Jungkat

Spesial Banget utk Nonton, dgn Speaker Spesial dan Lantang - Review Lenovo Tab Plus Gen 2 (YouTube Video)

  • 26/09/2026

Ini tablet yang super unik. Kelihatan kan desainnya beda banget dibandingkan kebanyakan tablet Android saat ini. Iya, tablet ini punya sistem audio spesial JBL9 Unit Pro Speaker System. Ini adalah Lenovo Tab Plus Gen 2. Layarnya cukup besar ya, 12,1 inci 2,5K dengan dukungan HDR10 dan Dolby Vision. Dia punya kick stand digunakan untuk memposikan tablet ini dalam empat mode. Speaker spesial, layar mantap, dan punya kicking stand. Kelihatan banget bahwa fokus tablet ini diarahkan untuk menikmati hiburan di mana saja. Menariknya lagi, saat kami coba tablet ini ada beberapa keunikan lain yang membuatnya memang beda dari tablet biasanya. Ya, langsung aja kita kupas tablet unik yang satu ini. Oke, kalau kalian ngikutin tablet Android dari Lenovo sepertinya seru ya belakangan ini ya. Ada banyak varian tablet Android yang mereka rilis dan rata-rata punya keunikannya masing-masing. Ada yang spesial buat gaming, ada yang mantap banget buat kerja dan belajar. Dan kali ini ada Tab Plus Gen 2 yang fokusnya ke multimedia menikmati konten di mana saja. Kita akan coba kemampuannya. Tapi sebelum itu kita akan lihat paket penjualannya dulu. Sekarang mari kita lihat paket penjualannya. Isinya Unit Enovo T Plus Gen 2. Kemudian ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini ada charger 45 watt di dalamnya ya. Lalu ada kabel USB C2C, ada softcase, ada tray ejector, ada paket dokumen. Sayangnya belum ada screen pror bawaan untuk melindungi layar tablet ini. Nah, untuk desain kalau cuma dilihat dari depan sekilas ini memang cuma seperti tablet biasa aja ya. Layarnya flat dengan frame yang juga terbilang flat. Tapi begitu kita balik, nah terlihat ini beda. Nah, bumpata andalan yang dipasang pada tablet ini. Nanti kita coba lihat lebih detail apa isi dari bumpi, ya. Karena bum ini tabletnya terasa agak tebal memang ya. Nah, untuk dimensi lebar 278,8 mm, tinggi 181,1 mm, dan tebalnya di 22,7 mm. Tapi ini cuma di area tengah tempat bum tadi itu untuk area tepi tebalnya cuman 6,8 mm saja. Jadi kalau dipegang ini masih terasa mirip aja dengan tablet 12,1 inci pada umumnya. Bobot tabletnya di kisaran 774 gr lebih berat dari rata-rata bobot tablet 12,1 inci. Tapi enggak terlalu jauh lebih berat juga untuk body belakangan termasuk penutup bum ini dari polikarbonatnya. Sementara untuk warna hanya ada satu saja. Ini disebut sebagai celestial white. Tablet ini punya rating IP52. Memang cuma sekedar aman untuk kena percikan air, tapi melihat desainnya rating seperti ini terasa wajar. Jadi ini sama sekali tidak bisa dicemplungkan dalam air ya atau jangan dihujan-hujan. Jangan ya. Nah, melihat posisi kamera depan, tablet ini harusnya disiapkan dengan penggunaan di posisi horizontal seperti ini. Nah, mari kita lihat di sisi kanan ada USB 2.0 type C dan ada dua speaker. Di atas ada dua mikrofon dan ada tray micr SD. Di kiri ada dua speaker. Di sisi bawah ada dua bantalan karet yang membantu agar tablet tidak mudah tergelincir saat diberdirikan. Sekarang kita beralih ke sisi belakang. Sisi yang terbilang paling menarik dari tablet ini. Kita lihat dulu bump yang ada di area tengah ini. Bagian dari bump yang berwarna abu-abu tua adalah kick stand 2.0 yang bisa diatur kemiringannya seperti ini dan bisa diputar mengelilingi bum seperti ini. Stan ini memungkinkan tablet digunakan dalam empat mode penggunaan lan, theater, stand, dan hanging. Ini akan membantu mendapatkan posisi penggunaan tablet yang pas dengan mudah di berbagai tempat. Ada banyak lubang di permukaan bersebut. Ada juga dua lubang besar di kiri dan kanan bum. Lubang-lubang ini dibutuhkan agar suara bisa keluar dari dalam bum. Ya, ada speaker lagi dalam bum tersebut. Di sini ada tiga woover dan dua passif radiator di dalam bum. Jadi ditambah dengan 4 twitter di sisi kiri dan kanan tadi tablet ini punya total ilan speaker ya. Ini JBL 9 unit Pro Speaker System. Konfigurasinya 7.2 channel. Lenovo menyebutkan total sistem audio ini punya 43 cc speaker box. Total daya outputnya adalah 48 watt tuned by Dolby Atmos. Ada periset Dolby audio, dynamic movie dan music. Ada dukungan equalizer dan custom equalizer juga untuk mode musik. Nah, Lenovo menjanjikan sound that fills your space yang mungkin bisa diartikan suara yang kencang dan menggelegar. Saat kami coba, volume suaranya sekarang memang sangat lantang. Saat kami coba ukur dengan spometer dari jarak normal nonton dengan tablet sekitar 80 cm lah ya, suara bisa mencapai kisaran 67 sampai 70 dbel. Ini udah kencang. Tapi ini juga bisa bikin kita harus hati-hati ya. Jangan sampai kalau pakai ini mengganggu orang lain di sekitar kita. Apalagi kalau ini dipakai di tempat publik. Sebagai perbandingan, untuk tablet atau smartphone biasa dari jarak normal suaranya hanya mencapai sekitar 65 dbel. Jadi tablet ini memang menawarkan volume yang jauh di atas rata-rata. Nah, bagaimana dengan kualitas suaranya? Kita coba dengan Dolby Audio diatur ke preset dynamic. Untuk bass cukup terasa tapi memang bukan yang super-super rapi. Dan ini bisa berefek ke karakter suara kalau kita mendengarkan musik yang ee dominan vokal di situ ya. Tapi ini bisa menambah suasana megah saat nonton. Jadi mantap banget ya. Ini bahasa luar biasa besarnya ya. Ini susah dicari lawan kalau untuk nonton film. Untuk meet khususnya untuk vokal udah terbilang memadai dan cukup bersih. Tapi untuk suara musik kami rasa masih agak kurang rapi aja di situ ya. Setidaknya kalau untuk nonton ini harusnya tetap bisa menghadirkan suara dialog dengan jelas. Nah, kalau untuk travel ini sudah mencukupi. Tapi memang bukan yang luar biasa kencang banget travelnya. Bagaimana kalau kita ganti mode Adolby Audio dari dynamic ke movie atau music? Ya, terasa ada sedikit perubahan karakter, tapi secara umum karakter dasarnya memang masih mirip. Nah, di sini ada Dolby Atmos. Jadi, seharusnya tablet ini mendukung spasial audio. Sayangnya saat kami coba dengan nonton konten dari Netflix yang mendukung spesial audio, kami merasa bahwa suaranya belum bisa terasa seakan-akan datang dari kanan kiri belakang gitu ya. Sesuai tampilan konten ya. Suara masih terasa terkumpul di depan saja. Ini harusnya mungkin efek dari wover yang memang masih terkumpul di area belakang dan sisi tengah. Kesimpulannya kalau buat nonton film tablet ini menghadirkan kuota suara yang terbilang lantang dan suara diolek yang relatif jelas. Ini memang bisa menghadirkan suasana berbeda banget saat nonton film. Sementara untuk musik ini terbilang biasa saja. Tapi sedikit berharap qu audionya bisa lebih baik lagi untuk musik. Tapi memang sistem audio ini masih terbilang belum ada lawannya sih untuk sebuah tablet. Oke, lanjut lagi. Kalau kita lihat diisi belakang ini ada juga tombol power dan volume up and down di area kiri atas ya. Kalau dari belakang ya. Ini unik dan kami sangat suka dengan posisi tombol ini. Terasa lebih nyaman dibandingkan harus meraba-raba area sisi-sisi tablet. Ya, ini enak nih di belakang pas dipegang langsung kena dengan jari kanan. Lalu di sini ada juga satu kamera 13 megap F2.2 autofokus perekaman video sebanyak 4K 30 fps. Untuk kamera depan atau kamera mengarah ke kita ini posisinya di beasel atas layar saat tablet dipegang di posisi horizontal. Ini adalah kamera 8 megap F2.0 fix fokus. rekaman video sampai 1080p 30 fps. Untuk fitur kamera seperti tablet pada umumnya ini memang minim ya, tapi itu wajar-wajar saja. Lanjut lagi kita coba lihat layar tablet ini. Ini adalah layar 12,1 inci panel IPS. Resolusinya 2,5K 2560 * 1600 pikel rasionya di 16 bfresh set up to 120 Hz turun otomatis ke 30 Hz saat kita tidak beraktivitas di layar. Nah, untuk brightness L menjanjikan brightness-nya ada di kisaran 600 di kondisi standar atau 800 untuk HBM. Saat kami coba di kondisi standar di pengujian indoor dia bisa mencapai sekitar 660 units. Ini terang sekali ya. Sementara untuk simulasi outdoor itu cuma naik tipis ke 670 nits. Kalau HBL aktif ternyata untuk simulasi outdoor gratisnya bisa mencapai 850 units. Ini ada di atas janji Lenovo. Untuk color gamut Lenovo menjanjikan color gamutnya bisa mencapai 98% di CP3. Kita coba tes kedua mode warna yang tersedia standar dan vibrant. Untuk standar ini menawarkan gamut coverage di 98,2% SRGB dengan gamut volume di 122,8% SRGB. Sebetulnya kita berharap gambut volume-nya bisa lebih diarahkan mendekati 100% sbaya lebih pas kalau mau ngedit warna di foto atau video dengan tablet ini. Maksudnya lebih pas ke arah profesional memang ya. Tapi sejujurnya segini aja udah bagus banget sih ya. Sementara kalau kita satu di CP3 ini ada di kisaran 86%-an untuk coverage maupun volume ya. Nah, sekarang kita pakai mode vibrant. Kita mendapatkan gambut coverage di 97,5% di IP3 dan gambut volume di 101,6% di CP3. Ini hasil yang terbilang baik. Udah pas banget buat nonton konten masa kini. sangat berwarna sekali itu dan tentunya ini sudah sesuai dengan janji Lenovo. Oh ya, di sini juga ada dukungan untuk XDR10 dan Dolby Vision dan layar ini juga mendukung input sampai 10 jari. Untuk beza layar ini bukan yang super tipis tapi sudah cukup tipis untuk sebuah tablet ini juga tebalnya relatif simetris di keempat sisi layar. Lenovo juga menyebutkan kalau ada dukungan untuk stylus di layar ini. Secara spesifik Lenovo Taben Plus. Tapi sayangnya stylus ini harus dibeli terpisah. Kita beralih ke spesifikasi internalnya. Untuk SOC dia pakai dimensi 7400. SOC yang terbilang memadai untuk tujuan penggunaan tablet ini. Bahkan untuk gaming pun masih lebih dari cukup juga ya. RAM-nya 8 GB RPD dar 5 dan ada RAM expansion sampai plus 6 GB. Untuk storage 256 GB UFS 3.1. Nah, kemudian sini juga didukung untuk micrd ya sampai kapasitas 2 TB. Untuk baterai 10.200 mAh dan mendukung charging sampai 45 watt. Untuk sensor ada light sensor, gyoscope hardware pun ada di sini. Sementara si keamanan dia didukung dengan face cognition. Untuk kektivitas ini tablet yang Wii only ya, tidak ada dukungan seluler. Wii-nya Wii 6, support band 2,4 dan 5 GHz. Dan di sini tidak ada dukungan untuk mobile hotspot atau WiFi sharing. Untuk Bluetooth-nya versi 5.4 dan support Bluetooth kodex SPC AAC, dan LDAC. Menariknya kalau smartphone atau laptop kita hubungkan ke tablet ini lewat Bluetooth, tablet akan terdeteksi sebagai speaker. Jadi, ini bisa digunakan untuk output suara dari smartphone atau dari laptop kita juga. Kemudian USBC di tablet ini sudah support USB OTG, jadi bisa dipakai buat menghubungkan mouse dan keyboard berbasis USB lewat USB hub juga. Untuk OS dia pakai Z UI 18 berbasis Android 16 dan menjanjikan ada dua kali update versi Android sampai ke Android 18 nantinya. Sementara untuk security update dijanjikan sampai tahun 2030. Lumayan panjang ya. Untuk tampilan UN terbilang sederhana dan mudah digunakan tapi banyak sekali fitur yang dicatakan di OS ini termasuk Smart Connect yang sudah sering kami bahas ya. Untuk iklan hanya ada rekomendasi aplikasi yang bisa muncul di folder apps for you. Itu aja ya, enggak ada yang lain. Kalau untuk aplikasi bawaan ada beberapa yang secara standar diinstal tapi kalau tidak kita butuhkan itu bisa dihapus dengan mudah. Sementara untuk fitur AI ada banyak juga ya termasuk AI live transkript yang bisa bantu kita saat nonton konten berbahasa asing tanpa subtitle. Ini mendukung 40 bahasa dan bisa digunakan gratis sampai 2 jam per hari. Saat kami coba, akurasi terbilang relatif baik. Sementara kecepatan terjemahannya juga memadai. Tapi penyajian teks hasil terjemahan menurut kami terasa perlu dia, saat kami atur ukuran teks ke large pun kami merasa bahwa teks masih belum cukup besar sampai terasa mudah dibaca. Selain itu perhatikan juga fitur ini belum tentu kompatibel dengan berbagai platform streaming konten online. Misalnya saat kam coba dengan Netflix fitur ini belum bisa mendeteksi dialog dari film di platform tersebut. Kemungkinan besar ini juga terkait dengan mekanisme proteksi konten yang digunakan oleh Netflix. Ya, untungnya untuk konten berbahasa asing di platform seperti Netflix umumnya subtitle dengan bahasa Indonesia kan udah ada jadi enggak ada masalah. Nah, kalau kita coba dengan YouTube ini aman. Dia berfungsi dengan semestinya dan justru di YouTube kan subtitle bahasa Indonesia belum tentu tersedia atau ya ini bisa juga untuk file video yang kita simpan di storage lokal. Secara umum untuk UI dan feature ini Lenovo banget, lengkap dan nyaman untuk digunakan. Nah, ter kan terlihat tidak ada aksesoris pendukung apapun yang disertakan dalam paket penjualan. Apa memang Denovo tidak menjadikan aksesoris apapun tablet ini? Enggak, ternyata ada. Tapi memang harus diberi terpisah. Ada sleeve suite ya. Ini case yang dirancang spesial untuk membawa tab plus gentu ini. Desainnya kurang lebih seperti ini dan dikapi dengan strap untuk membawa case ini seperti tas telempang. Ini memang jadi memudahkan untuk bawa-bawa tablet ini ya. Lalu tablet ini juga mendukung penggunaan Lenovo Tab Pen Plus Plus seperti yang kita sudah sebutkan tadi. Lalu ada juga Lenovo multievice wireless keyboard tapi ya seharusnya kompatibel juga dengan berbagai wireless bluetoot keyboard lainnya ya. Oke kita lanjut ke benchmark-nya dan ini tidak menyediakan model performa di tablet ini ya. Jadi langsung kita tes di kondisi standar. Untuk Antut 11 kita dapat R1 jutaan. Dikband 6 single core 1134 multiore 3.462. Trimax screenshot Extreme Unlimited Open GLS 3.1 grafic scor-nya 6.514. Trimar Quad Life stress test. Best score 3.933, lowest score 3.911. Jadi stabilitynya tinggi ya 99,4%. Secara umum ini hasil yang sesuai dengan yang diharapkan dari Dimens City 7.400. Harusnya ini sudah akan terasa memadai untuk berbagai aktivitas harian. Untuk produktivitas seperti video editing harusnya udah memadai juga untuk edit video 1080p 60 fps atau 4K 30. Sementara untuk gaming harusnya bisa main game dengan cukup lancar. Hmm, benar enggak sih? Mari kita langsung coba. Pertama kita coba dulu tes untuk video editing dengan CapCut Pad yang spesial ya, yang buat pad ya. Nah, kita edit video 2 menit full HD 60 fps tambah beberapa biro lalu kita eksport ke full HD 60 fps juga. Eksportnya selesai dalam waktu 1 menit 8 detik. Jadi cepat juga ya. Bisalah tabletnya buat ngedit-edit video juga ya. Lanjut untuk gaming Subway servers. Game ini berjalan lancar di 120 FPS membuatnya jadi terasa nyaman sekali saat dimainkan. Mobile Legends kita coba di setting mentok kanan dengan frame rate yang terbuka sampai super alias 90 fps. Hasilnya saat kami coba main game ini bisa berjalan nyari serata di 90 fps. Frame drop masih ada ya tapi jarang sekali dan tidak terasa tergangguah kita ya. Nah untuk PUBG Mobile kita coba jalankan game ini setting smooth ekstreme. Sayangnya setting frame rateas ekstrem itu belum terbuka. Hasilnya frame rate yang didapatkan bisa relatif cukup rata dekat dengan 60 fps. Sesekali saja ada penurunan frame rate tapi masih dikesaran 50-an FPS juga. Jadi masih nyaman banget. Nah, untuk Jing ini juga mulus, responsif dengan akurasi yang terbilang baik kan dia pakai hardware gyo. Lanjut lagi Gensin Impact langsung aja highest 60 fps secara standar visual effect-nya diatur ke low di tablet ini. Frame rate yang kita dapatkan ada di kisaran 45 sampai 60 fps dengan rata-rata selama 30 menit di 53,7 FPS tanpa kipas. Ini udah cukup nyaman ya untuk main impact ya. Enggak kerasa ada frame drop yang mengganggu juga. Setelah 30 menit, suhu tertinggi di sisi layar ada kisaran 40 sampai 41 deraj celcius di area tengah atas layar. Sedikit anget ya, tapi ini ada di area yang di luar jangkauan jari kita. Area lain di layar suhunya cuma 32 sampai 33 derajat celcius. Untuk sisi belakang, suhu tertinggi ada di kesaran 38 sampai 39 derajat Celcius. Di balik area terpanas di sisi depan tadi, suhu area lain terbilang terjaga di bawah 35 derajat Celcius. Jadi, tablet ini kalau kita pakai buat main game enggak terasa panasnya di tangan kita. Kita lanjut dengan watering waves. Kita coba pakai setting ultra performance. Setting frame rate di 60 fps. Game ini jalan di 40 sampai 55 fps. Sesekali turun di bawah 40 fps. Setelah 30 menit rata-rata kita dapatkan ada di 50 fps. Udah cukup banget buat main game yang satu ini. Untuk suhu di sisi layar titik terpanas hanya nyampai 38 derajat celcius di area yang sama dengan Genck tadi ya. Area lain di lain juga sama tetap di bawah 35 derajat Celcius. Untuk si belakang suhu tertinggi mencapai 37 derajat Celcius di area atas ya. ini hanya sedikit anget aja dan bukan di area umum yang kita pegang saat main game. Jadi untuk gaming tablet ini terbilang memadai bahkan untuk game yang berat sekalipun. Masalahnya kalau dipakai buat main game mungkin bobotnya yang berat ya jadi tangan kita akan cepat lelah kalau kita angkat. Mungkin enaknya mainnya sambil ditaruh atas meja aja. Oke sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari Lenovo T Plus Gen 2 yang satu ini. Langsung saja kita mulai dari kamera selfie atau kamera depannya. Nah, di kamera selfie ini kita bisa merekam video up to 1080p 30 fps. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai hasilnya kurang lebih seperti ini. Muka saya terlihat cerah dan juga detailnya terbilang cukup oke. Nah, masih di kamera depan. Tapi kali ini kita lanjut ke skenario tanpa menggunakan lampu studio. Jadi, kita sekarang menggunakan lampu ruangan biasa. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Muka saya masih bisa terlihat dengan jelas, kan? Oke, sekarang kita beralih ke kamera belakang. Nah, di kamera belakang ini bisa merekam video up to 4K 30 fps. Kita mulai dengan skenario menggunakan lampu studio yang menyala. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Lanjut, kita masih menggunakan kamera belakang, tapi kali ini kita menggunakan cahaya lampu ruangan biasa. Dan untuk gasilnya kurang lebih seperti ini. Masih cakep kan? Oke, sekarang kita lanjut tes kamera tablet Lenovo T Plus Gentu ini di aplikasi meeting online yang kita pakai sekarang ini adalah aplikasi Google Meet ya. Jadi di sini kita bisa pakai beberapa fiturnya. Kita mulai aja langsung dari fitur background blur. Nah, bisa kalian lihat ini fiturnya udah aktif ya. Ini mati. Nah, ini nyala. Atau kalau misal kita mau ganti background kita pakai background profesional ini juga bisa. Nah, ini cepat ya. Dan coba kita si mantap ya untuk dipakai meeting online mau ganti background ini juga bisa atau kalau misal kita mau pakai filter di sini juga ada banyak kan kita coba salah satu. Nah, cepat. Jadi kesimpulannya tablet ini masih oke banget ya kalau dipakai untuk runoom meeting ataupun Google Meet. Oke, cukup sekian untuk pembahasan kameranya. Sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya. Lanjut kemujian baterainya, ya. YouTube local video playback 1080p. Baterai habis setelah 18 jam 18 menit. Ini hasil yang kami dapatkan kalau layar diatur ke kisaran 200 nit. Agak berharap kalau dia bisa nyampai 20 jam, tapi hasil segini sih udah tidak mengecewakan sebetulnya. Untuk YouTube streaming selama 1 jam, baterai berkurang 7%. Main TikTok swapsap selama 1 jam, baterai berkurang 10%. Gensin Impact HS 60 FPS selama setengah jam, baterai berkurang 11%. Memang ini bukan tempet yang superer irit, tapi secara umum daya tahan baterai masih terbilang oke, sama sekali bukan dalam kategori boros. Lanjut lagi kita coba untuk charging-nya dengan charger baan 45 watt. Kita lihat untuk mencapai 50% butuh waktu 36 menit. Sebentar dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 23 menit. Ini hasil terbilang baik ya untuk baterai besar 10.200 mAh yang dipakai tablet ini. Kemudian untuk Netflix dia ada WF L1 bisa streaming HD. Sayangnya dukungan Dolby Vision belum bisa dikenali oleh aplikasi ini ya. Sementara untuk YouTube streaming sampai 4K60 dengan HDR aktif. Bagaimana dengan kecepatan Wi-Fi-nya? Saat kami coba, kami bisa mendapatkan kecepatan download sekitar 330 Mbps dengan upload sampai 200 Mbps. Agak sedikit di bawah kecepatan maksimal, terutama untuk upload-nya ya. Tapi ini sudah terbilang mencukupi banget sih. Udah akan terasa kencang untuk sebagian besar pengguna. Oke, untuk harganya tablet Nelvo T Plus Gentu ini harganya untuk yang 818 adalah Rp7.299.000. Sementara untuk 8256 Rp8.599.000 R dan tablet ini dilindungi garansi 1 tahun carry in. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia Wii only, tapi artinya juga kita enggak perlu nambah SIM card baru untuk diurus, ya. Dan kita cukup teter aja dari smartphone atau pakai Wii yang ada. Kalau kalian teter dari HP jadi panas, rasanya HP-HP yang modern udah enggak panas kok di pakai tetering. Lalu tidak disertakan screetor dalam paket penjualan. Kemudian as pendukung penggunaan tablet ini tersedia tapi harus di terpisah. Lalu bum di sisi belakang membuat tablet ini jadi tebal dan bobotnya juga berada di atas rata-rata tablet 12,1 inci. Kemudian untuk dengerin musik, speaker tablet ini masih belum terasa sesesial waktu kita nonton film. Lalu kemudian lagi-lagi seperti biasa mungkin ada yang komplain, kok layarnya cuma IPS? Nah, kalau menurut kami sih ini enggak masalah karena layar tablet ini tetap terasa mantap. Masih terbilang memadai banget buat nonton konten atau main game ya segala macam lah udah oke. Selain itu IPS kan tidak serentan olet untuk resiko burn in-nya. Dari segi kelebihannya, performanya terbilang memadai untuk berbagai aktivitas, termasuk melipati konten, main game, dan lain-lain. Layarnya menawarkan tampilan berkualitas sesuai dengan janji Lenovo ya. Lalu sistem audionya ini mantap sih ya. Suaranya lantang ya, jadi seru aja mau nikmatin konten bahkan ramai-ramai pun seru. Lalu ada Kickston 2.0 stand terintegrasi yang memudahkan kita saat menggunakan tablet. Dia juga sudah mentukan penggunaan micro SD sampai 2 TB. D tahan baterai juga lumayan oke ya. Chargingnya juga lumayan kencang dan kalau dibutuhkan dia juga punya dukungan stylus ya. Kemudian janji OS-nya seenggaknya masih dua kali update dan security update-nya panjang sampai 2030. Kemudian ini menarik, dia juga bisa digunakan sebagai Bluetooth speaker dari device yang lain. Kemudian untuk UI-nya ini ringan dan mudah digunakan, bebas iklan. Bebas iklan dan fiturnya banyak. Pertanyaan sekarang, tablet ini cocoknya buat siapa? Tentunya dia akan cocok untuk yang ingin tablet multimedia dengan sistem audio di atas rata-rata atau bisa dibilang jauh di atas rata-rata. Ya, tableto ini bisa mengadikan suara yang lebih lantang dan menggelegar. Ini memang bisa menawarkan suasana beda saat kita menikmati konten. Apalagi kuotes layarnya juga sudah mendukung sekali ya. Tapi perlu diingat volume lantang ini juga membuatnya agak kurang cocok untuk dipakai di tempat umum sebetulnya ya. Apakah cuma cocok untuk menikmati konten saja? Tentu saja tidak. Speknya juga membuatnya memiliki potensi untuk dipakai untuk berbagai aktivitas. Mau jadi tablet allrounder juga bisa. Tinggal tambahkan keyboard dan mungkin mouse juga ini akan nyaman untuk digunakan bekerja termasuk untuk ngedit video sampai res 60 fps atau 4K 30 fps. Kalau dicari adalah tablet berpenampilan unik yang allrounder tapi punya speaker super super mantap. Bahkan rasanya enggak ada lawannya nih ya. Tablet yang satu ini memang sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube