Smartphone TERBAIK yang pernah INFINIX Buat! - Review Infinix GT 30 Pro (YouTube Video)
Satu lagi senjata Infinix yang keluar tahun ini dan bisa jadi ini adalah salah satu HP mereka yang paling ngebut. Ini dia shock Infinix GT30 Pro. Kalau ada kata GT itu artinya HP ini ada di segmen smartphone gaming karena yang ada di HP ini sangat-sangat gaming sekali. Kita bahas satu-satu. [Musik] Desain AP ini sangat-sangat futuristik sekali ya. Jadi tampilannya itu futuristik terus ada elemen cyber mechanical gitu. Pokoknya sangat-sangat masa depan sekaliah. Futuristik ya. Masa depan gimana sih? Tem belakangan saya suka banget sama desain seperti ini. Terbukti dengan beberapa casing handphone yang saya pakai punya konsep yang sama dengan desain dari Infinix GT30 Pro ini. Terus dia jadi semakin gaming banget dengan adanya lampu LED di bagian belakang yang tentu aja bikin si HP kelihatan lebih meriah dari HP-HP biasa. Sistem lampu-lampu di HP ini tuh dikasih nama mechanical light waves. Anjay. Frame up ini terbuat dari plastik, tapi somehow secara kasat mata frame-nya terlihat mewah dan terlihat kayak metal gitu. Dan saya akui build quality HP ini bagus banget, kerasa banget beda sama HP-HP Infinix terdahulu. Yang saya punya ini edisi gaming Beast Exclusive Box E warna dark Flare ya. Di mana dalam paket penjualan selain dapat HP yang motifnya sangat-sangat keren, kita juga akan dapetin sebuah box tambahan bernama GT Pro Gaming Kit. Di dalam boknya ini kita akan dapatin sebuah magnetic case, magnetic cooling fan, dan sebuah kabel situs yang panjang. Ada tiga warna yang tersedia, yaitu dark flare seperti yang saya punya, terus ada shadow Ash yang warna buu-abu kalau enggak salah dan warna blade white. Pokoknya secara visual ini adalah HP paling gaming yang pernah Infinix buat. Bahkan Infinix tuh punya sebuah konsep desain HP gaming bernama Dyna Viw. Jadi dia tuh bikin si HP pada awalnya tuh kelihatan normal gitu kayak gini polos aja gitu kayak kaca. Tapi pas mechanical light waste-nya hidup motif-motif mechanical Saber di bagian belakangnya tuh nongol beserta lampu-lampu RGB-nya. Beh, keren banget, Bro. Dengar-dengar nih desain begini tuh bakal nongol di seri GT berikutnya. Mantap. Infinix gokil. Lanjut ke layar. HP ini punya layar AMOLED berukuran 6,78 inch beresolusi 1224 * 2720 piksel atau sering disebut sebagai resolusi 1.5k. Dan layar ini terasa spesial karena dia punya refresh rate sampai 144 Hz. Di mana enggak banyak HP menengah yang punya refresh rate setinggi ini. Layarnya juga udah support HDR 10 Plus, dia juga support Dolby Vision dan sudah berlapis kaca pelindung warning orill GS 5. Brightness di layar ini juga cukup tinggi mencapai 1600 nits. Visibilitas di bawah sinar mataharinya juga bagus. Dalam kondisi terik layarnya masih kelihatan jelas. Secara visual saya suka sama kualitas layarnya. Selain itu responsivitasnya bagus, warnanya juga bagus, terus layarnya juga tajam gitu. Kalau kalian perhatikan ketajaman layarnya itu 111 dengan HP-HP flagship loh. Pokoknya dua jempol lah buat layarnya. Saya suka. Sekarang kita bahas soal performa, ya. HP ini pakai SOC buatan Mediatch yaitu Demens City 8350 yang dibuat dengan teknologi fabrikasi 4 nanm. Angka-angka yang didapat dari aplikasi benchmark statis juga impresif. Contohnya Hantu to benchmark yang tembus di angka 1,4 juta lebih ya. Untuk aplikasi Geekbench performa single core-nya ada di 1097 dan performa multicore-nya ada di 3.936. Mereka juga ngeklaim kalau HP ini pakai sistem pendinginan yang cukup advance. Tapi saat saya coba, saya melihat ada gejala throtling loh. Stability-nya itu ada di 85%. Tapi begitu saya coba lagi menggunakan cooler bawaannya, performanya jauh lebih stabil. Ini menandakan kalau cooler bawaannya itu bisa berjalan dengan sangat baik dan optimal. Soal experience gaming, HP ini sudah sangat memenuhi standar sebuah HP gaming ya. Selain performanya yang kencang, beberapa hal lain juga bikin nyaman waktu dipakai buat main game. Misalnya dual stereo speaker yang suaranya nyaring, terus ukuran HP yang enggak terlalu besar dan nyaman digenggam, dan tentu saja adanya GT Trigger, sebuah fitur yang lazimnya ada di HP-HP gaming kelas atas seperti ROG Phone. Jadi, trigger ini fungsinya banyak banget. Salah satunya tentu aja bisa kita jadikan tombol tambahan waktu kita main game. Misalnya buat aiming di game FPS biar lebih cepat kita set ke trigger. Pokoknya semakin banyak fungsi yang bisa kita akses secara cepat saat kita bermain game. Dalam praktiknya saya coba pakai GT Trigger ini buat main Garena Delta Force. Ini tuh asli kepakai banget buat fast aiming dan fast trigger ya. Scooping dan firing musuh tuh jadi kerasa jauh lebih cepat dan lebih responsif gitu loh. Pokoknya enak bangetlah buat main game FPS. So ngebut ini dipadukan dengan RAM LP diDDR5X berukuran 12 GB. Storage di HP ini juga cepat secara hardware. Terlihat kalau dia bisa membaca storage di kecepatan 564 MB/s dan kecepatan tulis di 949 MB/s. Pokoknya HP ini eh ngebut lah. Saya juga udah coba beberapa game yang lumayan berat seperti Mobile Legends, Genin Impact dan Garena Delta Force tentunya game-game tersebut bisa berjalan dengan sangat lancar di HP ini. Untuk konektivitas HP-nya juga lengkap mulai dari WiFi 6, Bluetooth 5.4, NFC, dan dia juga punya port USB Type C dan lain-lain. Selain tentunya kemampuannya untuk terhubung ke jaringan 5G dan tersedianya dua buah slot nano SIM di dalam SIM tray-nya. Untuk software Infinix GT30 Pro ini sudah menggunakan Android 15 dengan Anoko XOS 15 yang mana untuk kali ini saya harus angkat topi enggak pakai topi saya buat tim pengembang software mereka karena pada akhirnya apa yang saya keluhkan selama ini diselesaikan dengan baik oleh mereka di XOS versi baru ini. Saya suka banget bagaimana tampilan dari XOS yang baru, lalu fitur-fitur yang dulu enggak ada, sekarang bisa kita temukan seperti manajemen shortcut yang lebih baik ya. tentunya kita bisa memindahkan banyak shortcut sekaligus kita bisa mengklasifikasikan shortcut sekaligus kita juga bisa menghapus bahkan menguninstall shortcut langsung dari desktop yang mana ini nyaman banget buat dipakai dan saya suka banget. Sekali lagi saya sangat apresiasi perkembangan software dari Infinix. Kalian luar biasa lah. Jadi enggak bisa saya roasting lagi dong berarti ke depan ya. Baterai di HP ini berukuran 5500 mAh. Bukan sebuah ukuran baterai yang besar. Tapi menurut saya sudah lebih dari cukup ya. Terlebih lagi HP ini juga sudah mendukung fast charging 45 watt dan tentunya chargernya sudah disertakan dalam paket penjualan. Dalam praktiknya HP ini bisa bertahan lebih dari sehari untuk skenario penggunaan intensif tentunya termasuk sesekali bermain game. Saya agak kaget ternyata 5500 mAh di AP ini bisa seawet ini. Berterima kasihlah pada optimalisasi software yang optimal. Untuk fast charging, HP ini bisa terisi penuh dari 5 sampai 100% dalam waktu 1,5 jam aja. Dan ini tergolong cukup cepat menurut saya. Lanjut ke kamera. Walaupun fokus utama HP ini adalah experience buat main game, tapi kemampuan dari kamera HP ini kayaknya juga lumayan oke ya. Total ada tiga kamera di bagian belakang dengan kamera utama berolusi 108 megap yang sudah punya optical image stabilization. Terus kamera kedua ada lensa ultrawide beresolusi 8 megapel. Untuk sebuah HP gaming saya cukup puas dengan kualitas kameranya. Dia bisa nangkap foto yang cukup bagus, detail yang cukup banyak dan warna yang cukup oke menurut saya. Hanya saja saya merasa warnanya sedikit kurang tinggi gitu saturasinya. Kayaknya warnanya tuh agak terlihat agak pucet gitu loh. Warna hijau yang kerasa kurang gonjreng. Warna merahnya juga warna biru ya pokoknya warnanya enggak hidup lah gitu. Saturasinya enggak begitu tinggi gitu. Foto ultrawide-nya juga cukup oke. Tapi memang sulit berharap banyak dari kamera beresolusi 8 megapel terutama untuk ketajaman. Karena satu-satunya kekurangan dari kamera ultrawide-nya hanyalah resolusinya aja. Untuk foto loletnya juga menurut saya sudah oke. Foto yang ditangkap tajam, minim noise, dan bagus. Overall saya lumayan puas sama foto lolet-nya. Keluhannya paling ya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan prosesing sesaat setelah foto ditangkap. Terus keluan kedua adalah waktu kita mau switch dari kamera utama ke kamera ultrawide itu kayak ada delay gitu, agak kerasa lama gitu. Gitu aja sih apresiasi saya sebesar-besarnya untuk kamera depan di HP ini yang walaupun resolusinya hanya 13 megapel, tapi surprisingly hasilnya itu bagus loh. Retailnya dapat, damic ra juga lumayan oke, dipakai buat ambil foto portraet selfie juga dia cukup bagus ya. Pokoknya saya suka deh. Ini adalah hasil perekaman video dari kamera depan di Infinix GT30 Pro yang mana maksimal resolusi yang bisa ditangkap adalah 4K 30 FPS. Sebuah kemampuan perekaman video yang jarang dimiliki oleh HP-HP menengah sebenarnya. Bahkan untuk kelas Poco saja. Untuk handphone di range harga yang sama dia tidak bisa menakan video 4K di kamera depannya. Jadi menurut saya ini salah satu hal yang harus kita apresiasi dari Infinix karena bisa membuat eh sebuah smartphone yang mampu merekam video 4K di kamera depannya. Aduh, intinya begitu. Saya suka dan yang bagusnya adalah eh ada stabilizernya. Stabilizernya. Jadi kalau kita dipakai loncat-loncat, jalan-jalan, dia enggak begitu berguncang. Keren. Infinix. Kita mulai membahas kemampuan merekam video di kamera belakangnya dari kamera ultrawide-nya dulu ya. kamera ultra ultra wide HP ini bisa merekam video hingga ada solusi 2K di 30 fps dan bagusnya lagi stabilizernya bisa aktif jadi ee bisa diajak jalan atau nge-vlog atau dikondisi berguncang dia tidak akan begitu bergun gimana sih gua belibet banget kata-katanya intinya adalah dia bisa menangkap video dengan lensa ultrawide di resolusi 2K di 30 fps dengan cukup stabil itu intinya Ya, Irwan. Irwan belibet banget. Intinya begitu. Saya suka kualitas videonya seperti kalian lihat dan ini kualitas suaranya. Ee saya berada di tempat yang cukup berisik yaitu daerah Rasunasaid yang kebetulan memang di pinggir jalan. Jadi suaranya cukup berisik dan kualitas videonya. Oke, sekarang kita lanjut ke kamera utamanya. Nah, untuk kamera utamanya ini yang geiler karena dia bisa merekam video 4K di 60 fps dan stabilizer hidup. kayaknya baru sekali saya melihat ada handphone Infinix mampu merekam video 4K 60 fps plus stabilizer hidup. Artinya dia benar-benar memanfaatkan OIS dan AIS dari handphone ini. Eh, dia punya OS enggak sih? Kayaknya punya sih karena terlihat cukup stabil gitu. Kalau saya pakai jalan kita enak banget buat nge-vlog. Yang pasti videonya oke. Baguslah pokoknya saya suka. Infinix, you are doing a great job. Yi ya great job. Kesimpulan awal saya, HP ini adalah HP gaming yang lengkap. Kalau kita perhatikan dari semua bagian yang ada, rasanya sudah bisa dikatakan sebagai HP gaming yang mumpuni mulai dari desain yang sangat-sangat gaming sekali. Terus layarnya juga refreshing-nya tinggi, terus performa juga ngebut dengan diensity 8350. Terus fitur-fitur AI-nya juga oke buat ngasih experience lebih baik waktu kita main game gitu. XOS-nya juga sekarang juga jauh lebih baik. Dan enggak ada lagi alasan buat saya enggak suka sama sistem operasi dan antar muka mereka gitu. Jadi semakin sulit di roosting. Terus baterainya 5500 mAh yang udah support fast charging 45 watt dan tentu aja support bypass charging. Jadi enggak akan ngerusak si baterai waktu kita pakai sambil ngecas. Dan kameranya juga yang enggak masuk kategori jelek ya. Artinya sebuah HP gaming dengan kamera yang cukup oke jadi bisa jadi nilai jual tersendiri gitu. Jadi menurut saya HP ini bagus dengan harga Rp3 jutaan untuk varian 8256 GB-nya dan R jutaan untuk varian 1212 GB-nya. Bisa jadi Infinish GT30 Pro adalah HP gaming midrange terbaik yang ada di tahun ini. Infinix, baru kali ini saya memuji berkali-kali sama handphone Anda, terutama XOS-nya. Mantul.
