Smartwatch yang GAGAL SEMPURNA, Karena... - Review OPPO Watch X (YouTube Video)
Smartwatch yang saya selalu puji-puji adalah Huawei Watch. Saya punya beberapa. Alasannya karena ngga butuh dicas sehari sekali kayak rata-rata smartwatch pada umumnya. Cuman mungkin yang belakangan sobat lihat di video, saya lebih sering pakai ini. Samsung Watch 5 Pro. Alasannya sebenernya cuman gara- gara strap pikachunya aja hehehe. Saya seneng sama pokemon. Semua gadget daily saya tuh ada pokemonnya. Samsung Z Flip 5 ada Pokemonnya terus S24 Ultra juga ada stiker pokemonnya. Saya masih belum nemu case pokemon editionnya soalnya hehehe. Nah kini datang OPPO Watch X. Ngga ngasih ketahanan baterai sekuat Huawei Watch dan ngga ada pokemon pokemonnya kayak Samsung Watch 5 Pro saya. Apakah saya bakalan suka? Well di beberapa hal saya tuh suka sama smartwatch ini. Yang pertama adalah tampilannya. Menurut saya, smartwatch itu tuh wajib tampil ganteng. Karena dia juga sebagai aksesoris penunjang penampilan. OPPO Watch X ini menurut saya sukses buat tampil ganteng. Warna Mars Brown yang saya pake ini sedikit terlihat lebih menarik perhatian di tangan. Frame stainless steel yang punya finishing kayak krom ini juga bikin smartwatch ini terlihat mewah. Ada dua tombol yang bisa dipencet di sisi kanan, salah satunya punya bentuk kayaknya crown ya sehingga ngasih sedikit elemen klasik. Saya suka. Walau crownnya ini kalo diputer- puter ngga ngasih reaksi apa-apa ya. Ngga ada fungsinya. Ini tombol yang bisa dipencet aja. Bagian layarnya juga bagus menurut saya. Layarnya agak cembung dan melengkung di bagian sisi jadi bikin pengoprasian tuh nyaman. Ngga kerasa tajam di tepian. Proteksinya udah pakai Sapphire glass, which is sempurna dan layarnya 1.43 inch dengan panel AMOLED dan kerapatan piksel di 326 PPI. Terlihat cakep dan pixelated. Watch Facenya? Ada banyak dan bagus-bagus. Karena smartwatch ini menggunakan OS besutan Google yaitu Wear OS, kamu punya akses ke google Play Store buat nemuin lebih banyak watch face lagi. Strapnya juga pake quick release, jadi buat kamu yang suka ganti-ganti strap kayak saya akan sangat mudah untuk menemukan strap pengganti yang sesuai sama selera. Jadi dari segi penampilan, buat saya smartwatch ini 10 out of 10. Ngga ada kurangnya. Untuk fitur, kita mulai dari fiturtrackernya dulu ya… Ada fitur sleep tracker, tampilan di aplikasi OHealthnya tuh kayak begini. Cukup intuitif dan kelihatan kualitas tidur saya seperti apa. Activity tracker juga tentunya ada, tampilannya cukup unyu ya bulet-bulet kayak gini. Saturasi oksigen juga ada dan stress level juga ada. Mode olahraga juga cukup lengkap. Saya sempet sepedahan bentar dan data yang kamu dapet seperti ini. Ada tracking posisi, jarak, durasi, kalori, kecepatan dan elevasi. Kamu bisa share hasil sepedahanmu ke sosmed yang kamu punya cuman tampilannya gambar aja ya… kalo Huawei Watch kan bisa jadi video. Lebih bagus kalo dishare ke Story Instagram. Data olahraga ngga harus kamu buka via aplikasi ya… Lewat smartwatchnya langsung juga bisa dan informasinya juga selengkap di aplikasi. Tracker yang paling saya suka adalah tracker buat Badminton. Karena kita bisa lihat data kayak distribusi tembakan, kecepatan ayunan kita dan Zona detak jantung pas lagi main. Bahkan ada grafik permainan kita yang divisualisasikan seperti ini. Anjir kayak lagi main Football Manager aja. Kayaknya baru OPPO Watch X sih yang bisa kasih visualisasi seperti ini. Buat olahraga lain tentu juga ada kayak tenis, ski, berenang dan lain-lain cuman bentuk visualisasi datanya beda-beda. Maap saya ngga bisa demoin semua karena saya tidak se-multi talenta itu. Untuk kebutuhan komunikasi sehari hari juga nyaman. Selain buat baca notifikasi, tampilan di smartwatchnya juga cukup lega. Foto juga bisa ditampilkan langsung di smartwatch jadi ngga bikin kita kepo terus buka hape hehe. Balas chat whatsapp juga bisa. Mau balas pake keyboard ya bisa dan tampilan keyboardnya qwerty. Saya pikir awalnya susah kan kecil kecil, eh ternyata akurasinya cukup baik ya. Cuman saya lebih suka bales pake voice to teks. Cukup akurat loh hasilnya. Sayangnya, smartwatch ini ngga bisa buat angkat telpon langsung dari jam nya. Notifikasinya ada, tapi kalo kita pencet angkat di sini, bukanya tuh tetep di hape. Jadi ngga bisa kayak power ranger pas ditelpon sama Alfa atau Zordon. Aduh pada ngerti referensinya ngga ya? Ya begitu deh. Kalau kita pake TWS, baru smartwatch ini ngebantu. Jadi pas pencet angkat, langsung nyantolnya ke TWS jadi kita bisa angkat telpon sembari kerja. Itu aja kurangnya menurut saya. Pertanyaan selanjutnya yang penting adalah bagaimana ketahanan baterainya? Well sebenarnya memang tidak adil jika kita membandingkan smartwatch Huawei yang pakai software bikinan sendiri dengan smartwatch-smartwatch dengan WearOS. Smartwatch smartwatch dengan proprietary software kayak Huawei atau Garmin memang bisa ngasih ketahanan baterai antara seminggu sampai dua minggu. Sementara WearOS tuh antara sehari sampai 4 hari. Ibaratnya kayak bandingin ketahanan baterai smartphone dengan feature phone lah. Nah kalau OPPO Watch X ini kata OPPO bisa tahan sampai 100 jam. Apakah itu benar? Well dari hasil pengujian saya hasilnya bahkan lebih dari itu. Karena di hari ke empat ketika baterainya tinggal sedikit, dia masuk ke hibernation mode. Memangkas beberapa fitur tapi smartwatchnya masih nyala, fitur tracking activity juga nyala dan kita bisa selalu tahu jam. Jadi cukup bagus menurut saya. Tapi catatannya adalah kalo mau sampai 4 hari, ya fungsinya default aja ya saya ngga pake tracking olahraga dengan GPS nya, cuman pake harian aja dan Always On Display juga tidak menyala. Sementara kalau saya sukanya pake fitur always on display biar ngga harus angkat tangan ke muka buat liat jam ya. Sambil ngetik aja tuh bisa ngelirik gitu jadi sekarang lagi jam berapa. Dan secara tampilan juga bikin smartwatch ini kayak jam pada umumnya. Dengan Always On Display menyala baterainya tuh bisa menyala selama 2,5 hari lah. Yang artinya ya lumayan lah baterainya. 11-12 sama Samsung Galaxy Watch 5 Pro saya. Tapi satu yang saya suka lagi dari smartphone ini adalah chargernya. Chargernya kayak gini doang. Magnetik dengan pin dan ada lubang Type C nya. Jadi kalau dibawa ke luar kota atau luar negri ngga harus ada tambahan kabel yang mengguntai kayak di huawei Watch atau Samsung Galaxy Watch. Tinggal colok aja pake charger hape gitu, bisa ngecas deh. Semoga ditiru sama brand lain. Ini bikin rapih pas packing dan ngga ngeribetin. Kesimpulannya, ini smartwatch bagus. Saya nyaris ngga ada keluhan. Cuman soal ngga bisa angkat telpon langsung dari hape aja. Jikalau baterainya bisa tahan seminggu maka saya akan bilang smartwatch ini udah sempurna. Satu hal terakhir yang bisa bikin kalian ngga beli smartwatch ini adalah harganya. Dengan harga 6 juta tentu akan membuat kita berfikir dua kali. Menurut saya sebenarnya wajar jika smartwatch ini punya bandrol harga segitu. Tampilannya cakep, ngecasnya gampang, baterainya oke, udah pake sapphire glass juga jadi ngga akan baret-baret kayak smartwatch dengan gorilla glass, udah IP 68 dan military standart juga. Kalau dibandingin sama Apple Watch, masih lebih murah jadi menurut saya sih masih mending ambil ini aja kalau kalian pake smartphone Android. So, kalau mau beli silahkan, kalo ngga dibeli juga ngga apa-apa. Ini video review, bukan video promo jam tangan. Keputusan ada di tangan kalian.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...


















