Smart TV Xiaomi yang Semakin BAGUS dan semakin TERJANGKAU! (YouTube Video)
Satu lagi Smart TV dari Xiaomi yang muncul tahun ini, Xiaomi TV A Pro 55. TV yang menurut saya nggak gede-gede amat ini, pakai sistem operasi Google TV. Saya bilang TV ini nggak gede-gede amat, karena TV kita di kantor berukuran 75 inch. Oleh karena itu, saya yang sudah terbiasa melihat TV 75 inch, lalu melihat TV 55 inch… itu tuh jadi kerasa kecil gitu. Smart TV ini berbasis sistem operasi yang matang dan nyaman, karena kita bisa menginstal aplikasi pihak ketiga di TV ini. Bahkan, kita bisa menginstal hampir semua aplikasi OTT yang tersedia di market Indonesia. Karena sebelumnya, saya menggunakan Smart TV dari brand sebelah yang sok-sokan pakai sistem operasi buatan mereka sendiri. Alhasil, beberapa aplikasi OTT tidak tersedia di Appstore mereka, dan itu… FATAL. Kelebihan sistem operasi Google TV ini, tentu saja… selain mampu atau bisa di instal aplikasi pihak ketiga, dia juga sudah mendukung Google Assistant, yang tentunya bisa menerima perintah suara dari kita. Perintah suara kita, diterima oleh mikrofon yang terletak pada remote. Nah, ngomongin soal remote… ukuran remote dari Xiaomi TV ini lebih besar daripada ukuran remote Xiaomi TV terakhir yang saya punya. Tombol-tombolnya lebih banyak dengan beberapa shortcut penting, Seperti netflix, Prime video, YouTube, Google Assistant, apps, dan sebuah tombol yang menarik, yaitu Xiaomi TV+. Sayangnya, saat saya coba menekan tombol ini, layanan Xiaomi TV+-nya belum berjalan dengan baik. Kalau kita perhatikan, di bagian luar remote ini ada empat buah tombol warna-warni. Tombol-tombol ini adalah tombol yang terintegrasi oleh ekosistem smarthome di rumah kita. Tentunya, fungsi smarthome ini akan berjalan dengan lancar, kalau kita berada dalam ekosistem milik Xiaomi. Oh iya, remote ini ditenagai oleh dua buah baterai berukuran AAA. Remote TV ini juga sudah menggunakan transmisi bluetooth. Ya artinya kita bisa mengontrol si TV tanpa harus mengarahkannya ke arah TV. Desain TV ini cantik, dengan ukuran bezel kiri kanan dan atas yang tipis. TV ini terasa premium, dengan bingkai metalik yang… kalau kita lihat dari jauh, kesannya bezellesnya banget gituloh. Pokoknya secara visual, TV ini terlihat mahal ya. Bagian kaki-kaki atau Stand TV ini juga unik, Karena posisinya condong ada di tengah gituloh. Tadinya, posisi kaki di sini tempat bikin saya khawatir. Takutnya, si TV gampang goyang dan gak kokoh waktu digoyang-goyangin gitu. Tapi ternyata, kekhawatiran saya tidak terbukti. TV ini nyatanya berdiri dengan kokoh tanpa ada gangguan yang berarti. Biar teguh pendirian kokoh hm, kayak orang Tionghoa ya Kokoh. Nggak lucu, oke skip. Port-port di TV ini juga lengkap, mulai dari 3 buah port HDMI, 2 buah port USB 2.0, sebuah port audio video atau AV, sebuah port LAN, atau RJ45 sebuah port optical digital audio, port headphone jack 3,5mm, dan sebuah port untuk antena. Sebagai informasi aja, TV ini sudah bisa menerima sinyal digital. Broadcasting sistemnya sendiri sudah DVB-T2, yang mana ini yang digunakan oleh stasiun-stasiun TV di Indonesia. Konektivitas di TV ini, selain bisa menggunakan kabel dengan port RJ45, dia juga sudah punya Wi-Fi di frekuensi 2,4GHz atau 5GHz. Layar di TV ini berukuran 55 inci, dengan ukuran rentang diagonal 138 cm. Berat TV ini sekitar 11 kg, yang mana menurut saya ini cukup enteng untuk ukuran TV sebesar ini. Resolusi layar TV ini adalah 4K atau 3840x2160 pixel. Color gamut dari layar ini sudah DCI-P3 90% dengan tingkat kedalaman warna sampai 1 miliar warna atau sudah 10bit, wow. Maksimum refresh rate TV ini ada di 60hz. TV ini juga sudah mendukung berbagai macam jenis HDR, seperti dolby Vision HDR 10 dan Hybrid Log Gama atau HLG. HLG, HLG, HLG ya itulah pokoknya Sudut pandang TV ini menurut saya bagus, karena pada saat saya mencoba melihat TV ini dari sudut menyamping, gambarnya tidak mengalami color shifting atau perubahan warna ya. Tapi, saya tetap menyarankan kalian untuk melihat TV ini dari depan aja, nggak perlu lah coba-coba nonton TV ini dari samping, dari atas, dari bawah, dari rumah tetangga atau dari mall, itu ga usah, dari depannya aja, oke? Nonton drakor di TV ini nyaman banget buset. Kebetulan saya lagi nonton Drakor yang dimainin sama Han so Hee dan Park Seo Joon, anjay apal banget kayaknya pemainnya padahal baca script hehe. berjudul Gyeongseong Creatures. Dan sumpah, ini nonton drakor di TV ini nyaman banget sob! Layar dari TV ini bisa memproduksi warna yang cukup vibrant, tajam dan sangat memanjakan warna. Konten-konten HDR juga bisa direpresentasikan dengan baik di TV ini. Nggak cuma buat nonton film, main game konsol di TV ini juga sangat-sangat-sangat enak sob. Kebetulan teman-teman di kantor kita ini sangat kompetitif terutama untuk hal-hal yang nggak berguna seperti main FIFA ya hehe. Ke-kompetitifan terhadap hal yang gak berguna ini, semakin terasa imersif saat dilakukan bersama TV Xiaomi ini. Experience nonton film di TV ini juga semakin immersive dengan dua buah speaker yang masing-masing punya power output 12 watt. Saya tes mentokin volume di TV ini, dan suaranya beneran kenceng banget sob. Suaranya sendiri cukup oke, nyaring, clarity-nya dapat, frekuensi MID-nya juga lumayan, dengan frekuensi low atau bassnya yang cukup oke dan sudah pasti suaranya ga pecah walau volumenya dimentokin. Walau masih jauh dari kesan jedag-jedug, tapi frekuensi low di speaker TV ini berhasil membuat suara yang keluar nggak cempreng gituloh, dan tetap enak buat dinikmati. Suara dari TV ini juga sudah punya sertifikasi Dolby Audio, DTS-X dan DTS Virtual:X Sound. Jadi suara surround-nya tuh benar-benar kerasa gitu. Konsumsi daya TV ini ada di 140 watt, cukup besar untuk sebuah TV yang besar, hehe, ya lumayan lah. Performa TV ini ternyata cukup smooth dan responsif. FYI aja, Smart TV terakhir saya cukup bodoh dan lemot saat dikasih perintah melalui remote ya. Latensi antara perintah hingga si TV bereaksi itu bisa terjadi sekitar 3 sampai 5 detik gituloh dan ini sangat-sangat sangat menyebalkan. Pengalaman tersebut untungnya tidak saya temukan di TV ini. Karena, respon dari TV sejak perintah saya berikan, itu relatif cepat ya. Buka netflix lancar, buka youtube lancar, pokoknya bener-bener nggak kerasa lemotnya gituloh. Untuk hardware-nya sendiri, dia punya sebuah SoC Quad-core dengan inti berbasis Cortex A55. GPU-nya sendiri pakai Mali G52-MP2. Atau MP 2. Ukuran RAM di TV ini sebesar 2 GB dengan storage sebesar 16 GB. Storage ini akan terpakai saat kita menginstal aplikasi pihak ketiga. TV ini dijual dengan harga Rp5.799.000,-. Dengan harga segini, kalian akan mendapatkan sebuah TV dengan sistem operasi Google TV, berukuran 55 inch, beresolusi 4K, dengan dukungan HDR, performa ngebut, experience menggunakan nyaman, dan suaranya juga kencang. Sebuah hal yang nyaris tidak mungkin kita dapatkan, di TV-tv merk jepang dengan harga yang sama. Jadi menurut saya, ini adalah salah satu pilihan terbaik, kalau kalian berniat untuk membangun sebuah home theater, dengan budget yang sedikit alias minim.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















