Jungkat

SPEK TV INI TERLALU BAGUS BUAT HARGANYA!! (YouTube Video)

  • 17/09/2023

Halo guys, David sini dan hari ini kita bakal Unboxing TV 65 inch yang harganya murah, 14 jutaan aja saudara-saudara. Wow sebelum Anda bilang saya terlalu menggampangkan duit saya mau klarifikasi dulu nih, kata murah itu relatif ya. Kayak misalnya 1 miliar Apakah itu uang yang banyak? Banget. Bayangin aja Haduh cuma bisa bengong. Tapi kalau ada yang jual Mercy G63 harga 1 miliar pasti dibilang murah. Rumah 1 miliar di tengah Jakarta? Murah banget iPhone 13 Pro harga 1 juta karena cuci gudang? Ya itu pasti nipu sih. Intinya murah atau mahal itu harus dibandingin dulu sama harga pasar yang lain ya. Lanjut dan Hisense 65 U7K yang punya panel Mini LED 65 inci refresh 144hz, brightness up to 1000 nits, harga 14 jutaan rasanya murah. Apa lagi kita baru aja ngebahas TV Sony di harga 30 jutaan. sama-sama 65 inci pakai panel Mini LED, kemarin saya bilang harganya pantas. Kalau Hisense 65U7K ini gimana, Apakah dia menang spek aja cuma geger di panel doang tapi sisanya ampas? Atau merek lain yang sebenarnya kemahalan? Kita buktiin bareng, seru nih, apalagi ini TV Hisense pertama yang kita coba ya. Jadi mungkin saya kenalin profilnya sedikit, kenalan dulu. Hisense ini merk raksasa ya, apalagi buat yang ngikutin sepak bola ya mereka jadi official sponsor World Cup di Qatar. Pas World Cup 2018 juga jadi official sponsor Hisense pun Setia jadi official partner UEFA EURO dari 2016-2020 dan lanjut sampai 2024 nanti. Sepanjang tahun ini mereka nempatin posisi nomor dua dunia buat shipment TV. 2022 pun mereka langganan top Global lah. Bukan brand kemarin sore ini. Di Indonesia sendiri mereka punya lebih dari 100 titik lokasi service center di 79 kota dan 25 provinsi. Garansi yang mereka kasih 4 tahun, lebih lama setahun dari standar pasar. Nah buat produknya sendiri, kayak gimnaa? Yang kita unbxoing kali ini seri 65U7K. 65 artinya 65 inch, simpel sekali, sementara U7K artiya U7, U seven. Dari sini ada tulisan juga, ULED atau ULED, atau Ultra LED, itu cuman branding dari Hisense aja, TV LED tapi bukan sembarang LED. Ini Mini LED, yang biasa dipake di TV-TV agak mahal lah, kemarin kita bahas yang 30 juta, mangkanya lagi-lagi 14 jutaan, yah murah. Oiya satu lagi, dia power by VIDAA, itu nama operasinya, jadi bukan Google TV, atau Android TV ya, dia pake VIDAA OS, tapi aplikasi-aplikasi yang umum support sih kayak disana, ada tulis, ada Netflix, prime video, dan lain-lain nanti kita lihat. Uh ini cara bukanya udah ala TV mahal, ada clip-clipnya, clamp. Depan-belakang. Tapi sebelum kita angkat kotaknya, disini ada petunjuk buat ngeluarin isi bagian atas dulu, baru kita angkat kardus gedenya karena di sini, buset. Wah, tinggi banget, ini ada kabel power, bukan remot ini, ini terus ada kaki, di sini ada kaki juga. Tinggi banget kotaknya. Oh ada kabel RCA, baterai dan Wah ini ada garansi. Di sini beneran ketulis 4 tahun buat suku cadang dan perbaikan. Jadi memang Satu tahun lebih lama dari tv-tv di pasaran sih. Kalau panel sini nggak ditulis nanti saya coba cari infonya dan tulis pakai editingnya. Sama yang terakhir ini ada remote, banyak banget ini shortcut-nya ada YouTube Kids ada YouTube biasa Prime video dan lain-lain. Ada App Store juga, Netflix, Apple TV plus. Satu dua tiga, Wooho, kek gede banget ya kita selama ini pakai meja yang sama buat tapakannya tapi entah kenapa, 65 inch yang ini kayak gede banget berarti mejanya kayak gini. Terus tarik ya. Kalau dari penampilan belakangnya nggak ada yang gimana-gimana banget, nggak terlalu stylish karena nggak ada yang lihat bagian belakang TV kali. Ini bahannya dari metal kenceng juga, kalau ini dari plastik di sini ada bracket buat ukuran 400 kali 300 ada lubang buat power, dan ini yang saya baru kali ini lihat di sebuah TV ada subwoofernya gede banget. Nanti pastinya Kita dengerin suaranya ngebass apa kalau di atas ini kita juga bisa lihat ada stiker siap digital, karena TV. Ya udahlah karena mungkin ada yang nanya kali ya, support digital nggak Bang? Ada di sini ada port buat LAN, Ethernet, ada digital audio out optik sama USB 2.0. Di sampingnya ada USB 3.0, terus ada port buat service. Pas saya baca-baca port service ini buat orang yang mau ya service tv-nya gitu. Kalau kita sebagai konsumen atau buat apa terus ada 4 port HDMI. HDMI 1 dan 2 itu support 4k60hz kalau yang HDMI 3 sama 4 support 4K 144hz buat main game. Nanti kita coba yuk. Di sini ada port antena ada AV in sama ada lubang headset. Dii bawah sini ada pori-pori atau lubang tempat speaker ada satu di situ dan satu di sini. Kalau di sini kayaknya buat pembuangan panas aja ya, nggak ada speaker atau apa. Sekarang kita mau pasang kakinya, saya suka sama kakinya ini kayak banyak fitur gitu. pertama di sini ada lubang buat kabel management terus dari sambungan ya ini orang yang nggak ngerti cara masang aja, bisa ya. Soalnya sini ada huruf t, di sini ada huruf t Jadi gimana anak-anak? Pasang gini ya nggak masuk, jadi kita harus pasang kayak gini baru masuk. Nah sip tv-nya udah berdiri tegak, berarti waktunya kita lepasin bagian yang putih-putih ini karena tugasnya sudah selesai tadi dia berjasa banget buat jadi pegangan kita pas kita geser-geser tv-nya. Jadi kita kan jepit bagian ini biar nggak langsung kena panelnya jarang-jarang sih ada TV punya safety kayak gini. Kita lepas,. Oh di sini masih ada lakbannya lagi. kita tarik menguji kestabilannya Wow itu bukan layarnya rusak ya tapi ini memang ada screen protector lagi kita tarik lagi terus dari sini. Ada lagi dan terakhir yang ini. Jadi gelapnya lebih mantap lagi sisi-sisinya pun masih ada ya saya jadi inget hp-nya Samsung. Bawah sini juga ada dan ini yang terakhir di sini ada logo Hisense, eh lucu ini. Ada aksen-aksen mengkilat gitu. Buat kestabilannya sendiri ini kakinya kukuh sekali ya ini berasa kayak pohon yang tinggi banget. Kalau ditiup angin atasnya goyang tapi bawahnya tetap kuat, wessh filosofi filosofi. Sip, udah hidup jadi ini adalah tampilan dari VIDAA OS ya. mmm tidak sulit untuk dimengerti, ini walaupun baru pertama kali saya pakai baru pertama kali saya cobain, tapi ini udah jelas aplikasi-aplikasi yang dia punya Netflix, Prime video, Apple TV plus YouTube, view, dessert saya nggak tahu. iQIYI, Mola, WeTv, Vidio. Ada ya, UEFA TV, IFLIX, VIVA, REDBULL. Yup ini kalau misalnya yang kita cari nggak ada kita bisa masuk ke App Store, App store-nya si VIDAA dan kita bisa cari lebih banyak lagi ada game, ada kids, dan lain-lain. Kalau misalnya kita lebih sering nonton Youtube ya kita tinggal tahan terus geser ya standar-standar intuitif banget jadi nggak susah buat dipelajarin. Ini ada apa ini? Doodle TV Momo dan tulus Kayak penyanyi Indonesia dua-duanya. Ya gini ada extravaganza, apalah tapi bukan ngelawak. Dia banyak konten-konten yang bisa dieksplor, simple sih, nggak ribet namanya TV mah. Beh, ini baru pertama lihat aja udah sadis sih namanya juga panel Mini LED jadi nggak heran juga sebenarnya dia punya 1000 local dimming zone. 1000 lebih 1200-an jadi kontrasnya bisa lebih presisi karena backlight-nya tersebar di seluruh TV-nya biar dia area yang diterangin-digelapin bisa lebih spesifik lagi, lebih presisi lagi. Jadi nggak nyebar mengeluarkan kemana-mana kayak TV biasa yang backlightnya paling cuma puluhan. Ini ada 1200-an. Ya panel Mini LED emang kayak udah jaminan kualitas gitu ya, makanya pas dengar harganya 14 jutaan 65 Inci ada fitur lain juga, berasa gimana ya. Yang saya ngomong di awal tadi berasa murah 14 juta. Emang nikmat sih apalagi pas kita nonton video yang banyak bagian hitam-hitamnya gini. Dia kontrasnya lebih tinggi jadi hitamnya lebih hitam daripada LED Biasa yang backlightnya itu luas. Jadi lagi-lagi lebih presisi ya memang kunci dari Mini LED itu ada di ukuran yang kecil bisa disebar lebih banyak. Makanya namanya Mini LED ini kompromi yang bagus dibanding LED biasa atau OLED pilihan yang dua ekstrim yang beda ini kayak di tengah-tengah gitu. Ya memang nggak bakal sehitam OLED yang sebenarnya yang matiin pixel-nya cuma ini udah oke lah, udah bagus banget. Dan dia nggak ada resiko burn-in jadi mantap. Paling kelemahan dari Mini LED saya selalu nyebutin ini tiap review TV yang ada mini LED-nya. Dia ada suatu sifat yang namanya Blooming jadi Anda lihat kayak ada apa. Uap-uap putih atau cahaya-cahaya pendarahan putih, itu emang salah satu sifat dari mini LED ini bisa dibilang kekurangan juga karena kalau OLED dia nggak ada bagian bagian yang bercahaya kayak gini, dari depan nggak terlalu kelihatan kalau tembak depan, kayak posisi orang biasanya nonton TV tapi kalau dari samping berasa banget. 1 lagi panelnya ini juga pakai lapisan Quantum Dot, ehm.. itu juga salah 1 teknologi yang bisa naikin apa ya, kecerahan warna sama brightness dari layarnya juga jadi, lebih keluar lagi lah warnanya bagaimana ya cara buktiinnya, oh iya, kayak gini buktinya tadi saya barusan tes dia dapat color gamut di 100% sRGB, 92% AdobeRGB, dan 94% P3 kalau 100% itu TV yang 5-6 juta juga biasa ya tapi bedanya biasanya mereka dapatkan skor 70-an% di Adobe sama P3 ini bisa dapat 92-94%. Buat monitor laptop atau komputer pun itu udah termasuk bagus, apalagi sebuah TV ya jadi bukan mata saya yang berbohong atau apa. Ya soal percaya mata sendiri sih sebenarnya cuma kalau lihat angka gini rasanya lebih puas aja. Terus dari brightness dapatnya di 558 kontras ini tergantung tadi ada yang 2000an, ini 1730 paling standard. delta e-nya dapat 1,36 akurat di bawah 2 sama skor-skornya ya skor menurut si spydernya 5, 5, entitas akurasi 4,5. Ya kalau TV-nya punya Dolby Vision, Dolby Atmos itu bukan sesuatu yang mengejutkan lagi ya karena TV di bawah 10 juta juga punya Dolby Vision Dolby Atmos tapi karena ini mini LED warnanya bisa lebih keluar lagi sama, Dolby Vision di sini bukan Dolby Vision doang! dia ini Dolby Vision IQ apa artinya, sesimpel kalau coba matiin lampu matikan lampu ini masih agak terang nanti dia bakal meredup sendiri dan temperatur warnanya juga bakal ngikutin suasana di sekitar kita, jadi itu Dolby Vision IQ ada IQ-nya ada apa ya ada kepintarannya, Intelligencenya jadi kita nggak usah ribet gitu buat setting-setting ulang TV-nya kalau misalnya kondisi cahayanya berubah pas kita lagi nggak nonton konten yang ada Dolby Vision nya pun sebenarnya TV ini punya light sensor ya jadi kalau misalnya lampunya kita hidupkan dia bakal ngikutin suasana sekitar juga, jadi dia bakal lebih terang yup, ya ini lebih terang dari yang tadi coba matiin sekarang… Harus di putar dia bakal meredup itu pelan pelan biar nggak terkejut yup. Kalau Dolby Vision IQ itu dia lebih ke filmnya kalau yang ambient light sensor tadi ini mirip kayak HP lah lebih buat semuanya. Sekarang saya lagi pingin ngetes suara TVnya tapi anehnya di daftar aplikasi tadi nggak ada spotify sama, kalau kita search nggak ada spotify juga jadi, VIDAA OS ini nggak punya spotify terus tadi saya ada connect-in pakai smart connect-nya spotify juga nggak bisa connecting terus, ini lumayan aneh sih jadi kalau mau dengar mungkin di youtube atau lewat Deaser yang tadi atau, ada yang canggih yang TV lain jarang punya dia punya Airplay, kok bisa. Kayak gini nih saya lagi connect-in TV-nya via Airplay ke Iphonenya Iqbal ini bukan fitur yang umum di TV-TV ya tapi si Hisense U65U7K ini support tapi dia nggak punya Spotify jadi entah harus feeling kayak gimana. Kencang ini baru 30 tapi udah gede, dari clarity sih biasa aja ya nggak ada yang wah gimana kayak waktu itu. Subwoofer yang gede di belakang bukan gaya doang haha, mantab. Ukurannya nggak bohong si ini bassnya memang setara kayak bluetooth speaker gitu, ini puas-puas. Kalau trailer gimana? Oh iya kalau senang nonton film pastiin aktifin yang pitcher mode, di film maker Mode jadi ini standar dunia yang diikutin seluruh brand TV mereka udah setuju kalau filmmaker mode ini warnanya paling ngikutin keinginan si sutradara. Jadi biasanya sih di kuningin ya karena TV TV itu biasanya nge-setting gambar mereka tuh di biru-biruin jadi filmmaker ngebalikin kayak yang benar biar dia iya kayak simpelnya sih kelihatan lebih kuning padahal ini yang lebih benar. Mungkin buat mata orang biasa buat segala jenis konten lebih biru lebih ok ya, tapi ini yang kalau mau ditanya yang 100 yang mana yang ini nih. TV ini juga support voice assistant yang namanya VIDAA voice kita coba open Netflix. Bam ok masuk, open Youtube, bam saya nggak nah kenapa sama yang terakhir saya penasaran sama klaim refresh rate 144hz yang ada di Hisense 65U7K ini soalnya itu refresh rate yang nggak lumrah sih saya jarang banget, bahkan belum pernah nemuin TV yang punya refresh rate setinggi itu apalagi buat main game, apalagi di 4K soalnya mau kayak gimana pun koneksi HDMI nggak bisa 4K 144 mentoknya tuh 4K 120 jadi 144 itu kayak gimana kita coba tes dulu. Sekarang TV-nya lagi saya connect-in ke laptop biar bisa lebih ngebuka banyak option sekarang kita lagi di resolusi 4K 60hz standar TV 4K 60hz dan di sini kita bisa aktifin 120hz ini mantap tapi 144hz nya di mana? Kenapa nggak ada pilihannya di sini, karena tadi kalau HDMI mau setinggi apa pun dia mentoknya di 4K 120 HDMI sekarang teknologinya kayak gitu. Kalau kita pengin 144 kita harus sedikit kompromi kita harus turunin ke 2K kayak ini 2560 x 1440 terus di refresh rate kita baru bisa ngebuka option seratus 144hz jadi klaim dari Hisense ini valid panelnya memang 144hz secara hardware tapi nggak 4K 144hz itu yang harus diingat kalau saya sih 4K 120 wah udah mantap sih nggak perlu sampai 144 karena, mungkin mata kita nggak bisa bedain 24hz ya kalau udah setinggi itu, kalau nggak dilihatin banget tapi kalau 2K to 4K tuh beda jauh apalagi TV segede ini. Sip ini main Genshin di 100 fps lebih kalau dari komputernya saya setting di 4K 120, jadi 130 itu lebih ke data input signal dari gamenya tapi ini ditampilin di 120 itu pun udah hebat banget kenapa saya nggak main di PS? Padahal PS biasanya buat cost gaming ya bisa juga cuma buat dapatin 4K 120 fps buat PS 5 kayaknya agak susah jadi saya ngandelin laptop kalau pakai PS, tentu aja bisa ada fitur kayak auto low latency mode, ada gaming mode yang lebih tajam juga ada VRR juga bisa manfaatin, cuma kalau pengin manfaatin 144hz atau 120hz 4K PC lebih cocok sih daripada PS. Dia ramai ya ya ini santai santai aja, Ujung-ujungnya kalau pakai controller kita tinggal colokin aja ke mesin gaming kita dan semuanya jadi beres sih. Ya untungnya 144hz bukan akal-akalan software atau gimana ya karena saya agak takut itu refresh rate yang nggak lumrah makanya lagi-lagi buat harga iya 14 juta TV ini kerasa murah sih itu kesimpulan yang saya dapatin buat Hisense 65 U7K, saya suka banget sama TV ini dari kualitas gambarnya, dari spesifikasinya, fitur-fiturnya, dari option nya, suaranya, terus apa designnya bagus, kakinya kelihatan solid, kelihatan kokoh, bezelnya juga termasuk tipis, nggak ada keluhan yang bisa saya ke- OH! yang tadi nggak ada Spotify tadi itu saya masih nggak habis pikir, kenapa nggak ada spotify ya sayang banget soalnya TV itu kan pusat entertainment, kalau mau dari hp connect-in ke sana bisa dengan cepat tapi TV ini nggak ada cuma itu kurangnya buat saya. Sisanya saya bisa rekomenin dengan gampang sih kalau Anda bisa ngelewatin tembok 1 tembok spotify ini itu kalau aplikasi lain masih bisa jadi gitulah seru banget sih, Hisense 65 U7K gitu aja unboxing sekaligus sedikit coba cobain buat TV dari merek yang pertama kali kita coba ini. Like kalau Anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow TV coi 120hz mainnya iya tapi ini setting low sih karena pakai nVIDIA 470 mobile kalau pakai desktop baru bisa high ini ini. Closed Caption by Subbox.id

Lihat di YouTube