
Smartphone Bagus Bukan Cuma Soal Harga
Jakarta - Smartphone bukan sekadar barang konsumsi, melainkan alat produktivitas sehari-hari. Orang sering lupa dengan aneka nilai guna perangkat selain soal harga.Kenaikan harga smartphone tahun ini bukan muncul tanpa sebab. Industri global sedang menghadapi lonjakan biaya komponen yang cukup signifikan. Data dari Gartner menunjukkan total kenaikan harga memori tahun 2026 mencapai 130% dibandingkan tahun 2025. Di saat yang sama, menurut Counterpoint Research biaya chipset smartphone ikut meningkat sekitar 20-30% akibat kapasitas produksi semikonduktor yang semakin banyak dialokasikan untuk kebutuhan AI dan data center.Artinya, tekanan harga tidak hanya terjadi pada satu merek, melainkan hampir seluruh industri. Bahkan dilansir dari Techwire Asia, untuk smartphone entry level di bawah USD 200, biaya produksi (bill of materials/BOM) naik sekitar 25% dibanding sebelumnya.Di dalam situasi seperti ini, pertanyaan yang lebih relevan sebenarnya bukan lagi soal harga, melainkan berapa lama smartphone ini bisa dipakai. Konsumen kini mulai melihat smartphone sebagai investasi jangka panjang. Faktor seperti AI, keamanan data, ketahanan perangkat, dan dukungan pembaruan perangkat lunak menjadi pertimbangan yang semakin penting dibanding sekadar adu spesifikasi di atas kertas.Umur pakai smartphone menjadi hal yang mesti dipertimbangkan juga. Smartphone murah belum tentu lebih hemat kalau tidak awet, tidak mendapat pembaruan dan mesti ganti lagi. Total biaya bisa jadi lebih besar dari membeli perangkat yang awet 5-6 tahun.Perubahan cara pandang ini masuk akal. Smartphone yang mendapat pembaruan sistem operasi dan keamanan selama bertahun-tahun tentu memiliki nilai pakai yang lebih panjang dibanding perangkat yang hanya mendapat dukungan singkat. Samsung misalnya menekankan dukungan hingga enam generasi pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan, serta perlindungan Samsung Knox yang kini tersedia hingga kelas entry level."Kami mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dengan fitur yang lengkap, dukungan 6 kali update OS dan 6 tahun pembaruan keamanan di lini menengah, serta AI yang aman di perangkat. Smartphone Samsung tetap cerdas, aman, dan optimal digunakan bertahun-tahun ke depan. Sama seperti saat pertama kali digunakan," kata Head of Category Management Samsung Electronics Indonesia Verry Octavianus dalam keterangan kepada detikINET, Selasa (23/6/2026).Saat membeli smartphone, konsumen sebenarnya juga membeli rasa aman. Samsung memiliki 165 service center yang tersebar di 133 kota dan 34 provinsi di Indonesia. Jaringan layanan seperti ini menjadi nilai tambah yang baru terasa ketika perangkat membutuhkan perbaikan atau dukungan teknis."Dengan skema program kepemilikan yang fleksibel dan layanan purna jual yang luas, kami menghilangkan hambatan untuk mendapatkan teknologi premium, sehingga konsumen dapat mengupgrade produktivitas dan kreativitas mereka dengan peace of mind," kata Head of MX Business Demand Generation, Samsung Electronics Indonesia, Andi Airin.Pada akhirnya, harga memang penting. Namun smartphone yang baik tidak bisa dinilai dari angka di banderolnya saja. Ketika smartphone mampu bertahan lebih lama dengan dukungan software bertahun-tahun, keamanannya terjamin, serta layanan purna jual mumpuni, nilai yang diterima pengguna bisa melampaui harga saat pembelian. Dalam konteks itulah, smartphone bagus bukan cuma soal harga, melainkan soal nilai yang terus terasa sepanjang masa pakainya. (fay/fyk)
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















