Jungkat

Smartwatch ini Bisa Ngukur Tensi Darah 24 Jam (ABPM) Coy! - Nyobain HUAWEI WATCH D2 (YouTube Video)

  • 25/10/2024

- Apa ini? Halo Sob, kenalin ini Bapak saya. [Ayah Mouldie]: Hai. [Mouldie]: Pak, aku mau nanya dong. [Ayah Mouldie]: Apa dong? [Mouldie]: Bapak kan pake smartwatch apa? [Ayah Mouldie]: Smartwatch apa ini? Huawei ya? [Mouldie]: Huawei Watch D. [Ayah Mouldie]: Huawei Watch D. Bapak sering pake yang buat ngukur tensi... [Mouldie]: Karena Bapak punya hipertensi? [Ayah Mouldie]: Khawatir. [Mouldie]: Khawatir? [Ayah Mouldie]: Khawatir tiba-tiba tinggi gitu. Kalau udah tiba-tiba tinggi, ya berarti harus ada sesuatu yang dijaga gitu. [Mouldie]: Sekitar 2 tahun lalu saya membelikan Bapak saya smartwatch. Namanya Huawei Watch D. Alasan kenapa saya membelikan Huawei Watch D adalah selain fiturnya oke, ketahanan baterainya juga mantap. Dia punya satu fitur yang nggak ada di smartwatch yaitu kemampuan untuk mengukur tekanan darah. Ya, Bapak saya punya hipertensi. Jadi, setiap nggak enak badan dikit, Bapak saya bisa langsung ngecek tekanan darahnya. Kalau ternyata hasilnya kurang bagus, Bapak saya jadi aware dan langsung jaga makan dan berenang. Sejauh ini, Huawei Watch D itu sangat membantu Bapak saya untuk tetap sehat. Eh, ternyata jam tangan kesukaan Bapak saya ada versi barunya. Huawei Watch D2. Lebih bagus apa nggak? Apa aja fitur barunya? Check it out! Sekarang, ada yang baru nih. [Ayah Mouldie]: Wih, apa tuh? [Mouldie]: Ini, yang D2. Nah, bandingin Bapak, cobain pake. [Ayah Mouldie]: Yang ini emang lebih cowo banget. [Mouldie]: Cowok banget ya? Kalau Bapak pake yang ini, malu nggak? [Ayah Mouldie]: Ya nggak lah, ini keren juga. [Mouldie]: Keren juga ya? [Ayah Mouldie]: Ini artinya apa? Ini generasi setelah ini. [Mouldie]: Jadi ini Huawei Watch D, itu Huawei Watch D2. [Ayah Mouldie]: D2? [Mouldie]: Tapi kalau misalnya yang versi ketiganya, itu lebih bagus lagi. Udah sekolah dia. [Ayah Mouldie]: Kenapa? [Mouldie]: Diploma 3. [Ayah Mouldie]: D3 ya? Ini adalah Huawei Watch D2. Versi pembaruan dari Huawei Watch D. Secara look, skin itu terlihat lebih membulat dan lebih mirip kayak smartwatch biasa. Ada crown yang bisa diputer sekarang. Kalau di Huawei Watch D, tampilannya sangat boxy dan nggak punya crown yang bisa diputer. Tombol aja 2 biji. Secara dimensi juga, lebih kecil bodinya. Tapi punya layar yang lebih besar. Kini layarnya 1,82 inch. Sebelumnya hanya di 1,64 inch. Dengan desain yang baru ini kayaknya malah jadi lebih unisex ya. Yang Watch D pertama tuh kelihatan sangat kokoh dan macho banget. Huawei Watch D2 ini tuh tersedia 2 warna pilihan ya, Ada yang warna Gold seperti yang saya pakai sekarang. Dan ada juga yang Black. Secara look, saya nggak punya catatan apa-apa. Nah yang menarik dari smartwatch ini adalah kemampuan untuk mengukur tekanan darah. Jadi di strapnya ini tuh ada selembar kain yang berwarna abu. Yang sebenarnya ini adalah calf tensimeter. Jadi kalau kita melakukan pengukuran tensi, dia tuh akan mengembang. Cara untuk melakukan pengukuran tensi juga sangat mudah. Tinggal nyalakan aja pengukurannya, taruh tangan di dada seperti ini kayak pemain timnas pas denger lagu Indonesia Raya sebelum bertanding, dan diam saja. Nanti akan keluar hasil pengukurannya. Cuman kan fitur ini juga ada ya di Huawei Watch D versi sebelumnya. Untuk apa beli Huawei Watch D2 ini? Perbedaan pertama adalah dia punya fitur ABPM alias ambulatory blood pressure monitoring. Apa fungsi fitur ini? Jadi ABPM itu adalah pengukuran tekanan darah pada interval yang ditetapkan selama periode 24 jam. Fungsinya adalah untuk membantu mengurangi resiko kesalahan diagnosis. Soalnya ada beberapa faktor yang bisa membuat pengukuran tekanan darah itu jadi meleset. Contohnya ada yang namanya white coat hypertension. Jadi si pasien hanya mengalami darah tinggi ketika di lingkungan klinik saja. Atau ada yang namanya mask hypertension. Kalau yang ini kebalikannya. Pas lagi di klinik, tensinya normal tapi malah meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi lain dari ABPM juga dapat membantu dokter memahami pola tekanan darah sepanjang hari. Karena ada yang namanya hipertensi nokturnal. Jadi tensi tinggi ketika sedang tidur di malam hari saja. Tentunya masih ada beberapa manfaat lain dari ABPM ini. Seperti buat evaluasi efektivitas pengobatan atau buat pengecekan resiko kardiovaskular. Lebih lengkapnya mungkin ya mending coba lihat lagi jurnal medis mengenai hal ini. Nah, kalau kamu aktifkan fitur ABPM ini nanti setiap 30 menit dia akan ngingetin kita untuk melakukan pengukuran tensi. Kalau pas kita lagi tidur gimana? Tenang aja dia akan otomatis ngukur sendiri. Dan berikut adalah hasil ABPM saya. Kelihatan ya di beberapa waktu ya saya tuh katanya sih masih kelewat dikit lah tekanan darahnya. Tapi ya sejauh ini masih terhitung hampir normal. Fitur ini pasti akan sangat dibutuhkan sama mereka yang punya masalah dengan tekanan darah. Soalnya sebelumnya untuk membawa ABPM itu harus dibawa gitu alat tensinya kemana-mana. Digendong pake tas kecil. Nah kalau sekarang cuma pake alat sebesar jam tangan aja. Tentu akan lebih nyaman. Tapi disclaimer ya, smartwatch ini bukan alat medis. Jadi data dan hasil pemantauannya hanya sebagai referensi aja. Nggak boleh jadi acuan diagnosis. Kalau hasilnya ternyata kurang baik, lebih baik langsung konsultasi ke dokter aja. Apakah smartwatch ini buat ngukur tensi doang? Ya jelas nggak. Bisa mengukur tensi adalah kelebihan utamanya. Sisanya ya hampir sama kayak smartwatch-smartwatch Huawei pada umumnya. Ada Pulse Wave Arrhythmia Analysis, fitur buat mendeteksi detak jantung yang tidak teratur. Sudah ada di smartwatch Huawei sebelumnya dan fitur ini tetap ada di smartwatch yang satu ini. Sebagai yang punya arritmia, saya tuh suka sama fitur ini ya. Karena rasa tidak nyaman di dada itu bukan sekedar perasaan aja. Kemudian ada fitur yang namanya Arterial Stiffness Detection buat mengecek kondisi arterimu. Duh saya kudu sering olahraga nih. Terus Sleep Breathing Awareness buat deteksi sleep apnea juga tetap tersedia. Mungkin karena fitur kesehatan yang banyak ini, Huawei tuh mensimplified-nya dengan cara mendapatkan fitur Health Glance. Dengan satu klik aja, langsung ngecek semua. Average Heart Rate, Blood Pressure, Blood Oxygen, Stress, Skin Temperature, ECG, Arterial Stiffness, dan Sleep Breathing Awareness. Kalau ada yang bermasalah, pasti akan ada notifikasinya. Ada hal baru juga di aplikasi Huawei Health, namanya Health Community. Jadi kita bisa share data kesehatan kita sama orang yang kita kenal. Fitur ini adalah fitur yang saya butuhkan. Karena untuk tahu kondisi tensi bapak saya, tinggal lihat aja di sini. Kadang kalau tensi beliau lagi tinggi, saya tuh bisa langsung dapet notifikasinya. Sebelumnya ya, saya harus ngecek aplikasi Huawei Health bapak saya. So, yang punya keluarga yang harus dijagain kondisi kesehatannya, bisa langsung cek melalui fitur ini aja. Fitur olahraganya juga cukup banyak ya. Nggak sebanyak Huawei Watch GT 5 Series, tapi pastinya udah cukup memenuhi kebutuhan user secara general. Total ada lebih dari 80 mode olahraga. Saya sempet sepedahan sembari pake jam tangan ini, dan hasilnya adalah sebagai berikut. Seperti biasa, data yang akan kamu dapatkan cukup lengkap dengan presentasi data khas Huawei yang manjain mata. Data tracking lokasi, kecepatan, dan data dalam bentuk chart. Ada detail heart rate, heart rate recovery, kecepatan, elevasi, lengkap dah pokoknya. Sementara untuk ketahanan baterai, masih bagus. Walau memang dia tuh berkurang ya, dari smartwatch Huawei biasanya yang sampai 14 hari. Ya karena fungsi cek tekanan darahnya ini kan memang makan baterai lebih banyak ya untuk pompa udara ke calf-nya. Baterainya bisa bertahan sampai 6 hari. Kalau sering pake fitur tekanan darah ya mungkin sekitar 4 harian. Seperti halnya sebuah smartwatch Huawei Watch D2 ini juga bisa terima telpon bluetooth, notifikasi, dan balas pesan secara langsung. Dan bisa konek ke semua OS, baik Android ataupun iOS. So, apakah jam tangan ini layak untuk dibeli? Mungkin jawabannya obvious ya, sebagai anak yang punya bapak dengan gejala hipertensi, tentu jawabannya sangat layak. Ya tentu nggak bisa membuat penyakit hipertensi sembuh karena jam tangan ini. Cuman smartwatch dengan kemampuan mengukur tekanan darah bisa membantu agar kita bisa ngasih quality of life yang lebih baik ke orang tersayang kita. Kayak sistem peringatan dini gitu. Karena hipertensi itu tuh rasanya tuh kayak nggak enak badan doang awalnya. Kalau nggak dicek ya bisa kebablasan. Makanya karena ada Huawei Watch D, bapak saya tuh bisa lebih menjaga kondisi badannya. Kapan bisa makan sop kambing, kapan harus stop makan sop kambing, dan olahraga dikit-dikit. Walau jam tangan ini bukanlah alat medis, tapi saya melihat jam tangan ini sangat berguna untuk mereka yang ingin menjaga badan untuk tetap sehat. Penjualan perdananya bakal di tanggal 1 November 2024 ini. Harganya sendiri untuk Huawei Watch D2 ini adalah 5.499.000 rupiah. Dengan adanya bonus Huawei Free Buds 5i, plus total garansi 2 tahun termasuk 1 tahun Extended Warranty Service yang berlaku di 7 negara Asia, dan 2 tahun Accidental Warranty untuk setiap pembelian. Makanya mending gas dah dari sekarang PO. Sekian dari Mouldie, Mouldie out. Beli kalau butuh ya. Closed Caption by @subbox.id

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.