Jungkat

SSD sekecil ini, Bisa Fingerprint & Support iPhone Pro Raw 😱 | Adam elements iKlips (YouTube Video)

  • 03/08/2025

Ini SSD yang ukurannya cuma seancing baju. Dimensinya cuma segini nih. Bayangin ini klip mikrofon saya dan sama loh. Terus beratnya juga cuma 5 gr dan ada fingerprint-nya buat keamanan datang. Jadi kenalin ini adalah Adam Element USBC Nano Touch Fingerprint SSD. Panjang juga namanya. Pertama kali lihat benda ini sebenarnya saya bingung ya karena dia kecil banget. Ini transparansi anggaran atau apa? Karena dia kecil dan hampir enggak kelihatan. Dan namanya itu saya juga jarang dengar ya atau enggak pernah dengar bahkan Adam Elements. Kalau saya cari-cari sih Adam Elements ini jadi Mas Adam Inul sama Gruband Elem itu investasi di sebuah bisnis untuk bikin SSD. Enggak ya? Bercanda ya. Jadi, Adam Melom ini adalah produk dari Taiwan yang memang fokusnya itu ke aksesoris kayak powerbank, USBC, kabel USB, lightning dan macam-macam. Dan brand ini udah sering dapat EF design Award dan juga Red Dot design Award dari Eropa karena mereka selalu menggabungkan estetika, kreativitas, dan juga fungsi. Kayak contohnya yang satu ini, USBC nano Touch Fingerprint SSD. Mereka klaim kalau ini adalah SSD paling kecil di dunia. Dan saya percaya sih karena saya belum pernah ng-review SSD yang sekecil ini. Malah bahaya sebenarnya ya. Kayak takut hilang gitu. Tapi meskipun kecil, BLD quality-nya ini enggak main-main. Dia pakai material yang namanya zink alloy. Padat, solid. Cuman sayangnya dia enggak ada sertifikasi standar militer atau IP rating gitu. Kalau misalkan ada, beh bakalan lebih gokil lagi ini. Dan karena dia ini type C jadi dia plug and play. Gampangnya kayak kasus kemarin lah. Plug and play tiba-tiba hamil. Jadi yang hamil satu orang, tapi yang sibuk satu negara. Tapi emang negara Konoha ini unik ya. Istri sendiri hamil mungkin enggak diurusin, tapi orang lain yang hamil diurusin. Tapi di channel ini kita enggak bahas itu ya. Kita balik lagi ke mode plug and play-nya. Jadi karena dia TC dia bisa dipakai di Android, Mac, Windows, Chrome OS sampai Linux gas. Yang penting ada lubang type C-nya, Gas. Bedanya sama plug and play yang lain, dia ini ada keamanannya, enggak bocor karena ada fingerprintnya. Data jadi aman, enggak kebobolan, dan enggak bisa diakses sama orang lain. Cara register fingernya juga mudah, enggak butuh aplikasi. Jadi ada lampu indikatornya buat tanda. Kalau mau register finger, tinggal tekan 5 detik sampai dia nyala berwarna biru. Kalau udah sentuh enam kali sampai dia nyala hijau. Kalau udah hijau berarti fingernya udah teregister. Nah, kalau udah keister misalkan SSD-nya mau dipakai ditancepin di iPhone misalnya. Nah, dia bakal nyara merah terus kita tempelin finger kita sampai dia nyalanya hijau baru dia mau ngebuka storage-nya. Sama di Windows kayak gitu. Dia bakalan bunyi cetung kalau udah masuk fingerprint kita. Dan langsung deh datanya bisa diakses. Dan udah saya coba ya kalau misalkan saya pakai finger yang beda, dia bakal flashing warna merah. Karena kan takutnya gimik ya fingerprint-nya beneran atau enggak. Tapi ternyata udah saya tes pakai finger yang lain enggak bisa dibuka. Jadi kalau mau simpan data anggaran tentang Chromebook atau proyek jalan yang cuma ada di Excel tapi di realitasnya enggak ada, di sini bisa aman, enggak ada yang tahu. Dan buat pengguna iPhone yang suka ngonten atau YouTube itu videografer yang lupa bawa kamera, kan di iPhone itu ada yang namanya Apple Pro R ya. Cuman untuk mengakses fitur itu kita butuh storage eksternal karena gede banget datanya. Bayangin aja ini SSD kapasitasnya 256 GB dan kalau kita aktifin fitur Apple Pro RO itu cuma bisa ngerekam 18 menit. 256 GB 18 menit. Gok. Tapi ya lumayan lah ya kalau penuh tinggal cabut pindahin cabut pindahin lagi. Oh iya dan kemarin saya coba untuk bikin Apple Pro durasi sekitar 5 menit saya videoin kucing dan dia udah lumayan kerasa anget sih ya. Pas saya fleir, suhunya itu hampir menyentuh 50 derajat celcius. Karena memang SSD ketika digunain untuk membaca atau menulis data memang dia bakalan ya anget. Nah, saran saya kalau misalkan udah angetnya ini abnormal diistirahatin aja lah sekitar 5 sampai 10 menit. Kalau udah dingin dipakai lagi. Karena kalau dipaksain panas nanti kecepatannya bakal turun. Dan ngemain kecepatan di boksnya itu tertulis 450 megbit pers. Dan ketika saya tes di Windows, saya tes pakai kristal di Smart ya sesuai dengan klaimnya sih 450 megbit pers. Lumayan kencang karena dia USBC-nya ini bukan USB 2.0. Jadi dia pakai USB 3.2 one yang artinya ya kalau buat pindah data itu kencang walaupun enggak sekencang NVM ya karena memang terbatas di dimensinya yang super kecil ini. Tapi dia juga udah mendukung Xfat. Jadi kalau misalkan kalian mau transfer data sekaligus di atas 4 gig langsung gitu bisa enggak perlu satu-satu. Nah sekarang harganya berapa, Bang? Harganya lumayan pricis sih ya. Kalau kita cuma lihat dari sisi SSD-nya aja 256 GB dengan speed engak sampai 500 harganya lumayan price sih juta. Nah, kalau kebutuhannya cuman SSD aja sebagai storage aja ya jangan beli ini karena banyak SSD NVM kalian tinggal beliin enclosure aja yang USBC-nya lebih kencang itu paling enggak sampai sejuta bisa dapat 512 GB. Tapi kalau mau yang simpel, contohnya kalian pengguna iPhone karena bajetnya terbatas jadi kalian beli iPhone yang 128 GB. Harganya itu 16 Pro eh sori 1899. Kalau naik ke 256 harganya itu 219. Jadi beda storage selisihnya R2 juta. Nah, jadi buat pengguna iPhone yang storage-nya udah penuh atau storage-nya kecil solusinya bisa pakai ini sih karena ya dia bisa dipakai proro terus lebih fleksibel buat mindainnya. Soal keamanan data juga ada fingerprint dan kalau dicolok ke iPhone kayak enggak ada bedanya gitu. Jadi enggak ada beratnya itu kayak sama karena cuman 5 gr aja. Buat garansinya dia 3 tahun ya lumayan panjang ya. Karena R1 juta SSD itu sekali lagi price siy jadi garansinya lumayan panjang 3 tahun. Kalau misalkan dia cuman berani garansi 1 bulan sih saya mah mending beli cilok ya udah kenyang. Kalau misalkan enggak enak juga paling enggak masih dapat tusuknya lah. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Adam Elemen Eclipse S yang kapasitasnya sayangnya cuman mentok di 256 ya. Enggak ada varian yang paling tingginya 512 atau 1 terang. Enggak ada mungkin karena ya faktor dimensinya ini kelebihannya jelas ini SSD paling kecil di dunia dan yang namanya barang kecil ya enak aja dibawa ke mana-mana. Cuman saran saya kasih strap ya atau gantungan kunci lah biar enggak gampang hilang. Terus dia juga ada fingerprint-nya, plug and play. kecepatannya lumayan, garansinya 3 tahun, dan ada support Xet juga. Kalau untuk kekurangannya pertama jelas opsi kapasitasnya cuma 256 GB. Terus enggak ada sertifikasi standar militer atau IP rating. Dan karena dia kecil, jadi suhunya ini lumayan cepat anget. Jadi perlu diistirahatin sebentar. Dan kalau untuk speed-nya ya sekali lagi karena barang yang kecil itu pasti banyak limitasinya ya. Contohnya Samsung itu ngeluarin SSD eksternal juga namanya T7 Touch. itu speed-nya bisa 1000 megbit/ pers. Nah, kalau ini cuma 450 megbit/ tapi Samsung gak sekecil ini. Yang kalau misalkan diguna ini untuk ngonten enak banget. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.