Speaker Cantik Dengan Suara Ciamik ‼️ (YouTube Video)
Kemarin kita udah pernah bahas speaker kecil yang estetik kayu di harga 1,3 jutaan. Tapi kalau kalian mau lebih besar lagi, Edifier juga nyediain speaker estetik yang harganya Rp3 juta. [Musik] Sebagai speaker table top, Edifier D32 memang sengaja dibuat untuk menjadi speaker yang berdesain retro dan juga estetika yang ditujukan agar menjadi hiasan. Ada tiga pilihan warna untuk speaker ini, ada brown, walnut, dan juga putih. Aksesoris dari boknya lumayan lengkap. Jadi selain dari speakernya itu sendiri ada kartu garansi, buku manual, kabel power untuk charging, auxiliary cable, dan USB type Cable. Oke, move on ke speakernya tadi. Seperti yang kita udah bilang, Edifier D32 adalah sebuah speaker table top yang tujuan utamanya adalah untuk suara yang berkualitas sekaligus estetika yang klasik. Lagi-lagi Edifier mencoba approach retro estetic di sini seperti adik kecilnya yang udah duluan rilis, yaitu Edifier MP230. kelihatan di sini beda size antara kedua speaker itu lumayan ketara. Intinya ini adalah yang versi gedenya MP230 lah dengan panjang 25 cm, lebar 18 cm, dan tinggi 17 cm. Cukup standar, apalagi kalau kita bandingkan dengan Marshall Acton atau Kilburn dan juga JBL Autentic. Sebenarnya ini bukan satu-satunya table top speaker berukuran besar dari Edifier. Jadi selain dari D32 itu sendiri, Edifier juga jual beberapa table top lain seperti QD35 dan D12. Cuma D32 ini adalah yang paling mahal di Rp3 juta. Apa sebenarnya yang menjustifikasi speaker ini di harga Rp3 jutaan? Yang pertama, bahan di speaker grill yang dipakai D32 atau MP230 itu cukup premium. Mereka pakai grill braided fabric yang teksturnya premium dan juga enggak semua pabrikan bisa bikin seperti ini. Kedua, bahan surface kayunya itu juga walaupun semacam stiker HPL, namun build quality-nya itu bagus banget. Unit review kita enggak ada problem di surface-nya, tapi ada kemungkinan beberapa unit itu bisa bergelombang. Dan enggak lupa juga desain metal bagian depannya ini cantik banget. Menunjukkan kalau ini adalah speaker yang berkelas. Tombol power, Bluetooth, volume, dan juga play itu dibuat sepremium mungkin oleh edifier agar terlihat kalau speakernya lebih eklusif. Bagian belakangnya juga lumayan cakep. Ada dua lubang bulat untuk frekuensi rendah dan satu lubang kotak untuk menjadi handle tangan apabila mau dibawa speakernya ke mana-mana. Dan selain dari Bluetooth itu sendiri, ada koneksi auxiliary juga 3,5 mm jack ataupun USBC itu bisa kalau mau. Lalu, speaker ini memiliki dua macam driver yang berbeda. Terdiri dari dua driver trble 1 inch dan midbesar 4 inch. Ketiga driver tersebut berjalan cukup harmonis pas kita tes suaranya beda dengan MP230 yang dominan akan bas. Di sini malah suaranya cenderung dry dan vocal clarity-nya itu lebih dominan. Suara ini juga membuat high travel-nya itu lebih terdengar walaupun jadinya bassnya kadang-kadang suka ketutup. Untuk naikin bassnya kita harus aktifin LDAC mode-nya dulu ke tingkat yang lebih tinggi yaitu 24 bit 96 kHz. Ini bisa diatur di Edifier Connex app yang bisa di-download di Play Store ataupun App Store. Saat LDAC-nya itu udah diaktifin, suaranya akan slightly lebih clear dan bass-nya juga lebih nendang ketimbang sebelumnya. Suaranya sekarang lebih balance, detail, lebih power-nya juga ada. Walaupun separasinya itu masih kurang, terkadang suara dari gitar dan detail-detail kecil itu masih suka ketutup sama bassnya. Walaupun ini masih bisa diune lagi di equalizer agar lebih imbang. Untuk preset equalizer yang ada di aplikasi, kita enggak mendengar adanya perbedaan saat ganti-ganti preset. Lebih kerasa kalau kita ganti ke custom itu pun harus lumayan kontras ngeditnya. Kalau beda dikit doang itu tidak akan kedengaran. Buat kualitas suaranya sendiri di lagu Jazz, suara saksofon yang memang ada di travel itu lebih dominan ketimbang kick drum yang ada di subwoover. Berikut juga detail suara drumnya itu masih terdengar jelas. [Tepuk tangan] Sementara di lagu rock, suara gitar juga masih terdengar dominan ketimbang bassnya. Dan lagu yang ada vokal dan bass berbarengan juga enggak saling tutup-tutupan gitu walaupun memang separasinya itu masih kurang. Don't things you don't know Selain punya estetik yang cantik dan juga suara yang indah, Edifier D32 juga punya dual band Wii. Walaupun sayangnya Wii-nya ini hanya bekerja dengan Apple AirPlay aja alias belum ada Spotify connect di sini. Sekalipun kalian adalah user Android, sayangnya gak bisa diaktifkan sama sekali. Kalaupun misal ada dua atau lebih speaker edifier, dia bisa synchronize berbarengan ataupun jadi speaker stereo. Baterainya sendiri juga diklaim bisa tahan sampai 11 jam. Namun di pengetesan kita 2 jam aja udah habisin sekitar 30% baterai. Itu di volume 50%-an. kemungkinan baterainya akan tahan sekitar 6,5 jam kalau dengerin lagu nonstop di volume 50%. Jadi, kesimpulannya gua senang banget dengan Edifier D32 ini yang enggak cuma desainnya aja yang estetik dan juga bisa nge-blend dengan furnitur kalian yang lain, tapi juga kualitas suaranya itu yang superb. Pertama, dia bassnya itu cukup nendang dan yang kedua kualitas suara antara trble dan bassnya itu balance. Jadi kalau MP230 yang kita review ini dia dominannya ke bass jadinya ujung-ujungnya bassnya nutupin vokal. Yang ini lebih balance suara vokal dan suara gitar di lagu rock gitu ya itu masih lebih kedengaran daripada suara bassnya. Dan dia tuh enggak tutup-tutupan. Cuma memang secara separasi dia itu masih kureng lah. Jadi secara separasi suara masih kegabung gitu kayak dalam satu entity. Nah, kalau dibanding sama Marshall Kilburn 2 yang kita biasa pakai, suaranya ini lebih punya power dan clarity-nya juga lebih oke, thanks to high rest audio dan highest audio wireless yang dia punya juga. Cuman untuk yang speaker ini dia belum support sama Qualcom aptx. Walaupun ya tanpa kodex aptx tersebut pun speaker ini masih bisa mendeliver suara yang cakep berkatdex LDAC-nya yang bisa sampai 96 kHz. Tapi ya ini tetap aja untuk harga Rp3 jutaan ini adalah sebuah speaker tableet top edifier yang cukup mahal. Kalau misalnya kalian mau cari alternatifnya yang R1 jutaan itu sebenarnya masih ada. Walaupun kalau gue sendiri secara pribadi mungkin gua akan tetap milih ini karena dari estetikanya. Dan kalau kalian memang mau beli speaker ini, dia udah digaransikan 3 tahun oleh PT Harman Indonesia. Jadi menurut kalian cantikan yang estetika kayu seperti ini atau yang RGBRGB kayak D12 sih?
