Jungkat

Solusi Untuk Anda Yang Malas ke Pasar | RAMO PODCAST (YouTube Video)

  • 01/01/1970

harapan kita atau aim kita adalah kualitas yang kita deliver ini bisa lebih baik daripada misalnya si pelanggan itu belanja langsung. Kenapa? Karena walaupun ibu-ibu jago milih, enggak semua ibu-ibu bisa milih. Nah, kenyamanan yang paling dewa itu apabila tidak ada komunikasi sama sekali antara saya sebagai pembeli dan shopper sebagai yang membelanjakan. Oh, oke. Artinya apa? Artinya tuh kan berarti perfect tuh. ada. Jadi mulai dari pesan sampai delivery datang di rumah enggak pernah nanya-nanya. Iya. Barangnya persis seperti yang dipesan gitu. Yes. Berarti tetap ada pengembangan ya, Mas. Bagaimana ee kalau tadi ee teman-teman shoppernya sudah well train gitu kan. Nah, ini delivery-nya yang masih bisa dimaksimalkan terus ya. Halo, selamat datang di Auto Driver dan kita masih ada di GJW Gikindo Jakarta Autowek dan sekarang kami ada di Ramo Podcast bersama Mas Fajar. Terima kasih Mas Fajar sudah berkesempatan mampir ke Ramo Podcast dan Mas Fajar ini adalah co-founder dan CTO dari Happy Fresh ya. Kita pengin dengar e insight ya, keseruan-keseruan yang e dilakukan oleh teman-teman Happy Fresh nih. Boleh, boleh, boleh. Mas Fajar boleh cerita sedikit de Happy Fresh itu apa sih, Mas? Oke, Happy Fres itu eh online grocery service. Jadi kita pioneir mulainya itu mungkin pada enggak nyangka 2015. Oh, gitu ya. Jadi kalau online grocery itu biasanya pada booming-boomingnya tuh pas COVID. COVID ya? Betul. Heeh. Karena orang enggak bisa keluar rumah ya. dipaksa buat belanja online. Nah, tapi kita sudah dari 2015. Jadi sudah 10 tahun ya, Mas ya? Sudah 10 tahun lebih. Perjalanannya panjang sekali itu, Mas. Sudah panjang. Suka dukanya juga udah banyak. Sudah naik turun lah kalau naik turun. Tapi apa insight nih, Mas? Apa ee apa sih ide awalnya, Mas sehingga terbersit? Oh, online grocery shopping. Ya, sebenarnya namanya ide berangkatnya dari yang very apa ya? Humble gitu. Jadi Heeh. Saya itu kan anak tiga, istri satu. He. Setiap kali hari libur atau hari Minggu lah ya, habis jalan-jalan apa segala macam on the way pulang ke rumah. Nah, di situ ada supermarket. I biasanya gitu ya. Biasanya gitu. Terus istri saya, "Mampir dong." Iya, iya. Mampir dong. Setiap kali habis jalan-jalan pasti mampir dong. He. Sedangkan saya benar-benar enggak demen tuh namanya belanja ya. Belanja biasa ya. Bapak-bapak begitu kayaknya. Udah ya. Udah harus berhenti, suruh parkir. Udah habis jalan-jalan capek. Habis jalan-jalan capek. Soalnya jalan-jalan kan kita pasti ngangon anak ya. Bukan kita yang jalan-jalan pasti ngangon anak. Apalagi waktu anak-anak masih kecil-kecil. Nah, pas waktu itu karena background gue memang pack jadi gua mikir kira-kira apa ya yang bisa nge-solve masalah ini? Dan harusnya masalah ini tuh enggak cuman di gua doang. Kenapa? Karena banyak yang ngerasain gitu ya. Harusnya begitu. Kenapa? Karena Jakarta macet. Iya. Ius. Terus waktu kan sangat valuable ya. Sangat berharga. Sangat berharga. Daripada belanja di supermarket, kenapa enggak melakukan hal yang lain dengan keluarga yang lebih betul fun lah. Nah, itu sebenarnya ide awalnya gitu aja sih. Berarti sesimpel itu ya, Mas. Jadi lebih agar quality time dengan keluarga itu tetap berjalan maksimal. Bahkan mungkin sambil jalan-jalan kita pesan dulu. Nanti sampai rumah barangnya tinggal diantar gitu ya. Udah, udah ada. udah ready gitu ya. Jadi enggak enggak apa spending waktu lebih untuk hanya untuk ke supermarket. Padahal Sabtu Minggu itu quality time banget buat buat. Sesimpel itu ya, Mas ya. Sesimpel itu. Sesimpel itu. Terus nyiapin platformnya mulai dari awal apa ee pembicaraan sama teman-teman terus sampai akhirnya launch tahun 2015 tuh berapa lama? Jadi ee kita itu mulai bikin platformnya akhir tahun 2014 mungkin. di September, Oktober gitulah. He. Nah, kita bikin sekitar 45 bulan terus kita launch tuh di 2000 ee 15 bulan Maret. Mirip-mirip sebenarnya sama auto driver. Oh, mirip ya. Karena kami juga establish tahun 2015, Mas. Karena memang tahun itu adalah tahun turning point ya. ee banyak sekali ee digital mulai berkembangnya dan cukup pesat gitu ya dan mulai bisa acceptable di device yang 7 inch gitu ya dan apa device-nya juga mulai mulai powerful gitu ya. Jadi ee kami waktu itu juga berpikir untuk kenapa tidak memulai sesuatu secara digital. Jadi medianya kami pindahkan. Night itu berarti online grosery shopping itu juga melihat potensi itu ya berarti ya Mas ya. Jadi tahun-tahun itu ya yang ya karena saya emang ee bergeraknya di bidang internet online teknologi sudah dari 2000 udah lama lah pokoknya sudah lama. Jadi ya memang saya percaya kalau grocery itu eventually bakal online. Walaupun enggak 100% lah, tapi penetration and adoption-nya itu pasti pelan-pelan meningkat. Soalnya kalau kita lihat dari vertikal-vertikal yang lain kayak contohnya elektronik terus sudah gitu ada fashion itu online adoption-nya kan sudah sangat tinggi cepat ya. sudah sangat tinggi. Nah, yang terakhir nih yang dari segi market size besar tapi belum ter apa ya adopsi online-nya masih kurang tinggal groceri. Yang lainnya sih udah udah adopsinya udah tinggi. Makanya pas 2015 itu berangkat dari problem saya sendiri dan saya cukup yakin bahwa eventually online grocery bakal di-adopt sama apalagi di kota-kota yang Jakarta yang sibuk, macet, dan segala macam ya eventually bakal online lah. Jadi ini tersedia e di platform apa aja, Mas Fajar? Ee sekarang kita ada di Android dan iOS. iOS. He Android untuk jangkauan pengantaran di Jabo Detabek. Oke. Bandung, Bali, Surabaya. Oh, baik, baik, baik. Berarti ee teman-teman yang ada di kota tiga kota itu sudah bisa download aplikasinya dan memanfaatkan fitur-fiturnya ya, Mas ya. Betul. Dan kita kerja sama dengan ee supermarket supermarket yang ada di kota-kota tersebut. tersebut. Heeh. Hampir 95% kita sudah kerja sama lah. Oke. Di kota tersebut ya, misalnya di Jakarta nih ada yang misalnya katakanlah Grand Laki. Yes. Grand laki kita kerja sama ee apa? Hero Tipt Hero kerja sama, Tipt kerja sama Superindo kita kerja sama Lote kita kerja sama Eon kita kerja sama. Super oke. Oke. Berarti hampir semua kebutuhan yang bisa dibeli pada saat kita jalan-jalan ke supermarket semua ada fiturnya di Happy Fresh ya. Yes. Yes. Kayak tadi saya sebelum ke sini kebetulan order dulu baru jalan-jalan lihat mobil. Jadi kan enggak perlu mampir ke sana kan. Iya. Iya. Jadi bisa full. Emang tujuannya mau jalan-jalan nyari mobil bisa dimanfaatkan untuk itu ya Mas ya. Nah Mas kalau berkaitan sama itu ya berarti kan ini online grocery shopping nanti groserinya akan dihantarkan i ke rumah si pemesannya. Nah itu bagaimana menjaga kualitasnya ini kan momen yang krusial banget ya. I kalau mungkin grocerinya bentuknya apa ee toilet tr mungkin enggak terlalu ini. Tapi kalau barang-barang yang apa ya krusial gitu loh, Mas belanjaannya mungkin apa ya misalnya daging, susu atau apapun itu. Itu menjaga intinya gimana Mas? Apa kesegarannya Mas? Jadi menjaga kesegaran atau kualitas dari fresh produce. Betul banget tadi. Kalau yang paling susah atau paling challenging itu gimana caranya kualitas fres produce kayak ayam, daging itu sesuai ekspektasi dengan customer bisa sampai ke rumah kualitas masih tetap oke. Nah, itu pertama sekali itu mulainya dari pemilihan. Oh, baik. Jadi, kita punya personal shopper yang sudah well train untuk milih ayam mana yang bagus, daging mana yang bagus. Ini ee apa tadi? Personal shopper. Personal shopperal. Itu wanita atau laki-laki, Mas? Di kita biasanya wanita. Wanita. Kenapa? Karena biasanya yang jago milih itu wanita. Walaupun cowok ada juga yang jago. Iya. Kan ada suka ada postingan tuh, Mas. Bapak-bapak nemin ibunya ngambil padahal sudah diambil sama istrinya ditaruh lagi. Tapi ya itu buat percandaan sih, Mas. Ya, sebenar sama. Tapi itu, nah kalau pakai jadi personal server ini sudah pasti mereka well train ya. Mereka tahu posisinya. yang keuntungannya pakai Happy Fres juga itu enggak bakal terjadi. Oh iya iya iya ngambilin barang terus dibalikin lagi enggak bakal terjadi. Oh ini w trend loh kan ini ini expertnya nih gitu yang ambil ya. I jadi nomor satu itu dari awal pemilihannya ya kan. Nomor dua adalah persiapan auto packing barang tersebut. Kayak contohnya misalnya ee saya pesan ayam dan daging. Nah, personal shopper kita ini sudah dilatih untuk ngpack barang-barang seperti ini tuh seperti apa sih? Seperti contohnya mereka sudah pasti ee menurut standar operational minta es batu ya. I ya ya kan? Minta es batu ditaruh di dalam plastik masukin di situ biar Oh biasanya biasanya kalau di supermarket bisa minta tuh Mas ya. Bisa minta straong Mas buat itu ya. Betul betul. Tapi kalau saya belanja sendiri minta S itu suka lupa. Nah, suka lupa karena memang ya namanya cowok kan penginnya buru-buru aja. Iya, benar. Kadang-kadang ada yang lupa tuh, Mas. Kita Mas jangan fokus satu yang lain. Nah, kalau personal shopper kita itu sudah jadi SOP dia dan mereka itu di apa ya? Mendapatkan insentif apabila barang yang mereka pack itu sesuai dengan ee standar kita l SOP kita. Nah, setelah dipack dengan baik, yang nomor dua adalah pack itu termasuk dengan pengaturan di boknya apa segala macam. Nah, yang ke berikutnya adalah pengiriman. Nah, pengiriman itu kita sudah punya standar juga. Nah, salah satu standarnya juga adalah berapa lama sih paket ini harus sampai sampai di di tempat. Kenapa? Karena karena kita enggak pakai chiller atau freezer. Karena ini kita kan pakai apa? Roda dua, kita enggak bisa pakai freezer. He. Ini kita melakukan yang namanya ice cream test. Oh, Nah, ice cream test itu apa? Ice cream test itu adalah jadi kita pack ice krim sesuai dengan SOP kita, ada esnya, ada apa segala macam. Terus kita masuk di motor kita, kita tes di daerah situ itu encernya sampai ke seberapa jauh gitu. Sebaapa jauh atau seberapa lama gitu? Seberapa lama sih bukan jauh lama. Nah, itu yang kita pakai untuk Oke. Daerah sini. Oh. Heksagonalnya itu seperti apa? Jadi dari situ titik radiusnya berapa lama efektifnya? Paling jauh pengantarannya untuk material-material yang seperti yang Mas Fajar bilang tadi ya. Betul. Nah, itu dikombinasi dengan semuanya. Ini yang membuat kualitasnya bisa terjamin. Malah harapan kita atau aim kita adalah kualitas yang kita deliver ini bisa lebih baik daripada misalnya si pelanggan itu belanja langsung. Kenapa? Karena walaupun ibu-ibu jago milih, enggak semua ibu-ibu bisa milih. Betul. Iya kan? Ada ibu-ibu yang jago, ada ibu-ibu yang jagonya cuman bagian ayam doang. ada yang bisa buah. Nah, ini karena kita buat semuanya ya, dia bisa keseluruhannya bisa dapat yang terbaiklah. Mas, aku jadi penasaran Mas ee training itu bagaimana sih, Mas, untuk personal shoernya ini, Mas? Nah, personal shopper kita ada SOP sendiri buat training tersebut. Nah, itu kita ada trainernya. H. Nah, tapi yang tidak kalah penting itu misalnya dia ee personal shoper baru setelah lewat dari training ini mereka ada yang namanya shadowing. Oh, Jadi dia enggak langsung belanja tuh. Mereka nge-shadow personal shopper kita yang sudah magang istilahnya magang lah. Jadi dia enggak kaget. Nah, kenapa? Karena kelihatannya belanja itu simpel. Tapi sebenarnya ilmunya banyak ya, Mas. Sebenarnya dalam aktualisasinya tidak segitu mudah. Kenapa? Karena contoh saya deh, saya belanja buat barang-barang sendiri ya of course gampang lah ya. Saya familiar. Bayangin belanja barang-barang yang 25 item nih yang kita sama sekali enggak enggak hafal gitu, enggak tahu orang. Ini kan belanjaan orang. Yang contoh misalnya saya biasanya belanja tisu X sekarang disuruhnya beli tisu Y. bentuknya kayak gimana enggak tahu, mereknya kayak gimana enggak tahu. Belum tisuai itu ada varian-varian, ada yang wangi ada yang enggak gitu. Betul, betul, betul. Jadi memang susah. Bukan susah sih, maksudnya tidak sebegitu simpelnya lah. Iya. Belum lagi ada yang apa misalnya tolong beliin mie instan yang gambarnya ayam lagi ngaduk. Nah, itu apa coba itu? Nah, terus di di customer kita itu juga mereka ee boleh meminta atau meng-customize ordernya sesuai dengan keinginan mereka lah. Oh, Karena kita mau memimik offline experience ke online. Kayak contoh contoh misalnya saya beli pisang. Heeh. Saya beli pisang itu biasanya tergantung dari kapan saya mau makan pisang ini. Oh, iya. I kan saya biasanya kasih note tuh di not-nya ini buat dimakan 2 hari lagi. Oke, berarti carinya jangan yang terlalu matang gitu ya. Terus yang paling itu sudah ngerti itu, Mas. Personal mereka sudah ngerti. Terus yang paling paling kalau saya yang paling unik itu kalau pesan alpukat. Kenapa? Karena alpukat itu di rumah yang yang makan cuman saya sama istri saya. Heeh. Heeh. Misalnya saya beli tiga, satu itu biasanya habis buat 1 sampai 3 hari. Iya. Heeh. Nah, saya enggak mau dong matangnya langsung langsung langung. Jadi yang satu udah ready, yang satu buat betul. Jadi si biasanya yang satu buat buat matang besok, yang satu lagi 3 hari lagi, yang satu lagi buat minggu depan. Ya, itu bisa seustom itu Mas. Secustom itu nanti biasanya sama personal shopper kita ditempelin tuh yang ini buat makan besok, yang ini buat 3 hari lagi. Ini buat buat minggu depan. Nah, kalau pada saat pemesanan di aplikasi ya, Mas ee ternyata tiba-tiba barangnya enggak ada I. Lalu kira-kira personal software itu bisa konakct langsung memberikan konsultasi dengan kita atau gimana? Bisa bisa. Biasanya kita ada personal chat, nanti personal shoppernya bakal nge-chat. Misalnya contoh ee alpukat yang saya tadi. Yes. Ini yang buat matang besok enggak ada. Adanya 3 hari lagi. Iya, iya iya. I ini yang buat jadinya dua atau tetap tiga nih? Nanya. Oke, saya saya biasanya bilang, "Oke, enggak apa-apa tiga." Terus ada juga misalnya saya mesan shampo yang besar yang 500 mili. Oh, iya. Baik. Tapi enggak ada nih yang 500 mili, adanya yang 200 mili. Oke, enggak apa-apa saya mau dua kemasan ya. Yes. Nah, itu sebenarnya hal-hal yang ee bisa dibilang happy path lah. Kadang-kadang ada yang enggak enggak happy juga. Contohnya misalnya saya mesan ya tadi Indomie yang ayamnya lagi ngaduk enggak ada nih adanya yang ngaduk bukan ayam gitu kan. Nah ini mau di-replace atau enggak? Nah ini yang lebih lebih apa biasanya customer bisa bisa kurang happy lah karena yang tadinya dia karena barangnya enggak available barangnya enggak available tapi personal shoper kita sudah ditrain untuk memberikan alternatif-alternatif kira-kira yang di dengan yang itu seperti apa gitu ya. I. Nah, lalu itu dari dari sisi personal shoppernya, Mas. Lalu bagaimana dengan delivery-nya, Mas? Itu apakah mereka juga well train juga atau seperti apa? Sama delivery kita well train sebenarnya, tapi mungkin dari sisi trainingnya berbeda ya dengan shopper. I. Kalau menurut menurut kita kalau personal shoer kan memang aktivitasnya agak susah lah karena lebih kompleks lah. Kalau delivery kan sebenarnya hanya mengantar dari poin A ke poin B. Jadi packaging itu diaturnya oleh personal shoer itu. Personal shoer. Oh gitu. Jadi material handling segala macam sudah disiapkan oleh si shoernya sehingga si delivery man-nya ini tinggal bawa aja gitu ya. Memastikan bawaannya juga tetap utuh ya. Yes. Dari titik A ke titik B. titik B-nya. Dan kita karena kita ini ee perusahaan teknologi semuanya ini didukung dengan aplikasi terpantau semua terpantau. Jadi saya misalnya saya mau deliver ee orderan ini nih. Nah nanti di aplikasi saya sudah ketahuan, saya sudah enggak usah ngapa-ngapain. Tinggal pencet pencetpencet udah tinggal bertanya udah ada apa segala macam. Dan kita kan ada pulling juga buat ee optimize cost. He. Jadi bisa aja nih dari satu ee pengantaran dia harus ng-drop misalnya dua order. Oh, bisa gitu ya. Sekaligus bisa. Tapi itu udah diatur semua sama aplikasi. Oh, terutama kalau lagi ini ya pick season ya apa apa pick hournya ya mungkin ya. Betul betul betul. Pick hournya itu enggak ada apa ee pick-piknya ya sebenarnya misalnya prime time-nya setiap hari apa weekend itu pasti kalau weekend udah pasti lebih penuh ya kan. He. Terus kalau untuk ee apa hari-harinya biasanya jam pagi sekitar jam 10, jam 11.00. Oh, buat makan siang tuh ya. Heeh. Sama jam 5. Jam . Itu yang Oke, berarti di setiap hari pun ada prime time-nya ya. Jadi sebelum makan siang tuh belanja dulu nih buat masak siang gitu ada yang kurang atau gimana atau mungkin buat makan malam nanti mungkin ya belanja sekitar magrib itu. Betul. Betul. Itu berarti udah ketahuan tuh apa habitnya ibu-ibu yang di rumah. Mungkin seperti itu. Ngomong-ngomong ini e pengguna Happy Fresh lebih banyak ibu-ibu apa bapak-bapak ya? Ee banyakan ibu-ibu. Banyakan ibu-ibu. 90 % 90% ibu-ibu. Iya iya 10% bapak-bapak yang disuruh ibunya. Jadi ee tujuannya Mas Facar dan tim ini adalah membuat ibu-ibu happy karena barangnya tetap fresh gitu. Jadi happy fresh gitu. Mempermudah lah. Mempermudah. Jadi kan hidup ini udah banyak kerepotan ngurus anak belum belum yang harus kerja. Nah misalnya saya apa kita bisa meimplify kehidupannya itu sudah merasakan sukses Nah kan ibu-ibu ni juga punya apa ya sebenarnya mereka punya preferensi masing-masing ya Mas pada saat belanja ada yang preferensi dengan brand tertentu ee yang dia konsumsi atau mungkin dengan brand supermarketnya. Iya. Nah, menjaga konsistensi brand supermarket ini ada ininya enggak sih, Mas? Misalnya dengan supermarket ini dia lebih konsisten mutunya atau dengan yang ini gimana atau gimana? Nah, jadi yang kita lihat dari ee behaviornya customer kita which is kalau kita ngelihat di Jakarta atau Jabo Back aja yang sudah terlihat adalah kita ngelihat ada dua preferensi. Satu preferensi terhadap supermarket. Baik. He. Di mana misalnya si customer A ini sudah preferensinya dengan supermarket yang ini, dia akan belanja di situ terus. Oke. Jadi langganan lah ya kayama. Iya, langganan. Karena mungkin dia sudah percaya terhadap biasanya dia itu apa customer itu ee prefer ke sebuah supermarket itu biasanya karena fresh produce-nya. Jadi mereka percaya dengan fresh produce di supermarket ini ee terbaiklah atau cocok dengan ee ekspektasi dia kualitas yang dia nah ada juga preferensi terhadap ee drive produk kayak misalnya shampo, tisu. Nah, ini mereka biasanya tidak apa ya tidak peduli belanja di mana. Yang penting mereknya itu bernya yang dia mau itu. Iya. Tapi karena biasanya shopping itu apa? Grocery shopping itu triggernya dimasak atau ini mau masak apa berarti kan dia startnya di fresh produce. Iya. He he. Nah, karena startnya di fres produce akhirnya barang-barang yang lain pun nyangkutnya di situ. Heeh. karena ya enggak mau repot kan kan misalnya oke misalnya saya mau belanja fres produce di sini terus ee apa dry-nya di sana kan akhirnya jadi repot berarti kemungkinan memang ee sudah pernah ada interaksi antara customer ini dengan supermarket yang dia setuju ya secara offline mungkin ya gitu kan atau mungkin ada yang memang benar-benar mulai dari awalnya memang ah nyobain di Happy Fresh deh supermarket yang itu gitu itu ada enggak Mas e pengalaman pasti ada pasti ada apalagi ee Kan sebagian dari customer kita ada yang expart juga. Hm. Oke. Nah, kalau expak tahu nih. Iya. Iya, iya, iya, iya. Mungkin kayak contohnya banyak ee cukup banyak expart Jepang. Exp Jepang itu mereka belanjanya biasanya di Papaya. I Papaya lebih banyak tuh itu kebutuhan-kebutuhan di bumbu-bumbunya. Betul. Dan dia pasti pas baru datang sini sudah dikasih tahu sama temannya belananya ini pepaya aja. Nah, tapi mereka enggak tahu kalau di Superindo ada, di Grand Laki ada. Akhirnya mereka iya di akhirnya cobanya di kita mungkin habis itu baru dia cobain offlinya sih emang selalu nyari wasabi gitu kayaknya sana gitu ya kecap-kecapan Jepang gitu ya. Pecak juga tapi ya. Nah, kalau apa ee melihat nih secara komunikasi nih, Mas, chat real time antara konsumen dengan mungkin ya jadinya dengan tadi itu ya personal shopper itu ya itu apakah ee penting banget Mas untuk menjaga kualitas dan pengalaman pelanggan ya. Jadi di Happy Fres itu ada beberapa tingkat ee kenyamanan lah. yang membelanjakan. He. perfect tuh. Enggak ada enggak ada. nanya-nanya. Iya. barangnya persis seperti yang dipesan gitu. Yes. Itu kan berarti membutuhkan satu saya sebagai customer harus telaten masukin satu-satu. Oke. Spek barangnya apa? Spek barangnya apa? Terus misalnya kayak yang tadi alpukat yang ini, ini, yang ini. Tapi kadang-kadang kan saya sebagai customer malas kan. Jadi saya cuman bilang kalau enggak kalau kalau ada yang enggak ada telepon ya. He. Atau kalau ee apa pesanan alpukatnya tidak sesuai, chat ya. Nah, biasanya. Nah, ini yang masuk ke ekspektasi atau kenyamanan yang kedua ya kan. Di mana nanti si si personal shopper kita akan kontak untuk me apa ya? Mem-make sure bahwa barang yang diorder itu sesuai dengan yang dia inginkan lah. Karena sometimes ya itu either barangnya enggak ada atau speknya enggak lengkap. yang enggak sesuai gitu ya. Heeh. Jadi kita sudah ng-etrain bahwa misalnya ada ee kondisi-kondisi seperti ini ya hubungi customer buat make sure barang yang dibelanjakan sesuai. Oh berarti itu kemungkinan dari personal shoppernya juga akan menghubungi customernya secara personal gitu Mas ya. Bu ini pesaranya sedang saya proses. Ada beberapa yang sudah oke tapi Bu yang ini kira-kira begini begini begini itu akan ada feedback langsung dari personal shoern-nya ya. Yes. Jadi mereka juga proaktif ya terhadap dan karena personal shopper kita itu ee apa namanya? Station di supermarket tersebut dan kita juga ada ee apa namanya? personalisasi lah. Kan kita semuanya didukung sama aplikasi. Jadi si customernya itu udah jelas customernya siapa yang yang si shopper bisa ngelihat terus behaviornya biasanya suka beli apa segala macam bla bla bla itu ada di aplikasi. Oh. Oke. Nah, jadi si personal shopper kita itu bisa memberikan suggestion dengan berdasarkan ee pengetahuan dia juga recordnya dia. Kayak contoh misalnya dia tahu bahwa si customer ini sibuk nih misalnya dikontak suka susah lah. Nah, misalnya dia tahu seperti itu biasanya hal-hal yang tidak begitu penting dia enggak bakal ber. Oke. Nah, tapi ada satu misalnya nih dia ketahuan nih eh apa kalau di chat sering respon dan suka apa ya suka best deal itu biasanya si personal shopper kita juga misalnya ada hal-hal yang menarik di offline dikasih tahu ke dia kasih tahu Bu nih lucu nih Bu nih kayak contohnya misalnya saya beli ee apa namanya ee tisu lah heeh saya beli tisu yang saya beli dua ya kan tapi ada Bu nih kalau beli tiga dapat ekstra satu oke I iya entar dia ngasih tahu dia promo nih. Heeh. Ini lagi promo yang mungkin promonya for some reason belum ada di aplikasi karena mungkin promonya offline aja atau promonya baru atau gimana. Iya. Jadi itu ya personal shoppernya karena dia mungkin stay di supermarket tertentu ya Mas ya. Jadi mungkin personal shopper yang ada di supermarket itu belum tentu dia ngerti ee kondisi di supermarket yang lain gitu ya. Makanya nih benar-benar ertinya di di situ kali ya jadinya ya. Ya, ya. Wah, keren juga wupun sebenarnya dari segi teknologi kita ee mengenable personal shopper kita Misalnya dia enggak tahu lahan apa lahan ya? Lahan ya. Enggak tahu lahan Medan Enggak tahu Medan dia tetap bisa. Kenapa? Karena navigasi semua ada di Tapi karena kita apa untuk meningkatkan ee apa ya? kecepatan terus kepuasan pelanggan ya kita bikin stay di situ. Akhirnya ya mereka sudah enggak perlu aplikasi tapi sudah bisa navigasi dengan rata-rata Mas kalau sejak ee apa dipost nih requestnya oke saya pesan ini, pesan-pesan ini. Rata-rata tuh ee berapa lama Mas si personal shopper itu akan menyiapkan barangnya? Iya. Terus ee berapa lama kira-kira dikirimkan dengan radius yang sudah ditetapkan nih di satu itu? Jadi kalau kita itu ada KPI, salah satu KPI yang kita pantau buat si personal shopper itu adalah picking time. Nah, picking time average picking time kita yang bagus itu 1,5 menit per un per unic item. Per item. Oh, per unic item. Per unic item. Jadi misalnya saya let's say beli 10 ayam. He. Nah, itu terhitungnya satu. Satu. Oh, karena ayam. Karena ayam. Nah, karena ayam. Tapi kalau ada daging dan ayam walaupun satu stol dua jadi SQ lah. SQ SQ base. Nah, itu 1 seteng menit. Nah, tadi pertanyaan apa? Sor ee kira-kira rata-rata rata-ata. Nah, nah itu kan 1,5 menit itu si KPI-nya kan. Nah, tergantung dia belanja berapa 25 item tuh. Iya, berarti 25 item 1, I kan. Nah, tapi kita itu selain bisa mengantarkan, oke, saya pesan sekarang, antar sekarang ya. Kita juga bisa pesan sekarang antarnya jam . jam jam jam 09.00. Jadi, slot bisa waktunya. Bisa diset waktunya. Kenapa? Karena kita tahu banyak ee customer kita itu yang ngantor. Jadi dia mau diantarnya itu pas entar pas dia udah pulang gitu ya. Betul. Jadi jam 07. Jam 08. Makanya jadi mungkin pesannya pas makan siang gitu ya. pesan makan siang diantar buat sore. Makanya tadi yang saya cerita pick hournya itu pagi sama jam 5.7 kayaknya jam 5. jam 7. tuh pas mereka pulang menimbulkan pertanyaan lagi nih Mas Kak nih ini kan apa saya memposisikan diri sebagai personal shopper nih Mas saya dapat nih kira-kira jam segini nih kita jam .30 K nih Mas dapat ordernya nih. Master tolong anterin jam 8.00 malam ayam. Hm. Itu lebih baik dia pesankan sekarang terus disimpan atau pesannya nanti supaya fresh. takutnya nanti ayamnya keburu habis, Mas. Kalau lagi bestseller gitu kan, ya. Engak. Nah, jadi kalau di aplikasi kita yang buat shopper itu udah diatur. Iya. Oh, gitu. Heeh. Jadi, buat barang-barang yang fresh misalnya buat delivery jam 08. Jam 09. Iya, sier ini belum bisa belanjakan sebelum jam misalnya 0.30 malam. Oh, gitu. Heeh. Tapi memang ada downside-nya. Downside-nya adalah yang tadi dibilang kan kalau ayamnya habis gimana? Tapi karena kita itu enggak di semua supermarket punya freezer. Yes. Heeh. Jadi, kita enggak bisa ng-stok ya kan daripada jelek ya kita lebih ee fokus di kualitasnya ya. Mau enggak mau kita pus ke belakang. kualitasnya dimundurin ya, didekatkan ke waktu delivery. berarti ya. Oh gitu. Berarti nanti customer juga akan lebih apa namanya aware ya kalau memang gua pesan sekarang oh nanti di anarnya kalau nanti jam 0.00 habis padahal dibungkusnya jam 0.00 ya mau enggak mau ya begitulah kondisinya gitu ya kocak lagi ya. Nah, begitu protokol nih, Mas yang paling penting nih, Mas, untuk barang-barang fresh ini, Mas. Tadi kan Mas Fajar sudah ceritain bahwa memang ada SOP khusus nih, ya. Itu seperti apa sih, Mas? Kayak misalnya kan katakanlah saya pesan 25 item, Mas. Tapi biasanya kalau belanja kan kayak agak random gitu, Mas ya. Shampo barengan sama sabun, barengan sama tisu, barengan sama gula, barengan sama daging yang fresh, sama misalnya susu yang fresh juga. Nah, ini packaging-nya apakah dipisahkan? Apakah dengan oh yang daging dibuatkan material khusus untuk dia bisa tahan dingin gitu ya? Semacam kayak cooler apalah cooler back atau gimana gitu. Itu atau gimana, Mas? Nah, kalau packaging sendiri di SOP kita ini juga karena banyak belajar dari customer. Kita selalu membagikan ee membedakan H fresh produce sama nonfres producer. Contoh misalnya ee saya belanja ayam, daging, telur, sama detergen. Nah, yang deterjennya itu selalu beda, selalu kita pisahkan. Oke. Nah, kalau masalah apakah ada packaging khusus insul insul insulasi insulated sebenarnya dulu kita punya insulated ya kan? He he. Tapi dengan eh ice cream test tadi itu sebenarnya insulated buat ayam dan daging itu tidak terlalu dibutuhkan. Oh berarti ya more than enough lah sebenarnya. More than enough kita yang penting pakai es. Minta pakai es ada plastiknya itu udah cukuplah dengan distance yang auto traveling time yang kita sudah ukur. Iya. Kecuali memang dia benar-benar beli es krim ya. Itu es krim tesnya berlaku tu. Soalnya kalau kan kita juga berusaha sekuat tenaga buat menekan cost biar kita bisa pass saving kita ke customer. Betul. Betul. Betul. I kan. Jadi kalau kita ngerasa si insulated eh thermal bag ini enggak perlu hanya membuat mahal aja ya kita take out ya. Karena akan membuat lebih mahal lagi delivery costnya ya sebenarnya ya. Betul. Sebenarnya kan buat kita ya kita buat kita kan bisa pasru cost ke customer kan tapi kan kita enggak mau juga pasru ini ke customer. Benar. Iya karena nanti akan jadi lebih mahal ya. tapi kalau misalnya memang tadi ya itu jadi salah satu solusi banget ya. Misalnya kalau waktu itu saya pernah Mas H belanja tapi habis itu malah habis belanja ditelepon suruh jemput anak saya belanjanya di Bintaro jemputnya ke Depok. Padahal itu udah udah beli es krim. udah beli daging, udah beli ya kan ada di bagasi itu jadi kepikiran tuh. Nah, dengan happy fres ini jadi worry free ya sebenarnya ya jadinya ya udah belanjain aja tapi di antarnya sesuai sama itu. Yes. Pokoknya tinggal pesan klik klik klik klik nyampai. Asik. Boleh enggak, Mas, kita ubah waktu pengantarannya? Misalnya boleh, bisa, bisa. Ya, misalnya saya pesan sekarang, eh pas mau ngantar, eh Mas, maaf, Mas. Entar malam aja deh, ternyata saya masih mau pergi. Jadi, jadi semuanya bisa dilakukan di kecuali si shopper sudah belanja. Oke. Belanja enggak bisa. Mau enggak mau harus dikirim ya. Mau mau mau enggak mau harus dikirim. Oh, apalagi sudah terbayar jadi harus harus dikirimkan saat itu juga ya. Jadi mau enggak mau nunggu deh, Mas Bro. Ya, Mas selama ini kan ee selalu pakai roda dua ya berarti ya. Kepikir enggak, Mas kalau suatu saat ini besar sekali nih yang dikirim nih ya kan? Apakah perlu mobil atau gimana yang perlu cooler box apa segala macam gitu. Saya kita sih sebenarnya di daerah-daerah tertentu apalagi yang ee di daerah perumahan itu sudah beberapa kali sih ee mencoba pakai ee four wheeler. Tapi challenge-nya adalah ya itu waktu ya Mas ya. Waktu dan coolernya kan. Oh oke. Waktu itu kita nyobanya belum belum yang pakai cooler. Iya iya i. Nah kalau udah ada coolernya harusnya sih enggak masalah ya. Karena kita bisa kapan aja. Apalagi misalnya ee apa waktu. Jadi kan sekarang kita slotnya itu per jam. Misalnya slotnya itu kita bisa lebarin dikit dengan let's say 3 jam. Nah cocok banget tuh pakai four wheeler yang asal ada coolernya. Iya. Jadi bagian-bagian yang perlu didinginkan ditaruh di satu storage sendiri Yang mungkin yang toilet trist yang enggak perlu cooler ada storage sendiri gitu. Jadi bisa dipisahkan gitu ya. Betul. Betul. yang waktu itu kita juga pernah coba itu. Jadi si coolernya ini kayak hub. Ya kan? Jadi dia mungkin belanja buat apa segala macam muter-muter di Jabo Detabek. Nah nanti ada yang two wheelernya dia nge-fetch buat barang-barang feeding ya. Jadi ya. Nah, ini sesuatu yang kita waktu itu sudah sempat ngetes juga tapi belum pernah continue lah. Karena prioritas satu dan dua hal. Siap. Siap. Siap. berarti tetap ada pengembangan ya, Mas. Bagaimana ee kalau tadi ya kan. Ya, kita tunggu nih, Mas ya, inovasi-inovasi berikutnya nih, Mas Fajar dan tim dari Happy Fres nih. Kita senang banget ya melihat apa ya ee ternyata terpikir juga ya ada layanan yang bisa ee memberikan services bantuin kita belanja. Itu mind blowing sebenarnya, Mas. Jujur aku baru kali ini ketemu eh teman-teman Happy Fresh. Selama ini hanya dengar namanya aja ternyata layanannya baru oh ternyata gamblang banget dijelaskan sama Mas Fajar. Apalagi Mas Fajar ini dulu emang anak otomotif juga ya Mas ya. Sempat masih main offroad Mas. Udah udah enggak terakhir zaman kapan tuh naiknya masih CJ. Masih CJ. Siap teman-teman kita dapat insight banyak e cerita banyak dari Mas Fajar. Terima kasih, Mas, sudah mampir ke Rama podcast kita. Sukses terus buat Happy Fresh dan mudah-mudahan kita bisa colab lagi ya, Mas. Nanti kapan-kapan kita kalau boleh main-main kita bikinkan sesuatu buat teman-teman semua di rumah ya. Terima kasih buat teman-teman yang sudah menonton podcast ini. Kami masih di Gjaw, masih di boot Toyota. Dan jangan lupa buat Anda yang ingin mencari mobil EV main ke sini karena Toyota baru saja meluncurkan beberapa EV mereka. Salah satunya adalah eh Toyota Velos Hybrid yang dijual mulai dari harga R00 jutaan. Siap, Mas Fajar. Thank you sudah main-main ke Raba Podcast. Sukses, sehat selalu. Salam buat teman-teman di Happy Fresh. Thank you. Thank you. Sampai jumpa di video yang lain. Dadah.

Lihat di YouTube