Standar Baru TWS Premium! Noise Senyap, Mic Mantap! - HUAWEI FreeBuds Pro 5 (YouTube Video)
Hah? Hah? Apa? Hah? [musik] Kayak gitu kira-kira kalau kita nelepon di pinggir jalan ya tiba-tiba cosplay jadi orang budek gitu. Susah emang kalau nelepon di tempat yang berisik entah itu di stasiun atau di jalan yang rameai atau bahkan di dalam kereta gitu. Selain enggak kedengaran terus suaranya tuh putus-putus gitu. Nois-nya itu masuk semua. Dan sebenarnya masalah kayak gitu gak cuma soal sinyal, tapi soal TWS atau earphone yang kalian pakai. Solusinya pakai ini. Huawei Freebuds Pro 5. Halo, S. Balik lagi sama Irwan di sini. Jadi, TWS ini adalah TWS terbaru dari Huawei dan di atas kertas aja udah ada beapa hal yang langsung menarik perhatian saya. Mulai dari chipset baru, double driver sampai ke lim yang kata mereka sih paling canggih di range harganya. Edan. Di video ini saya akan ceritain gimana rasanya pakai TWS ini selama 1 minggu. Mulai dari desainnya, kualitas suaranya, noise cancellation-nya, performa waktu dipakai nelphone sampai fitur-fitur daily usage-nya. Jadi siapin cemilan. Mari kita let's go. Oke, mulai dari yang pertama kelihatan yaitu desainnya ya. Huawei namain desain ini sebagai star oval design. Dan jujur waktu pertama kali pegang TWS ini, kesan premiumnya tuh kerasa banget gitu loh. Ada finishing diamond cut di bagian earbuds-nya plus logo Huawei Sound yang jadi aksen visual yang cakep. Enggak norak tapi juga enggak polos banget gitu. Ada dua pilihan warna Sand dan Grey. Dua-duanya cakep, tinggal seler aja kalian mau yang mana gitu. Tapi yang lebih penting dari sekedar tampilan adalah gimana dia nempel di kuping kalian. Dan di sini Huawei kayak serius banget gitu loh. Mereka ngeklaim kalau desain ergonomis TWS ini hasil riset dengan lebih dari 10.000 bentuk kuping sebagai bahan risetnya. Buset, kuping siapa aja itu ya? Hasilnya earbuds-nya ukurannya 10% lebih kecil dari generasi sebelumnya. Lebih enteng, lebih nyaman di kuping, pokoknya lebih enaklah. Kalian juga dapat empat ukuran ear tip silikon ya, ada XS, ada S, ada M, dan L yang paling gede. Jadi kemungkinan besar salah satunya akan pas banget di lubang kuping kalian. Ini penting gak cuma soal kenyamanan, tapi juga soal passive noise isolation yang jadi pondasi dari performa ENC-nya. Anjay, pondasi rumah kali. Oh ya, satu lagi soal teknis, ya. Antena ovalnya sekarang dilapisi Metal Accent ya dan itu katanya bisa ningkatin Bluetooth coverage sampai 38% dibandingkan sebelumnya. Jadi koneksinya lebih stabil bahkan kalau HP kalian ada di dalam tas atau di saku celana gitu. Sebenarnya ini kedengaran gimik ya, tapi pas mereka mention soal koneksi Bluetooth yang stabil, saya relate banget sih. Sering banget lagi dengarin musik pas pakai TWS. Pas HP-nya dikantongin suaranya putus-putus gitu. Mungkin emang ini solusi dari Huawei. Hm, nice. Lanjut, sekarang kita bahas soal sound quality atau SQ. Nah, TWS ini punya sesuatu yang Huawei sebut sebagai dual engine AI noise cancellation. Dan ini gak sekadar gimik doang, coy. Mereka kla ini sebagai TWS pertama di dunia yang pakai dual engine ANC dengan model AI sensing baru bernama Mimo AI Sensing Model. Secara teknis, sistem ini bisa memproses noise cancellation hampir 400.000 kali per detik. Buset dah, hasilnya noise reduction-nya sampai 29 dbel dan performa ENC-nya diklaim naik 220% dibandingkan [musik] FreeB Pro 4. Anjay. Biar ada gambaran ya, 29 desibel itu udah cukup buat nge-cut suara kereta, suara AC kantor sampai berisiknya di coffee shop lah. Jadi kalau kalian sering kerja atau nongkrong di tempat-tempat yang kayak gitu ya mungkin memang ini yang kalian butuhkan. Sekarang ngomongin soal call quality alias kualitas nelphone dan ini yang jadi nilai jual utama TWS ini. Kombinasi 3 mikrofon ditambah satu bond conduction microphone kerja bareng buat nangkap suara kalian lebih akurat. Enggak cuma suara yang keluar dari mulut ya, tapi juga getaran dari tulang di sekitar rahang kalian nih. Di bagian sini nih. Hasilnya suara kalian di ujung sana di lawan bicara gitu kedengaran lebih bersih dan lebih natural gitu. Yang bikin saya lebih impress ini diklaim bisa tetap stabil di lingkungan dengan kebisingan sampai 100 dbel dan angin kencang sampai 10 m/ deket. Ini bukan kondisi yang lazim, coy. 100 debel itu kira-kira setara dengan berdiri di depan sound horic lah. Dan 10 m/ detik itu angin yang udah lumayan kencang loh. Kalau klaim ini beneran valid di dunia nyata, gampang buat saya bilang kalau ini adalah TWS paling sakti yang ada sekarang. Tapi teori tetaplah teori. Saya akan tes di beberapa skenario dan langsung saya bandingin sama Samsung Galaxy Buds 5 ya baru beli. Gimana kualitas penangkapan suara dari mikrofon TWS ini? Oke, jadi sekarang saya lagi ada di sebuah di sini dengan Nah, sekarang saya merekam menggunakan Huawei Free Buds 5 Pro di mana kalian dengar sendiri noisnya bersih, khilat dan suaranya fokus ke suara saya aja. Jadi kalau dipakai buat telepon memang suaranya jadi bersih banget dan suara sekitar yang berisik itu enggak akan ngeganggu saat kalian melakukan panggilan telepon. Nah, sebagai perbandingan aja sekarang saya menggunakan MS dari Samsung yang terbaru yaitu Samsung Galaxy Budge 4 Pro. Untuk kualitas perdaman noise-nya kalian bisa dengar sendiri sekali lagi tempat ini sangat-sangat noy, sangat-sangat berisik. Oke, sekarang ada di skenario kedua di mana saya berada tempat di jalan. Enggak cuma jalan aja ini pertemuan antara jalan raya dan jalan tol yang mana berisik banget seperti yang kalian dengarkan sekarang. Mau lihat? Wah, berisik benar. Nah, ini adalah suara yang ditangkap oleh Huawei FreeB Pro 5 di mana nu beneran hilang dan yang kedengaran cuman suara saya aja yang mana ini pintar dibandingkan PWS manapun termasuk si Samsung Galaxy Budge 4 Pro yang setelah ini saya akan coba dan kalian bandingkan dan kalian fokus pada suara saat saya ngomong. Ini adalah suara yang ditangkap menggunakan Samsung Galaxy Budge 4 Pro. Kalian bandingkan, perhatikan pada saat saya ngomong, mungkin pada saat saya diam seperti ini suaranya akan bersih. Tapi pas saya ngomong suara saya kayak ngegabung sama suara environment sekitar. Jadi dia enggak bisa misahin antara suara saya, suara vokal saya dengan suara environmental. Itu yang membedakan CWS ini dengan Huawei Freebs Pro 5. Yang mana Huawei Freebs Pro 5 selain dia nangkap melalui mikrofon, dia juga nangkap melalui bond conduction. Jadi rakam getaran di pink. Jadi dia bisa memisahkan suara antara suara noise kita dengan suara noise sekitar. Itu yang membedakannya. Itu yang bikin WB Pro 5 itu jauh lebih canggih dibandingkan TWS terbaru sekarang termasuk Switch Samsung Galaxy Bud 4 Pro ini. [musik] Selain itu ada juga beberapa fitur pintar yang bisa kita temukan di TWS ini. Pertama ada wireless mode di mana mode ini pakai microfone ultra HD dan AI sensing buat ningkatin naturalness suara sekitar sampai 100% lah. Naturalness apa ya bahasa gampangnya? Eh kenaturalan. Alah apalah ribet. Ya, itulah pokoknya. Jadi, kalian tetap bisa dengar lingkungan sekitar tanpa harus copot earbuds. Terus ada conversation awareness. Anjay. Kalau kalian mulai ngomong ke orang di sekitar, volume musik itu otomatis akan turun. Pas kalian selesai ngobrol, balik lagi ke volume semula. Kayak ajaib banget gitu. Terutama buat kalian yang ya sering dengarin musik sambil kerja atau sambil ngobrol sama orang gitu. Lagian kalau lagi ngobrol ngapain dengar musik sih? Aneh banget lu. Terakhir ada adaptive volume yang otomatis nyesuaiin volume playback berdasarkan kebisingan di sekitar kalian. Tadinya saya pikir lagu yang saya dengarin itu bermasalah ya karena volumenya tiba-tiba turun gitu lah kenapa nih lagu gitu. Tapi ternyata dia otomatis nyesuain sama environment sekitar. Saya enggak tahu apakah ini akan kalian butuhkan tapi saya pribadi sih agak ngerasa belum menyesuaikan aja gitu. Next saya akan bahas soal sound quality-nya. Di dalam TWS ini ada dual driver acoustic system ya. dua driver independen yang masing-masing nge-handle frekuensi low dan frekuensi high [musik] secara terpisah. Ini yang bikin karakter suaranya lebih layering dan detail ya. Sistem ini didukung oleh Kirin A3 chip gitu. Chipset audio khusus dari Huawei yang punya dual DAC dan dual DSP buat memproses suara yang presisi. Udah kayak polisi, coy. Presisi. Range frekuensinya lumayan luas 10 Hz sampai 48 kHz. Kalian bisa dapetin bass yang deep sekaligus trble yang tajam dan detail. Buat kualitas audio wireless-nya, kalau kalian pakai device Huawei yang kompatibel, kalian bisa dapetin kualitas loosteless audio sampai 2,3 megbit/s. Dan kalau kalian pakai smartphone lain, masih bisa dapetin HD audio sampai 990 Kbit/s. Angka yang solid buat sebuah TWS menurut saya. Tersedia juga empat preset sound dari Huawei sound. Ada balance, classical, voice, dan bs. Jadi kalian bisa sesuainin karakter, suara sesuai selera atau kebutuhan kalian. Satu lagi yang menarik ada di spesial audio tanpa batasan device atau aplikasi. Nah, ini bagus menurut saya. Jadi, kalian gak perlu pusing soal kompabilitas platform ya. Kagak perlu lagi kudu pakai Huawei atau pakai iPhone gitu. Pakai HP apapun fitur ini akan tetap berjalan. So, lanjut soal fitur dan baterai. Soal durability TWS ini udah punya sertifikasi IP57 tahan air dan debu di level yang lumayan tinggi menurut saya. Kalian bisa pakai ini buat workout, kena hujan di jalan, atau activity lain tanpa deg-degan bakal rusak gara-gara kena air. Buat baterai ini juga irit banget menurut saya. bisa sampai 9 jam playback dari earbuds-nya sendiri dengan ENC off. Nah, kalau ANC-nya nyala sekitar 6 jam ya dan total dengan charging case bisa sampai 38 jam dengan ENC off. Intinya bisa dipakai seharian penuh dan sekali lagi menurut saya ini lebih dari cukup. Soal control ada dua mode, ada head motion control dan gester control yang support pinch tap hold dan swip. fleksibel dan kalian bisa sesuaiin dengan kebiasaan masing-masing. Jadi kalau lihat control itu kalau kita mau nerima telepon tinggal angguk-angguk. Anjay. Kalau kita mau reject tinggal geleng-geleng. [tertawa] Agak aneh sih kalau tempat tempat umum tiba-tiba bertelepon gitu ya. Tapi gagal akhirnya kita jadi gatbank [tertawa] enggak kangakatang-angkat. Terakhir, dual device connection. TWS ini bisa connect ke dua device sekaligus dan support iOS maupun Android. Jadi, buat kalian yang sering pindah-pindah antar HP dan laptop, ini enggak akan jadi masalah. Terlihat sederhana, tapi saya sangat-sangat butuh fitur ini. Kesimpulannya, Huawei Freebuds Pro 5 ini datang dengan paket yang cukup lengkap, PC yang bagus banget berbasis dual engine AI, [musik] kualitas mikrofonnya yang didesain buat kondisi yang sangat enggak lazim plus ekstrem, [musik] setup dual driver yang pakai Kirin A3. Desain yang lebih ergonomis, dan durability harian yang bagus banget menurut saya. Kalau kalian tipe orang yang banyak pecilan di luar, sering meeting atau nelepon di tempat yang berisik, enggak tahu terpaksa atau emang passionnya gitu atau emang serius soal sound quality dari TWS, Huawei Free Budge Pro 5 ini layak banget buat masuk pertimbangan kalian. Untuk harga, Huawei Freebuds Pro 5 ini dijual di harga Rp2.999.000. Dengan harga segitu kalian akan dapatin beberapa keuntungan kayak 1 tahun lost worry free. Jadi kalau TWS bagian kiri atau kanan hilang, kalian bisa beli satuan dengan harga Rp500.000 aja. Ada juga opsi cicilan 0% mulai dari R49.917.000 per bulan. Untuk promosi ini periodenya hanya dari tanggal 24 April sampai 24 Mei aja ya. Jadi awas kelewatan. Ya udah segitu aja video kali ini. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini dan kita ketemu lagi di video berikutnya. Iron pamit dan adios.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...


















