Jungkat

Smartphone Terjangkau yg Super Tipis & Ringan! | Review Infinix Hot 60 Pro+ (YouTube Video)

  • 20/08/2025

Ini adalah HP 2 jutaan paling tipis dan paling ringan saat ini. Tebalnya eh tipisnya cuma 5,95 mm saja. Ini bahkan lebih tipis dari pulpen ya. Bobotnya 155 gr. Agak di luar nalar ya. Harga segini kita bisa dapat body smartphone seperti ini. Nah, meski bodinya tipis, baterai enggak dipangkas. Ini 5.160 mAh. Dan enggak cuma tipis dan ringan, tapi aspek lain juga diperhatikan. Performanya cukup kencang. Layarnya 1,5 K AMOLED 144 Hz. NFC ada, gyeroskope hardware ada. Kamera juga keren. Ya. Ya, ini kan yang kalian tunggu kan kami udah dihujani komentar kapan review smartphone yang satu ini. Jadi langsung aja ini dia Infinix Hot 60 Pro Plus. [Musik] Oke, Infinix Hot 60 Pro Plus. Ini salah satu anggota keluarga Hot 60 series. Sebelumnya kita udah pernah review yang Hot 60 Pro. Varian yang lebih terjangkau dengan body yang juga tipis. Tapi masih belum setipis yang satu ini. Tapi selain ketipisannya, apalagi yang beda? Langsung kita bahas dari isi paket penjualannya dulu. Tentunya di sini ada unit smartphone-nya dan ada juga screen protektornya. Ini tempered glass ya, tapi memang harus pasang sendiri. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 45 watt. Kemudian ada kabel USB type C dan case transparan. SIM tray ejector serta paket dokumen. Jadi isi paket penjualannya terbilang lengkap yang satu ini. Nah, untuk desain kalau Hot 60 Pro itu pakai layar flat. Nah, varian Pro Plus ini punya layar yang melengkung alias curved ya. Untuk tampilan kesuran smartphone ini menggunakan bahasa desain yang sama dengan varian Pro sebenarnya. Bisa dilihat dari desain modul kameranya. Smartphone ini juga menggunakan skema warna baru color puff desain dengan enam pilihan warna. Ada sleek black, ada coral tightes, misty violet, Titanium silver, Sonic yellow, dan Moco Cyber Green. Nah, warna Moko Cyber Green ini adalah edisi spesial ya dengan back cover vegan leather. Sementara untuk varian warna lain menggunakan back cover fiber glass. Untuk frame-nya ini pakai polikarbonat, tapi untuk kerangka dalamannya diklaim Infinix sudah menggunakan aerospace grade aluminium. Jadi seharusnya meski super tipis bodinya bukan berarti mudah patah. Smartphone juga punya sertifikasi ketahanan debu dan air IP65. Jadi kalau kena bercikan air atau kehujanan tipis-tipis masih aman. Untuk dimensinya tinggi 164 mm, lebar 75,8 mm, dan ketebalannya hanya 5,95 mm. Sementara bobotnya sekitar 155 gr. Jadi super tipis dan super ringan. Bahkan Infinix menyebutnya ini adalah world's slimmest 3D curve phone redefined alias smartphone layar langung paling tipis di dunia saat ini. Nah, sekarang kita lihat di sisi kanan ya, ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada speaker, di kiri ini kosong. Di bawah ada sim tray dual slot. Ini dua nano SIM ya, serta ada mikrofon, ada USBC, dan ada speaker. Jadi di sini tidak ada slot untuk micro SD. Terlihat ya di sini juga Infinix sudah menawarkan dual speaker. Untuk kontes suaranya bagi kami sih udah tergolong pemadai terbilang oke untuk kelas harganya. Beralih ke S depan ini adalah layar 6,78 inci AMOLED. Resolusinya 2.400* 1080 piksel dan ini disebut Infinix sebagai 1.5K. Hmm. Oke. Untuk refresh rate 144 Hz adaptif dari 60 sampai 144. Mayoritas skenario layar itu akan berjalan di kisaran 90 sampai 120 Hz. Nah, bagaimana dengan yang 144 Hz? Ini bisa ya saat kami coba sinya sudah ada tiga aplikasi yang bisa jalan 144 Hz, yaitu di settings, SMS, dan di telepon. Untuk perindungan layar ini menggunakan Corning Gorilla Glass 7i ya. Jadi, ada perlindungan di sini, ya. Ada juga sertifikasi SGS Low Blue Light Hardware Certification. ini mata kita jadi enggak mudah lelah saat berlama-lama nonton atau main game dengan smartphone ini. Untuk brightness, dari pengujian kami, brightness-nya bisa mencapai kisaran 650 nits untuk indoor dan 1510 nits untuk simulasi outdoor. Jadi, layarnya memang terang banget. Nah, untuk peak brightness diklaim bisa nyampai 4.500 nit. Ini biasanya hanya untuk sebagian kecil banget dari layarnya saja. Dan memang kami enggak ngukur itu ya, kita ngukur yang keseluruhan layarnya. Lanjut untuk color gamut. Di sini ada dua mode warna. pertama adalah original color. Gambut coverage-nya di 99,1% DC IP3 dengan gambut volume di 105,7% DC IP3. Lalu ada bright colored. Gambut coverage ada di 99,9% DC IP3 dengan gambut volume di 118,5% DC P3. Wow, ini sih tinggi banget. Sayangnya di sini belum ada mode yang mengarah ke 100% sRGB ya. Jadi agak hati-hati kalau ngedit foto atau video untuk di-upload ke sosmat ya. Nah, layar ini juga sudah support always on display tapi ini memang belum yang bisa nyala. Terus masih wajarlah untuk kelas harganya. Layarnya juga dilapi dengan in display fingerprint scanner nih ya. E wajar ya layarnya juga namanya AMOLED di sini. Nah, untuk beza layarnya ini udah super super tipis. Bahkan Infinix nyebut bahwa layar ini punya screen to body rasio mencapai 93,4%. Lanjut ke atas layar. Di sini ada earpiece untuk nelepon. Lalu di dekatnya ada kamera selfie. Ini adalah kamera selfie 13 megap f2.0 fixed focus. Perekaman videonya up to 2K 30 fps atau 1080p 60 fps juga bisa. Ada LED flash juga untuk kamera selfie-nya nih seperti biasa ya. Nah, ini akan membantu untuk ngambil foto atau video saat gelap dan ini salah satu poin yang membedakannya dari versi Pro. Beralih ke sisi belakang ini adalah kamera utamanya. 50 megapel Sony IMX 882 bukannya F1.79 autofokus. Perekaman video lagi-lagi sampai 2K 30 fps atau 1080p 60 fps juga bisa. Kemudian ada light sensor, ada infight blaster, ada dual LED flash. Ya, untuk fitur-fitur di sini ada banyak. Dibaca aja di tabel yang satu ini. Oke, sekarang kita lihat spek internalnya. SOC-nya pakai Mediatchek Helio G200. Untuk RAM 8 GB LPDDR 4X. Untuk storage ada dua opsi nih. Yang kita tes ini varian 256. Ada juga varian yang lebih terjangkau dengan storage 128 GB. Dan tentunya dua-duanya udah pakai UFS 2.2. Untuk baterai 5160 mAh dengan dukungan charging di 45 wat. tentunya dia support reverse charging sampai 10 watt. Bypass charging ada dong di sini ya. Untuk sensor dia punya asalometer, e-compass, gyroskope, hardware ya gyiroscopnya ya, light sensor, proximity sensor ya banyaklah sensornya. Untuk kivitas tentunya karena ini G200 ya, dia bisa 4G, 2G, 3G, 4G bisa semuanya. Wii-nya Wii 5. Bluetooth versi 5.4. NFC tentunya ada. USB OTG juga bisa. dan dia juga punya FM radio. Untuk menggunakannya, kita perlu menghubungkan smartphone dengan earphone melalui port USB terlebih dahulu. Oke, untuk sistem security dia menggunakan in display fingerprint atau bisa juga pakai face unlock. Untuk OS dia pakai XOS 15 dengan basis Android 15. Nah, di sini Infinix menjanjikan update Android tiga kali. Iya, tiga kali dan security update-nya sampai 5 tahun. Iya. Ya, ya. Kalian enggak salah dengar sama sekali. Infinix sudah berani kasih komitmen yang panjang sekarang ya. Jadi kita akan bisa mendapatkan update OS sampai Android 18 di sini. Kemudian ada juga 60 months fluency certified. Ini menjamin smartphone akan tetap lancar digunakan hingga 60 bulan. Kemudian untuk aplikasi third party ternyata di sini ada beberapa memang ya dan kalau tidak dibutuhkan gampang tinggal diuninstall aja. Kalau iklan bagaimana? Kami sempat nemu ada iklan yang muncul tapi itu bukan dari aplikasi Bohan Infinix ini dari aplikasi third party-nya. Jadi kalau rasa ini mengganggu uninstal aja aplikasi tadi ya. Nah, untuk Infinix AI dia punya banyak fitur di sini ya, seperti Folx Voice, voice assistant bawaan dari Infinix, lalu ada AI Eraser 2.0. Fitur ini bisa menghapus objek dari foto lalu mengisi bagian yang kosong dengan bantuan AI. Kemudian ada AI extender yang bisa mengekspansi hasil foto kita hingga 140%. Circle to search tentunya ada bisa kok ya. Jemini AI juga ada di sini. Untuk fitur-fitur AI lainnya bisa dicek aja di Infinix AI dalam menu settings smartphone ini. Nah, selain fitur AI tadi, di sini juga ada ultra link yang bisa digunakan untuk teleponan antar smartphone Infinix tanpa tanpa koneksi internet ataupun selular. Cukup pakai Bluetooth saja. Menarik ya, tapi ingat sesama HP Infinix. Oke, kita masuk ke pengujian performa. Kita mulai dari benchmark dulu ya. Untuk Antutu 10 tentunya seperti biasa ya karena SOC-nya dia pakai 3D light di sini ya. Kita dapat R49.000-an. Lalu untuk Geig Bench 6 single core di 736 multiore di 2010. Kemudian untuk 3max sling shot Extreme Open GL grafic skornya ada di 2652. Trimax Wild Life stress test tanpa kipas. Best score di 1371, lowest score di 1363, stability-nya tinggi di 99,4%. Untuk GFX Bench T-Rex 1080p offsreen dia dapat 67 fps. Lanjut untuk pengujian gaming. Nah, di sini kita menggunakan mode performance yang bisa diakses dari menu overlay X Boost. Ya, sekarang kita lihat dari subway servers dulu. Untuk bisa merasakan gaming 120 FPS di game ini, kita perlu mengubah setting refresh rate layar ke mode high terlebih dahulu. Lalu pilih customize app refresh rate dan atur game ini ke 120 Hz. Setelah itu nyaman main 120 Hz enggak ada masalah dan dia jalan di 120 FPS juga. lancar. Lanjut untuk Mobile Legends. Sayangnya setting frame rate yang terbuka di game ini baru sampai high saja ya, alias 60 fps. Kita udah coba appeal frame rate game ini, tapi saynya opsi frame rate yang lebih tinggi masih belum terbuka. Nah, kalau dimainkan dengan frame rate yang high dan grafis mentok kanan seperti ini ya, frame rate yang didapatkan ada di kisaran ya tentunya 60 fps juga masih keentengan untuk Asch yang satu ini. Lanjut untuk PUBG Mobile. Nah, di sini setting smooth extreme udah terbuka ya. Jadi kita bisa mainin game ini di 60 fps dan saat dimainkan game ini ya lagi-lagi lancar banget di 60 fps. Lalu untuk gyro aing bisa dilihat ini aman banget kan udah pakai hardware based gyo. Lanjut untuk Gensin Impact dengan setting grafis di lowest 60 fps dan skenario seperti biasa frame rate yang dapat itu bisa mencapai 55 fps di 5 menit pertama. Setelah itu frame rate terlihat fluktuatif di kesaran 35 fps dengan sekali frame drop di bawah 30 fps. Setelah setengah jam sekarang mari kita lihat suhu permukaannya. Di body belakang suet hanya menyentuh 43 derajat celcius di area dekat modul kamera saja. Sementara di bagian layar suhu juga terlihat aman di kisaran 40 derajat celcius. Jadi walaupun body smartphone ini tipis tapi saat dipakai main G Impact selama setengah jam suhunya cuman anget-anget tipis-tipis aja ini ya. Tapi memang terlihat bahwa performanya di sini diturunkan sedikit. Lalu kalau kita tes pakai kipas, bagaimana hasilnya? Frame rate-nya bisa lebih baik dengan rata-rata di 44 fps. Performanya stabil dan tidak turun selama setengah jam pengujian. Jadi kalau mau main lebih lancar, saran kami pasang kipas saja di sini. Pasang pendingin ya. Untuk ranking kami kasih C minus kalau tanpa kipas. Tapi kalau pakai kipas rankingnya adalah C. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya ya. Di tangan saya kali ini sudah ada Infinix Hot 60 Pro Plus. Jadi, mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Seperti biasa sebelum kita mulai yang kita cek terlebih dahulu adalah mikrofonnya. Di sini saya tidak menggunakan mikrofon eksternal ya. Jadi ini langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Nah, di sini Infinix menghadirkan dual microfon ya di smartphone-nya ini. Jadi kalau misalnya salah satu mikrofonnya ketutupan seperti ini, setidaknya masih ada backup dari mic yang satunya. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri ini sudah tergolong oke dengan suara vokal yang dapat ditangkap dengan jelas. Nah, kalau yang dari teman-teman dengar gimana suaranya? Oke, langsung aja kita mulai pembahasan kameranya. Let's go. Nah, pengunjian kali ini agak spesial ya, karena kami mencoba langsung kamera smartphone ini di Congching Cina. Jadi, semua sampel foto dan videonya langsung kami ambil dari sana. Oh ya, untuk VO kali ini saya juga pakai mikrofon dari smartphone-nya. Jadi kalian bisa nilai sendiri gimana kualitas audionya. Oke, langsung saja kita mulai pembahasannya mulai dari kamera selfie. Untuk kualitasnya sendiri sudah tergolong oke, detailnya dapat dan ketajamannya pun juga pas. Untuk kemampuan damic range video ini standar ya. Bagian background terlihat rada over expose. Tapi setidaknya bagian wajah dapat terlihat dengan jelas di sini. Tapi itu di kondisi yang ekstrem ya, karena kalau kita tes di outdoor seperti ini hasilnya aman-aman aja kok. Sedikit catatan kami menemukan adanya frame drop saat smartphone mulai panas. Jadi kami sarankan untuk menghindari merekam video di kondisi yang terik agar frame rate video bisa tetap aman. Lanjut untuk urusan stabilizer ini sudah stabil di resolusi 1080p 30 fps. Sementara kalau kita naikkan ke 1080p 60 fps videonya jadi agak gempa. Hal yang sama juga kami temui di resolusi 2K30-nya. Jadi untuk resolusi di atas 1080p 30 fps sayangnya belum didukung dengan fitur Ace. Saran kami kalau mau merekam di atas 1080p 30 fps kita bisa pakai tripod agar videonya bisa lebih minim getaran atau video yang sudah kita rekam tadi kita edit dulu dengan Google Photos. Caranya tinggal masuk ke menu edit lalu pilih opsi stabilize. Setelah itu tinggal tunggu sampai prosesnya selesai. Kalau sudah selesai hasilnya jadi seperti ini. Gimana? Jadi lebih stabil kan? Oke, sekarang kita beralih ke kamera utamanya. Dibandingkan dengan kamera selfie tadi, kualitas kamera utama ini terlihat mantap. Videonya terasa lebih detail dengan ketajaman yang enggak terlalu lebay. Menariknya, kemampuan dinamic rangech video di kamera utama ini terbilang sangat baik. Bagian wajah memang sedikit jadi agak gelap, tapi informasi di bagian background dapat ditangkap dengan baik di sini. Nah, sama seperti di kamera selfie-nya tadi, kami juga menemukan adanya penurunan frame rate saat smartphone mulai panas. Untuk kemampuan stabilizernya, ini baru optimal di resolusi 1080p 30 fps. Jadi, kita tinggal sesuaiin aja dengan kebutan kita. Misal butuhnya yang langsung stabil bisa pakai 1080p 30 fps atau mau yang smooth bisa pakai 1080p 60 fps atau mungkin penginnya video yang punya detail ekstra tinggal pakai yang 2K30-nya. Beralih ke malam hari mulai dari kamera selfie-nya. Di sini kualitas videonya terlihat mulai berkurang. Noise mulai terlihat dan bagian wajah mulai soft. Serta videonya berasa jater di 1080p 30 fps. Nah, kalau mau videonya yang bebas jiter, kita bisa pakai resolusi di atasnya. Karena saat kita merekam di 1080p 60 fps, videonya bebas dari serta masih terang. Selain itu, kalau kita merekam dengan resolusi 2K 30 fps, videonya terlihat lebih minim noise. Detail masih dapat dipertahankan dan juga bebas dari giter. Nah, untuk penurunan frame rate, kami menemukan adanya penurunan ke 27 fps di 1080p 30 fps. Hal yang sama juga terjadi di resolusi 2K30-nya. Frame rate terlihat di kisaran 27 fps. Tapi menariknya kalau kita set resolusi ke 1080 fps, videonya masih aman di sini. Oke, lanjut lagi ke kamera utamanya. Di sini kualitasnya terlihat juga mulai menurun. detail mulai berkurang, tapi enggak yang sampai hilang-hilang banget. Menariknya kalau kita set videonya ke 60 fps, detailnya jadi sedikit lebih baik di sini dan videonya juga terang. Begitu juga di 2K 30 fps-nya di mana detailnya masih dapat dipertahankan di sini. Nah, buat yang nanya apakah videonya frame drop di sini bisa kami bilang videonya aman di semua resolusi. Sekarang kita bahas hasil foto-foto dari kamera ini yang menurut kami hasilnya sudah tergolong oke, baik di kamera selfie maupun dengan kamera utamanya. Bahkan di kondisi low pun foto-foto yang dihasilkan smartphone ini juga terbilang mantap. Nah, berikut hasil foto-fotonya. Buat yang pengin ngambil foto beruntun atau mode burst, kalian bisa hold lalu tinggal swipe seperti ini. Di mode burst ini kita bisa memotrate hingga 20 foto sekaligus. Lanjut lagi ke fitur-fitur ekstra. Di sini ada mode pro untuk foto dengan setting satter speed dari 1/1500 sampai 30 detik dan ISO dari 100 hingga 6.400. Lalu di sini ada mode dual video dengan opsi perekaman hingga 1080p 30 fps. Kemudian ada portret video dengan resolusi hingga 720p 30 fps. Fitur slow motion juga ada di sini dengan resolusi hingga 720p 120 fps. Tak ketinggalan fitur Sky Shop yang bisa mengganti tampilan langit juga ada di sini dan opsinya ada banyak ya. Ya, overall kemampuan kamera dari smartphone ini sudah mumpuni untuk kelas harganya. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan Infinix ke depannya seperti adanya keterbatasan atau SKB saat merekam video. Semoga ini bisa diperbaiki Infinix ke depannya. Kemudian mode foto yang belum dilengkapi dengan Ace yang membuat preview video di kamera jadi berasa getar. Setidaknya foto-foto yang dihasilkan di sini masih tetap tajam dan minim blur. Sementara untuk poin menariknya di sini ada opsi perekaman di atas 80p 30 fps dan ini bisa di kamera depan dan belakangnya. Ini fitur yang masih jarang dapat kita temui di kelas harganya. Biasanya di kelas harga segini masih jarang ada smartphone dengan opsi perekaman di atas 1080p 30 fps, terutama di kamera selfie-nya. Kemudian hasil foto-fotonya yang keren apalagi dengan kamera utamanya. Lalu fitur-fitur kameranya yang tergolong melimpah. Bahkan ada boke video loh di sini ya. Secara keseluruhan bagi kami kamera smartphone ini sudah sangat memadai untuk mengabadikan momen sehari-hari. Nah, itu dia pembahasan kamera dari saya. Kita lanjut lagi ke pembahasan selanjutnya. Nah, sekarang kita lihat daya tahan baterainya bagaimana. Kita putar YouTube secara offline ya. Jadi, local YouTube playback 1080p. Di sini kita lihat baterai baru habis setelah 20 jam 30 menit. Ini hasil yang cukup baik untuk smartphone dengan baterai 5160 mAh. Kalau pakai SOC G100 atau G200 ya biasanya susah untuk mencapai segini. Lanjut untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR selama setengah jam baterai berkurang hanya 4% saja. Lalu untuk scrolling TikTok selama setengah jam baterai berkurang 5%. Gensin impact di lowest 60 fps selama 1/2 jam baterai turun hanya 9%. Sekarang mari kita lihat charging-nya. Untuk mencapai 50% butuh waktu 29 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 5 menit. Hasil yang wajar-wajar aja. Nah, lanjut untuk pengujian lainnya. Kita lihat bahwa untuk Netflix dia support white fan L1 tanpa dukungan HDR. Untuk YouTube dia bisa putar video hingga resolusi 1440p 60 fps tanpa dukungan HDR. Untuk heptic feedback getaran yang hasilkan cukup empuk, tapi memang belum yang super presisi. Dipakai ngetik cepat masih terasa agak panjang getarannya. Tapi kalau kalian terbiasa tidak pakai getaran, harusnya sih ini bukan masalah. Lanjut untuk Wii sharing ini bisa ya Wii sharing ya. Dan untuk menggunakannya kita hanya perlu menyalakan mobile hotspot saat terhubung ke jaringan Wii. Oke untuk harganya ada dua varian dari Infinix Hot 60 Pro ini kan ya. Untuk yang 8256 itu harga resminya di Rp2.799.000. Sementara untuk yang 8128 di Rp2.599.000. Nah, buat yang tertarik akan ada promo first sale di tanggal 21 Agustus 2025. Nah, di sini yang 8256 itu jadi Rp2.649.000. Sementara yang 8128 jadi Rp2.469.000. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Nah, untuk kalian cari slot micr SD dan headphone jack itu adanya di Hot 60 Pro. Kalau di sini enggak ada, ya. Namanya juga udah ditipisin, ya. Lalu, AOD-nya ini belum bisa yang always on display beneran ya. Ini hanya yang 5 detikan. Kemudian performa sudah cukup kencang, tapi kalau buat main game lama-lama tetap sih enaknya pakai kipas ya sebaiknya ya. Lalu kemudian untuk screen protektor ini masih harus pasang sendiri. Jadi perlu ketelitian ekstra karena kalau gagal screen protektornya masih jarang ada yang jual untuk saat ini. Nah, dari si kelebihannya, wah ini bodinya sih super tipis dan ringan banget. Lebih tipis lagi dibandingkan Hot 60 Pro yang sebenarnya udah tipis itu. Lalu performanya tergolong kencang untuk kelas harganya. Layarnya udah AMOLED 144 Hz, udah pakai Corning Gorilla Glass 7i, bahkan kita juga dapat tempered glass dalam paket penjualannya. RAM udah 8 gig, storage udah up to 256 gig UFS pula. Di sini udah support perkaman video hingga 2K30 dan 1080p 60 fps di kamera utama dan kamera selfie-nya. Speaker udah stereo, inisplay, fingerprint ada, fitur AI ada banyak. Kemudian bypass charging, iya, bypass charging ada di sini. Kemudian jaminan update-nya itu panjang dengan Android-nya di tiga kali Android update dan security pad sampai 5 tahun. NFC ada di sini dan daya tahan terhadap air dan debunya juga ada. IP65. Oke, Infinix Hot 60 Pro Plus bukan cuma penampilannya doang yang wah ya, dari segi fungsi juga udah oke banget. Konektivitas udah cukup lengkap, performa kencang, layar bagus, kamera oke, baterainya oke. Smartphone-nya akan cocok untuk yang nyari smartphone 2 jutaan dengan body tipis dan ringan yang serba bisa alias allrounder. Selain itu, desain yang stylish dengan opsi warna yang lebih nyentrik juga membuatnya cocok untuk kalian yang mau tampil beda dan terlihat mencolok di tongkrongan. Kalau bukan Infinix atau keluarganya, masih sulit nih dapat kombinasi seperti ini di kelasnya ya. Akhir kata, terima kasih ya untuk King Phoenix sudah membawa banyak inovasi yang tadinya ada di smartphone mahal jadinya bisa terjangkau seperti ini. Saya Irfan Jaka Tib TV.

Lihat di YouTube