Jungkat

Smartwatch 1.2 Jutaan Terbaik? REVIEW Smartwatch Amazfit BIP 6 (YouTube Video)

  • 08/05/2025

Sepertinya ini smartwatch terbaik di harga R jutaan kecil. Amasfed Bep 6. Desain premium dengan frame metal dan layar AMOLED besar yang fungsional. D tahan baterainya bisa nyampai 2 minggu beneran. Fiturnya segudang. GPS ada di sini. Bahkan offline map juga ada. Pengukuran kebugaran dan kesehatan lengkap di sini. Diajak berenang bisa, AI Coach ada di sini. Voice assistant pun ada. kompatibel dengan Android dan iOS pula. Bahkan jawab WA tinggal didikte pakai suara kita aja. Keren kan? Oke, mari kita bedah kemampuan lengkap dari smartwatch yang satu ini. Ya, kita sudah beberapa kali me-review smartwatch dari Amasfit ya. Mulai dari T-Rex 3 yang raget dan baterai bisa tahan 3 minggu itu ya. Kemudian kita juga pernah review Active 2 yang bentuknya minimalis dan klasik juga. Impresi kami terhadap brand yang satu ini adalah produknya selalu worthed untuk harganya. Fiturnya selalu segudang, kekinian, dan baterainya awet-awet banget. Kalau kalian kelewatan dua review Smartphone Sonic tadi sudah tahu dong harus ngapain supaya enggak kelewatan produk review dari Jagat Review. Iya, itu ada tombol bisa diklik di situ, ya. Nah, kali ini kita akan bahas Amaspef 6 atau BP 6 ya, smartwatch dengan desain kotak yang berpenampilan premium yang menurut kami menawarkan jauh di atas pesaingnya terutama yang dimensi dan kelas harganya itu serupa. Nah, sebelum bahas lebih lanjut kita lihat dulu isi paket penjualan dari smartwatch ini. Tentunya ada smartwatch-nya lengkap dengan strap standar yang lebarnya 22 mm. Ini lebih besar dari Active 2 ya yang pakai 20. Lalu ada magnetic charging base dengan port USBC. Dan ada juga paket dokumen. Sederhana begitu aja enggak ada kabel-kabelan. Oke, untuk unit yang saya pakai ini adalah varian black. Tersedia juga pilihan warna yang lain ya. Smart ini menggunakan silicon sport strap yang dilengkapi dengan quick release. Tentunya strap ini bisa diganti dengan strap lain yang ukurannya 22 mm juga. Nah, untuk unit smartwatch-nya sendiri itu warnanya silver atau abobu metalic seperti ini. Body smartwatch ini pakai frame aluminium dan case dari fiber reinforce polyimer. Untuk dimensi bodinya adalah 46,3 * 40,2 * 10,45 mm. Jadi ukurannya terbilang sedang ke arah besar ya. Bobotnya tanpa strap ada di 27,9 gr. Cukup ringan ya. Desainnya persegi panjang dan Amaz menyebutnya timeless design dengan dua tombol pengoperasian yang diletakkan di bagian kanan. Tingkat ketahanan airnya ada di 5 atmas bisa masuk ke air sampai ke dalam 50 m harusnya. Layarnya punya ukuran 1,97 inci dengan panel AMOLED. Jadi tampilan terasa cukup besar di sini ya. Resolusinya adalah 390 * 450 piksel dan tentunya ini touch screen dan tingkat kecerahannya bisa mencapai 2000 nits. Sangat cocok untuk penggunaan di luar ruangan bahkan di bawah trik sinar matahari. Untuk sensor kesehatan jam ini menggunakan Biotracker 6.0 PPG. Ini adalah biometric sensor yang dijanjikan skas flagship dengan 5 PD dan 2 LED. Lalu untuk sensor pergerakan itu tersedia accelation sensor, gyroscope sensor, ambient light sensor, dan geomagnetic sensor. Motor getarnya itu pakai router motor. Kemudian jam ini punya mikrofon dan speaker juga. Baterainya 340 mAh. Lebih besar daripada Active 2 yang pernah kami uji tapi belum sebesar T-Rex 3 yang 700-an mAh itu. Nah, untuk normal tanpa AOD baterai bisa bertahan sekitar 14 hari. Sementara untuk penggunaan berat bisa 6 hari. Sementara untuk setting GPS aktif terus-menerus dia bisa bertahan 32 jam. Ini adalah janjinya Amasit. Nanti kita lihat bagaimana hasil pengujian keseharian kami ya. Nah, untuk pengisian baterai dari kosong sampai penuh akan butuh waktu sekitar 2 jam. Ini cukup wajar sih. Charger jam ini berupa adapter magnetic dengan dua pin kontak ya. Di salah satu sisinya ada konektor USBC, tidak ada kabel dalam paket penjualan. Nah, smartphone ini memiliki sistem GPS ya. Nah, dia bisa menggunakan lima satelit positioning. Sementara untuk konektivitas tersedia Bluetooth 5.2 BLE. Amasfit BP 6 ini kompatible dengan smartphone Android 7 ke atas dan iOS 14 ke atas. Ya, sama seperti smartwatch Amasfit yang lain, Bip 6 juga menggunakan aplikasi Zap yang dapat di-download dengan mudah dari Google Play Store atau Apple App Store, bukan dari website produsennya, ya. Jadi, aplikasinya udah diverifikasi oleh Google dan Apple nih. Terpercaya kalau yang satu ini ya. Aplikasi Zap ini menjadi aplikasi utama untuk pengaturan, pemantauan, dan modifikasi kemampuan jam. Pembakaian menu zap ini ada di bagian bawah ya, ada home, workout, aura, dan device. Di halaman home kita akan disuguhi statistik readiness. Ini akan memperlihatkan seberapa siapnya kita menghadapi hari ini. Angka makin besar tentunya akan makin baik. Tapi readiness ini hanya akan bisa tampil kalau jamnya kita pakai tidur juga ya. Tentunya kalau kita scroll ke bawah, kita akan melihat semua statistik kebuguran tubuh kita. Kalau kita ambil tab sisi kanan overview ada detail dari semua statistik aktivitas kita pada tanggal yang kita pilih. Pindah ke halaman workout. Di sini kita bisa lihat latihan apa saja yang sudah pernah dilakukan. Ada Zap Coach di sini. Jadi, kita bisa merancang latihan olahraga di sini dengan bantuan AI. Statistik olahraga juga semuanya lengkap tertera di bagian halaman ini, ya. Nah, sekarang kita masuk ke halaman aura. Ini adalah bagian yang membantu kita untuk rileks dan bisa tidur lebih berkualitas. Kemudian halaman paling kanan itu adalah device. Nah, lalu kita beralih ke bawahnya ya. Di sini kita lihat ada opsi watch faces. Banyak sekali pilihannya. Ada yang gratis tentunya, tapi ada juga yang berbayar. Lalu ada App Store. Nah, ada application Store di sini. Di sini tersedia berbagai aplikasi. Bahkan beberapa ada yang bisa menambah fungsi dan fitur dari jam ini. Mau nambahin aplikasi pingga jadwal salat ada di sini. Atau mau pasang game ada juga. Belum sebanyak opsi pada jam yang pakai Google Play Store atau Apple Store, tapi udah lumayan banget nih opsinya. Oke, turun ke bawah lagi. Ada pengaturan health monitor. Di sini saya menggunakan setting default ya, stress relief notification dan auto blood auto monitor. Memang tidak dihidupkan secara default. Kalau di depan tentunya baterai akan sedikit lebih boros. Dalam notification and reminders, kita juga bisa setifasi. Kalau ada yang belum di depan, permission-nya hidupkan dari sini. Nah, kita masuk ke device setting. Di sini ada banyak sekali opsi untuk pengaturan, ya. Di sini juga ada deteksi otomatis untuk workout dan setting GPS akurasi. Lalu ada pengaturan band lock. Jadi kalau jam dilepas membukanya harus pakai password. Lalu ada pilihan device language. Nah, kalau mau pakai speech tox dalam bahasa Indonesia, pilih bahasa Indonesianya di sini bisa tuh speech tox nanti ya. Dan tentunya kita juga bisa mencari jam kita dengan fine device. Dan ada juga menu general yang berisikan sistem update serta info lainnya. Ya, dalam penggunaannya smartphone ini terasa nyaman saat dipakai dan tentunya terasa ringan. Tapi display besar dan kotak itu membuat info dapat dibaca dengan mudah banget. Secara penampilan, Bip 6 ini juga keren ya. Terkesan ini adalah smartphone fungsional dengan penampilan yang timeless. Oh ya, walaupun layar besar jam ini tidak terasa mengganggu saat kita pakai kemeja dengan lengan panjang. Menu di jam ini mulus lancar dan secara umum navigasi menu di jam ini tidak terasa patah-patah atau startering. Getaran jam saat notifikasi juga masuk terasa kuat dan tetap berkelas bukan yang kasar seperti di beberapa sportw. Lalu layar jam ini juga terbilang terang saat digunakan di luar ruangan pun enggak ada masalah. Tampilan layarnya masih bisa dilihat dengan jelas banget. Nah, untuk mulai pemantauan olahraga, tekan tombol workout atau tombol yang bawah sebelah kanan ya. Pilih jenis olahraga. Lalu sebelum mulai kita bisa melakukan beberapa pengaturan terlebih dahulu dengan melakukan swipe ke atas. Hasil latihan bisa ditemukan dalam kolom workout di aplikasi Zap. Detailnya ada semua di situ. Saya coba jam ini untuk harga jalan kaki ya. Dan jam ini ternyata sudah cukup mumpuni. Detail data untuk aktivitas itu bisa ditampilkan dengan baik di aplikasi Zap. Lalu, bagaimana dengan fitur deteksi workout secara otomatis? Ada juga di sini. Jalan kaki santai di mall juga bisa tercatat sebagai indoor walking yang dihitung sebagai olahraga. Tapi ingat, fitur ini akan membuat konsumsi daya jadi lebih boros aja di sini ya. Nah, kalau bicara soal step counter, kami lihat bahwa jam ini menghitung langkah yang kurang lebih sama dibandingkan dengan perangkat lain yang kami gunakan. Mungkin hanya sekitar 3 atau sampai 5% lebih sedikit dari rata-rata. Itu masih ok lah ya. Nah, sayangnya kami sempat menemukan bahwa pengukuran jarak yang ditempuh waktu berolahraga itu bisa miss, kadang bisa lebih pendek dari jarak sesungguhnya. Oh ya, kalau dipakai workout ini kita akan mendengarkan notifikasi langsung dari speaker jam ini ya, bukan dari aplikasi di smartphone. Lanjut lagi. Seperti biasa kita juga mencoba jam ini bersama Coach Levia ya untuk olahraga renang. Dalam pengujian kami tidak menemukan masalah dengan ketahanan terhadap air sama sekali. Di sini statistik renang bisa dilihat dengan cukup detail ya. Sayangnya kami menemukan bahwa gaya bebas itu sering salah deteksi sebagai gaya dada. Uniknya gaya kupu-kupu yang biasanya susah dideteksi oleh smartwatch lain malah bisa dideteksi dengan sangat baik. Setidaknya untuk jumlah stroke, perhitungan pembalikan, semua itu terekam dengan baik dan detail. Oh ya, walaupun ada ketahanan air 5 ATM, bukan berarti yang satu ini memang cocok untuk diving di laut. Ya memang bukan dirancang untuk itu, tapi untuk renang itu enggak ada masalah, aman. Nah, sebagai catatan, setelah berenang selesai, jam akan berusaha mengeluarkan air yang mungkin terselip. Ini nice ya. Jadi jam dipastikan aman. Fungsi mengeluarkan air ini juga bisa dirigger manual via quick menu. Nah, sekarang kalau untuk deteksi tidur secara konsisten kami menemukan bahwa Amasfit Beip 6 ini cukup mirip dengan beberapa perangkat lain yang kami gunakan. Detailnya juga lengkap di sini ya. Bahkan saat kami mencoba memantau tidur siang pun tercatat dengan baik sebagai di situ. Nah, berhubung bentuk jam itu mirip seperti smart band yang lebih besar, jadi kami merasa untuk dipakai tidur juga masih cukup nyaman yang satu ini. Oke, smartwatch ini bisa menggunakan peta offline ya, tidak ada biaya tambahan dan bahkan tidak butuh paket data saat penggunaannya. Tentunya untuk download itu butuh data ya. Dan kita bisa download map ini melalui aplikasi Zap di smartphone. Nah, karena jam ini tidak pakai Wii, peta akan dikirim dari smartphone ke jam ini lewat Bluetooth. Jadi, sangat disarankan proses download peta ini dilakukan malam hari aja saat kita sedang tidur. Nah, menariknya smartwatch ini bisa menerima panggilan telepon via seluler. Jadi, kita bisa jawab telepon sambil berbicara lewat smartwatch-nya. Kan dia udah punya mikrofon dan ada speakernya juga build in di dalamnya. Oke, sekarang yang ini penting banget nih. Smartwatch ini bisa menjawab pesan WhatsApp dengan berbagai cara. Kita bisa ngetik dengan keyboard bawaan ya bisa dan lumayan nyaman. Kita juga bisa pakai opsi membalas dengan cepat. Bahkan bisa minta bantuan AI untuk menjawab. Tapi sayangnya belum bisa untuk bahasa Indonesia ya. Nah, yang menyenangkan adalah kita bisa mendiktekan jawaban dengan speech to text. Jadi tinggal ngomong aja nanti dia akan menulis apa yang kita katakan. Nah, untuk fungsi ini dia bisa pakai bahasa Indonesia, tidak harus pakai bahasa Inggris. syaratnya tapi ya ganti dulu bahasa yang digunakan oleh smartwatch ini ke bahasa Indonesia. Jadi menunya total jadi bahasa Indonesia. Ini sih canggih ya. Jarang sekali smartwatch di harga segini yang punya fitur seperti ini. I. Oke, jadi nanti kita mulai meeting jam 12.00. Oke, untuk daya tahan baterai tanpa always on display dan kegiatan kesarian yang biasa-biasa aja, baterai akan berkurang sekitar 7% per hari. Teoritis daya tahannya bisa melebihi janjinya yang 14 hari itu. Nah, kalau kita hidupkan always on display ini akan lebih boros. Baterai bisa turun antara 15 sampai 20% per hari. untuk penggunaan aktif tentunya ya. Tapi ini pun berarti dia masih bisa bertahan sekitar 5 sampai 6 hari nonstop tanpa pengisian baterai. Udah lumayan sih ini ya, tapi sepertinya penggunaan tanpa AOD akan ee jauh lebih menguntungkan. Jadi daya tahan baterainya sudah sangat baik, sangat mencukupi untuk perjalanan sepanjang weekend tanpa pusing mikirin charger. Bahkan 1 minggu pun bisa aman tanpa bawa charger yang satu ini. Ya, yang perlu diperhatikan juga adalah kalau kita menggunakan Google Maps pada smartphone ya untuk menunjukkan jalan misalnya gitu ya. notifikasi itu akan datang bertubi-tubi ke smartwatch. Ini berpotensi menguras baterai sedikit lebih cepat. Jadi kalau enggak mau seperti itu mungkin notifikasinya mesti dimatiin. Oke, lanjut untuk harga. Amasfit BP 6 ini dipasarkan dengan harga kisaran Rp1.299.000. Jadi tergolong sangat terjangkau untuk fitur yang segudang ini. Variannya itu ada lima ya, ada black, charcoal, stone, red, dan blush untuk warnanya. Tapi di awal yang datang adalah black, charcoal, dan stone duluan. Sementara untuk warna red dan blush itu akan tersedia di akhir Mei 2025. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, smartwatch ini bukan pakai OS terbuka seperti yang WOS. Jadi memang opsi aplikasi dan penambahan fiturnya belum yang masif gitu ya. Tapi untuk harganya, fitur dan fungsinya sudah bisa dikatakan banyak sekali nih. Lalu daya tahan baterya ini bagus banget untuk kelas harganya. Kemudian untuk pengukuran jarak saat olahraga di luar ruangan ini kadang bisa miss. Padahal pengukuran jumlah langkahnya sih akurat ya. Lalu untuk fungsi speech to text ini akan sangat bergantung pada setting bahasa pada jam. Jadi kalau mau pakai menu bahasa Inggris otomatis speed tox-nya membutuhkan bahasa Inggris. Tapi hebatnya ada bahasa Indonesia di sini. Kelebihan lain lagi kita bisa menjawab telepon selama itu seluler ya. Kita bisa jawab langsung dari smartwatch yang satu ini. Iya. Dengerin dari speakernya dan ngomong ke mikrofonnya. Oke, untuk hal yang kami suka pertama daya tahan baterai tergolong sangat baik untuk ukuran baterai dan kelas harganya. ringkas dan nyaman digunakan. Desainnya terlihat premium dan tidak mencolok ya. Cocok dipakai semua orang karena tidak terlalu besar juga di sini dan tahan airnya sampai 5 atm atau 50 m udah bisa diajak berenang. Lalu ada fungsi pemantauan sampai 140 jenis workout. Ada fitur deteksi workout secara otomatis untuk 25 jenis latihan kekuatan. Ada peta offline yang gratis. Uh, ini sih langka ya. Lalu bisa menjawab pesan dengan mendetect pakai suara dan bisa pakai keyboard juga di sini. Layarnya AMOLED sampai 2000 Nitz. Ini mendukung sekali untuk penggunaan di luar ruangan. Opsi watchpace-nya cukup banyak lebih dari 400 watchpace. Lalu dia punya AI chatbot. Ini bisa juga membantu kita mengubah pengaturan jam bahkan. Lalu tersedia fungsi coaching dari Zap Coach yang berbasis AI. Lalu tersedia juga berbagai aplikasi yang bisa di-download untuk fungsi tambahan. Memang bukan yang cukup masif, tapi sudah cukup ada di situ ya. Sudah lumayan di situ. Mau connect ke aplikasi pihak ketiga seperti Strava enggak masalah. Bisa dilakukan dari aplikasi Zap juga. Strap-nya juga tentunya bisa diganti dengan menggunakan tali jam 22 mm yang lainnya. Menurut kami, harganya juga tergolong murah atau bahkan sangat murah untuk penampilan dan fitur yang disuguhkan. Ya, dari sisi fitur, ama suit memang selalu segudang kemampuannya ya. Ini membuat Beep 6 ini juga terasa sangat worth it yang terjangkau itu. Fitur yang ditawarkan membuatnya bisa bersaing dengan smartwatch yang dua sampai mungkin tiga kali lipat lebih tinggi harganya. Penampilan dan kenyamanan pakainya juga mantap ya. ya. Nah, mereka yang ingin mencoba pakai smartwatch pertama kali, tidak ingin keluar dana besar, tapi mencoba semua fitur mulai dari fitur kebugaran workout sampai fitur smart lainnya. Bip6 jelas sangat cocok. Sementara untuk yang mau upgrade dari smart band atau smartwatch entry level brand lain atau mungkin enggak puas dengan fitur smartwatch yang digunakan untuk harga R jutaan, nah BP6 bisa jadi pilihan yang sangat baik dan tentunya sangat worth it. Saya D Irfan Jakat Rib TV. [Musik]

Lihat di YouTube