nah, kalau mau nambahin perangkat audio tambahan, TV ini juga mendukung output lewat digital audio, analog audio, ARC atau eark, dan Bluetooth juga bisa. Nah, untuk navigasi kami coba di home screen dan beberapa aplikasi streaming ini terasa masih belum mulus ya kadang-kadang ya. Bahkan di kas tertentu seperti saat mengganti resolusi ke 4K di YouTube, video bisa tiba-tiba terhenti. Kalau mau melanjutkan videonya, kita harus tutup videonya lalu buka lagi. Oke, terkait menu pengaturan picture dan sound, TV ini masih pakai menu standar Google TV. Kedua, menu pengaturannya akan tampil sebagai overlay. Jadi, kita bisa langsung merasakan efek perubahan yang kita lakukan. Sekarang kita coba smart TV ini untuk main game. Di sini kita coba main pakai laptop gaming. Secara default, fitur DLG dan variabel refresh rate itu tidak aktif. Kalau dibutuhkan, kita harus mengaktifkannya secara manual. Untuk DLG, fiturnya bisa diaktifkan lewat advance setting di menu picture. Sedangkan untuk mengaktifkan variabel refresh rate, kita harus atur HDMI EDID ke 2.1. Kemudian kembali ke advance setting di picture mode dan aktifkan variabel refresh rate-nya. Nah, saat VRR ini aktif, Tif ini terdeteksi GSNC compatible dan VRR bisa berjalan di rentang 49 sampai 60 Hz di resolusi 4K dan 49 sampai 120 Hz di resolusi 1080p. Nah, saat VRR aktif, pergerakan saat main game itu terasa mulus tanpa ada tiring yang mengganggu. Kalau ingin akses ke lebih banyak fitur saat bermain game, terdapat game optimizer yang akan tampil sebagai overlay di area kiri layar. ini bisa diaktifkan dengan mengatur tombol free hot key sebagai shortcut ke fitur tersebut. Di game optimizer kita bisa mengaktifkan beberapa fitur gaming ekstra seperti FPS counter dan cross hair. Selain itu terdapat menu picture yang bisa dipakai untuk mengatur preset gambar agar lebih sesuai dengan game yang kita mainkan. Jadi kalau untuk kelas harganya TV Changong ini sudah sangat memadai ya untuk gaming. Oke sekarang kita lihat konsumsi daya. Saat kami coba di konten HDR dan non HDR, konsumsi daya di preset standar ada di 115 sampai 116 watt. Sementara untuk mode vivit dan movie konsumsi daya ada di 114 sampai 115 watt. Di mode energy saving untuk konten HDR dan non HDR konsumsi dayanya ada di kisaran 96 sampai 97 watt. Oke, untuk harganya Changhong U5QM91 ini yang ukurannya 55 inci ini dijual di harga kisaran Rp5.499.000. Dan ada juga ukuran yang lebih kecil yaitu yang 43 inci dengan harga Rp3.599.000. Serta ada yang 50 inci di harga Rp4.599.000. Kalau berminat, Smart TV tersedia di beberapa toko online seperti Tokopedia, TikTok Shop, Shopee, Lazada, dan Akulaku. Cek langsung linknya di dalam deskripsi video ini. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, refresh rate 120 Hz-nya ini hanya bisa dinikmati di resolusi Full HD kalau di LG-nya diaktifkan. Ya, kalau resolusi diatur 4K, refresh set-nya akan kebatas di 60 Hz. Tapi ini wajar sih sebetulnya untuk kelas harganya. Nah, kemudian navigasinya ini masih terasa agak kurang lancar ya. Lalu beberapa konektor IO yang menghadap ke bawah. posisi ini agak sulit untuk dijangkau. Kemudian beberapa fitur perlu diaktifkan secara manual kalau kita mau menikmati pengalaman terbaik saat menggunakan TV ini. Nah, dari sisi menariknya ukuran TV yang 55 inci ini udah relatif besar untuk melewati konten. Tapi ukuran ini juga tidak makan banyak tempat. Cocok kalau ruangan kita tuh enggak terlalu luas. Layarnya pakai Qulate yang menampilkan tampilan warna yang udah mantap di sini ya. Viewing angle-nya juga udah luas. Lalu ada dukungan HDR10 dan HLG juga. Terdapat fitur pendukung gaming seperti variabel refresh rate dan ALLM. Lalu dia udah gsing compatible. Refresh layarnya di sini bisa mencapai 120 Hz dengan DLG aktif. Kualitas audunya juga tergolong cukup baik kalau fitur di BXTV atau Dolby audionya diaktifkan. Dia udah punya empat port HDM 2.1 serta EV in. Bikin tip ini bisa dihubungkan ke lima perangkat sekaligus. Google TV juga ada di sini ya. Jadi dukungan aplikasinya melimpah. Lalu dia sudah bisa menangkap siaran TV digital Indonesia tanpa butuh STB tambahan. Jadi, Smart TV Changong yang satu ini cocok buat yang mencari smart TV yang punya ukuran relatif besar tapi enggak terlalu makan tempat. Ukurannya akan cocok untuk kalian yang tinggal mungkin di apartemen atau rumah kluster yang tidak besar yang tentunya ruangannya mungkin terbatas di situ ya. Kualitas tampilan dan audit TV ini juga tergolong mencukupi di kelas harganya ya. Fiturnya juga melimpah untuk kelas harganya. Jadi kalau sedang mencari Smart TV 55 inci yang harganya relatif terjangkau, berpenampilan modern, dan memadai buat nikmatin konten Changhong U55QM91 ini bisa jadi pilihan yang menarik. Saya D Irfan Jaka TV. [Musik]

Lihat di YouTube