Jungkat

Smartphone 3 Jutaan Desain Keren, Body Tipis, dan All Rounder dari Redmi! Review Redmi Note 15 5G (YouTube Video)

  • 22/01/2026

Ini adalah Redmi Note 15 5G, smartphone baru dari Redmi yang katanya punya perlindungan ala Titan alias tiada tanding. Struktur internal smartphone ini katanya udah diperkuat jadi lebih aman kalau enggak sengaja kebanting. Punya rating IP66 juga. Jadi kalau enggak sengaja kena hujan, wah aman bangetlah ini ya. Layarnya pakai high durability display glass yang diklaim lebih tahan terhadap gua ketimbang layar HP biasa. Tapi bukan cuma itu aja yang menarik. Desainnya sekarang lebih keren. Mirip versi Pro ya. Layarnya 6,67 inch, dual curve AMOLED display 120 Hz, resolusi FHD plus dan udah pakai in display fingerprint scanner. Soc-nya kekinian dan udah support 5G tentunya. Baterai cukup besar di 5.520 mAh. Tapi bodinya tipis dan bobotnya ringan. Kamera utamanya pakai sensor 108 megapel dan punya kamera ultrawide juga di sini. Oke, gak perlu lama-lama lagi langsung aja kita kupas tuntas smartphone yang satu ini. Ya, Redmi Note 15 series akhirnya hadir resmi ke Indonesia. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seri ini terbagi jadi versi Pro dan ada juga versi klasicnya. Versi Pro terbagi jadi Pro 5G dan Pro Plus 5G. Sementara untuk yang klasic itu terbagi jadi 4G dan versi 5G. Nah, yang kita bahas ini adalah versi klasic yang 5G-nya. Dan kali ini mereka hadir dengan senjata baru, Redmi Titan Durability. Untuk semua smartphone di seri ini ya, harusnya ini jadi tanda kalau HP ini punya durabilitas yang sangat tinggi. Tapi apakah cuma itu yang jadi andalannya? Langsung aja kita bahas mulai dari paket penjualannya. Tentunya dalamnya ada unit Redmi Note 15G, lalu ada screen protektor yang langsung terpasang di layar. Dan ini apa? Ah, ada chargernya, ada chargernya. Ada chargernya. Ini adalah charger 45 watt, lalu ada kabel USBC, ada case, ada sim trade ejector, dan tentunya dokumen penjualan. Jadi ini cukup lengkap ya paket penjualannya ya. Nah, berbeda dengan generasi sebelumnya di mana versi klasik dan versi Pro itu pakai gaya desain yang berbeda. Nah, di seri Redmi Note 15 ini gaya desain untuk versi Pro dan klasicnya ini terbilang mirip ya. Modul kameranya terletak di tengah atas sisi belakang dan punya bentuk kotak dengan sudut yang cenderung melengkung di keempat sisinya. Bagian layar back cover dan juga frame-nya ini pakai gaya curve atau melengkung yang membuatnya terasa sangat tipis kalau kita pegang ya. Nah, untuk materialnya bagian frame dan back cover itu sama-sama pakai bahan polikarbonat. Untuk opsi warnanya itu ada tiga, ada black, ada purple, dan ada blue. Nah, untuk durabilitasnya smartphone dibekali dengan rating di IP66 untuk proteksi terhadap debu dan percikan air. Ingat ya, ini levelnya belum sampai yang bisa ditenggelamkan ke dalam air. Jadi, jangan diajak berenang atau dicemplungin ke dalam air. Selain itu, seperti dibahas dari tadi, smartphone ini punya Redmi Titan Durability. Klaimnya sih ini tahan kalau jatuh dari ketinggian 1,7 m ya. Uh, dari kuping gua tuh kayaknya tuh. Nah, hal ini katanya bisa dicapai berkat struktur internal smartphone yang diperkuat seperti mainboard dan juga midfame yang diperkuat. Tapi ingat ya, kami enggak pernah akan menyarankan untuk banting-banting smartphone ini atau nenggelemin ke air secara sengaja. Ya, hadirnya durabilitas ekstra di sini itu hanya untuk jaga-jaga, bukan untuk dipamerin. Jadi, jangan tuh kalau ngumpul-ngumpul bilang, "Lihat nih, HP gua kuat, banting, jedar, jedar, jedar." Jangan, jangan, jangan sayang HP-nya ya. Nah, untuk dimensinya tinggi 164 mm, lebar 75,5 mm, dan ketebalannya di 7,35 mm. Jadi tipis ya. Sementara buah-botnya ada di 178 gr. Jadi, ya memang ini tipis dan ringan untuk smartphone dengan baterai 5.20 mAh. Oke, kita lihat sekarang sisi kanannya ada tombol power dan tombol volume up and down. Di sisi atas ada mikrofon, infrared blaster, dan grill speaker. Di kiri kosong, di bawah ada SIM tray. Ini dual nano SIM hybrid ya. Jadi bisa pakai dual nano SIM atau 1 nano SIM plus micro SD card. Kemudian ada mikrofon, port USBC, dan ada speaker lagi di sini. Jadi smartphone ini ada dua mikrofon dan speakernya stereo. Untuk suaranya terbilang standar aja lah ya, tapi masih sesuailah dengan kelas harganya. Sementara untuk volume suaranya ini udah cukup lantang. Oke, sekarang kita beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,67 inci dual curve AMOLED display. Panelnya AMOLED resolusi 2.400 * 1080 atau FHD plus. Refresh rate-nya up to 120 Hz. Jadi adaptif ya. Kalau enggak ada aktivitas dia turun ke 30 Hz. Kalau ada aktivitas dia naik ke 120 Hz. Untuk brightness itu diklaim sampai 3.200 nit. Tapi tentunya itu pick brightness dari sebagian kecil layar saja. Kalau kita coba tes penggunaan indoor dalam ruangan, brightness-nya sampai sekitar 611 nits. Sementara untuk simulasi tes penggunaan outdoor, brightness-nya bisa nyampai 977 nits. Jadi mau dipakai outdoor di bawah sinar matahari masih cukup aman. Untuk kelargamu total ada tiga mode warna di smartphone ini. Ada vivit, saturated, dan standar. Nah, untuk hasil teskal gambutnya kurang lebih seperti ini ya. Secara umum mode vivit dan satur rated diarahkan mendekati 100% DCIP3. Sementara mode standar diarahkan untuk mendekati 100% sRGB. Jadi kalau mau warna dengan saturasi tinggi bisa pakai mode vivit atau saturated. Tapi kalau mau ngedit foto atau video kayaknya lebih kita pakai mode standar aja biar hasilnya akan mirip dilihat di semua layar yang lain. Always on display ada enggak? Ada, tapi sayangnya durasinya cuma 10 detik aja. Jadi bukan yang always beneran gitu ya. Nah, layar ini juga sudah pakai high durability display glass yang memberikan ketahanan ekstra untuk layarnya ya. Untuk beasel ini udah tipis dan juga rapi untuk keempat sisinya. Kemudian untuk earpiece ini ada di beel atas layar. Dekat sini juga ada kamera selfie 20 megap f2.2 fixed fokus. Perekaman video sampai 1080p 30 fps. Beralih ke sisi belakang ini ada kamera utamanya ya. 108 megapel F1.7 optical image stabilizer, auto fokus, perkaman sampai 4K 30 FPS. Lalu ada kamera ultrawide 8 megap F2.25 25 fixed focus perekaman sampai 1080p 30 fps. Kemudian di sini ada LED flash untuk fitur kamera ada ultra HD, dokumen, slow motion dan lain-lain. Ada banyak nih ya. Nah, kita beralih ke spek internalnya. Untuk SOC dia pakai Snapdragon 6 gen 3. Ini adalah SOC 5G kelas menengah yang diperkenalkan oleh Qualcom di tahun 2025. SOC ini pakai teknologi proses 4 nm dan punya konfigurasi octa core yang terdiri dari 4 Cortex A78 2,4 GHz dan 4 Cortex A55 1,8 GHz. Untuk GP-nya tentunya dia pakai Adreno ya. Untuk RAM dan storage dia hadir dengan tiga opsi RAM dan storage. Ada yang 6128, ada yang 8256. Nah, ini yang kami uji ya, dan ada yang 12512. RAM-nya pakai LPD 4X, untuk storage-nya pakai UFS 2.2. Nah, untuk baterai seperti kita bahas dari tadi 5.520 mAh dengan dukungan charging 45 watt. Kapasitasnya naik sekitar 410 mAh dibandingkan dengan Redmi Note 14 5G yang baterainya dulu tuh di 5110 mAh. Untuk sensor ada asalometer, light sensor, proximity, geomagnetic, gyroskop tentunya ada. Jadi sensor-sensor penting sudah ada semua di sini. Untuk konektivitas tentunya ini 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.3. Bluetooth codnya bisa SBC, AAC, Qualcom APX, dan LDC bisa juga. NFC tentunya ada. USB juga bisa OTG. Untuk sistem kameranya dia pakai display fingerprint scanner dan ada face unlock juga. Untuk OS saat ini dia pakai Hyper OS2 berbasis Android 15 dan smartphone ini sendiri dijanjikan akan mendapatkan 4 kali Android update dan 6 tahun security patch ya. Jadi panjang ya, lumayan lama ya. Nah, untuk iklan di sini memang masih ada ya kan seri Redmi ini namanya. Umumnya memang masih ada iklannya. Kalau mau bebas ikan itu pakai seri Xiaomi ya, Xiaomi 15, 15 Ultra, 15T kayak gitu ya. Sementara untuk aplikasi pihak ketiga di sini ada berapa yang udah keinstal dari awal juga, tapi untungnya ini bisa di-uninstal kalau tidak dibutuhkan. Nah, untuk fitur yang cukup menarik di sini ada interconnectivity. Ini membuat smartphone ini bisa terhubung dengan tablet dari keluarga Xiaomi. Lalu untuk fitur AI, ada fitur kekinian dari Google seperti Gemini dan Circle to Search. Oke, kita langsung aja masuk ke pengujian performanya. Kita mulai dari Antoto 10 dulu ya. kita dapat Rp624.000-an. Antoto 11 dia dapat Rp84.000-an untuk Gig 6 core di 1018 multiore di 2971 untuk 3 trimx sling shot open 3.1 graphic sword di 5.684 sementara untuk 3DM wildlife stress test tanpa kipas base score di 3.264, lowest score di 3.254. Jadi stability-nya tinggi ya di 99,7% untuk GFX badge sayangnya satu ini selalu error tiap kali kita jalankan. Kita enggak tahu kenapa ya, mungkin karena ini dia belum kenal aja sama HP yang satu ini ya. Oke, langsung aja kita mulai pengujian untuk gaming-nya seperti apa. Kita mulai dari subway server. Di sini game-nya cuma bisa berjalan dengan frame rate maksimum 60 fps saja. Saat refres layer diatur manual ke 120 Hz pun, game-nya cuma jalan di 60 fps aja. Tentunya 60 fps lancar tanpa kendala. Dan bukan karena dia tidak sanggup 120 secara performa ya, tapi ini ketahan aja ya settingannya aja ketahan di sini. Oke, kita lanjut untuk PUBG Mobile. Untuk game 1 ini setting frame-nya terbuka sampai ekstrem atau 60 fps juga. Saat dimainkan dengan setting smooth ekstrem, gameennya bisa dijalan dengan mulus di dekat 60 fps ya tanpa masalah. Untuk jaro aiming ini aman ya kan sensor zeronya hardware ya jadi enggak ada delay-delay-nya. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate terbuka sampai super atau 90 fps. Tapi saat game-nya dijalankan refresh-nya langsung terkunci di 60 Hz. Diatur manual ke 120 Hz pun tetap terkunci di 60 Hz. Jadi frame rate-nya cuma bisa nyampai 60 fps aja, tapi ini mulus lancar ya di 60 fps. Jadi mungkin kalau bukan untuk dimainkan kompetitif banget gitu ya masih cukup oke lah ya. Dan semoga ke depannya ada perubahan ya karena ini harusnya bisa sih naik di atas 60 fps. Oke lanjut untuk watering wave. Kita coba mainkan dengan setting grafis paling rendahnya yaitu preset graphics di ultra performance tapi setting frame rate-nya di 60 fps. Di 5 menit pertama kita misalkan game-nya jalan dengan frame ratean 45 sampai 50 fps. Setelah itu mulai fluktuatif naik turun direntang 30 sampai 45 fps. Belum yang luar biasa nyaman untuk dimainkan kalau menurut kami ya. Tapi di kelas harga segini sepertinya memang belum banyak yang bisa main watering wave lancar di 60 fps. Jadi ini hitungannya masih wajar banget ya. Lanjut ke Gensin Impact. Nah, di sini kita mainkan di setting lowest 60 fps. Saat jalan-jalan dan ada battle frame ada kisaran 30 sampai 35 fps dan hasil [berdehem] seperti kita dapatkan hingga akhir pengujian selama setengah jam. Jadi, ini cukup stabil. Untuk suhu titik panas ada di bagian depan smartphone di kisaran O bukan 40 di 35 derajat Celcius saja. Itu bagian depan dan bagian belakang seperti itu. Nah, kalau dikipasin bagaimana? Hasilnya masih cenderung mirip dengan tanpa kipas ya. Frame rate ada di kisaran 30 sampai 35 fps selama setengah jam pengujian. Jadi untuk ranking-rankingan kita bisa kasih ini C plus baik dengan ataupun tanpa kipas. Adem banget yang satu ini. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini udah ada Redmi Note 15 5G dan untuk tes kameranya kali ini bareng sama saya. Di sini saya enggak pakai mikrofon eksternal ya. Jadi, suara yang kalian dengar itu direkam langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Kalau mau dipakai untuk vlogging gitu misalnya. Nah, kualitas suaranya kayak gini. Kalau gitu langsung aja kita mulai pengujian kameranya ya. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie. Di sini hanya tersedia opsi resolusi 1080p 30 fps. Jadi enggak ada opsi resolusi yang lain. Untuk kualitas gambarnya ini masih yang terbilang ok lah. Detail dan ketajamannya terasa pas kalau untuk kami. Lalu untuk kemampuan dynamic range ini standar aja ya. Kalau di kondisi yang pencahayaan gelap dan terangnya itu agak kontras, background-nya tuh agak over expose. Tapi untungnya area wajah tuh masih kelihatan dengan jelas. Lanjut lagi kita cek stabilisasinya. Menurut kami ini sih udah terbilang sangat stabil ya. Kalau di bawah jalan kayak gini itu videonya minim guncangan. Mantap nih. Cocok untuk vlogging. Lanjut ke kamera utamanya. Untuk kualitas gambar di sini terbilang udah cukup oke lah. Detail dan ketajamannya tuh terasa pas gitu kalau untuk kami. Tapi misalkan kalau kalian ngerasa ini masih kurang tajam bisa cobain resolusi 4K 30 fps-nya. Detail dan ketajaman di sini memang jadi lebih tinggi. Untuk dynamic range ini saat di kondisi pencahayaan yang sisi gelap dan terangnya kontras bagian wajah masih bisa terlihat dengan sangat jelas. Walaupun bagian background masih terasa agak sedikit over expos. Masih terbilang wajar kok untuk kelas harganya. Untuk stabilisasinya kalau kita pakai di resolusi 1080p 30 fps ini udah terbilang stabil ya. sayangnya jater masih ada walaupun dalam keadaan siang hari seperti ini. Sementara kalau kita pakai resolusi 4K 30 FPS, sayangnya stabilizer di sini tuh serasa enggak bekerja gitu. Jadi videonya gempa saat di bawah jalan kayak gini. Lanjut ke kamera ultrawide. Di sini juga mirip dengan kamera selfie. Hanya tersedia opsi resolusi 1080p 30 fps saja. Untuk kualitas gambarnya ini juga standar aja ya. Dan ini memang enggak setinggi kamera utama atau kamera selfie-nya. Ini wajar karena sensor kamera yang dipakai juga berbeda. Untuk dynamic range ini juga levelnya beda ya dengan kamera utama. Background terasa agak over expos dan sayangnya bagian wajah itu jadi agak gelap. Lalu anehnya saat kita tap ke bagian wajah gambarnya juga malah jadi gelap. Untuk urusan stabilizer ini mantap. Di bawah jalan kayak gini hasilnya masih tetap stabil walaupun ada jaternya tipis-tipis. Lanjut ke low light. Untuk kamera selfie-nya menurut kami kualitasnya udah menurun ketimbang saat siang. Gambarnya udah kelihatan halus dan jater dari stabilizer juga kerasa banget. Saran kami gunain kamera ini nih di kondisi pencahayaan yang ideal aja agar hasilnya tuh lebih maksimal. Lanjut ke kamera utamanya. Hasilnya juga udah menurun ya ketimbang saat di siang hari, tapi masih lebih baiklah ketimbang kamera selfie-nya. Detail gambarnya masih bisa cukup terjaga walaupun kalau diperhatikan memang sudah agak sedikit menurun. Untuk jiter juga cukup terasa kalau kita pakai di kondisi low light seperti ini. Berikutnya untuk autofokus kita coba langsung aja di kondisi low light dan hasilnya aman. Enggak ada masalah meski di kondisi minim cahaya. Lanjut lagi untuk kamera ultrawide-nya. Untuk kamera yang satu ini sih sayangnya udah jauh banget ya penurunan kualitasnya kalau di kondisi low light. Detailnya udah sangat soft dan gambarnya juga terasa gelap. Saran kami sih gunain kamera utamanya aja lah kalau emang butuh merekam dalam kondisi minim cahaya. Sekarang lanjut lagi ke urusan fotografi. Menurut kami, kemampuan fotografi dari smartphone ini masih cukup asyik dengan catatan tertentu. Kalau di kondisi pencahayaan yang membandai, hasil foto-foto di kamera utama, ultrawide, dan selfie-nya tuh terbilang cukup ok lah untuk kami. Tapi kalau di kondisi low light, sayangnya kualitasnya udah agak menurun nih, terutama untuk kamera ultrawide dan kamera selfie-nya. Lanjut lagi kita bahas fitur ekstra. Di sini ada fitur slow motion. Untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Fitur berikutnya ada promode. Di sini untuk detail pengaturan ISO dan shutter speed silakan lihat tabel ini ya. Oke, itu dia pembahasan kamera dari Redmi Note 15 5G. Ke depannya kami berharap Redmi bisa ngasih beberapa perbaikan di kamera Redmi Note Classic series berikutnya. Contohnya seperti opsi perekaman 60 fps dan juga stabilisasi di resolusi 4K-nya. Overall kemampuan dari kamera smartphone ini terbilang mencukupi dan masih sesuailah dengan ekspektasi kami di kelas harganya. Sekian dulu pembahasan kamera kali ini. Lanjut lagi ke pengujian berikutnya. Oke, kita lanjut lagi. Kita lihat daya tahan batera-nya dengan YouTube local video playback 1080p non HDR. Dia bisa bertahan hampir 22 jam tepatnya 21 jam 53 menit. Ini sebetulnya agak sedikit di bawah harapan kami sih. Harapan kami itu dia bisa nyampai 24 jam untuk baterai yang 5.520 mAh. Mungkin butuh update software lagi untuk perbaikan. Kita kurang tahu karena ini versi awal banget kan yang kami uji. Nah, ini menariknya kalau kita pakai YouTube streaming 1080p 30 fps. Jadi streaming langsung dari YouTube ya non HDR ya. Baterai berkurang di 5% selama 1 jam. Nah, ini indikator yang bagus karena biasanya kan sekitar 3% dalam 30 menit. ini 5% dalam 1 jam lumayan bagus untuk TikTok baterai berkurang sekitar 7% dalam 1 jam ini juga bagus banget lanjut untuk Gin Impactus 60 fps. Baterai berkurang 6% selama setengah jam lagi-lagi hasil yang bagus ya. Nah, untuk charging kita pakai charger 45 watt yang dalam paket penjualannya dan hasilnya adalah dari 0 sampai 50% butuh waktu 26 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 4 menit. Ini adalah hasil yang sesuai harapan untuk smartphone dengan baterai 5.520 mAh. Ya. Lalu kita lihat lagi untuk Netflix ini udah Wif L1 yang artinya streaming sampai resolusi full HD dan untuk dukungan HDR sayangnya masih belum ada. Untuk YouTube streamingnya udah sampai 4K 60 FPS tapi belum ada dukungan HDR. Streamingnya juga lancar di sini ya untuk 4K60 ya. Enggak ada masalah sama sekali. Untuk haptic feedback by default heptic feedback-nya itu terasa kurang gitu kencang ya. Untungnya kita bisa atur kekuatannya supaya lebih kencang lagi. Tapi secara umum getaran yang dihasilkan tuh masih belum yang halus-halus banget. Jadi masih agak kasar dan sedikit panjang. Lanjut. Untuk Wii sharing tentunya ada dan bisa diaktifkan lewat fitur hotspot saat sedang terhubung ke Wii. Oh ya, selain Redmi Note 15 versi 5G ini, ada juga Redmi Note 15 versi 4G ya. Desainnya mirip dengan versi 5G dengan layar yang mirip juga di 6,67 inci dual curve AMOLED display. Kamera utamanya juga pakai sensor 108 megapel. Mirip banget dengan versi 5G. Bedanya yang satu ini malah baterai lebih besar di 6000 mAh. IP rating-nya juga beda. Yang satu ini bukan IP66 tapi IP64. SOC-nya juga beda. Versi 4G itu pakai Mediatek Helio G100. Dukungan update software juga sama ya, 4 kali Android update dan 6 tahun security patch. Intinya sih ini bisa jadi opsi yang lebih terjangkau kalau kalian ingin punya smartphone dari Redmi Note 15 series. Oke, tentunya kalian mau tahu harganya. Redmi Note 15 5G dijual dengan harga kisaran untuk varian 6128 di Rp3.299.000. Untuk yang 8256 ini di Rp3.799.000. Sementara untuk yang 12512 ada di Rp4.599.000. Nah, itu untuk varian 5G-nya ya. Nah, sekarang kalau untuk varian 4G itu harganya itu Rp2.599.000 untuk yang 6128, Rp2.899.000 untuk varian 8128 dan Rp3.99.000 untuk varian yang 8256. Untuk info lengkapnya langsung cek aja di kolom deskripsi. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama kita lihat ini masih ada iklan di aplikasi bawaannya. Lalu fitur always on display ada, tapi seperti biasa ini masih 10 detikan aja. Kemudian ada beberapa keterbatasan di kameranya seperti yang kita sudah bahas di pengujian kamera tadi ya. Lalu daya tahan baterainya. Ini masih ada pengharapan bahwa dengan update ini bisa lebih bagus lagi ya. Nah, dari sini menariknya pertama desainnya makin keren dan ini sekarang mirip varian Pro-nya ya. Lalu dia tetap tipis dan ringan. Ini yang gua suka banget nih ya. Walaupun baterainya lumayan besar di 5.520 mAh. Lalu dia punya titan durability dan rating IP66 untuk durabilitas. Layarnya AMOLED 120 Hz. Udah keren tampilannya. Lengkap dengan inisplay fingerprint scanner pula. Kamera ultrawide masih ada di sini. Konektivitasnya 5G. Masih ada slot untuk micro SD kalau dibutuhkan. Sensor-sensor udah lengkap. Update software-nya. Ini cukup panjang ya, 4 update patch. Jadi jangan nanya bakal dapat Android yang berikutnya enggak, HyperOS yang berikutnya enggak. Pasti dapat kan empat kali Android update ya. Lalu ada NFC, ada infrared blaster, dual speaker, dual mikrofon, dan paket penjualannya masih lengkap di sini. Pada akhirnya kita bisa bilang kalau yang dicari adalah smartphone 5G allrounder dengan durabilitas ekstra dan desain yang cakep, tipis, dan ringan. Dengan harga mulai dari Rp3 jutaan, rasanya smartphone yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube