Smartphone Gaming 2 Jutaan dgn Gaming Trigger & Layar OLED 120 Hz! Review nubia Neo 3 GT 5G! (YouTube Video)
Ini baru smartphone gaming kelas terjangkau. Ini smartphone yang harganya R jutaan tapi punya dual gaming shoulder trigger seperti smartphone gaming kelas atas. Ini adalah Nubia Neo 3 GT 5G, smartphone gaming baru dari Nubia yang harganya terjangkau dong ya. SOC-nya antimstream. Ini pakai Uni SOC T9100. Layarnya udah pakai OLED dengan refreshnya sampai 120 Hz. Baterai 6000 mAh dengan dukungan charging 80 watt dan bypass charging juga ada di sini. Ada juga fitur pendukung gaming seperti AI Gam Space 3.0 dan AI Virtual Assistant. Oke, langsung aja kita review handphone gaming yang terjangkau satu ini. Oke, Nubia Neo itu harusnya sudah bukan nama yang baru lagi ya. Ini adalah seri smartphone gaming dari Nubia yang harganya relatif terjangkau. Dulu kita udah pernah review tuh ya si Nubia Neo 5G dan Nubia Neo 2 5G. Kalau kalian enggak nonton berarti kelewat tuh. Udah tahu kan harus ngapain ya. Nah, kali ini Nubia membawa Neo versi GT-nya. Yang kemarin-kemarin bukan versi GT. Ini yang GT. Seharusnya ini adalah versi yang lebih tinggi dibandingkan Nubia Neo versi standar yang dulu-dulu kita pernah review. Nah, kira-kira apa aja yang menarik tawarkan di sini? Oke, kita langsung mulai pembahasannya. Tapi mulai dari paket penjualannya terlebih dahulu. Pada bok paket penjualan smartphone ini ada gambar dari Free Fire ya yang menandakan adanya kolaborasi antara Nubia dengan game tersebut. Isi dari paket penjualannya tentunya adalah unit smartphone Nubia Neo 3 GT 5G dengan screen protektor yang sudah terpasang. Dan seperti biasa ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 80 watt. Kemudian ada kabel USBC to USBC, ada case pelindung dan ada dokumen. Masih cukup lengkap ya isinya ya. Nah, untuk desain smartphone ini disebut menggunakan unique cyber meca design yang memberikan kesan futuristik dan gaming banget. Di belakangnya terdapat beragam motif mca yang membuat smartphone ini tidak kelihatan polos. Bagian body belakang serta frame-nya ini memiliki gaya serba flat atau datar. Untuk materialnya bagian frame dan body belakangnya sama-sama menggunakan bahan polikarbonat ya. Opsi warna di sini ada dua, yaitu elektro yellow dan interstellar grey. Untuk dimensinya panjang 163,3 mm, lebar 77,2 mm, dan ketebalan di 8,2 mm. Sementara bobotnya ada di kisaran 203 gr. Nah, untuk smartphone dengan baterai 6000 mAh ini masih enggak bisa dibilang tebal dan berat sebetulnya ya. Nah, untuk proteksi terhadap air dan debu, smartphone ini punya IP54. Jadi, kena percikan air masih aman lah ya. Tapi jangan diajak berenang ya. Nah, untuk sisi kanan sekarang kita lihat ada tombol power, tombol volume, dan ada dua buah tombol sentuh yang disebut sebagai dual gaming shoulder triggers. Nah, ini gaming banget nih. Kedua tombol ini punya fungsi layaknya tombol L1 dan R1 pada sebuah controller game. Ini emang jadi andalan Nubianeo sejak tahun lalu ya. Dan sampai sekarang masih jarang nih yang punya kayak ginian di kelas harga yang serupa. Beralih ke sisi atas di sini ada mikrofon. Kalau sisi kiri ini kosong. Di bawah ada sim tray. Ini dual nano sim non hybrid. Tidak ada slot micro SD di sini. Kemudian ada mikrofon dan ada port USBC serta ada grill speaker. Jadi smartphone ini punya dual mikrofon. Untuk speaker sekilas memang terlihat cuma ada satu aja tapi sebenarnya smartphone ini udah pakai dual speaker. Ini kita bahas nanti ya. Kita beralih ke sisi depannya. Ini adalah layar 6,8 inci. Panelnya OLED. Nah, ini baru ya. Kalau yang sebelumnya itu pakai IPS. Resolusinya adalah 2.392 * 1080 piksel atau FHD plus. Refresh rate-nya up to 120 Hz. ini bisa adaptif, jadi bisa naik sampai 120 Hz kalau ada aktivitas. Kalau tidak dia akan turun ke 60 Hz. Oke, untuk brightness dengan tes indoor kita bisa mencapai kisaran 804 nit. Ini tinggi banget ya sebetulnya untuk indoor ya. Sementara untuk simulasi outdoor ada di kisaran 1300 nit. Jadi ini udah sangat terang sekali mau dipakai di bawah sinar matahari yang trik juga enggak ada masalah. Lanjut untuk color gamut. Di sini hanya ada satu mode warna untuk layar smartphone ini. Untuk hasilnya adalah kurang lebih seperti ini. Terlihat ya kalau layar ini diarahkan untuk mendekati 100% dic IP3. Jadi warnanya kan gonjreng banget nih kalau kita untuk menikmati konten atau main game cocok banget. Tapi kalau untuk ngedit foto atau video ini harus agak hati-hati karena bisa jadi hasil editannya nanti warnanya itu agak kurang gitu jadinya ya kalau dilihat di layar-layar yang tidak setinggi ini color gamut-nya. Oke untuk always on display sayangnya belum ada ya. Padahal ini pakai panel OLED ya. Nah, untuk basel. Nah, ini basel terbilang simetris dan cukup rapi ya. Selain itu ini udah lebih tipis dibandingkan Nubia Neo sebelumnya yang pernah kami review. Kemudian kita lihat di sini ada earpiece. Nah, ini terletak di beasel bagian atas. Ini merangkap sebagai speaker kedua dari smartphone yang satu ini. Nah, speaker-speaker ini dikatakan dilengkapi dengan solusi audio di TSX Ultra. Untuk volume yang dihasilkan oleh speaker-speaker ini terbilang cukup lantang dan kualitasnya udah tergolong mencukupi untuk kelas harganya. Nah, ini kamera selfie-nya. Ini pakai model punch hole ya. Ini kamera 16 megapel bukannya F2.0. Fix fokus dan perekaman video sampai 1080p 30 fps. Sekarang kita beralih ke sisi belakang. Ini adalah kamera utamanya 50 megapel F1.8 autofokus perekaman video sampai 4K 30 fps. Lalu ada tambahan kamera dep megapel ya bonus lah ya ini ya. Nah, kalau yang satu ini adalah LED flash. Untuk fitur kameranya ada banyak juga sih, lumayan ya bisa lihat di tabel yang satu ini. Kemudian yang spesial di sini ada lampu LED RGB yang disebut Nubia sebagai light strip. Kalau diperhatikan desain lampu ini seperti mata dengan tatapan yang tajam. Lampu ini akan menyala ketika kita sedang main game saat charging, saat ada notifikasi, dan lain-lain. Lanjut untuk spek internalnya. SOC-nya pakai Uni SOC T9100 ya. singkatnya ini adalah SOC 5G dari Uni SOC yang menggunakan fabrikasi 6 nanm dan punya CPU octa corore. Konfigurasinya adalah 1 Cortex A76 2,7 GHz, 3 Cortex A76 2,3 GHz, dan 4 Cortex A55 2,1 GHz. Untuk GPU dia pakai Mali G57. Oke, untuk RAM dan storage-nya smartphone ini hadir dengan satu varian RAM dan storage, yaitu RAM 8 gig, storage 256 gig. Untuk RAM-nya ini pakai LPDDR 4X, untuk storage-nya pakai UFS 2.2. Terdapat juga fitur extended RAM di sini bisa nyampai 12 GB. Nah, untuk baterai ini 6000 mAh dengan dukungan fast charging 80 wat. Ini juga meningkat dibandingkan seri Neo sebelumnya yang dukungan chargingnya tuh cuma sampai 33 watt. Nah, kalau butuh bypass charging aman sudah tersedia di smartphone yang satu ini. Jadi, mau main game sambil nyolok ke charger harusnya lebih aman. Nah, untuk kek sistem dia pakai vaper chamber dengan luas di83 mm². Untuk sensor-sensor lumayan lengkap, akcelerometer, light sensor, proximity sensor, magnetometer, dan yang paling penting di sini adalah ada gyroskop-nya ya. Untuk kivitas udah bisa 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.2. Untuk Bluetooth, lihat di tabel ini lumayan lengkap juga ya. Sampai FX juga ada, LDAC juga ada, NFC tentunya ada, USB OTG tentunya bisa. Untuk keamanan dia pakai in display fingerprint sensor dan face unlock OS. Nah, ini namanya adalah My OS 15 berbasis Android 15. Nah, kalau masalah update-nya, Nubia menjanjikan akan ada satu kali update versi Android dan 2 tahun untuk security patch-nya. Untuk OSS sendiri ini bebas dari iklan ya, tapi kalau aplikasi pihak ketiga memang masih ada. Untungnya jumlahnya enggak banyak dan bisa diuninstal kalau memang tidak dibutuhkan. Nah, di sini ada fitur AI Gamespace 3.0 yang punya beragam fungsi untuk menunjang aktivitas gaming. Fitur ini bisa diakses melalui slider saat membuka aplikasi game. Ada akses ke mode Rise yang seharusnya bisa membuat smartphone ini mengeluarkan performa terbaik saat menjalankan game. Ada juga beragam fungsi lainnya yang bisa diakses dari AI Gamespace 3.0 ini seperti mengaktifkan bypass charging dan juga mengatur tombol dual gaming shoulder triggers-nya. Berikutnya di smartphone ini juga ada fitur AI virtual assistant yang namanya adalah Demi. Wujudnya seperti karakter gadis ala anime dengan rambut berwarna biru muda. Ada dua fitur utama yang tersedia di menu aplikasi Demi, yaitu yang pertama adalah interactive desktop. ini berfungsi untuk memunculkan demi di halaman home screen. Di sini demi ini bisa memberikan animasi dan suara tertentu ketika kita memberikan interaksi seperti kalau sedang swipe-swipe atau saat kita tap-tap si demynya ini. Kemudian fitur berikutnya ada wake up. Ini berfungsi untuk menjadikan demi sebagai alarm. Mungkin ini jadi berasa kayak dibangunin sama wifu ya. Nah, katanya sih berkat hadirnya kedua fitur tadi, smartphone ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai smartphone entry level pertama di Indonesia yang punya fitur AI virtual assistant dan AI game space di Indonesia. Oke, langsung aja kita sekarang masuk ke pengujian performanya. Untuk Antutu 10 kita dapat skor di R536.000-an. Untuk Geekbch single core di 88 dan multiore di 2.357. Untuk 3DMX Slingshot Extreme Open GL IS 3.1 graphic skornya ada di 3.526. Nah, untuk terima qul stress test best scor-nya di 2054, lowest score-nya di 2041. Jadi, stability-nya mantap ya 99,4%. Lanjut untuk JFX Benz T-Rex offsreen 1080p dapat 82 FPS. Manhatten 3.1 1080p offsreen 37 fps. Nah, kita lanjut ke pengujian gaming. Nah, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kami menggunakan mode Rise yang bisa diakses melalui menu AI Gamespace 3.0. Kita mulai dulu dari Free Fire. Nah, kita coba mainkan dengan setting rata kanan ya. Jadi, setting grafiknya di ultra lalu setting FPS-nya di high. Di sini game-nya bisa berjalan dengan frame rate rata di 60 fps. Baik sedang sepi atau lagi ramai. Ini udah nyaman bangetlah untuk main Free Fire, ya. Dan di game tembak-tembakan seperti ini, shoulder triggernya bakal banyak kepakai. Fungsi tombolnya bisa kita atur. Misalnya tombol yang kiri kita atur buat buka scope dan tombol kanan kita atur buat nembak. Ini bikin pengalaman mainnya jadi terasa beda. Makin seru aja nih. Ya, lanjut. Subway server. Di game yang satu ini refreshet layarnya bisa jalan di 120 Hz. Jadi kita bisa menikmati game ini mulus lancar di 120 fps. Lanjut ke Real Racing 3. Di game 1 juga sama ya, ternyata refresh rate-nya terbuka juga sampai 120 Hz. Jadi game 81 ini bisa jalan dengan frame rate hingga 120 fps. Gyos steeringnya juga mulus nih. Kan udah pakai sensor gyroskope hardware ya. Jadi asik bangetlah main Real Racing 3 di sini. Lanjut untuk Mobile Legends. Opsi setting graphics dan framewate terbuka sampai ultra yang artinya dia bisa jalan di 120 FPS. Catatannya kita perlu mengatur refresh setnya ke 120 Hz terlebih dahulu supaya bisa jalan di 120 fps. Karena kalau kita pakai setting refres auto gameennya cuma jalan mentok di 90 Hz aja. Nah, saat dimainkan kita bisa mencapai 120 FPS kalau lagi sepi. Sementara kalau lagi ada battle dia bisa turun ke kisaran 80 sampai 90 FPS. Dan setelah dimainkan tiga match berturut-turut hasilnya masih mirip-mirip aja. Jadi buat kami ini udah mantap banget untuk nge-push rank ya. Lanjut lagi kita mainkan watering waves. Nah, saat kami mainkan dengan setting grafis ultra performance 60 fps, frame rate-nya itu naik turun di kisaran 30 fps saat jalan-jalan dan bisa turun di bawah 30 fps kalau lagi ada battle. Tapi di kelas harga segini memang masih jarang banget yang bisa mainin wood ring wave super lancar. Jadi ya ini masih wajar-wajar aja. Oke, kita lanjut ke Gensin Impact. Kita tes di setting lowest 60 fps sambil jalan-jalan. Nah, kita coba dulu ya tanpa kipas pendingin dulu ya. Saat jalan-jalan, frame rate kita dapatkan ada di kisaran 40 sampai 50 fps. Kalau lagi ada battle, ini akan turun ke kisaran 30 sampai 45 fps. Dan frame rate seperti ini cenderung stabil dari awal hingga akhir pengujian. Oh ya, untuk Gro aiming jalan lancar di sini enggak ada masalah lah ya mau aiming pakai GO di sini. Nah, untuk suhunya titik terpanas ada di bagian layar itu di kisaran 46 derajat Celcius. Ini agak tinggi ya sebetulnya. Sementara untuk di bagian belakang di punggung itu ada di kisaran 44 derajat Celcius. Nah, ini ada di limitnya. Jadi kayaknya enakan kalau kita pakai kipas pendingin. Oke, kita langsung aja nguji pakai kipas pendingin sekarang dengan skenario pengujian yang sama. Di 10 menit terakhir pengujian kita mendapatkan buah frame rate-nya ada kisaran 40 sampai 50 fps saat jalan-jalan dan 30 sampai 45 fps saat ada battle. Jadi, ini cenderung mirip dengan tanpa kipas ya, cuma mungkin tangan kita lebih aman aja. Nah, jadi kalau kita mau kasih ranking mungkin ini masuknya ke ranking C. Mau pakai kipas atau tanpa kipas. Ini bukan hasil yang jelek ya. Di harga segini ranking C artinya masih playable banget untuk setting lowest. Udah mantap. Oke, sekarang kita masuk ke dalam pengujian kamera. Di tangan saya kali ini ada Nubia Neo 3 GT 5G. Dan untuk pengujian kameranya sekarang bareng saya dulu. Suara yang teman-teman dengar ini adalah suara langsung yang direkam menggunakan mikrofon dari smartphone-nya ya. Jadi kalau mau dipakai vlogging gitu misalnya suaranya bakal kayak begini. Kita lihat dari kamera selfie-nya dulu ya. Untuk resolusinya di kamera selfie ini mentok 1080p 30 fps saja dan sayangnya belum bisa menggunakan stabilizer. Jadi videonya terasa agak goyang kalau di bawah jalan kayak gini. Untuk HDR di sini standar aja. Di pencahayaan yang terang gelapnya cukup signifikan. Terlihat kalau background agak over expos. Untungnya bagian wajah masih bisa ditampilkan dengan cukup jelas. Untuk kualitas gambarnya kurang lebih seperti ini. Terbilang standar aja lah menurut kami. Sekarang lanjut ke kamera utamanya. Untuk resolusinya ini bisa sampai 4K 30 fps ya. Tapi kalau opsi 60 fps belum ada. Sedikit catatan kalau pakai resolusi 4K 30 fps-nya kita tidak bisa pakai stabilizer. Jadi agak berguncang kalau di bawah jalan kayak begini. Kalau mau mengaktifkan stabilizer, kita bisa pakai 1080p 30 fps-nya. Hasilnya jadi lebih minim guncangan ketimbang pakai 4K 30 fps tadi. Untuk dynamic range di sini mirip sama kamera selfie-nya. Bagian background terasa agak over expose, tapi bagian wajah masih terlihat dengan jelas. Untuk kualitas gambarnya sekedar cukup aja. Di 1080p terasa kalau detailnya itu sedikit kurang tajam, tapi videonya minim guncangan. Sementara di 4K30 detailnya jadi lebih tinggi tapi videonya jadi berguncang. Tinggal disesuaikan saj lah ini dengan kebutuhan kalian. Sekarang kita coba dalam kondisi low light. Kamera selfie-nya kurang lebih seperti ini hasilnya. Detail tentu menurun dan noise juga jadi muncul tapi masih dalam kategori yang wajar. Untuk frame rate-nya ini terbilang terjaga di 30 fps ya. Jadi tidak terasa ada frame drop. Sekarang kita lihat kamera utamanya. di 1080p 30 fps detailnya terasa sekali sudah menurun dan noise juga cukup terasa saat di bawah jalan jaternya cukup terasa tapi ini wajar karena efek stabilizernya yang sedang aktif di 4K30 detailnya sedikit lebih baik ketimbang di 1080p tapi noise tetap lumayan terasa untuk jiter tentu enggak terasa karena stabilizatornya memang tidak aktif untuk autofokus langsung saja kita coba di low light hasilnya kurang lebih seperti ini ya sekarang kita masuk ke bagian fotografinya menurut kami foto yang dihasilkan Kan memang bukan yang terbaik, tapi masih terbilang mencukupilah untuk mengabadikan berbagai momen. Catatannya tinggal pintar-pintar mainin tempat yang cahayanya bagus aja. Contoh foto-fotonya kurang lebih kayak gini ya. [Musik] Lanjut ke fitur ekstra. Ada dual capture yang bisa merekam video dengan kamera utama dan selfie secara bersamaan. Untuk resolusinya cuma bisa di 720p 30 fps aja. Lalu ada mode Pro. Ini bisa digunakan untuk fotografi dengan kamera utama. Untuk tabel pengaturan ISO dan shutter speed-nya kurang lebih seperti ini. Secara umum kemampuan kamera yang ditawarkan smartphone ini memang bukan yang paling hebat ya di kelasnya. Namun menurut kami hasilnya masih terbilang wajar mengingat yang jadi andalan smartphone ini memang bukan di sektor kameranya. Oke, sekian dulu pengujian kamera Nubia Neo 3 GT 5G kali ini kita lanjut ke pengujian berikutnya. Lanjut lagi untuk pengujian baterai ya untuk lokal YouTube video playback 1080p. Kita download dulu videonya lalu kita jalankan secara offline. Baterai baru habis setelah 27 jam 10 menit. Ini udah hasil yang bagus banget sih menurut kami ya. 27 jam ini lama banget ngetesnya lebih dari 1 hari penuh nih ya. Oke lanjut. Untuk streaming YouTube 1080p 30 FPS non HDR selama setengah jam baterai berkurang 3%. Untuk mainan TikTok, swipe-swip TikTok selama setengah jam, baterai berkurang 5%. Lalu main Gensin Impact di lowest 60 fps selama setengah jam, baterai berkurang 11%. Nah, kalau ini hasilnya normal. Kalau untuk nonton video tadi, wah itu irit banget sih. Lanjut untuk charging. Kita tes dengan charger bawaan yang 80 wat dan hasilnya adalah dari 0 sampai 50% butuh waktu 29 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 17 menit. Ini hasil yang standar aja sih menurut kami ya. Sedikit berharap dengan 80 watt kita bisa dapat sekitar 1 jam atau 1 jam kurang dikit. Lanjut lagi untuk Netflix. Sayangnya ini masih white fan L3 yang artinya untuk streaming hanya sampai resolusi SD aja. Untuk HDR juga belum ada di sini. Untuk YouTube kalau di video HDR streaming sampai 720p 60 fps. Tapi kalau untuk video non HDR streamingnya bisa nyampai 1080p. Lanjut untuk heptic feedback. Smartphone ini pakai ZX Linear Motor yang menghasilkan getaran yang cukup halus saat mengetik. Jadi, ini lumayan nyaman menurut kami ya, terutama untuk kas harga sini udah mantap sih. Lanjut untuk Wii sharing sayangnya tidak ada. Kalau kita nyalakan hotspot saat terhubung ke Wii, koneksi wifi-nya akan putus. Untuk harga Nubia Neo 3 GT 5G ini hadir dengan satu konfigurasi tadi ya 8256. Harganya ada di kisaran Rp2.999.000 dan ini bisa didapatkan di official store online store Nubia di Shopee. Nah, perhatikan ya. Nanti kan ada exclusif gift box dan jumlahnya terbatas. Untuk detailnya langsung aja cek di kolom deskripsi. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia cuma dilengkapi dengan single kamera plus bonus aja untuk sistem kamera utama. Enggak ada kamera ultrawide, tapi rasanya wajar mengingat ini adalah HP buat gaming ya, bukan HP buat foto-foto atau HP yang tujuannya untuk pengguna umum. Lebih ke arah gaming memang. Lalu kemudian untuk Android update memang cuma satu kali tapi lumayanlah ya masih ada security update sampai 2 tahun. Kemudian di sini audio jack sudah tidak ada. Lalu meskipun ini layar OLED, fitur always on display-nya itu belum tersedia. Kemudian dia belum bisa streaming full HD di Netflix karena masih white fan L3. Dari si menariknya, pertama ini penting banget nih. Dia punya dual gaming shoulder triggers layaknya smartphone gaming beneran gitu ya. Lalu desainnya gaming banget dengan lampu LED RGB di bagian belakang. Sudah support konektivitas 5G juga. Layarnya udah OLED, tampilan udah mantap. tentunya juga latenya rendah banget, refresh rate-nya 120 Hz. Kemudian ternyata udah banyak game juga yang bisa memanfaatkan layar 120 Hz-nya itu. Basel udah simetris dan rapi. Baterai juga gede 6000 mAh. Daya tahan baterai juga lumayan awet. NFC ada, dual speakernya ada dual mikrofon pula. Sensornya juga terbilang relatif lengkap. Paket penjualannya juga lengkap. Nah, lalu yang ini cocoknya buat siapa sih sebenarnya? Ya, tentunya yang sat ini akan cocok untuk siapapun yang sedang mencari smartphone gaming dengan harga yang terjangkau ya. Hadirnya beberapa kelengkapan seperti dual gaming shoulder trigger, bypass charging, dukungan refresh set yang tinggi, dan layar OLED-nya nih ya. Nah, memang ini membuatnya cocok disebut sebagai smartphone gaming ya. Pada akhirnya kalau kalian lagi cari smartphone gaming di kelas 2 jutaan, nah kami rasa yang satu ini adalah opsi yang sangat menarik dan wajib untuk dipertimbangkan. Saya Irfan, Jakatrib TV.
