Soal Budget Phone, Xiaomi ga ada Lawan! - Nyobain Redmi 14C (YouTube Video)
Kedatangan hape ini terasa tiba-tiba dan tidak terduga. Ini dia Sob, redmi 14C. Smartphone dari Xiaomi yang terlihat sangat berbeda dibandingkan seri-seri sebelumnya. Yang bikin hape ini terasa berbeda atau terlihat berbeda tentunya dari sisi visual. Karena kalau kita lihat, desain dari hape ini tuh terlihat lebih cantik dengan frame kamera yang membulat, dengan komposisi kamera yang juga berbeda dari kompetitornya. Desain hape ini flat di bagian frame dengan pilihan warna yang menurut saya cakep-cakep banget ya. Mulai dari Starry Blue, Midnight Black, sampe Dreamy Purple. Saya suka banget sih sama yang warna Starry Blue ini, karena ini gradasi antara warna biru langit dengan silver. Konsepnya prasis kayak bintang jatuh gitu lho. Keren dah pokoknya. Dan saya sangat apresiasi Xiaomi karena bikin standar hape entry level jadi semakin cantik. Sensor fingerprint di hape ini menyatu dengan tombol power di sebelah kanan. Selain fingerprint untuk biometrik, hape ini juga mendukung AI Face Unlock. Saya jujur nggak tau kenapa ada embel-embel AI di Face Unlocknya gitu. Tapi seperti itulah mereka menuliskan fitur ini. Saya juga suka sama komposisi peletakan modul kamera dan LED Flash yang menurut saya ini lebih cantik dibandingkan desain dari hape-hape realme. Keempat bulatan yang ada di dalam framenya ini ternyata nggak semuanya kamera ya. Karena yang kamera itu cuma 2, yaitu kamera utama beresolusi 50MP dan 2MP kamera depth. Satu bulatan berisi LED Flash dan satu bulatan lagi tidak berisi apa-apa. Hanya sebuah tulisan 50MP AI kamera aja. Ya, bulatannya gimmick. Hape ini lumayan tipis dengan ketebalan cuma 8.22 mm. Walau tipis, ternyata hape ini cukup besar. Karena bagian depannya terdapat sebuah layar berukuran 6.88 inch berpanel IPS beresolusi HD plus dengan refresh rate 120Hz. Dan sekarang giliran Redmi yang ngasih layar dengan refresh rate tinggi di hape entry level mereka. Bratus layarnya sendiri menurut saya lumayan tinggi dengan 450 nits. Layarnya cukup responsif, saya coba beberapa kali main real gram responsenya cukup oke dan tidak terasa ada latensi yang mengganggu. Saya nggak dapet informasi apakah layar di hape ini pakai kaca pelindung tertentu atau tidak. Karena biasanya hape-hape entry level Xiaomi itu pake Corning Gorilla Glass. Contohnya Redmi A3. Untuk dapur pacunya, hape ini pake SoC Mediatek Helio G81 Ultra dan ditandem dengan RAM 8GB yang bisa kita extend sampe 16GB. Hasil dari beberapa aplikasi benchmark sintetis memperlihatkan angka-angka yang didapet itu lumayan oke. Buat yang belum tau, Helio G81 Ultra ini adalah SoC baru yang dirilis bulan Agustus tahun 2004. Kelebihan SoC ini salah satunya adalah dukungan terhadap layar 120Hz. Saya ingin sedikit menyorotis soal fitur Extended RAM di hape-hape sekarang ya. Saya penasaran deh, menurut kalian, fitur virtual RAM kayak gini tuh kepake nggak sih? Dan menurut kalian, apakah ada perbedaan signifikan saat kita mengaktifkan fitur virtual RAM ini atau nggak gitu? Tulis dong pendapat kalian di kolom komentar. Saya penasaran deh, oke? Pada praktiknya, saya merasa transisi saat mengoperasikan launcher di hape ini terasa cukup smooth. Dan saya coba beberapa kali main game, hape ini juga cukup oke. Fitur hape ini surprisingly cukup lengkap untuk sebuah hape entry level. Sebut saja ada NFC. Yang kita tau, dulu fitur ini eksklusif untuk hape-hape menengah aja. Untuk software, dia sudah menggunakan Android 14 dengan sistem antarmuka HyperOS. Eksperiense pake antarmuka mereka juga cukup menyenangkan, cukup smooth, dan saya nggak ngerasa ada kendala yang berarti kecuali beberapa iklan dan notifikasi yang sedikit mengganggu. Yang harusnya bisa kita disable secara manual. Jadi rasanya notifikasi dari aplikasi dan iklan seperti ini udah bukan jadi masalah lagi untuk sekarang ya. Untuk software, Xiaomi juga ngasih jaminan 3 tahun security patch dan garansi hape ini sampe 15 bulan atau 1 tahun lebih. Untuk baterenya, hape ini punya baterai yang besar, yaitu 5160mAh dengan dukungan fast charging 18W. Dan sudah disertakan kepala charger dalam paket penjualan. Portnya juga sudah pake USB Type-C. Dan hape ini juga punya fitur Smart Charging Engine yang menjamin si baterai akan tetap aman dalam jangka waktu yang lama. Terakhir kita bahas soal kameranya, yang sudah sempat kita mention di awal tadi. Dari beberapa foto yang saya ambil, kamera belakang hape ini menunjukin hasil foto yang lumayan oke menurut saya. Lumayan tajem dengan warna yang cukup akurat serta vibrant. Foto-fotonya nggak malu-maluin buat pameran ke media sosial. Hape ini juga bisa merekam video hingga resolusi Full HD di 30 fps, dengan hasil yang menurut saya lumayan oke. Walaupun hadir tanpa stabilizer. Yang artinya, untuk merekam video handheld, videonya terlihat lumayan berguncang. Untuk kamera depannya, resolusi 16MP di hape ini surprisingly bisa menangkap foto selfie yang cukup bagus dan cukup tajam menurut saya. Walaupun hadir tanpa autofocus. HDR-nya bisa berjalan dengan baik dan berhasil meng-highlight bagian wajah saat kita berselfie membelakangi sumber cahaya. Kesimpulannya, saya punya feeling yang positif terhadap hape Android entry level ini karena bisa ngasih hape dengan kualitas yang baik di harga yang terjangkau. Saya merasa hape entry level mereka lebih punya value dibandingkan hape-hape lain dari kompetitor di range harga yang sama, baik secara desain ataupun secara experience penggunaan. Ada 2 pilihan varian yang bisa kalian beli. Varian 6GB RAM dan 128GB Storage dijual di harga Rp 1.499.000, sedangkan varian 8GB RAM dan 256GB Storage dijual dengan harga Rp 1.799.000. Kalau Xiaomi bikin hape entry level sebagus ini, pada akhirnya brand lain pun tentu saja nggak bisa tinggal diam dan harus merespon apa yang Xiaomi lakukan dengan hape ini di kelas entry level. Dan selamat buat Xiaomi, karena udah bikin standar hape entry level jadi semakin tinggi, yang pada akhirnya konsumen lah yang akan senang. Gimana menurut kalian soal hape ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Dengan Irwan di sini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios! Closed Caption by @subbox.id
Video Lainnya
Menikmati hiburan atau bekerja kini makin praktis lewat perangkat layar sentuh ekonomis. Simak ulasan 11 Tablet Mantap Di Bawah Rp 5 Juta! - Rekomendasi di...
Mencari jam tangan pintar berkualitas di kisaran satu hingga dua juta rupiah sering kali membingungkan. Jagat Review membedah berbagai pilihan terbaik guna membantu...
Menemukan Xiaomi Watch S5 46mm di kelas dua jutaan membuka standar baru jam tangan pintar berdaya tahan baterai masif. Layar terang optimal dan navigasi luar ruang...
Menembus batas fungsionalitas harian, perangkat ini membawa pengalaman ala desktop ke dalam genggaman lewat dukungan PC level office dan performa gahar. Penasaran...
Di tengah dinamika harga ponsel yang meroket tahun ini, GadgetIn membedah pilihan terbaik dari berbagai kelas. Simak ulasan lengkapnya sekarang!
Menelusuri performa kelas atas di kisaran harga sembilan jutaan, ponsel ini menawarkan kamera Leica dan lensa periskop yang memikat. Simak ulasan mendalam Sebulan...
Mencari ponsel berperforma tinggi dengan bujet Rp 7 hingga 10 juta kini penuh pertimbangan akibat tren kenaikan harga. Ulasan dari Jagat Review ini membedah...
Peta persaingan wearable terjangkau pertengahan 2026 kian sengit. Tak sekadar pamer baterai awet, integrasi Health Connect kini jadi standar mutlak. Segera klik...
Tampil identik dengan Redmi Pad, Poco Pad C1 memikat lewat layar 2K di kelas dua jutaan. Sayangnya, sisa memori minim dan limitasi teknis memaksa kompromi. Apakah...
Bursa rekomendasi HP flagship terbaik di 2026 kian memanas. Inovasi mutakhir beradu, dari baterai raksasa bodi tipis Oppo Find X9 hingga takhtanya Samsung S26...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...

















