Jungkat

Smartwatch lari terfavorit 2026!? | Amazfit Cheetah 2 Pro Indonesia (YouTube Video)

  • 04/06/2026

Seri Cheetah adalah seri yang paling legendaris, paling banyak dicari bahkan sampai tahun ini. Yes, akhirnya dia ada regenerasinya. Ini adalah Cheetah 2 Pro, smartwatch yang serius dibuat untuk para road runner. Dan kayaknya dia bakal menggantikan T-Rex 3 Pro gua nih. Jam ini terasa sangat premium. Overall, hampir keseluruhan bodinya ini menggunakan grade 5 titanium dengan sedikit plastik di bagian frame-nya. Untuk bagian belakang yang ada sensor yang kena kulit kita sudah menggunakan titanium juga. Makanya mau dilihat aja, dipegang-pegang atau kita pakai pun kesan premiumnya itu dapat banget. Dan overall soal desainnya gua suka pakai banget. Dia sportynya dapat, Diameternya 48 mm yang surprisingly terasa pas di tangan gua yang mungil ini. Feel pas digunakan juga nyaman banget. Bobotnya ada di 45,6 gram yang jadi kayak enggak terasa nempel di tangan sih. Tebal keseluruhannya juga masih aman, ada di 15,6 mm. Menurut gua ini enggak terlalu tebal, tapi memang enggak bisa dibilang tipis juga. Strapnya ini menggunakan silikon yang premium juga. Sistemnya menggunakan classic pin buckle. Ukurannya 20 mm. Feel di kulitnya itu nyaman banget. Gua suka desainnya, dia banyak lubangnya gitu. Selain looksnya keren, dia juga bikin lebih adem pas digunakan. Dia menggunakan sistem 4 tombol. Yang dua di sebelah kiri ini untuk navigasi up and down. Dan di sini ada sebuah speaker. Dua lagi di sebelah kanan, yang bagian atas untuk masuk ke menu training, yang bagian bawah ini untuk masuk ke menu utama. Di sini juga ada mikrofonnya ya. Tombolnya terasa kliky, feedbacknya juga empuk. Di tombolnya juga ada tekstur, jadi gripnya tuh ada banget. Sayangnya menurut gua tombol ini agak mendem, jadi kadang agak susah kalau mau mencet tombolnya pas lari. Harusnya dia agak keluar dikit gitu. Ke depan adalah layar AMOLED 1,32 inci dengan resolusi 466 * 466 pixel. Kerapatan pixelnya 353 ppi. Peak brightnessnya ada di 3000 nits dan sudah menggunakan kaca safir. Menurut gua secara pribadi ya, bezelnya ini masih agak ketebalan sedikit. Oke, untuk layarnya sih cakep banget. Detailnya terasa sangat tajam buat dipakai outdoor pun aman banget. Mau di buat terik matahari pun masih sangat aman buat digunakan juga responsif dan karena dia sudah menggunakan kaca safir jadi bakal aman dipakai buat jangka panjang. Sensornya menggunakan BioTracker 6.0 PPG yang konfigurasinya menggunakan 5 PD dan 2 LED. Sudah ada sensor geomagnetic, altimeter, temperatur dan barometer. GPS-nya sudah dual band dengan 6 satellite positioning. Bluetooth-nya menggunakan versi 5.3 dengan Wi-Fi 2.4. Buat heart tracking-nya sih sudah enggak usah diragukan. Gua selalu set continuous untuk heart rate-nya dan auto untuk buat oksigen dan stress monitoring-nya. Buat data sleep-nya juga cukup lengkap dan sudah ada sleep HRV, respiratory rate dan fitur sleep analysis. Kalau kita gunakan jam ini untuk tidur, di sini ada fitur high beat charge. Ini semacam perkiraan body baterai kita ya. Di sini dia akan berkurang secara live. Ada data seberapa banyak ke charge-nya dan seberapa banyak yang sudah drain. Di sini juga ada data resting heart rate juga. Kita bahas sedikit tentang Zepp OS-nya. Ini Zepp OS terbaru versi 5. Dia lebih smooth, animasinya juga terasa sedikit lebih fluid daripada yang lama. Di aplikasinya dikasih beberapa metrik yang cukup berguna kayak exertion load dan training load. Di sini juga ada next heart session. Ini semacam waktu recovery kita untuk melakukan sesi olahraga kembali. Gua suka dia dibagi dua, ada easy dan hard. Ini berguna buat kita tahu apakah tubuh kita ready atau tidak untuk melakukan workout. Karena biasanya data yang ada tuh cuman recovery time aja. Jadi biasanya kita tuh kira-kira untuk melakukan workout saat state tubuh kita masih recovery. Nah, kalau di sini kita tahu kalau tubuh kita ini enggak ready untuk workout walaupun dengan intensitas rendah aja. Kita juga bisa lihat monthly report kita. Bahkan dikasih data dari semua workout kita selama 12 bulan. Fitur lactate threshold juga sudah ada. Ini adalah perkiraan di mana keadaan asam laktat kita cepat menumpuknya. Lactate threshold ini cukup penting ya karena gua biasanya gunakan untuk jadi parameter heart rate zone gua dan banyak yang merasa Heart Rate Zone berdasarkan Lactate Threshold ini lebih akurat. Dia juga akan update secara otomatis setiap kita selesai lari. Fitur maps-nya juga sudah ada dan kita harus download dulu via aplikasi Zepp. Karena jam ini sudah menggunakan Wi-Fi, proses download-nya juga terasa cepat. Jujur, gua enggak pernah pakai maps-nya buat navigasi, cuman jadi pelengkap data field pas lari aja. Buat dipakai lari, pastinya enggak ada masalah ya. Apalagi untuk GPS-nya sendiri sudah akurat dan cukup rapi. Terlihat pas gua zoom tracking maps-nya di Strava itu cukup rapi dan enggak keriwil-keriwil. Peta Strava-nya juga enggak ada sama sekali. Dan gua suka dia bisa pilih sepatu yang kita pakai saat kita selesai lari. Terus dia juga sudah ada flashlight-nya. Biasa gua nyalain waktu lari subuh atau lari pas lewat maghrib. Ada beberapa mode. Gua biasa pakai yang kelap-kelip dengan short interval. Ini lumayan supaya orang-orang di sekitar kita notice kalau kita lagi lari. Nah, yang baru di sini ada training library. Ini ada beberapa menu latihan untuk lari gitu. Ini berguna banget buat kalian yang baru mulai lari. Untuk jadwal training-nya, kita bisa buat di menu Zepp Coach. Tapi karena gua udah punya jadwal sendiri, gua enggak cobain ya. Untuk strength training-nya juga sudah ada fitur muscle heat maps. Jadinya kita bisa tahu otot mana saja yang terkena impact saat kita latihan. Dan karena ini jam Amazfit, dia sudah support menu Hyrox baik race ataupun training. Sudah ada menu hybrid training juga. Baterainya ada di 540 mAh. Yang gua pakai itu bisa bertahan 4 sampai 5 hari. Ini dengan keadaan always on display dan notifikasi full menyala. Dan gua rutin latihan lari dan strength training. Dengan intensitas begini, gua bisa bilang kalau daya tahan baterai itu solid banget. Kesimpulannya, jam ini bakal dijual di harga 7 jutaan. Yes, harganya ada di atas T-Rex 3 Pro. Tapi menurut gua jam ini tuh worth it banget. Apalagi sebagai road runner, menurut gua tuh fiturnya udah cukup. Yang jadi deal breaker di gua tuh cuman bezel-nya masih kegedean. Tapi dari build quality, dari metric data dan daya tahan baterainya tuh udah solid dan cukup decent. Sebenarnya gua mau pakai buat daily driver gua, tapi gua lagi galau karena gua dikirimin Series Ultra-nya juga. Ya, ditunggu deh review Series Ultra-nya ya.

Lihat di YouTube