Smarwatch Multisport + Recovery Canggih, Desain Premium, dan Baterai Awet! Review Amazfit Balance 2 (YouTube Video)
Ini adalah Amasfit Balance 2, smartwatch baru dari Amazf yang katanya cocok untuk latihan multiport, untuk endurance runner, dan untuk recovery juga. Fitur olahraganya banyak banget. Ada lebih dari 170 jenis yang bisa dipantau dan ada juga fitur coaching pakai AI. Lalu fitur kesehatannya juga ada banyak. Stress monitoring, slip tracking, dan masih banyak lagi. Fitur lainnya juga canggih ya. Dia bisa buka map secara offline, bisa balas pesan WA pakai voice typing dan buat angka telepon juga bisa. Desain jamnya juga premium, layarnya AMOLED yang tampilannya keren dan pakai save Fire Glass jadi tangguh. Yang satu ini tahan airnya juga 10 atm jadi aman dipakai buat berenang. Bahkan di laut baterai juga super awet bisa tahan sampai 20 hari dalam satu kali charge doang. Pertanyaannya apakah ini adalah jam yang cocok buat kalian? Simak pembahasannya kali ini. Setahun terakhir ini, Amaz nih menghadirkan smartwatch baru mereka ke Indonesia. Sejak awal tahun lalu aja kita udah bikin beberapa kali ya video review dari brand yang satu ini. Ada Amas Trex yang tampilannya raget ya, sangar dan baterainya super super awet. Lalu ada Amasfit Beep 6 ya yang harganya terjangkau tapi fitur-fiturnya canggih. Lalu ada Amasfit Active 2. Bahkan kita bikin review dari versi bundar dan versi kotaknya ya. Nah, kalau kalian belum nonton semuanya, waduh sepertinya kalian kelewat nih. Udah tahu kan harus ngapain ya. Kalau kelewat tu berarti belum subscribe kan? Oke, sekarang yang akan kita bahas ini adalah Amasfit Balance 2 yang kelasnya memang ini lebih tinggi dibandingkan smartwatch Amas lain yang pernah kami review. Nah, ini kelas atasnya nih ya. Penasaran jam bisa apa? Langsung kita mulai bahas dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smartch-nya tanpa strap yang terpasang. Lalu ada strapnya di sini ya. Nah, ini warnanya hitam kalau yang ini ya dengan bahan silikon. Lalu ada lagi satu strap lagi berwarna orange dengan bahan silikon juga. Jadi langsung dapat dua strap di sini. Lalu ada magnetic charging base dengan port USBC dan ada paket dokumen. Nah, smartwatch ini hadir dengan bentuk yang bundar dan simpel di sini ya. Ee tapi tetap berkesan premium. Di sekitar beza layarnya terdapat aksen berwarna biru tua yang sedikit memberikan kesan sporty pada jam yang satu ini. Untuk bodinya, smartphone si pakai bahan aluminium aloy berwarna abu-abu dengan finishing yang matte ya. Sekilas memang terlihat seperti titanium ya yang dipakai sama smartwatch kelas atas. Di sisi kanannya ada dua tombol yang membantu untuk pengoperasian tentunya. Tombol yang atas ini adalah tombol putar atau rotating crown. Ini berfungsi untuk scrolling pada saat kita membuka menu. Sementara tombol yang di bawah itu fungsinya itu bisa dicustom. Tapi default-nya ini berfungsi untuk buka menu workout. Nah, untuk kedua strap yang tersedia ini punya desain yang berbeda sebetulnya. Kalau yang hitam itu kalau dari jauh kelihatannya kayak strap kulit ya. Nah, jadi kelihatannya lebih elegan aja. Lalu untuk yang orange ini yang lebih sporty ya. Jadi bahannya sama-sama silikon sih sebetulnya cuman kesannya yang beda kalau kita lihat. Nah, kedua strap ini lebarnya adalah 22 mm dan sama-sama pakai quick release. Jadi, sebetulnya jam ini bisa menggunakan strap lain yang berukuran 22 mm juga. Nah, untuk daya tahan terhadap air dia itu ada di 10 ATM water resistance. Jadi, teoritis dia tahan air sampai kedalaman 100 m. Selain itu, Amazwi juga mengklaim kalau jam ini bisa digunakan untuk free diving hingga kedalaman 45 m di laut lepas. Untuk dimensinya ada di 47,4 * 47,4 * 12,3 mm ya. Jadi ya 47,4 lah ya ukurannya ya. Sebentar tu bobotnya 42 gr tanpa strap dan 60 gr kalau dengan strap silikon. Jadi walaupun ukurannya besar bobotnya masih cukup ringan. Oke, sekarang kita lihat bagian layarnya. Ini ukurannya 1,5 inci panel AMOLED resolusinya 480 * 480 piksel. Kerapatannya adalah 323 PPI. W rapat nih ya. Beratasnya diklaim hingga 2000 nit. Dan permukanya layar ini pakai Sfire Glass. Jadi ini tangguh lebih tangguh ketimbang yang pakai tempered glass tentunya. Nah, untuk sensor kesehatan jam ini menggunakan Biotracker PPG 6.0 biometrick sensor yang mendukung pemantauan blood oxygen level. Selain itu tentunya ada berbagai sensor lain seperti acceleration sensor, ada gyroscope sensor, barometric altimeter, ambient light sensor, temperature sensor, dan geomnetic sensor. Lengkap sensornya ya. Lanjut untuk baterainya. Baterai ini cukup besar ya, ada di 658 mAh. Amaz sendiri mengklaim kalau baterai bisa bertahan hingga 21 hari dengan penggunaan normal tanpa always on display. Selain itu, mereka juga mengklaim kalau jam ini bisa menyala terus-terusan selama 39 jam dengan mode precision GPS dan 67 jam kalau pakai mode power saving GPS. Untuk OS dia pakai Zap OS versi 5.0 alias ini versi yang paling baru. Ini adalah OS yang dirancang secara khusus untuk smartwatch Amasfit. Bluetooth-nya versi 5.2. Untuk Wii ini ada ya, dia support 2,4 GHz. Untuk sistem GPS-nya dia pakai dual band GPS dengan 6 satelite positioning. Untuk motor gear-nya dia pakai motor linear dan microfon serta speaker juga tersedia di sini. Untuk NFC sayangnya emang belum ada di sini. Oh ya, sama seperti smartwatch sama suf yang lain, balance 2 ini juga bisa diparing ke smartphone Android dan iPhone juga bisa. Jadi bisa pakai dua-duanya. Tapi untuk pengujian kali ini kita pakainya Android ya. Oke, sekarang kita lihat aplikasi Zap. Nah, untuk pairingnya sendiri kita butuh aplikasi Zap yang dapat di-download dari Google Play Store atau Apple App Store. Di aplikasi Zap ini kita bisa memantau serta mengatur berbagai hal terkait jam ini ya. Di mana aplikasi Zap itu terbagi menjadi empat yaitu home, workout, aura, dan device. Di home ini kita bisa melihat berbagai statistik kesehatan yang sudah dipantau oleh jam ini. Ada readiness yang mlihatkan seberapa siapnya kita menghadapi hari ini. Kalau angkanya makin besar tentunya itu artinya makin bagus. Catatannya, readiness ini hanya bisa tampil kalau jamnya kita pakai tidur ya. Lanjut. di halaman workout. Di sini kita bisa lihat olahraga apa saja yang sudah pernah kita lakukan. Semua statistik olahraga yang sudah dilakukan tentunya kita bisa lihat secara lengkap ya dan detail banget di sini. Lalu fitur Zap Coach ini ada di sini untuk merancang latihan olahraga dengan bantuan AI. Jadi iya sudah pakai AI untuk jadi coach-nya kita ya. Nah, kita bakal diberi beberapa pertanyaan terkait riwayat olahraga kita dalam beberapa waktu terakhir serta bagaimana kondisi fisik tubuh kita untuk mendapatkan menu latihan yang sesuai. Lalu kalau menu latihannya sudah ada, kita akan diberikan reminder ketika waktu latihannya sudah tiba. Berikutnya ada halaman aura. Ini adalah halaman khusus dengan berbagai fungsi untuk membantu kita rileks dan bisa membantu membuat tidur kita jadi lebih berkualitas. Di menu ini kita juga bisa melihat analisa tidur kita selama seminggu. Jadi, kita bisa tahu banget tuh ya pola tidur kita tuh seperti apa. Lalu di terakhir ada halaman device. Nah, di sini kita bisa lihat baterai jam yang tersisa ada berapa. Lalu kapan terakhir kita ngecas jam ini. Lalu di bawahnya kita bisa lihat ada opsi watch faces. nya banyak banget di sini ya. Ada yang gratis tentunya tapi ya ada juga yang berbayar. Sama seperti yang lainnya, sayangnya di sini belum ada watchpace yang bisa menampilkan dual time zone. Tapi ada solusinya. Kalau mau lihat zona waktu di kota lain atau di negara lain, kita bisa pakai fitur World Clock. Nah, lalu berikutnya ada App Store. Di sini ada berbagai aplikasi yang bisa kita download untuk menambah fungsi dan fitur dari jam ini. Ada aplikasi pengingat jadwal salat, petunjuk arah kiblat, bahkan kalau mau instal game itu juga ada di sini ya. Opsinya memang belum sebanyak yang ada di Google Play Store atau Apple App Store, tapi menurut kami udah lumayan banyak opsinya dan fungsional-fungsional ya, bukan yang asal ada doang gitu. Kemudian di tab ini juga ada pengaturan untuk health monitor, notification dan reminder. Dan ada juga pengaturan lain terkait jam yang satu ini. Oke, berikut pengalaman kami menggunakan jam yang satu ini ya. Biasanya kan jam dengan ukuran 47 mili itu terkesan punya bobot yang cukup berat ya di sini. Tapi saat kita pakai buat sehari-hari ternyata enggak terasa berat sama sekali. Jadi enggak membuat tangan jadi kayak ada sesuatu yang nempel gantung atau ganjal di tangan gitu, enggak ya. Jadi menurut kami ini termasuk nyaman untuk penggunan sehari-hari. Oh ya, by the way kalau kalian lihat jamnya kelihatannya kecil di tangan saya ini karena tangan saya ya. Jangan salah. Oke, kita lanjut lagi. Untuk tampilan layarnya kami sih enggak ada protes, ya. Layar AMOLED-nya bisa mengadilkan tampilan yang nyaman untuk dilihat. Brightness-nya udah mantap banget. Digunakan di luar ruangan. Tampilan layar tuh jelas banget. Mau dibawah ter sinar matahari enggak ada masalah. Touch screen-nya juga responsif dan mulus untuk scrolling menu ini. Menyenangkan sekali sih ya. Lancar banget. Tapi kalau untuk kami akan lebih enak lagi kalau scrolling itu pakai tombol putar karena lebih pas aja berasa jam aja gitu. Oke, sekarang kita coba dia butuh olahraga. Untuk mulai pantauan olahraga kita bisa tekan tombol workout atau tombol yang di bawah sebelah kanan ini. Kemudian kita bisa pilih jenis olahraga yang tersedia. Di sini opsi ada banyak banget ya, ada sekitar 170-an jenis olahraga yang bisa dipantau. Fitur workout detection juga ada di sini. Catatannya ini hanya bisa untuk delan jenis olahraga saja. Ketika kami coba untuk olahraga jalan kaki, jam ini bisa menampilkan beberapa data seperti jarak, kecepatan, hard rate, dan lain-lain ya. Miriplah dengan kalau kita pakai buat lari sebetulnya. Nah, kalau kita mau lihat data yang lebih lengkap lagi, kita bisa cek aplikasi Zap setelah kita selesai berolahraga. Pertanyaannya untuk GPS-nya gimana? Akurat enggak? Nah, ketika kami gunakan untuk jalan kaki melalui rute olahraga yang biasa kita lalui dengan jarak sekitar 2 km, jam ini berhasil mencatat jarak kurang lebih tepat 2 km juga. Jadi udah akurat lah yang satu ini ya. Untuk kecepatan log GPS-nya sendiri sudah kehitung cepat ya. Jadi kami sih enggak ada komplain soal GPS di jam yang satu ini. Kalau mau connect ke Straava biar larinya bisa tampil di mana-mana dan kekinian bisa ya. Bisa tinggal diing aja lewat aplikasi Zap ya. Nah, sekarang mari kita coba untuk tes berenang ya tentunya bersama Costivia kali ini. Untuk statistik renang bisa dilihat cukup detail di sini sama dengan yang sebelum-sebelumnya juga. jumlah stroke, pace, detak jantung, dan statistiknya itu terekam dengan baik. Bahkan kalau renangnya diawali dengan lompatan pun statistiknya tidak terganggu di sini. Ini mantap ya. Biasanya kalau kita lompat di awal itu bisa salah deteksi ya. Pembalikan suka tidak terdeteksi atau bahkan gayanya bisa salah deteksi. Tapi kalau di jam ini aman, tidak ada salah deteksi sama sekali ya. Kemudian dalam pengujian kedua kita coba juga untuk gaya ganti ya. Biasanya gaya ganti juga bikin masalah karena kadang-kadang ada beberapa jam yang tidak bisa mendeteksi salah satu gaya. Tapi di sini enggak ada masalah. Empat gaya yang umum digunakan itu semuanya terdeteksi dengan baik. Iya. Iya. Ya. Mau gaya bebas terus langsung ganti ke gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, aman. Semuanya terdeteksi dengan baik. Nah, lalu setelah kita selesai berenang, jam ini akan berusaha mengeluarkan air yang mungkin terselip ya. Fungsi mengeluarkan airnya juga bisa ditrigger manual via quick menu ya. Selama pengujian kita tidak menemukan ada masalah ketahanan air sama sekali ya. Ya mungkin karena kita pakai di kolam renang juga seperti dibahas tadi ya. Dia juga bisa dipakai buat free dive sampai 4 km udah certified. Dan untuk olahraga air lainnya juga udah aman lah yang satunya. Jadi pakai aja lah di mana aja nih aman ya. Nah, selanjutnya jam ini juga bisa dipakai untuk strength training atau latihan fisik seperti push up, squat jump dan sebagainya. Nah, menariknya mode strength training ini dikatakan sudah punya fitur smart strength training yang bisa mengenali 25 jenis latihan fisik. Untuk listnya bisa dilihat nih ya, ada apa aja ya, banyak juga ya. Nah, setelah selesai olahraga kita langsung bisa tuh beragam statistik terkait latihan fisiknya serta heat map bagian otot mana yang paling bekerja keras selama kita berlatihan. Canggih ya nih fiturnya ya. Oke, lanjut. Ada juga model khusus untuk HOX. Nah, ini adalah kompetisi olahraga yang mengkombinasikan lari jarak jauh dan funional workout yang menantang daya tahan fisik. Nah, di sini kita bisa menekan tombol yang ada di kanan bawah tiap kali ingin berpindah dari mode lari ke mode functional workout. Setelah itu saya seperti biasa kita bisa melihat data-data hasil oraganya lewat aplikasi Zap. Oh ya, Amazal weable technology and timing partner untuk kompetisi HX ya. Jadi enggak bercanda nih ya. Fitur Herox di zaman Amas Fit ini dirancang dengan serius supaya pemantauannya maksimal. Secara umum fitur olahraga di jam 1 ini memang banyak banget ya dan serius banget. Jadi harusnya ini emang cocok banget untuk yang suka latihan multi sport. Oke, kita lanjut ke fitur pemantauan kesehatan. Di sini bisa dibilang e banyak ya fitur kesehatannya ya. Di sini fitur monitoring untuk hard rate, SPO2, stress level dan lainnya itu sudah ada semua di sini. Slip tracking tentunya juga ada dan kalau kita buka aplikasi ZP, kita bisa dapat informasi yang lebih detail seperti durasi deep sleep, light sleep, REM, sleep breathing quality dan sebagainya. Menstrual cycle tracking untuk para wanita juga ada sih di sini. Jadi fitur monitor kesehatan di jam ini memang cukup banyak dan terbilang cocok kalau lagi mau recovery gitu ya cocok banget. Oke, selain fitur kesehatan olahraga, jam ini juga punya beberapa fitur lain. Salah satunya adalah kita bisa menggunakan map secara offline dan yang paling penting gratis ya. Caranya kita harus download dulu petanya itu di aplikasi Zap. Dan karena zam ini sudah support Wii, peta bisa di-download melalui Wii dari jamnya langsung. Nah, setelah selesai download, kita bisa buka peta ini secara langsung di jam ini. Bahkan saat tidak ada koneksi internet sekalipun dan bahkan saat tidak terhubung ke smartphone. Nah, jam yang ini juga tentunya sudah bisa menerima notifikasi dari smartphone. Kita bisa pilih mau menerima notifikasi apa saja yang in tampilkan di jam ini lewat halaman notification settings di aplikasi ZP. Lalu untuk notifikasi dari aplikasi Messenger seperti WhatsApp, kita bisa balas pesannya secara langsung dari jam yang satu ini. Ini bisa dilakukan dengan fitur quick response atau kita bisa ngetik juga pakai keyboard yang tersedia atau mau voice typing itu juga bisa ya dan ini bisa bahasa Indonesia tapi catatannya untuk voice typing kita perlu mengubah pengaturan bahasa di jam ini jadi bahasa Indonesia dulu ya. Oke untuk nelepon gimana? Bisa enggak? Bisa dong, kan dia sudah punya mikrofon dan ada speakernya juga. Tapi catatannya kalau untuk WhatsApp call itu hasilnya bisa beda-beda tergantung HP atau smartphone apa yang dipairing ke jam ini. Ya, kalau kita coba di smartphone Samsung, kita bisa angkat WhatsApp call secara langsung di jamnya tanpa ada masalah. Sementara saat kita coba untuk smartphone Android dari merek lain hanya muncul notifikasi panggilan masuknya aja. Jadi, WhatsApp call-nya belum bisa diangkat secara langsung pada jam yang satu ini. Selain itu, kabarnya pakai Pixel juga bisa, tapi Pixel enggak resmi di sini, ya. Lalu kalau untuk iPhone, nah itu bisa ya. Nah, kalau untuk telepon seluler, kalau tadi kan WhatsApp ya. Kalau telepon seluler ini harusnya bisa berjalan normal di semua smartphone. Jadi enggak ada masalah mau dipairing ke HP merek apapun. Oke, untuk datan baterai kalau kita pakai always on display dan kegiatan seharian itu yang normal aja ya, baterai akan berkurang sekitar 12 sampai 13% per hari. Jadi teoritis dengan always on display hidup dia bisa bertahan sampai 8 hari. Ini mantap ya. Umumnya hasil seperti ini bisa didapatkan di jam-jam yang lain kalau kita pakai tanpa always on display. Nah, kemudian kalau tanpa always on display sendiri gimana? Ya tentunya makin awet. Dengan skenar yang sama, baterai berkurang sekitar 5 sampai 6% per hari. Jadi teoritis dia memang bisa bertahan sekitar 20 hari untuk pemakaian normal. Ini hasil yang sangat-sangat awet dan sudah mendekati klaim dari Amasfed. Kalau di sawet ini sih rasanya kita enggak perlu mikir untuk nge-charge baterainya setiap hari ya. seminggu sekali kali atau bahkan 2 minggu sekali kalau gak pakai always on display. Nah, kalau untuk charging smartwatch yang satu ini butuh waktu kurang lebih 1 jam. Hasilnya cukup baik mengingat yang satu ini baterainya memang cukup besar ya. Oke, untuk harganya Amaz Balance 2 ini dijual dengan harga Rp4.999.000. Nah, untuk info lengkapnya langsung aja cek di kolom deskripsi. Kita langsung aja masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, smartwatch ini bukan pakai OS terbuka seperti Ware OS atau Watch OS yang dipakai sama Apple ya. Jadi memang opsi aplikasi atau penambahan fiturnya itu belum banyak-banyak amat. Tapi kalau dibandingkan dengan smartwatch yang lainnya, sebetulnya ini opsinya udah banyak ya untuk penambahan aplikasinya. Lalu untuk fungsi speech tox itu sangat bergantung pada setting bahasa di jamnya sendiri. Jadi kalau mau pakai dalam bahasa Indonesia, kita harus set bahasa Indonesia untuk pengaturan menu di smartwatch ini. Kemudian belum terlihat ada opsi untuk menampilkan dual time di watchpace secara langsung. Lalu untuk teleponan untuk WhatsApp call itu sangat bergantung tipe smartphone-nya ya. Paling enggak kita bisa lihat kalau untuk Samsung dan iPhone jalan lah di sini. Kalau kita pakai smartphone yang lain, kita akan terima notifikasinya aja ya. Walaupun tadi kita ah bahas ya, kalau untuk nelepon biasa sih sebetulnya bisa untuk semua handphone ya. Nah, dari si menariknya desainnya ini keren dan terasa premium. Lalu ada dua strap dalam paket penjualannya. Jadi kita bisa ngatur aja sesuai dengan selera kita ya. Baterainya wah ini superuper awet ya baterainya. Layarnya amoled mantap banget. brightnessnya juga tinggi banget sampai 2000 nitz. Lalu dia pakai save fire glass. Jadi dia lebih kuat terhadap goresan yang satu ini ya. Lalu untuk opsi watch face-nya ada banyak dan beragam. Banyak yang gratis juga. Fitur olahraganya wah ini banyak sih segudang ini satu nih ya. Fitur autoritch workout juga ada. Fitur coaching dengan bantuan AI juga ada. Mau connect ke Straava bisa. Fitur penunjak kesehatan juga ada banyak dan lengkap. Dan mau ngejawab WA pakai keyboard dan voice typing juga bisa. Lalu buat angkat telepon secara langsung juga bisa. Bahkan WA call juga bisa. Ya, tentunya dengan catatan khusus tadi ya. Lalu dia bisa nambah fitur lewat App Store ya yang ada di aplikasi SEAP sendiri. Lalu bisa buka map secara offline bahkan download-nya gratis di sini ya. Bisa connect Wii pula di sini ya untuk mempermudah download map tadi. Lalu water resistance-nya itu sampai 10 atmosfer. Jadi d tahannya udah mantap banget untuk air ya. Lalu bisa dihubungkan ke smartphone Android maupun iPhone juga bisa ya. Nah, dilihat dari banyaknya fitur olahraga dan kesehatan yang tawarkan, kami rasa Amasfit Balance 2 ini memang cocok untuk dipakai untuk latihan multiports, endurance running, dan recovery seperti klaimnya Amazfit. Tapi enggak cuma itu, karena kami juga merasa yang satu ini cocok disebut sebagai smartwatch yang allrounder. Fiturnya tuh berlimpah dan canggih, baterainya super awet dan desainnya keren serta premium dan dia cocok untuk iPhone dan Android juga bisa gitu kan. Pada akhirnya kalau dicari adalah sebuah smartwatch serba bisa yang daya tahan baterainya super super awet di sini ya. Lalu dia tangguh juga dan fitur pemantau olahraganya segudang ya. Rasanya yang satu ini sangat wajib untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka Tib TV. [Musik]
