Smartwatch flagship paling underrated 2025 (YouTube Video)
Jam tangan yang ada di setiap podium di BTS 100 Ultra kemarin, baik di kategori 175, 100, dan 75 kil. Yes, ini Ama Speed TX 3 Pro yang 44 mm yang sukses mencuri perhatian semua orang di BTS 100 Ultra kemarin. Di review sebelumnya yang 48 mili gua bilang ini smartwatch yang kayaknya udah mirip ke sportwatch, tapi di review yang ini gua berani bilang kalau ini sepenuhnya udah sebuah sportwatch. Mirip sama versi 48 mm yang pernah gua review, jam ini menggunakan desan rugget. Bedanya bezele ini sedikit lebih tipis. Menurut gua ini lebih kalem. Jadinya masih sama jam ini menggunakan material grade 5 titanium alloy di bagian kayak basel, tombolnya, protective bridge, dan plate-nya. Untuk bodinya dia menggunakan fiber polymer. Almasfit lagi mengusung warna emas banget nih. Untuk preorder yang 44 mm ini bakal tersir dua warna, Arctic Gold dan black gold. Black gold-nya tuh kayak yang gua pegang sekarang. Jujur L warna masnya ini cakep banget. Kesan premium dan mewahnya dapat. Tapi mungkin menurut gua pribadi gua lebih suka yang warna silver. Semoga nanti dikeluarin juga ya. Tebalnya dia ada di 13,2 mm yang walaupun beda tipis sama versi 48 mm-nya tapi rasanya ini lebih pas aja gitu di tangan gua. Bobotnya ada di 46,8 gr. Masih terasa ringan banget nempel di tangan. Strapnya menggunakan material silikon dengan klasik pin buckle ukuran 20 mm. Tombolnya ada empat. Gua suka. Gua memang lebih prefer jumlah tombol yang banyak. Apalagi untuk sebuah sportwatch. Tombol ini kerasa solid dan clicky banget. Ada aksennya juga. Jadi ada gripnya gitu pas nempel di kulit. Jam ini tahan air sampai 10 atm bisa dibawa menyelam sampai 100 m dan dia punya sertifikasi free diving sampai 45 m. Amas sendiri klaim kalau jam ini tuh tahan air laut dan tahan karat. Bukan cuman bodinya, mic sama speakernya itu bisa digunakan waktu keadaan basah. Buat quality-nya sih gokil ya menurut gua. Detailnya tuh rapi banget. Material yang menempel di kulit pun terasa sangat nyaman. Jam ini menggunakan ZPOS S untuk bisa connect ke smartphone kita. Tersedia di App Store ataupun Google Play Store. Dia sudah menggunakan WiFi 2.4 Bluetooth 5.2. Untuk head tracking-nya sudah menggunakan biotraacker 6.0 PPG dengan 5 PD dan 2 LED. GPS-nya juga sudah menggunakan six positioning satelit dan sensornya juga lengkap kayak barometer, altimeter juga temperatur udah ada. Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,32 inci. Resolusinya 466* 466 piksel dengan kapatan piksel di 535 ppi. Pck brightness-nya ada di 3000 nitz. Kacanya pun sudah menggunakan material sapir glass. Layarnya ini punya detail yang cakep banget. Warnanya juga cakep. Kontrasnya dapat dan layarnya tuh sudah terang banget. Jadi buat kegiatan outdoor tuh bakal aman banget. Hiway sendiri terasa sangat smooth. Kalau kita geser ke kiri ini ada notifikasi. Ke kanan kita masuk ke applist. Ke atas ini ada quick control panel. Dan ke bawah ada shortcut cards yang kita bisa atur apa aja yang bakal muncul di sini. Untuk hard tracking-nya sendiri sudah terasa akurat. Di sini gua autoin ya untuk health red dan blood oxygen-nya. Jadi jam ini akan measuring secara terus-terusan. Slip tracking-nya juga lengkap, sudah ada slip HRV. Di aplikasinya kita juga bisa lihat resting hard rate kita. Fitur biochge-nya juga sudah desain banget. Terakhir gua coba. Fitur ini tuh baru aja rilis di beberapa jam sama speed. Ada Biocharge Inside di mana dia kasih summary tentang seberapa restorasi yang kita dapat dari istirahat kita. Biocharge-nya ini udah live ya, jadi dia akan berkurang sejalannya dengan waktu. Di sini ada PY score. Skore ini adalah indikator intensitas aktivitas fisik harian kita. Semakin tinggi angkanya menunjukkan semakin cukup aktivitas fisik yang kita lakukan. Di menu exertion kita juga disuguhi data fatigo level dan fitness level kita. Di sini juga ada trading readiness yang angkanya belum keluar karena gua baru nyobain jam ini belum sampai 1 minggu. Di menu workout-nya sendiri kita bisa buat training plan menggunakan AI. Di sini ada exercise status juga. Kita bisa lihat perkiraan VO2 max kita. Terus ada skore training load kita dan perkiraan full recovery time atau seberapa lama perkiraan waktu untuk kita recovery. Baterainya sendiri ada 500 mAh di mana gua setting di always on display-nya on dan notification selalu aktif. Gua coba charge full di hari Senin dan gua pakai full hari tuh tiap hari di hari Kamis siang itu sisa 26%. Menurut gua sih ya baterainya ini impresif sih ya. Gimana enggak jam ini kan emang udah ready untuk ultra maraton. Sama Switch sendiri klaim kalau jam ini bisa bertahan 26 jam di mode akurat GPS. Gua pakai buat lari tiga kali 10 km, 5 km, dan 12 km di average P gua di 630. Yang pertama di sini terasa kalau GPS-nya tuh akurat banget. Bahkan menurut gua sama akuratnya dengan sportw flagship merek sebelah yang harganya udah nyentuh di atas Rp10 juta. Dari sini kita bisa lihat garis tracking-nya ya, kalau semuanya tuh lurus, enggak ada yang keluar-keluar dari jalur, baik di aplikasi Zap ataupun di Strava. Terus dari tiga kali lari, jarak yang di-record di Strava sama persis sama dengan yang di-record di jam ini. Enggak kena pajak Strava sama sekali. Terus data larinya juga lengkap banget, ada power and weight, altitude, gradient distribution, cadence, stripe, dan yang penting untuk memperbaiki running economics kita tuh kayak vertical oscillation, vertical ratio, ground contact time, dan dia juga bisa kasih perkiraan real time performance kita. Di sini dia juga punya flashlight yang punya empat tingkat kecerahan dan bisa berubah jadi warna merah. sayangnya nih gua belum sempat untuk coba tray running atau hiking. Terus kalian tahu kan kalau Alm Cit ini adalah sponsor resmi olahraga HRK dan di sini langsung ada menu latihannya. Sayangnya nih dalam minggu-minggu ini gua belum ada simulasi HRK juga jadi belum sempat cobain. Dia juga sudah ada menu seng training yang sudah lengkap dengan reps-nya dan dia bakal kasih laporan otot mana aja yang paling kena impact selama kita latihan. Komplainnya masih sama, gua kurang suka sama magneting charging-nya. Dia kecil jadi harus hati-hati simpannya. Dan waktu nempel itu gak kerasa kuat banget magnetnya. Sayang lagi harga 44 milnya ini sama dengan harga 48 mil-nya di Rp juta 599.000. Ya, gua berharap lebih murah sih ya. Tapi dengan harga segitu, gua akuin kalau Amas TX 3 Pro ini udah deliver experience dan fitur melebihi apa yang kita bayarkan. Gua bisa bilang experience itu mirip banget sama pakai jam-jam flagship di merek sebelah. Dan untuk sebuah sport watch ini udah sangat decent lah. Apalagi dia banyak dipakai di podium BTS 100 Ultra kemarin kan. Jadi kualitasnya enggak perlu diragukan. Ya, jujur sayangnya gua dapat yang warna emas. Sebenarnya warna emasnya bagus cuman gua kurang s aja. Kalau ini gua dapat yang warna silver udah pasti gua pakai jadi jam daily gua. Hm. Jadi sama speed bolehlah ajak-ajak aku lari ultra. [musik]
