Jungkat

Smartphone Midrange Terbaik realme Tahun ini: Review realme 16 Pro+ 5G (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini adalah Realme 16 Pro Plus 5G, smartphone terbaik Realme untuk lini number series. Saat video ini dibuat, akhirnya kamera telefoto balik lagi. Sekarang pakai 50 megapel periscop telefoto 3,5 kali optical zoom. Kamera utamanya juga upgrade jadi 200 megapel. Baterai 7000 mAh. SOC pakai Snapdragon 7 gen 4. RAM 12 gig storage 512 GB. Datang dengan Realme UI7 yang baru. Fitur AI-nya makin melimpah. Desainnya juga unik, bahkan kolaborasi kembali dengan desainer terkenal dari Jepang nih ya, Naoto Fukasawa dan masih banyak lagi kelebihan lainnya. Oke, langsung aja kita baah lebih dalam. Ini dia review Realme 16 Pro Plus 5G ya. Realme 16 Pro Plus eh seri Pro Plus itu sempat absen di Realme 15 series tahun lalu ya, tahun 2025. di 15 series tertingginya itu berubah jadi 15 Pro. Padahal dari segi tradisi Pro Plus itu adalah versi tertinggi untuk number series. Pro plus itu sudah ada sejak Realme 9 series sampai 13 series. Realme 14 Pro Plus itu ada di global tapi enggak masuk resmi ke Indonesia. Nah, menurut Realme karena permintaan pasar yang maunya Pro Plus balik lagi sekarang dijawablah lewat Realme 16 Pro Plus. Seiring dengan yang satu ini, Realme juga merilis Realme 16 Pro untuk versi yang lebih terjangkau. Nah, untuk video ini kita akan fokus ke versi terbaiknya yaitu Realme 16 Pro Plus. Kita mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah terpasang. Kemudian masih ada chargernya. Masih ada chargernya. Masih ada chargernya di sini. Ini adalah charger Superbook 80 watt ya. Lalu ada kabel USB type C, ada case syter ejector dan juga paket dokumen. Jadi lengkap ya. Nah, untuk desain terlihat ada perubahan signifikan dibandingkan Realme number series sebelumnya. Realme menyebutnya sebagai urban wild design. Desain modul kameranya jadi tambah keren. Bahkan material back covernya juga spesial. Kata Realme. Ini adalah Biobased Organic Silicon yang dibuat dari sedotan-sedotan yang plant base itu. Jadi, ini ramah lingkungan. Saat digenggam terasa seperti kulit sintetis yang halus dan juga enggak licin di sini. Secara filosofi Nauto Fukasawa mengambil inspirasi dari hamparan gandum. Buat yang gak tahu Nauto Fukasawa, dia ini adalah desainer terkenal dari Jepang. Realme juga sudah pernah berkolaborasi sebelumnya seperti untuk Realme GT Master Edition, GT2 Pro, dan beberapa produk Realme lainnya. Untuk opsi warna itu ada master gold seperti unit kami ini dan ada juga warna master grey. Oke, untuk dimensinya tinggi 162,5 mm, lebar 76,3 mm, dan ketebalan sekitar 8,49 mm. Sementara bobotnya menurut Realme ada di 203 gr. Kalau kami timbang sendiri itu bobotnya ada di kisaran 207 gr. Ya, ini mungkin akibat adanya screen protektor yang terpasang. Nah, tapi ini bobot yang masih cukup ringan mengingat baterainya itu 7000 mAh dan punya modul kamera yang lengkap dari ultrawide sampai tele yang periscop. Nah, untuk ketahanan terhadap air dan debu, smartphone ini sudah memiliki rating di IP68 dan IPK. 6 itu artinya kedap dari debu. 8 itu artinya tahan kejebur di air bersih sekitar 1,5 m selama 30 menit. Nah, kalau untuk 9K itu artinya tahan semprotan dari Waterjet dengan suhu ekstrem ini bahkan bisa di atas 80 derajat Celcius. Tapi tentunya IP rating ini hanya untuk kondisi enggak sengaja ya. Bukan berarti HP-nya itu anti air atau cocok dibawa berenang ya. Jadi jangan, jangan dibawa storkeling gitu ya. Jangan iseng-iseng di waterjet gitu. Jangan. Jangan. Dan yang perlu dicatat bahwa ketahanan air juga bisa berubah seiring waktu dan penggunaan. Tapi itu bukan berarti IP rating-nya langsung hilang. Enggak. IP rating itu kayak sertifikat ya. pasti ada. Terus sekarang kita lihat sisi kanannya ini. Ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon dan lubang output untuk speaker. Di kiri ini kosong. Di bawah ada sim tray dual SIM, ada mikrofon, USBC, dan grill speaker stereo bagian bawah. Jadi speakernya stereo ya. Dengan speaker satu lagi itu adanya di earpiece e tapi dibantu juga dengan ee lubang di frame atas tadi untuk tambahan output speakernya. Suara sendiri sudah tergolong lantang, jernih, dan separasi suaranya juga sudah lumayan oke ya. karakternya itu cenderung dominan di trble untuk bass terasa tipis-tipis aja. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,8 inci. Resolusinya adalah 1280 * 2800 pikel. Refresh rate-nya up to 144 Hz. Sejauh pengujian kami, refresh set itu baru bisa adaptif dari 60 sampai 120 Hz. Kita belum ketemu skenario yang bisa membuatnya jalan di 30 Hz atau 144 Hz. Nah, untuk layarnya ini dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 7i. Dari segi brightness untuk indoor, brightnessnya itu maksimum sampai di 500 nitz. Nah, di sini juga ada mode straaktifkan brightness bisa naik secara manual ke kisaran 860 nitz. Sementara untuk simulasi outdoor saat kami coba itu bisa dikisaran 1900 nitz. Ini full screen brightness loh ya. Untuk kelas midrace ini adalah hasil yang luar biasa. mau dipakai di dalam kondisi di bawah terik matahari yang terik banget itu juga gak ada masalah ya. Realme memang mengklaim Pig brightness itu nyampai 6500 nit tapi itu memang bukan skenario pengujian yang umum. Nah untuk kalor gamut Realme menjadikan beberapa mode warna ada vivit natural cinematic dan brilliant. Ada juga mode advance untuk pengaturan manual. Oke sekarang kita lihat color gamotnya. Untuk mode vivit dan cinematic color gamut coverage dan volumen-nya itu ada di kisaran 92% di CP3. Untuk mode brilan coverage-nya itu ada di kisaran 99,8% di CP3 dengan gambut volume di 116% DC IP3. Ketiga mode ini menurut kami lebih pas untuk nonton film atau main game mungkin ya. Nah, untuk mode natural diarahkan ke kisaran 92% sRGB untuk gamut filmnya dan gamut coverage-nya. Nah, ini lebih cocok untuk editing content. Nah, untuk beza layar ini udah sangat tipis di seluruh sisinya dan juga sudah cukup simetris. Di sisi layar juga terdapat optical in display fingerprint. Nah, untuk fitur always on display tersedia. Tapi sayangnya ini belum bisa yang diatur untuk selalu menyala. Saat dicoba AOD-nya ini cuma nyala sekitar 5 detik saja. Oke, kemudian di atas layar ini ada earpiece ya. Ini untuk speaker dan juga bisa dipakai untuk nelpon. Lalu ada juga kamera selfie ini 50 megapel bukanya F2.4 fix focus. Perekaman videonya lumayan tinggi sampai 4K 60 fps. Beralih ke belakang ini kamera utamanya ya. 200 megapel luma color ya. Sensornya pakai Samsung ISO HP5. Ukurannya 1/1,56 inci. Bukanya F1.8. dan tentunya autofokus dilengkapi dengan optical image stabilizer dan perekaman video up to 4K 60 fps lagi. Luma color image ini adalah algoritma pemerasan gambar yang dikembangkan Realme bersama dengan TUV Rinland. Tujuannya adalah untuk mendapatkan skin tone yang lebih natural, depisten. Kemudian kamera berikutnya adalah 8 megapel ultra wide camera bukannya F2.2 2 fixed focus dan perekaman video up to 1080p 30 fps. Nah, Realme ini kembali ke racikan lama yang pakai ultrawide 8 megapel turun dari 50 megapel yang ada di Realme 15 Pro. Tapi untuk kamera satunya lagi adalah 50 megapel periscope televoto portrait. Ini 3,5 kical zoom. Sensornya ISOCEL JN5 ya, bukan F2.8. stabilizer. Untuk perekaman video ini up to 4K 60 fps. Fitur kamera ada banyak ya. Bisa dilihat di menu kameranya yang berikut ini ya. Kalau yang jadi andalan kali ini itu adalah vi master mode. Di sini terdapat 21% warna. Jadi kalau di mode auto mungkin kurang masuk selera. Nah, tinggal explore aja ke sini. Oke, untuk spesifikasi-nya pakai Snapdragon 7 Gen 4 fabrikasi 4 nm RAM 12 GB LPDDR 5X. Di sini ada fitur RAM expansion yang bisa menambahkan hingga 14 GB jika dibutuhkan. Untuk storage 1/2 TB atau tepatnya 512 GB UFS 3.1. Hanya ada satu varian ini aja ya. Dan kabar baiknya walaupun ini Snapdragon 7 Gen 4 ini udah pakai UFS 3.1 bukan 2.2 lagi. Oke lanjut untukinnya dia pakai airflow VC cooling ya alias pakai vaper chamber di sini. Untuk baterainya ini 7000 mAh Titan batery. Chargernya pakai 80 watt ultra charge dan bypass charging tentunya ada di sini. Untuk sensor wah lumayan lengkap ya aometer, gy sensor, proximity sensor, ambient light sensor, e-compass dan lain-lain ada semua. Untuk aktivitas tentunya dia udah bisa 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semua. Sayangnya belum ada dukungan untuk isim ya di sini. Untuk Wii-nya WiFi 6 dan Wii sharing tersedia. Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk Bluetootnex dia punya keluarga Qualcom FX ya. Lalu ada SBC, AAC, LHDC, dan LDC juga tersedia. NFC tentunya ada. USB-nya bisa OTG, tapi kalau untuk output display via USBC itu belum bisa. Untuk sistem kameraman dia pakai optical in display fingerprint scanner, lalu ada juga face unlock. OS-nya pakai Realme UI7, basisnya adalah Android 16. Untuk update OS, Realme menjanjikan bahwa akan dapat update Android itu tiga kali dan untuk security update itu sampai 4 tahun. Ya, saat pertama kali menyalakan ada beberapa aplikasi tambahan yang langsung terinstal di sini. Tapi untungnya ini bukan aplikasi yang aneh-aneh ya dan bisa di-uninstal kalau tidak dibutuhkan. Bahkan di Realme Wi yang baru ini tergolong sedikit sebetulnya blotware-nya. Aplikasi bawaan semacam findine easy itu udah enggak ada lagi ya. Sepertinya tim software-nya Realme udah bebenah keren nih yang satu ini. Untuk fitur OS, Realme tentu saja tidak mau ketinggalan terkait fitur AI. Ada fitur AI motion pop out. Ini memungkinkan kita membuat foto kolase dan menggabungkannya dengan motion foto. Kita contohkan dengan membuat kolase misalnya dari tiga foto seperti ini ya. Kita bisa membuat objek utama jadi pop out. Dan karena bisa digabung dengan motion foto, jadi ada bagian gambar yang bisa bergerak di sini. Kemudian ada AI Light Me. Fitur ini berisi template supaya foto kita bisa punya lighting dan bayangan yang membuatnya lebih keren. Misalnya kalau foto di samping jendela, foto yang tadinya biasa seperti ini bisa diedit seakan lagi ada sorotan matahari sore. Lalu ada AI style M. Ini juga merupakan preset gaya foto. Isi presetnya itu lebih ke arah tema musim. Jadi foto kita bisa seakan lagi ada di negara yang empat musim. Lalu, ada juga tema kartun, 3D emoji, dan modeling photoshooot. Yang modeling photoshoohoot ini menarik sih ya. kita bisa membuat seakan kita lagi di studio foto profesional. Nah, AI style me dan Light M ini merupakan bagian dari AI edit Genny. Untuk mengakses fiturnya tinggal ke galeri bawaan saja lalu pilih bagian editing ya. Oke, lanjut ada AI framing Master. Ini adalah fitur yang bisa kita temukan di app kamera bawaan Realme. Di kanan menu kameranya ini ada gambar grid. Ini adalah fitur AI framing master-nya. AI akan membaca preview foto kita dan mereka akan menganalisa komposisi yang pas itu seperti apa. Tinggal ikuti arahan AI-nya. Misalkan tempatkan titik ini ke lingkaran di posisi yang ini. Nanti AI-nya akan menyusahkan komposisinya secara otomatis. Kita enggak perlu klik zoom in, zoom out. Tahu-tahu tinggal jepret aja. Ini akan berguna untuk yang mungkin kurang paham fotografi atau kurang paham komposisilah tepatnya ya. Misalnya lagi jalan-jalan mau minta tolong orang lain fotoin kita. Nah, berguna nih ya. Nyalain aja AI framing ikutin arahan. Jepret fotonya beres ya. Lalu ada lagi AI recording and translate. Ini fitur yang bisa kita temukan di aplikasi recorder suara bawaan. Sesuai namanya nanti suara kita bisa di-convert ke bentuk teks dan bisa juga ada versi translate-nya. Untuk bahasa Indi support itu udah banyak bahasa dan yang penting bahasa Indonesia sudah di-support juga. Lalu ada AI Gaming Coach. Nah, fitur ini kita bisa temukan di overlay game tools. Caranya tinggal swipe aja dari si layar seperti ini ya. Lalu pilih AI gaming coach. Kita contohkan pas lagi main Mobile Legends. AI-nya akan melihat gameplay kita dan memberikan saran supaya kita bisa lebih efektif dalam bertanding. Oke, sekarang mari kita masuk dalam pengujian benchmark dulu ya. E untuk benchmark kita langsung aktifkan fitur GT mode untuk mendapatkan performa yang maksimum. Untuk Antutu 10 itu skornya adalah 1 jutaan kecil. Untuk Antutu 11 kita dapat 1,4 jutaan. Semakin tinggi versi Antutunya, skor bisa naik jauh seperti ini ya. Jadi pastikan kalau kalian mau bandingkan versi Antutunya itu harus disamain gitu ya. Masih sering yang kita temukan orang berpikir kalau HP-nya jadi makin kencang saat cobain Anutunya. Padahal itu cuma naik versi doang. Lanjut untuk Geig Band 6 single core 1324 multiore 3.921 terimax sling shot extreme unlimited graphic scor-nya di 14.328 terima qul stress test. Nah, kita lihat sekarang konsistensi performanya ya. Untuk best score-nya 7.694, lowest score di 7.596. Stability-nya adalah 98,7% tanpa kipas. Nah, jadi tanpa kipas aja kestabilannya udah sangat baik. Dari semua skor benchmark ini memang mengindikasikan bahwa level performanya memang ada di kelas menengah atas. Kami tahu ini bukan yang paling kencang di kelas harganya, tapi bisa dibilang ini skor minimal yang kami harapkan untuk smartphone di kelas harganya. Oke, sekarang kita lanjut untuk gaming. Tentunya kita aktifkan juga ya GT mode-nya supaya pengalaman gaming-nya maksimal. Kita mulai dulu dari Subway server. Game ini bisa berjalan di 120 FPS mulus dan lancar. Tapi memang kita harus setting dulu refresh rate-nya ke high. Kalau di mode auto itu layarnya akan turun ke 60 Hz. Jadi otomatis frame rate-nya kehambat jadi bertahan di 60 fps aja. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate-nya udah bisa nyampai ultra dan untuk setting grafis lainnya kita set di mentok kanan ya. Game ini bisa berjalan di 120 FPS lancar enggak ada masalah ya. Mantap benar di sini. Lanjut untuk PUBG Mobile. Untuk setting frame rate tertinggi kita bisa atur sampai extreme plus dengan setting grafis di smooth. Saat dimainkan game berjalan mulus lancar di 90 fps. Untuk zero aing, wah ini responsif. Enggak ada masalah tentunya. Oke, sekarang mari kita lihat langsung Gensin Impact. Kita langsung coba setting highest 60 fps. Setting present highest di sini otomatis mengatur visual effect ke low. Kita coba tes dengan seperti ini ya, tanpa terlalu banyak mutak-atik settingannya aja. Average frame rate ada di 44 fps dengan fluktuasi di kisaran 35 sampai 45 fps. Nah, untuk suhunya ini aman ya. Di sisi layar terpanas di 40 derajat celcius dan sisi belakang itu juga terpanas di 45 derajat celcius. Tapi titik doang. sayangnya masih ada sedikit masalah pada layarnya. Ketika suhu sudah agak tinggi, layar bisa jadi kurang responsif. Misalnya kita lagi lari pakai virtual joystick yang ada di kiri bawah layar itu ya, tiba-tiba bisa lepas dan karakternya berhenti lari. Multitasouch-nya juga bisa error ya, di mana saat kita lagi jalan pelan lalu mau tekan tombol dash untuk lari. Tombolnya ini e kadang enggak merespon apapun seperti enggak tertekan ya. Semoga ini hanya isu software aja dan bisa di-fix dengan cepat karena untuk sejauh ini kita nemunya di Gensin Impact. Nah, untuk solusi sementara kita bisa fix dengan pakai kipas pendingin. Saat kita pakai kipas pendingin, error di multitouch-nya itu gak terjadi. Selain itu, kalau dikipasin frame rate-nya bisa naik sedikit rata-ratanya jadi 44 ke 47 fps. Performance sedikit membaik dan frame rate jadi lebih sering ada di kisaran 38 sampai 47 fps. Kestabilan juga membaik menurut kami ya. Kalau mau ranking-rankingan performa seperti ini tanpa kipas di A minus. Kalau dia pakai kipas dia jadi A. Lanjut untuk water maps. Kita coba dengan setting preset rata kiri dengan frame rate di 60 fps. Sayangnya game ini belum terbilang stabil ya. Frame rate memang bisa nyampai ke 50 fps. Tapi fluktuasinya tuh bisa 25 sampai 50 fps. Ini bikin pengalamannya kurang nyaman ya. Lagi mulus di 50 tiba-tiba drop ke 25 fps. Lalu tiba-tiba balik lagi ke 50 fps. Sepertinya developernya WA ini masih butuh optimalisasi ya untuk SOC Snapdragon 7 Gen 4. Oke, sekarang lanjut aja masuk ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini sudah ada Realme 16 Pro Plus nih. Langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Yang lagi teman-teman lihat sekarang adalah kamera selfie-nya rekam di resolusi 4K30. Dan yang pertama-tama saya mau cari tahu adalah kemampuan mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphonenya. Saya enggak pakai mikrofon eksternal di sini. Untuk video sehari-hari atau vlogging hasilnya kurang lebih seperti ini. Nah, kalau menurut kalian gimana kualitas suaranya? Kalau menurut saya pribadi sih kualitas suaranya sudah cukup bagus. Suara vokal saya terdengar jelas. untuk vlogging sehari-hari atau tanpa mikrofonal tuh udah mencukupiah. Cuman memang suara noise di sekitar kalau saya dengar sih lumayan masuk juga ya. Tapi tentunya untuk kualitas suara yang lebih baik kita bisa pakai mikrofon ya. Di sini saya cobain pakai mikrofon dan suaranya bisa masuk dengan baik enggak ada masalah. Cuman yang saya harapkan dari Realme adalah di sini tuh belum ada indikator mikrofonnya. Semoga di ke depannya tuh bisa diadain ya indikator mikrofon supaya kita bisa lebih yakin gitu sumber suaranya nanti itu dari mana mikrofon bawaan atau mikrofon exnalnya. Lanjut ke kamera selfie atau kamera depannya. Dari segi kualitas gambarnya sendiri gokil sih. Ini detailnya mantap banget. Ketajamannya juga pas. Saturasinya juga pas menurut kami. Bahkan kamera selfie-nya ini juga sudah support 4K 60 fps ya. Jadi kemampuannya sudah mirip selfie kelas flagship lah ini. Cuman memang masih fix fokus aja belum autofokus di sini. Dynamic range tergolong standar. Area wajah bisa diekpos dengan sangat baik, tapi area highlight-nya terlihat over expos di sini. Kami juga sudah coba di 4K 60 fps dan dynamic range-nya juga mirip-mirip aja hasilnya. Sebetulnya ada fitur HDR video pada kamera selfie-nya ini yang bisa meningkatkan dynamic range-nya, tapi efeknya menurut kami tidak terlalu signifikan. Dan ada beberapa keterbatasan teknis yang harus dipelajari dulu. Misalnya nih, kalau device kita gak support format HDR ini saat diputar videonya malah jadi aneh warnanya. Kalau cuman untuk diputar di HP-nya sendiri sih masih aman. Dari segi stabilizer, videonya juga sudah cukup bagus. Di bawah jalan seperti ini, videonya rapi dan stabil. Nah, saat kita coba di 4K 60 FPS, sayangnya videonya belum stabil nih. Stabilizernya seperti tidak aktif di 4K60. Apakah ini keterbatasan SOC-nya? Hm, nanti kita bahas lebih lanjut deh. Sekarang kita ke kamera utamanya. Untuk kamera utamanya sih jos banget ya, asli dah. Detailnya luar biasa. Saturasinya dan ketajamannya juga oke banget. Di sini di 4K 60 fps, kami tidak menemukan perbedaan signifikan. Di kondisi terang, detail dan ketajamannya terlihat tidak menurun. Dynamic range lumayan oke, area gelap bisa diekspos dengan baik. Untuk area terang, exposure-nya juga lumayan oke. Tapi kalau diperhatikan banget ya, masih ada beberapa area yang over expose. Kita juga sudah coba di 4K 60 fps dan tidak banyak perubahan. Hasilnya mirip-mirip aja. Sebetulnya dengan fitur HDR video, kita bisa meningkatkan dynamic range-nya. Jadi lebih mantap sih. Lumayan kelihatan bedanya kalau di kamera utamanya ini. Tapi ya itu format video ini belum tentu bisa diputar dengan baik di device lainnya. Selama cuma di HP-nya sendiri sih masih aman. Berikutnya kita cek stabilizernya. di 4K 30 FPS aman, videonya stabil dan overall gambarnya juga masih tergolong rapi. Saat kita coba di 4K 60 FPS entah kenapa stabilizernya ini seperti belum bekerja maksimal ya. Belum sampai level gempa sih. Stabilizernya terlihat ada tapi tidak semaksimal di 4K 30 FPS tadi. Kita lanjut ke kamera ultrawide-nya. Untuk kamera ultrawide-nya hasilnya seperti ini ya. Kualitasnya jelas jomplang dibandingkan dengan kamera utamanya. Jadi jangan berharap detail yang tinggi juga di sini. Ini overall gambarnya sos-soo aja lah. Yang perlu diperbaiki Realme menurut kami ada di skin tone-nya. Entah kenapa skin tone-nya jadi kemerahan di ultrawide-nya. Ini kita sudah coba di beberapa situasi hasilnya sama. Skintone terlalu merah. Semoga bisa ditingkatkan via software update. Lalu dari micrange-nya sebetulnya enggak buruk ya. Di sini area gelap bisa diekspos dengan cukup baik. Area terangnya enggak sampai habis yang putih doang sih. Sebagian masih bisa diekspos dengan baik. Tapi entah kenapa kok wajah si Zaki ini terlihat seperti tempelan ya jadinya. Coba kita zoom in dari editing di area kepalanya seperti ini. Kalian lihat juga kan seperti ada garis outline-nya gitu. Ditambah kalau kita zoom in ke area daun kanan atas nih ada garis-garis ungu yang kalau di istilah kamera itu adalah coloring atau abrasi chromatik. Kemungkinan besar sih ini memang karena kualitas sensornya sendiri. Dari segi stabilizer, ultrawide-nya ini sudah cukup stabil. bukan stabil level gimbal yang super smooth juga sih, sekedar oke aja. L ini terlepas kamera ultra wide downgrade tapi Realme memberikan upgrade luar biasa di kamera tele-nya. Bisa kita lihat kualitas gambarnya juga luar biasa dan boke naturalnya juga mantap ya. Bahkan kamera telenya ini juga sudah support 4K 60 fps juga. Beh nice lah. Ini tiga kamera di sini sudah terasa nyerempet flagship. Dam micro SD kamera telinnya termasuk oke. Baik sisi gelap terang dapat diekspos dengan baik aman. Di 4K 60 fps juga enggak masalah dari micrang-nya konsisten bagus. Nice. Untuk stabilizer sudah cukup baik sebetulnya. Meski memang kita belum bisa berharap bisa sesabil kamera utama atau kamera ultrawide-nya. Kalau telefoto wajar kok seperti ini. Berikutnya kita juga cobain 4K 60 fps. Lagi-lagi ketika di 4K60 ini level stabilizernya seperti beda ya. Yang jelas enggak sampai level gempa sih, cuman memang belum seoptimal 4K30 tadi. Berikutnya kita bahas pengalaman multi kameranya. Ini upgrade yang saya tidak sangka sih sebetulnya. Pertama kalinya saya ngerasa di smartphone Realme transisi kameranya bisa semulus ini. Terutama di mode foto. Pindah dari kamera ultrawide ke utama ke tele. US smooth banget asli. Di mode video juga lumayan mulus. Tapi memang ada SKB CAS saja. Efektif di 1080 P30 kalau mau akses transisi ke semua kamera. Karena ultrawide-nya memang mentok di situ aja. Kalau kombinasinya antara kamera utama, kamera tele, dan kamera selfie, 4K 60 fps bisa pindah kamera langsung. Gokil, ternyata Snapdragon 7 Gen 4 ISP-nya bisa se powerful ini. Keren-keren. Lalu untuk konsistensi warna sudah lumayan oke ya kalau kita ngomongin kamera utama dan telennya. Kalau ultrawide-nya masih perlu diperbaiki lagi ton warnanya. Oke, sekarang kita lihat apakah suara saya terputus ketika kita pindah-pindah kamera. Jadi, saya akan berhitung dari 1 sampai 30 dan apabila ada angka yang kekip berarti videonya atau audionya kepotong di sana. Oke, kita mulai dari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15. Oke, jadi kayak gitu hasilnya. Gimana? Apakah suara saya ada yang keputus atau ada angkanya yang kekip? Sekarang kita masuk ke kondisi low light. Kamera selfie-nya masih mencukupi untuk low light. Gambar memang sudah terkesan soft sih, tapi detail masih cukup bisa dipertahankan dan noise-nya tergolong lumayan bersih. Di 4K 60 fps. Entah kenapa videonya tuh frame drop ya ke 33 fps meski setting auto frame rate-nya sudah kita matikan. Semoga ini hanya bug aja ya dan semoga juga bisa segera di-fix oleh tim Realme. Dari segi stabilizer, belum bisa dibilang yang rapi. Jedak-jeduknya masih agak terasa di sini. Tapi enggak sampai level berantakan parah juga sih. Masih bisa dipakai lah. Beralih ke kamera utama. Videonya tergolong bersih dari noise. Detail juga masih bisa dipertahankan dengan sangat baik. Menariknya, meski kita setel ke 4K 60 fps, videonya masih cukup terang dan di sini kualitas sensor sangat menentukan ya kalau di situasi seperti ini. Dari segi stabilizer videonya bekerja dengan cukup baik ya. Di low light giternya ada sih, tapi tergolong minim. Menariknya di 4K 60 fps videonya bisa lebih rapi saat di bawah jalan seperti ini. Nyaris tidak terasa jaternya tapi memang stabilizernya ini terasa masih ada ayun-ayunnya gitu ya. Berikutnya kamera ultrawide. Nah, menurut kami sih ultra white-nya kurang pas ya untuk low light. Lumayan jomplang jika dibandingkan dengan kamera utamanya tadi. Jadi kalau mau pakai kamera ultrawide-nya kalau bisa di kondisi cahaya yang cukup aja ya. Berikutnya kita tes kamera telefotonya. Untuk video kamera tereya sih tergolong masih oke ya untuk low light selama kita merekamnya di 30 fps. Gambar tergolong emang udah agak gelap sih, tapi detail masih bisa dipertahankan dan noise-nya masih tergolong bersih. Yang kami suka meski di kondisi seperti ini telefotonya itu konsisten ya. Jarang sekali kami menemukan telnya itu berubah jadi kamera utama yang dikrop. Lalu untuk mode 60 fps, gambar sudah terlalu gelap sih. Masih bisa kita maklumi karena ini bukan sensor tele kelas flagship juga. Ini Isso GN5 ya, bukan ISO HP9 beda kelas. 4K 30 kayak tadi aja udah bagus banget kok sebetulnya. Kalau urusan stabilizer lagi-lagi nih kamera tele belum pas untuk sambil dibawa jalan seperti ini. Kalau mau vlogging sambil jalan, pastikan pakai kamera utamanya aja. Untuk autofokus saat low light hasilnya aman ya. Kamera utama lancar autofokusnya. Kamera telinnya juga aman gak ada masalah. Fokusnya bisa lancar semua. Untuk hasil tes versi tabel bisa kalian cek aja hasil pengujian kami di tabel berikut ini. Sekarang kita bahas fotografinya. Pertama mari kita lihat kemampuan kamera utama 200 megapel-nya. By default kalau di mode auto kameranya ini pixel binding jadi sekitar 12 megapel ya. Kalau mau full rest ada mode khususnya dan hasilnya jadi seperti ini. Gokil ya croppingnya sejauh ini aja. detailnya masih bisa sebagus ini. Kapan kita cocok untuk pakai fitur ini? Kalau menurut saya sih kalau kita lagi butuh satu foto yang fleksibel ya, butuh sudut padang white tapi butuh dicrop juga untuk lihat detail-detail kecilnya. Kalau pengalaman pribadi saya sih biasanya kalau pas lagi foto produk sih, misalnya lagi di toko gitu barangnya banyak, kita jepretnya satu kali pakai 200 megapel. Kalau misalnya ada orang atau kita pengin lihat detailnya tinggal dizoomin aja. Nah, karena memang berguna, kita tidak bisa bilang 200 megapel-nya ini gimmik ya. Tapi apakah cocok dipakai setiap hari? Ya, enggak juga. Pertama prosesingnya itu berat. Lalu size fotonya juga gede banget. Kalau untuk foto sehari-hari mending auto aja lah. Kemudian untuk hasil dari telefotonya tergolong impresif sesuai harapan. Ini perbandingan foto satu kali dan 10 kalinya. 10 kalinya aja masih bagus banget ya hasil fotonya. Dari segi HDR juga enggak ada masalah. Di situasi sulit seperti ini, prosesing HDR-nya bekerja dengan optimal sehingga fotonya juga tetap bagus. Sekarang kita cobain fitur-fitur ekstranya. Ada banyak sih sebetulnya. Kita cobain beberapa deh ya. Yang pertama itu ada slow motion. Di sini slow motion-nya bisa kita pakai di 1080p 120 fps. Seperti yang kalian lihat sekarang ini gambar yang dihasilkan sudah cukup bagus dan yang menarik kita juga bisa pakai slow motion untuk kamera telefotonya juga. Kalau mau lebih lambat kita bisa setel aja ke 720p 240 fps. Fitur berikutnya ada vibe master mode. Di vibe master mode ini terdapat banyak sekali preset warna yang bisa kita pakai sesuai selera atau mood kita. Saat ini ada 21 preset, tapi kita cobain tiga deh. Ini adalah perbandingan mode foto auto dengan mode Lively, vintage dan juga vivit. Nah, yang perlu dipelajari adalah fight master mode ini juga merangkap manual fotografi. Biasanya kan kalau manual foto itu ada yang namanya promote ya. Di sini tidak ada mode promote khusus untuk foto, jadinya dicampur ke five master mode ini. Untuk ISO kita bisa atur dari 50 sampai 6.400 dan shutter speed dari 1/8.000 detik sampai 30 detik. Berikutnya ada fitur pro video. Akhirnya di Realme ada pro video yang proper, Guys. Gila, akhirnya dikabulkan juga permintaan saya dari lama. Ini dulu enggak ada nih fitur ini. Adanya mode movie yang memaksa kita manual video 21 b 9. Sekarang pro videonya sudah sebagaimana mestinya. Aspek rasio 16/ 9 bisa dan kita bisa pakai untuk kamera ultrawide, kamera utama dan telinnya juga. Untuk saat ini sih selfie belum bisa. Berikutnya ada fitur dual view video. Dengan fitur ini kita bisa merekam dari dua kamera sekaligus kombinasi antara kamera utama plus kamera selfie-nya. Meskipun ada opsi 3,5 kali zoom di sini, tapi ini adalah digital zoom dari kamera utama ya, bukan pakai kamera tele-nya. Layout-nya bisa kita custom side by side seperti ini atau kamera satunya jadi kecil seperti ini. Menariknya saat merekam video kita juga bisa mengatur posisi preview kameranya yang kecil ini. Berikutnya ada fitur lighting effect. buat luclu lucuan di foto aja sih. Ini ada dua mode lighting effect yang bisa kita pakai. Fitur ini bisa mengubah bentuk cahaya dari lampu yang biasa jadi bentuk hati atau starbst seperti ini. Oke, tentunya tidak ada kamera smartphone yang perfect ya. Kameranya ini masih butuh perbaikan di beberapa bagian. Yang pertama, stabilizer 4K60-nya tuh belum optimal. Bahkan di selfie sepertinya memang tidak aktif ya. Lalu dynamic rage video harusnya bisa ditingkatkan lagi nih, terutama di kamera selfie-nya. Kemudian kamera selfie-nya sendiri masih fix fokus, belum autofokus. Lalu kualitas kamera ultrawide-nya ya yang penting L ini. Kemudian spesifik selfie di kondisi low light. Saat merekam di 60 fps malah frame drop ke 30-an FPS meski auto frame rate sudah dimatikan. Semoga segera bisa di-fix ya. Sejauh ini itu aja bisa saya protes. Dari segi kelebihannya sih banyak juga ya. Pertama pengalaman foto dan videonya overall sih mantap di sini. Lalu mode 200 megapel-nya beneran bisa kasih detail yang lebih. Lalu udah bisa 4K60 di berbagai kameranya kecuali ultrawide. Kemudian telefoto 3,5 kali zoom-nya itu beh cakep banget. Mau foto atau video sih mantaplah. Ini cukup sulit mendapatkan telefoto sebaik ini di kelas harganya. Personally saya sering pakai tele untuk foto potret orang sih. Lalu stabilizer videonya juga lumayan rapi. Dan ternyata Snapdragon 7JN4 kameranya bisa sekuat ini processing-nya. Kuat untuk 4K60, kuat pindah-pindah kamera juga. Processing fotonya juga cepat. Animasi perbedaan kameranya juga sangat mulus. lumayan kaget Realme tahu-tahu bisa semulus ini transisi kameranya. Lalu fitur ekstranya banyak banget dari Fight Master mode, AI landscape, Pro, dual view video, video dan masih banyak lagi. Kesimpulannya, kemampuannya ini sudah nyerempet flagship tapi ada beberapa SKB sebaiknya kalian pelajari dulu. Singkatnya gini aja deh. Kamera utama luar biasa, kamera tele luar biasa, kamera selfie-nya okelah, kamera ultrawide-nya yang penting ada di sini. Tidak mungkin kita bisa mendapatkan semua fitur kamera canggih dari Realme di Number series ya. Kalau mau canggih semua, misalnya mau ultrawide yang bagus ya ambilnya flagship dong. Pada akhirnya ini tetap salah satu smartphone midrange dengan kamera yang mantap menurut kami. Good job Realme. Selamat datang kembali Realme number Pro Plus. Oke, kita masuk kemudian baterainya ya. Sekarang untuk YouTube offline video playback 1080p resolusinya. Baterai habis setelah 28 jam. Hasil yang oke sebetulnya. Kita mengingat baterainya agak terasa sedikit kurang ya. Untuk streaming YouTube 1080p 30 FPS non HDR dalam 1 jam baterai berkurang di 6%. Mainan TikTok selama 1 jam baterai berkurang 6%. Untuk Gensin Impact highest 60 selama 12engah jam baterai berkurang 13%. Hasilnya sih sebetulnya udah lumayan awet tapi ya lagi-lagi mengingat baterainya di 7.000 1000 mAh. Sebetulnya kami berharap ini bisa lebih awet lagi. Oke, sekarang kita lihat kecepatan chargingnya dengan charger 80 watt. Kita lihat dari 0 sampai 50% itu butuh waktu 25 menit saja. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 1 jam 4 menit. Jadi, ya sebetulnya lumayan kencang. Ingat baterai 7.000 bukan 5.000 atau 6.000. Lanjut lagi untuk Netflix. Sudah WF L1 dan udah support streaming sampai full HD. HDR1 juga tersedia di sini. Untuk YouTube streaming bisa nyampai 4K60 dan support HDR juga. Haptic feedback ini bagian yang belum terasa kelas atas ya, getarannya agak panjang dan kurang presisi. Dipakai ngetik cepat itu belum nyaman-nyaman amat. Tapi kalau kalian enggak wajib pakai getaran harusnya enggak masalah. Matiin aja. Gampang kan? Nah, untuk harganya untuk varian yang 12512 ini harganya adalah Rp8.999.000. Ya, selamat datang di 2026 ya, di mana semua produsen akan naikin harga produk akibat krisis kenaikan harga RAM dan storage. Tapi kami tetap salut karena Realme bisa ngasih 512 gig bukan 256 doang di sini ya. Nah, selain Pro Plus, Realme juga hadirkan Realme 16 Pro 5G. RAM-nya 12 gig, storage-nya 256 gig dengan harga di Rp6.999.000. Bedanya ada di SOC yang dipakai itu pakai Dimensity 7300 Max dan di sini tidak ada kamera telefoto. Sisanya sama semuanya. Nah, dalam peluncurannya ini, kali ini Realme juga merilis Realme Buds R8 dan Realme Bud Clip. Realme Buds R8 ini merupakan TWS in ear terbaru mereka yang dijual dengan harga kisaran Rp699.000. Sementara Realme Bud Clip ini adalah OW ya yang pertama dari mereka dengan harga di Rp899.000. Oke, kita balik lagi ke smartphone yang satu ini. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama performa SOC. Ini memang bukan yang paling kencang untuk kelas harganya, tapi masih cukup layaklah sebetulnya ya. Lumayan kencang juga loh untu sejutaan ya. Kemudian dia belum punya isim. Lalu fitur always on display-nya belum benar-benar always on. Heptic feedback ini juga belum berkelas. Untuk ultra wide-nya ini berasa downgrade jadi 8 megapel dan fix fokus pula. Dan masih ada beberapa keterbatasan teknis pada kameranya. Sebaiknya kalian pelajari dulu dan pastikan itu penting atau tidak untuk kalian. Lalu isu multitouch saat gaming. Nah, semoga ini segera diperbaiki ya lewat software update. Dari segi kelebihannya i kameranya tergolong keren untuk foto dan video. Kualitas kamera utama dan telefotonya itu impresif. RAM dan storage-nya besar. Udah support perekaman video 4K 60 fps. Fitur kamera juga berlimpah di sini. Performa stable banget. Baterai tergolong ya lumayan awet sebetulnya nih ya. Desain keren dan unik. Charging-nya juga kencang. Speakernya stereo. Layar AMOLED 144 Hz. IP ratingnya lengkap ya. ada IP6 dan ada IP 69K. Konektivitasnya lengkap. Lalu dia hadir dengan Realme UI7 dan langsung Android 16 dan update OS-nya juga 3+ 4 di sini. Pada akhirnya pertanyaannya, smartphone ini cocoknya buat siapa? Fokus utamanya jelas untuk kalian mencari smartphone dengan kamera yang keren. Ya, di kelas harga R sampai R juta enggak banyak yang punya kemampuan seperti smartphone yang satu ini. Kemampuan foto dan videonya sangat bisa diandalkan. Tentunya kemampuan lain juga termasuk oke ya. Performanya cukup kencang, baterainya lumayan awet, layarnya juga bagus. dan Realme UI yang nyaman digunakan itu semuanya membuatnya jadi smartphone yang allrounder. Desain yang unik juga membuatnya cocok buat kalian yang anti mainstream. Di saat banyak brand yang membuat produknya jadi mirip buah-buahan, nah Realme ini berusaha beda ya, berani dia ya, bahkan sampai kolaborasi dengan desain terkenal. Ini niat banget. Jadi masih ada rasa idealismenya dari si desain. Bukan cuman ikut-ikutan yang lagi ramai aja. Akhir kata, good job Realme. Semoga tetap konsisten menghadikan number series berkualitas seperti ini. Jangan sampai tahu-tahu pro plus-nya hilang lagi. Oke.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.

realme 16 Pro+

realme 16 Pro+ hadir sebagai smartphone premium yang mengutamakan kualitas kamera, performa cepat, dan daya tahan baterai besar dalam desain modern. Smartphone ini membawa kamera utama 200MP dengan sistem FullFocal Portrait untuk menghasilkan foto detail di berbagai jarak pengambilan gambar. Performa perangkat didukung Snapdragon 7 Gen 4 yang dipadukan RAM...

realme 16 Pro

realme 16 Pro hadir sebagai smartphone modern yang menggabungkan kamera resolusi tinggi, performa cepat, dan baterai besar dalam satu perangkat. Smartphone ini membawa kamera utama 200MP yang dirancang untuk menghasilkan foto portrait lebih detail dan tajam. Kapasitas baterai 7000mAh juga menjadi salah satu daya tarik utama untuk penggunaan sepanjang hari....